Senang Tapi Bahaya

Setelah kepergian Arki dari rumah nya, Dila tiada henti mengumpat kasar jantung yang masih saja bergetar kala mendapatkan sentuhan dari Arki.sungguh ia benci dengan getaran yang muncul seolah diri nya ini sangat plin-plan tidak punya prinsip hidup.

" Dia memang tampan,tapi status nya bisa membuat hidup ku dalam bahaya." batin Dila menggeleng cepat.

Sementara itu di dalam mobil nya,Arki malah tidak fokus untuk mengemudi dan terus saja kepikiran tentang Dila.jangan sampai wanita itu kabur dan meninggalkan dia yang tengah di landa mabuk asmara.Arki berulang kali memukul setir mobil sebagai pelampiasan amarah yang tiba-tiba saja muncul.

Sudah cukup lama ia berkendara melewati setiap kemacetan yang ada bahkan membuat Arki semakin muak,terlintas di benak nya tentang Jeni yang belum pulang ke rumah bahkan meminta izin pun tidak wanita itu lakukan kepada dia yang jelas-jelas imam dalam rumah tangga.

Apa Jeni begitu bahagia bisa menghabiskan waktu bersama kekasih gelap nya itu? Lalu apa arti kehadiran Arki dalam hidup Jeni sampai membuat wanita ini memilih bermain serong dengan lelaki lain yang jauh di bawah nya?

Cengkraman tangan Arki semakin menguat bahkan membuat urat jari nya menonjol keluar.jika saja setir mobil terbuat dari bahan yang lunak, mungkin sudah sejak tadi setir itu tidak berfungsi lagi.

Sorot mata Arki melambangkan sebuah kemarahan besar dalam diri nya.tak pernah sekalipun ia menunjukkan kemarahan itu kepada Jeni,tapi sekarang Jeni sudah menggali kuburnya sendiri dan ia sudah bersumpah tidak akan pernah mau lagi menyentuh wanita yang sudah menjadi toilet umum.untuk membayangkan tubuh Jeni bermandikan keringat bersama lelaki lain saja sudah membuat Arki mual dan ingin segera menendang Jeni dari kehidupan nya.

Toh sekarang sudah ada Dila yang bisa memenuhi kebutuhan biologisnya, walaupun niat itu terkesan jahat tapi Arki sudah kecanduan oleh milik Dila yang begitu sempit dan wangi,beda sekali dengan milik Jeni yang sudah di pakai banyak orang di luar sana.

Mobil yang di kendarai oleh Arki akhirnya sampai juga di parkiran perusahaan.ia lalu turun dengan tergesa-gesa sambil melempar asal kunci mobil kepada security.sungguh arogan sekali pria ini jika sudah berada di lingkungan kerja nya,tapi tidak ada yang bisa menebak sekelas Arki saja masih bisa di bodohi oleh istri nya sendiri.

Singkat cerita,jam makan siang sudah selesai dan kini Arki sudah kembali bekerja menatap fokus di layar besar yang ada di depan mata nya.ketukan pintu dari depan sana membuat konsentrasi Arki buyar dan ia bisa melihat dengan jelas melalui Cctv bahwa ada Jeni yang sedang berdiri di depan sana.

" Masuk." titah Arki dingin sama sekali tidak melirik ke arah istri nya.pria ini bersikap begitu tenang seolah-olah belum mengetahui semua nya.senang bukan bermain dengan seperti ini dan nanti ia akan maju ketika musuh nya lengah.Arki Jhon Wibisono pengusaha sukses yang tidak mudah di bodohi dan selalu tegas dalam memusnahkan semua musuh nya.

" Siang sayang." Jeni tanpa malu mengecup sekilas bibir Arki sampai menimbulkan bunyi yang kuat.Arki berusaha menghindari sentuhan itu dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.sungguh sebuah keajaiban Jeni mau datang ke kantor dan selama masa pernikahan Jeni jarang melakukan ini.

" Apa Kamu sudah makan siang sayang?" tanya Jeni lembut. Ia terpaksa datang ke kantor Arki agar suami nya tidak curiga dan jalan perselingkuhan nya ke depan semakin mulus tanpa hambatan.

" Sudah." balas Arki singkat masih enggan menatap wajah Jeni.

" Yahhh... Padahal Aku sengaja datang ke sini agar kita bisa makan siang romantis berdua." Jeni bergelayut manja di leher Arki, sesuai janji nya Arki memilih cuek dan selalu menolak ketika Jeni hendak duduk di pangkuan nya.

" Tidak perlu berbasa-basi,Aku bisa mengurus diri ku sendiri meskipun tanpa bantuan Kamu.lebih baik Kamu pikir kan saja perut Kamu sendiri dari pada bersusah payah berakting di depan ku." kata yang Arki keluar kan begitu pedas sekali sehingga membuat Jeni terdiam tak berkutik.

" Kamu seperti wanita liar saja yang tidak suka diam di rumah dan lebih senang bermain di luar sana." lanjut Arki lagi menggebrak meja membuat Jeni refleks mundur dengan wajah pucat nya.sungguh Jeni sangat ketakutan tapi ia berusaha menutupi nya.

" Aku ada urusan keluarga Mas." jawab Jeni gugup.

" Selalu saja itu alasan mu sampai membuat Aku muak untuk mendengarkan nya.apa sebegitu kurang kerjaan nya keluarga mu itu setiap weekend selalu mengadakan acara dan pesta, bahkan untuk mengundang besan mereka saja tidak mereka lakukan saking asyik nya berpesta.lalu bagaimana dengan tanggung jawab mu sebagai seorang istri yang sudah pergi sejak dua hari yang lalu tanpa kabar sedikitpun.apa perlu Aku memberi donasi agar acara pesta kalian terus berlanjut sampai membuat Kamu nyaman di sana dan lupa dengan suami mu ini?" bentak Arki kepada Jeni.

" Mas? Kamu memarahi ku gara-gara aku menginap di rumah keluarga ku?" tanya Jeni tak percaya setelah beberapa waktu berhasil membuat Arki bersikap lembut nya,tapi hari ini suami nya berubah menjadi arogan lagi tanpa memikirkan perasaan nya.ia memang salah tapi ia juga tidak suka jika Arki berkata kasar di depan wajah nya.

" Kenapa tidak? Kamu sudah melewati batas dan jangan pernah berani menentang ku seperti itu.atau jika memang Kamu lebih suka menghabis kan waktu bersama keluarga mu itu, lebih baik kita berpisah saja dan Kamu bisa melakukan apapun keinginan mu dengan bebas tanpa ada seseorang yang akan melarang mu lagi."Arki berbicara cukup tenang dengan kedua tangan yang tersimpan di saku celana.wajah lelah Jeni serta bau parfum pria lain yang menempel di baju istri nya membuat Arki semakin meradang dan ingin segera menendang wanita ini dari hidup nya.rasa cinta itu masih ada tapi Jeni sendiri lah yang membuat rasa yang di miliki oleh Arki menguap begitu saja.Arki meninju keras tembok perusahaan yang berdiri kokoh.lagi dan lagi bayangan adegan panas Jeni bersama lelaki lain membuat Arki marah dengan mata memerah.

" Pulang lah dan jangan pernah pergi tanpa seizin ku lagi,jika Kamu sudah bosan menjadi Nyonya Wibisono maka lakukan lah sesuai keinginan mu sendiri." lebih baik ia mengusir Jeni dari ruangan nya dari pada harus melanjutkan perdebatan.ia harus segera meredamkan emosi nya dengan bekerja dan bekerja.jangan sampai ia kelepasan dan berakhir membuat semua rencana yang sudah di susun menjadi gagal di pertengahan jalan.

" Keluar dari sini." titah Arki menatap ke arah luar tanpa perduli dengan Jeni.

" Jangan marah lagi Mas,Aku minta maaf jika Aku sudah melakukan kesalahan,Aku tidak bermaksud menyakiti perasaan mu.Aku hanya bosan di rumah dan rindu dengan keluarga ku.Aku janji tidak akan menginap lagi di sana dan akan selalu mematuhi semua perintah dari Kamu." Jeni berjalan cepat memeluk tubuh suami nya dari belakang.ia tak boleh kehilangan kesempatan untuk memperdaya Arki,jangan sampai kebohongan nya terbongkar dan bisa menimbulkan masalah untuk seluruh anggota keluarga nya.

" Aku takut mendengar suara keras mu itu,Aku janji akan menjadi istri yang baik untuk rumah tangga kita." Jeni begitu manis dalam bertutur kata.ia sengaja menitikkan air mata agar Arki merasa iba kepada nya dan menarik kembali kata kasar yang sudah ia ucapkan tadi.

" Sekarang lebih baik Kamu pulang dan renungkan kembali apa yang Aku ucap kan tadi.Aku harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mu." Arki melepas belitan tangan Jeni yang melingkar di perut nya.rasa mual akibat sentuhan tangan itu membuat perut Arki terasa tidak nyaman.dengan susah payah ia menghela nafas agar tidak muntah di dalam ruangan nya.

" Tapi Aku belum makan siang Mas." rengek Jeni manja berusaha mengambil kembali perhatian dari Arki.

" CK...Ayo Aku antar Kamu pulang, nanti kita mampir di restoran dan Kamu bisa makan di rumah saja.Aku tidak bisa menemani mu karena ada meeting dengan client." Arki terpaksa mengalah agar Jeni segera keluar dari ruangan nya.ia memakai kembali jas kerja lalu keluar terlebih dahulu dari ruangan nya sambil membawa kunci mobil di tangan kanan .Jeni yang sejak tadi memanggil nama nya tidak di hiraukan lagi seolah-olah ia tidak mendengar panggilan itu.

" Ricky! Gue mau keluar sebentar.siapkan saja berkas yang akan di bawa ke tempat meeting." titah Arki berhenti di ruangan asisten pribadi nya.

" Baik Bro! Jangan lupa balik lagi.awas saja kalau sampai molor lagi.Gue tidak akan mau lagi bertanggung jawab atas meeting itu." Kata Ricky memperingati.meeting ini adalah meeting penting dengan client besar jangan sampai terlewat kan begitu saja.jika sampai perusahaan mereka bekerja sama maka perusahaan milik Arki semakin menguasai dunia tak terkalahkan lagi.

" Iya aman." Arki berlalu berjalan cepat menuju lift.

" Siang Nyonya." sapa Ricky kepada Jeni dan hanya di balas senyuman manis oleh Jeni yang selalu bersikap baik kepada sahabat suami nya.

Ricky tersenyum mengejek setelah melihat Arki dan Jeni hilang di telan oleh lift.Ricky yang merupakan tangan kanan sekaligus sahabat terdekat dari Arki tentu saja sudah tau bagaimana kelakuan Jeni,hanya saja ia berpura- pura baik sekedar berbasa-basi.

" Gila tuh cewek! Diam-diam tapi bangsat ." umpat Ricky yang selalu lepas kontrol ketika membicarakan tentang perselingkuhan.

" Kenapa nggak langsung di musnahkan saja sih itu wanita.bikin rusak mood Gue aja." batin Ricky yang sebenarnya punya trauma sendiri dengan sebuah perselingkuhan.sampai sekarang ia masih betah menyendiri setelah di tinggal selingkuh oleh kekasihnya bersama sepupu terdekat nya sendiri.rumah tangga kedua orang tua nya juga hancur akibat sebuah perselingkuhan.ayah nya yang dulu sebagai sopir sebuah perusahaan lebih memilih menduakan ibu dari Ricky dan hidup bersama wanita selingkuhannya yang merupakan pemilik sebuah perusahaan besar tempat sang ayah bekerja mencari nafkah,sampai sekarang Ricky tak pernah mau lagi bertemu dengan sang Ayah dan ia adalah tulang punggung keluarga.beruntung ada Arki serta keluarga besar nya yang membantu Ricky sampai bisa menjadi hebat seperti saat ini.

" Semoga saja Arki tidak mengalami depresi seperti apa yang Mama gue rasakan." ia tak akan pernah rela jika sahabat baik yang sudah ia anggap layak nya saudara hancur karena ulah Jeni.untuk itu lah ia selalu bekerja keras membongkar perselingkuhan Jeni di bantu oleh Jonathan yang juga merupakan anak buah dari Arki.

" Hidup sendiri jauh lebih baik dari pada di pusing kan oleh masalah yang selalu saja datang."

Halo guys..jangan lupa like,Vote dan Komen ya..

🥰😍🥰😊😊😊😍😍

Terpopuler

Comments

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

semangat thorrrr kuh

2024-06-07

2

lihat semua
Episodes
1 Aldila Khumaira
2 Bertemu untuk yang pertama kali
3 Panas dingin
4 Cap Cip
5 Ide gila Maisya
6 Kekasih Gelap Jeni
7 Mengaku keluarga dekat
8 Merasa takut
9 Akhirnya terjadi
10 Tawaran gila
11 Lanjut atau menyerah
12 Senang Tapi Bahaya
13 Tanda Merah
14 Cerita Dila
15 Bubur ayam untuk orang tersayang
16 Kepergok Bibi
17 Salah paham
18 Kangen berujung di hotel
19 Nafkah pertama
20 Seperti sampah
21 Tidur bersama
22 Jeni cemburu
23 Mengadu
24 Menguras isi ATM sugar Daddy
25 Babak belur
26 Obat laknat
27 Jatah malam yang terlewatkan
28 Penolakan Arki
29 Adegan di pagi hari
30 Kedatangan Arki
31 Bakso mie keriting
32 Punya anak
33 Di tolak oleh Mama Dewi
34 Gugatan perceraian
35 Sama-sama egois
36 Baju merah menyala
37 Jeni Berulah
38 Berandai-andai
39 Dimas dan Jeni
40 Tongkat sakti milik Dila
41 Rugi Banyak
42 Bangkrut nya Surya Pratama
43 Pertemuan
44 Keras kepala
45 Romantis
46 Kejutan
47 Suami - istri
48 Malam Spesial
49 Lemas
50 Rumah Untuk Dila
51 Istri CEO Wibisono grup
52 Tingkah Konyol
53 Sadar Diri
54 Gara-gara Selimut Jatuh
55 Tua-tua Posesif
56 Shopping Time ala Dila
57 Di Pecat
58 Istri Nakal Milik Arki
59 Dila Kenapa
60 Di Larikan ke rumah Sakit
61 Calon Papa Dan Mama
62 Kedatangan Sahabat
63 Menantu Dan Mertua
64 Tanpa Judul
65 Pulang Ke Rumah
66 Tentang Maisya dan Dila
67 Bakwan Jagung
68 Mangga Muda
69 Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70 Bau Ikan Asin
71 Soto
72 Gagal Total
73 Perhiasan
74 Kabar Baik Dari Arki
75 Permintaan Aneh Dila
76 Tidak Ingin Lagi
77 Fakta Yang Tertunda
78 Pesta Di Mulai
79 Malapetaka
80 Panas
81 Panik
82 Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83 Bayi Tua
84 Ngidam Orang Kaya
85 Siapa kah Dia
86 Dila Mengamuk
87 Bakso Tanpa Sambal
88 Kembali Viral
89 Puncak
90 Makan Siang Bersama
91 Cara Mengusir Pelakor
92 Dalam Bahaya
93 Nyonya
94 Salah Sasaran
95 Tertangkap
96 Doyan Nangis
97 Perkara Ketek
98 Balasan Yang Setimpal
99 Ingin Tidur Bersama Istri
100 Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101 Selamat Datang Pewaris Wibisono
102 Teror
103 Pabrik Susu
104 Hangat Dan Kenyal
105 Gas Beracun
106 Apa Ini?
107 Andai Oh Andai
108 Dila Hilang
109 Arki Yang Malang
110 Energi positif
111 Wanita Masa Lalu
112 Kartu Di Bekukan
113 Ganti Suami
114 Dan Terjadi Lagi
115 Hukuman Untuk Bu Dewi
116 Anand Rakarsa
117 Tarik-Menarik
118 Cewek Seksi
119 Ricky Mual?
120 Tak Ingin Kehilangan
121 Cairan Pembersih
122 Belum Siap
123 Berdamai Dengan Keadaan
124 Adik untuk Dewa
125 Princess nya Wibisono
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Aldila Khumaira
2
Bertemu untuk yang pertama kali
3
Panas dingin
4
Cap Cip
5
Ide gila Maisya
6
Kekasih Gelap Jeni
7
Mengaku keluarga dekat
8
Merasa takut
9
Akhirnya terjadi
10
Tawaran gila
11
Lanjut atau menyerah
12
Senang Tapi Bahaya
13
Tanda Merah
14
Cerita Dila
15
Bubur ayam untuk orang tersayang
16
Kepergok Bibi
17
Salah paham
18
Kangen berujung di hotel
19
Nafkah pertama
20
Seperti sampah
21
Tidur bersama
22
Jeni cemburu
23
Mengadu
24
Menguras isi ATM sugar Daddy
25
Babak belur
26
Obat laknat
27
Jatah malam yang terlewatkan
28
Penolakan Arki
29
Adegan di pagi hari
30
Kedatangan Arki
31
Bakso mie keriting
32
Punya anak
33
Di tolak oleh Mama Dewi
34
Gugatan perceraian
35
Sama-sama egois
36
Baju merah menyala
37
Jeni Berulah
38
Berandai-andai
39
Dimas dan Jeni
40
Tongkat sakti milik Dila
41
Rugi Banyak
42
Bangkrut nya Surya Pratama
43
Pertemuan
44
Keras kepala
45
Romantis
46
Kejutan
47
Suami - istri
48
Malam Spesial
49
Lemas
50
Rumah Untuk Dila
51
Istri CEO Wibisono grup
52
Tingkah Konyol
53
Sadar Diri
54
Gara-gara Selimut Jatuh
55
Tua-tua Posesif
56
Shopping Time ala Dila
57
Di Pecat
58
Istri Nakal Milik Arki
59
Dila Kenapa
60
Di Larikan ke rumah Sakit
61
Calon Papa Dan Mama
62
Kedatangan Sahabat
63
Menantu Dan Mertua
64
Tanpa Judul
65
Pulang Ke Rumah
66
Tentang Maisya dan Dila
67
Bakwan Jagung
68
Mangga Muda
69
Demi Kamu dan Buah Hati Kita
70
Bau Ikan Asin
71
Soto
72
Gagal Total
73
Perhiasan
74
Kabar Baik Dari Arki
75
Permintaan Aneh Dila
76
Tidak Ingin Lagi
77
Fakta Yang Tertunda
78
Pesta Di Mulai
79
Malapetaka
80
Panas
81
Panik
82
Kamar Hotel Menjadi Saksi nya
83
Bayi Tua
84
Ngidam Orang Kaya
85
Siapa kah Dia
86
Dila Mengamuk
87
Bakso Tanpa Sambal
88
Kembali Viral
89
Puncak
90
Makan Siang Bersama
91
Cara Mengusir Pelakor
92
Dalam Bahaya
93
Nyonya
94
Salah Sasaran
95
Tertangkap
96
Doyan Nangis
97
Perkara Ketek
98
Balasan Yang Setimpal
99
Ingin Tidur Bersama Istri
100
Tongkat Sakti Ketemu Pawang nya
101
Selamat Datang Pewaris Wibisono
102
Teror
103
Pabrik Susu
104
Hangat Dan Kenyal
105
Gas Beracun
106
Apa Ini?
107
Andai Oh Andai
108
Dila Hilang
109
Arki Yang Malang
110
Energi positif
111
Wanita Masa Lalu
112
Kartu Di Bekukan
113
Ganti Suami
114
Dan Terjadi Lagi
115
Hukuman Untuk Bu Dewi
116
Anand Rakarsa
117
Tarik-Menarik
118
Cewek Seksi
119
Ricky Mual?
120
Tak Ingin Kehilangan
121
Cairan Pembersih
122
Belum Siap
123
Berdamai Dengan Keadaan
124
Adik untuk Dewa
125
Princess nya Wibisono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!