Bab 20 Kebenaran Lain

[Dunia Dewa]

‘’Dewi Cinta benar-benar diberkahi keberuntungan. Sekarang dia menjadi manusia pertama yang mengendalikan empat elemen utama,’’ kata Dewi Tanah.

‘’Kehormatan ini memang sudah sepantasnya diberikan kepada Dewi Cinta,’’ kata Dewi Ruang.

Dewa Waktu yang mendengarnya tersenyum. ‘’Katanya, orang yang terlahir dengan empat elemen bisa menyeimbangkan dunia.’’

‘’Aa!’’ pekik Dewi Mimpi menyadari sesuatu.

‘’Kenapa tiba-tiba berteriak? Membuatku kaget saja,’’ kata Dewa Petir.

‘’Dewi Cinta turun ke bumi agar menuntun Dewa Iblis demi mencegah kehancuran Tiga Dunia. Sebuah kebetulan dia menjadi pengendali empat elemen yang bisa menyeimbangkan dunia. Ini seperti sudah direncanakan,’’ kata Dewi Mimpi.

Dewa Perang tersadar. ‘’Apakah Dewi Cinta sudah tahu hal ini, sehingga dia mengambil keputusan untuk turun ke bumi?’’

‘’Kalian terlalu cepat menarik kesimpulan. Dewi Cinta turun ke bumi tidak ada hubungannya dengan keempat elemen,’’ kata Dewa Waktu.

‘’Kau segitu yakinnya dengan perkataanmu sendiri,’’ kata Dewa Perang.

‘’Apa kalian meragukan perkataan orang yang bisa melihat masa lalu dan masa depan?’’ tanya Dewa Waktu.

Para dewa tersenyum kaku sambil membuang wajah.

‘’Kalau begitu, ini adalah kabar baik karena Dewi Cinta akan menjadi orang yang akan menyeimbangkan dunia,’’ kata Dewi Bulan.

Ini memang kabar baik, sekaligus kabar buruk. Orang yang terlahir dengan empat elemen memang bisa menyeimbangkan dunia. Tapi, mereka yang terlahir seperti itu … Juga memiliki umur pendek, kata Dewa Waktu dalam hati.

Ia menatap para dewa secara satu persatu sebelum kembali menoleh ke bumi.

Namun, masih belum waktunya kalian mengetahui hal ini, lanjut Dewa Waktu dalam hati.

......................

[Dunia Manusia]

Guru Yoi yang tiba di aula langsung dikepung oleh anak-anak sehingga membuatnya bingung.

‘’Sensei, katakan kepada mereka kalau aku tidak berbohong mengenai bisa mengendalikan empat elemen,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Apakah itu benar Sensei? Yang Mulia ini ingin mengetahuinya,’’ kata Satan.

‘’Sudah kubilang, tidak mungkin satu orang bisa mengendalikan empat elemen. Itu benar, kan? Sensei,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Beritahu kami Sensei,’’ kata Pangeran Aoi yang diangguki Pangeran Midoriha.

Anak-anak mendesak guru Yoi agar memberitahu mereka, hingga akhirnya tongkat pemukul berbunyi.

Ting!

Anggota kelompok Putri Kamiai pun berdiri di depan kelas sambil mengangkat kedua tangan ke atas.

‘’Apakah kalian sudah lupa mengenai aturan di akademi ini? Jika guru datang, kalian harusnya memberi salam hormat, bukan rusuh seperti tadi,’’ kata Guru Yoi.

‘’Kami bersalah Sensei,’’ kata Putri Kamiai dan yang lainnya.

‘’Kembali ke meja kalian!’’ perintah Guru Yoi.

Setelah anak-anak tadi menuruti perintahnya, ia pun menatap semua murid. ‘’Akan kukatakan sekali lagi. Selain di luar kelas, jangan lakukan aktivitas lain selama mengikuti pelajaran. Kalian mengerti?’’

Para murid mengangguk dan serentak menjawab, ‘’Kami mengerti Sensei.’’

‘’Kalau begitu, kelas dimulai,’’ kata Guru Yoi.

Pangeran Ozora yang pindah duduk di belakang Putri Kamiai, mendorong punggung anak perempuan itu sambil berbisik, ‘’Lihat perbuatanmu, kita jadi diberi hukuman.’’

Sedangkan Satan yang duduk di depan sang putri mengangguk dan juga berbisik, ‘’Yang Mulia ini setuju denganmu.’’

Heh, dua anak ini … Lihat saja nanti, akan kubuktikan kepada kalian semua, kata Putri Kamiai dalam hati.

......................

Matahari mulai bergeser sedikit demi sedikit hingga akhirnya memasuki kelas sore. Meski begitu, Ninshu masih bersantai menikmati teh yang dibarengi kudapan manis di ruangannya.

‘’Teh Sencha memang yang terbaik,’’ ucapnya kembali meneguk isi cangkir.

Bugh!

Saat itu juga Ninshu menyemburkan teh sebelum menyeka bibirnya. ‘’Apa ini? Datang lalu membuka pintu ruanganku secara kasar seperti siluman saja.’’

‘’Kalau aku murid siluman, berarti Ninshu Sensei adalah guru setan,’’ kata Putri Kamiai berjalan masuk.

‘’Hei, jaga mulutmu. Selain itu, kenapa kau tiba-tiba kemari?’’ tanya Ninshu.

‘’Aku menunggu di aula, tapi Sensei tidak kunjung datang,’’ jawab Putri Kamiai.

‘’Kau tidak lihat? Aku sedang melakukan ritual sehari-hariku,’’ jawab Ninshu.

Putri Kamiai memasang wajah bodoh. ‘’Ritual mana yang mengharuskan minum teh dan makan camilan seperti ini? Sensei hanya bermalas-malasan.’’

‘’Anak ini semenyebalkan kakaknya,’’ gerutu Ninshu.

‘’Kami berdua bersaudara,’’ kata Putri Kamiai.

Ninshu mengernyitkan alis sambil tersenyum. Di saat bersamaan, tabir kecil mengurung sang putri.

Putri Kamiai mengerutkan dahi saat melihat sang guru kembali ke mejanya. ‘’Sensei? Sekarang waktunya aku latihan!’’

Namun, Ninshu tidak peduli dan sibuk menyantap camilan sambil meneguk isi cangkir sesekali.

‘’Yoi Sensei! Ninshu Sensei meninggalkan tugasnya! Dia mengurungku!’’ teriak Putri Kamiai dari dalam sambil memukul tabir.

Percuma saja, tabir itu kedap suara jadi tidak ada yang akan mendengarkanmu, kata Ninshu dalam hati menikmati pemandangan sang putri merengek.

Beberapa saat yang lama kemudian…

Ninshu melepaskan tabir lalu menatap Putri Kamiai yang duduk bersila di lantai. ‘’Kenapa? Suaramu sudah habis?’’

Putri Kamiai menyeka air matanya sambil tersedu-sedu. ‘’Sensei no Baka!’’

‘’Hei! Memanggilku bodoh apa kau mau kuhukum lagi?’’ tanya Ninshu membunyikan tongkat pemukul.

‘’Aku bersalah,’’ jawab Putri Kamiai cemberut.

‘’Tumben kau ingin latihan lebih awal. Ada angin apa ?’’ tanya Ninshu.

‘’Aku ingin membuktikan kepada mereka kalau aku tidak berbohong,’’ jawab Putri Kamiai berdiri.

Ninshu yang mendengarnya mengangkat kedua alis. ‘’Wajahmu memang seperti orang pembohong.’’

‘’Sensei!’’ kesal Putri Kamiai.

‘’Tidak secepat itu,’’ kata Ninshu.

‘’Eh?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Kau memang bisa mengendalikan empat elemen, tapi chakra di dalam tubuhmu masih kacau. Jadi sangat berbahaya jika tidak belajar pengendalian dasar terlebih dahulu,’’ jawab Ninshu.

‘’Apakah tidak bisa langsung semuanya saja?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Dengar, air melambangkan ketenangan dan itu bagus. Tapi jika kau yang menggunakannya, bisa-bisa negeri ini tenggelam. Lalu elemen tanah? Yang ada kau bisa membuat bumi terbelah. Kemudian elemen api, kau akan meledakkan tempat ini sampai menjadi abu. Dan yang terakhir elemen angin, aku pasti menjadi orang pertama yang kau bunuh setelah menebasku dengan pisau angin,’’ kata Ninshu.

‘’Benar-benar cerewet,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Hei! Jaga mulutmu. Kau harus belajar mengendalikan unsur berdasarkan urutannya dalam siklus,’’ kata Ninshu.

Putri Kamiai terdiam sambil mengingat materi di kelas guru Yoi. ‘’Dalam siklus, angin datang setelah api.’’

Ninshu mengangguk membenarkan. ‘’Air, tanah, api dan angin adalah urutan elemen dalam siklus pengendalian. Karena itu, kau akan kembali bergabung dengan yang lainnya di kelas sore.’’

‘’Eh? Apakah Sensei berhenti melatihku?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Tentu saja tidak. Kau akan berlatih di bawah pengawasanku. Sebab, selain diriku tidak ada yang bisa mengatasimu,’’ jawab Ninshu.

‘’Aku baru ingat. Yoi Sensei juga mengatakan hal seperti itu saat di pertemuan. Memang apa maksudnya?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Kemampuanku adalah bisa menentralkan chakra dari elemen natural, sehingga serangan apa pun tidak akan bisa melukaiku,’’ jawab Ninshu.

Putri Kamiai terdiam sebelum akhirnya tersadar. ‘’Ah, tabir putih waktu itu dan yang mengurungku beberapa saat yang lalu.’’

‘’Hm~ kupikir kau anak kecil yang hanya tahu menangis,’’ kata Ninshu.

Putri Kamiai memasang wajah bodoh. ‘’Memangnya gara-gara siapa juga aku menangis?’’

Terpopuler

Comments

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

kata-katamu itu loh ninshu sense/Facepalm/

2024-05-01

6

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

ngakak

2024-05-01

6

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

hahaha!

2024-05-01

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!