Bab 16 Menghibur

Kerajaan Negara Api

Saat mendengar kabar kepulangan Pangeran Shieru, orang-orang tidak sabar menyambut kedatangannya. Ya, 12 tahun yang lalu ketika Putri Kamiai lahir, ia pun dikirim ke akademi untuk menerima pendidikan sesuai tradisi yang berlaku.

Di sana ia menjalani kehidupan yang berbeda dengan istana, seperti yang dialami Putri Kamiai saat ini bersama anak-anak lainnya.

Dan seiring berjalannya waktu, Pangeran Shieru tumbuh menjadi pria berbakat membuatnya menjadi murid terbaik di akademi. Kabar mengenai prestasinya pun telah menyebar luas ke penjuru negeri.

......................

Ruang Kenegaraan

‘’Yang Mulia tidak perlu mondar-mandir seperti itu. Pangeran Shieru masih lama tiba di istana,’’ kata Ratu.

Raja Api menggelengkan kepala. ‘’Kakiku tidak bisa diam.’’

‘’Tapi aku yang melihatnya merasa pusing,’’ kata Ratu.

Saat itu juga sang raja langsung duduk di sampingnya. ‘’Kenapa tidak bilang dari tadi? Apakah masih sakit? Bagian mana yang pusing? Aku akan memijatnya.’’

‘’Tidak perlu. Yang ada kepalaku akan semakin tambah sakit,’’ kata Ratu.

‘’Eh? Seburuk itu?’’ tanya Raja Api.

‘’Sangat buruk,’’ jawab Ratu tanpa ragu.

‘’Kalau begitu, aku sudah gagal menjadi pria. Aku tidak pantas hidup lagi,’’ kata Raja Api.

Ratu menghela nafas sambil menggelengkan kepala sebelum akhirnya memilih pergi dari sana.

‘’Habislah, suda—eh? Ratu? Kau mau ke mana? Ratu! Tunggu aku,’’ kata Raja Api berlari kecil mengejarnya.

......................

[Dunia Dewa]

‘’Sepertinya anak itu menyukai Dewi Cinta, sampai memanggil saudaranya dengan sebutan kakak ipar,’’ kata Dewa Petir.

‘’Dia adalah Dewi Cinta, siapa yang tidak akan menyukainya?’’ kata Dewi Mimpi.

‘’Jika saja Dewa Iblis tidak muncul lagi, maka Dewi Cinta tidak perlu mengambil keputusan untuk turun ke bumi,’’ kata Dewa Petir.

Dewa Waktu tersenyum. ‘’Dewi Cinta meninggalkan Dunia Dewa, itu semua sudah kehendak Langit. Kita hanya bisa mengikutinya.’’

......................

[Dunia Manusia]

Tampak dua anak laki-laki menyusuri akademi sambil menatap ke sekitar.

‘’Dia tiba-tiba menghilang ke mana?’’ tanya Pangeran Ozora.

‘’Mana aku tahu? Makanya kita mencarinya,’’ jawab Satan.

Riruru yang tidak sengaja melihat kedua anak itu dari jauh pun menghentikan langkahnya.

‘’Ada apa?’’ tanya Arisu.

‘’Lihat di sana,’’ tunjuk Riruru.

‘’Itu Ozora dan … Anak pembawa sial,’’ kata Rokimaru.

Pangeran Aoi mengerutkan dahi saat melihat Pangeran Midoriha mengatupkan kedua tangan sambil memejamkan mata. ‘’Apa lagi yang kau lakukan?’’

‘’Mendoakan jiwa Ozora,’’ jawab sang Pangeran.

‘’Dia belum mati, untuk apa menyucikan jiwanya?’’ habis pikir Pangeran Aoi.

‘’Kami juga akan mengikuti Pangeran untuk mendoakan Ozora yang disucikan,‘’ kata Ishizawa diangguki Eri.

......................

Sementara itu di tempat lain, Putri Kamiai duduk sambil memeluk kedua lututnya. ‘’Padahal aku sangat berharap bisa menghabiskan waktu bersama kakak setelah datang kemari. Tapi, kakak malah pergi lagi.’’

Ia mendongakkan kepala melihat langit mendung sambil menghela nafas sesekali. ‘’12 tahun … Itu masih sangat lama. Haa….’’

‘’Eh? Apa yang dilakukan Tuan Putri di sini?’’

Putri Kamiai menoleh dan saat itu juga wajahnya menjadi kusut. ‘’Pengganggu ini lagi.’’

‘’Kenapa menyendiri di sini? Di mana dua anak itu?’’ tanya Banri.

Sang putri tidak menjawab dan berdiri sebelum meninggalkan tempat itu.

‘’Tuan Putri, apa kau bisu?’’ tanya Banri membuat anak perempuan tadi langsung menoleh ke arahnya.

‘’Jaga mulutmu anak kurang ajar,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Lalu kenapa tidak menjawab saat ditanya?’’ senyum Banri.

‘’Aku tidak bicara kepada sembarang orang. Apalagi pengganggu sepertimu,’’ balas Putri Kamiai.

Banri mengerutkan dahi. ‘’Pengganggu? Aa, mengenai anak pembawa sial itu, ya?’’

‘’Hei, sudah kubilang jangan memanggilnya seperti itu,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Tuan Putri, kenapa kau begitu membelanya? Apakah karena kejadian di kota saat Festival Hanabi? Hari itu aku melihatnya ketika Tuan Putri melindungi anak pembawa sial itu,’’ kata Banri.

‘’Lalu?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Selama ini tidak ada yang berani mendekatinya karena takut tertimpa kesialan. Tapi, kau adalah orang pertama yang menghampirinya. Apakah tidak takut mengalami nasib buruk?’’ tanya Banri.

‘’Aku tidak peduli. Satan adalah temanku dan akan tetap seperti itu,’’ kata Putri Kamiai sebelum berbalik dan pergi dari sana.

Banri memasang wajah kusut. ‘’Dia benar-benar keras kepala.’’

......................

Putri Kamiai menggerutu sambil menendang kerikil sesekali tanpa peduli berjalan kemana.

‘’Memang apa masalahnya kalau dia anak pembawa sial? Sampai sekarang tidak ada yang terjadi padaku selama berada di dekatnya. Tertimpa kesialan dan mengalami nasib buruk, heh? Dasar.’’

‘’Ketemu! Kau dari mana saja? Tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Kenapa kau terlihat kesal?’’ tanya Satan.

‘’Habis bertemu pengganggu itu lagi,’’ jawab Putri Kamiai.

‘’Pengganggu? Aa! Banri? Kenapa dia selalu saja ada di mana-mana?’’ tanya Pangeran Ozora.

‘’Kau sendiri kenapa banyak tanya dari tadi?’’ habis pikir Satan.

‘’Tidak usah pedulikan aku,’’ kata Pangeran Ozora.

Kedua anak itu kembali menatap sang putri yang terdiam sambil menunduk.

‘’Sekarang, kenapa wajahmu menjadi murung?’’ tanya Pangeran Ozora.

‘’Sudah jelas karena Pangeran Negara Api pulang,’’ jawab Satan.

‘’Aku tidak bertanya padamu,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Hm, sudah baik Yang Mulia ini mau menjawabnya,’’ kata Satan.

Putri Kamiai yang melihatnya menghela nafas dan menuju ke kursi teras.

Pangeran Ozora menggaruk kepala belakangnya. ‘’Aku tidak pernah menghibur orang. Bagaimana cara melakukannya?’’

Satan menatap ke sekitar sebelum menemukan sesuatu.

‘’Hei, mau ke mana?’’ tanya Pangeran Ozora.

Putri Kamiai menatap tanah sebelum sebuah tangan terulur memegang rumput. Ia pun mendongakkan kepala sambil mengerutkan dahi. ‘’Memangnya aku seekor sapi sampai memberiku rumput?’’

‘’Kita dilarang memetik bunga di akademi ini, jadi aku mencabut yang ini saja,’’ kata Satan.

‘’Tapi ini rumput, bukan bunga,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Rumput atau bunga apa bedanya? Keduanya sama-sama jenis tumbuhan. Seharusnya kau berterima kasih kepada Yang Mulia ini,’’ kata Satan.

‘’Bisakah kau tidak perlu menyebut dirimu sebagai Yang Mulia terus?’’ tanya Pangeran Ozora.

Satan menggeleng sambil memainkan jari telunjuknya. ‘’Oh tidak bisa. Jika aku berhenti, nanti apa kata dunia?’’

Pangeran Ozora memasang wajah bodoh. ‘’Memang apa hubungannya dengan dunia? Lupakan, ini juga dariku.’’

‘’Satu helai bulu?’’ tatap Putri Kamiai dengan wajah tertekan sebelum akhirnya menghela nafas disertai senyuman.

Ia kemudian menatap kedua anak laki-laki tadi. ‘’Arigatou(Terima kasih).’’

‘’Tapi saat ini kita ada di mana? Aku dan Satan hanya terus menyusuri jalan sampai akhirnya tiba di tempat ini,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Aku juga tidak tahu,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Lalu kenapa kau bisa ada di sini?’’ tanya Pangeran Ozora.

‘’Sama seperti kalian. Aku menyusuri jalan tanpa sadar hingga akhirnya tiba di sini,’’ jawab Putri Kamiai.

Ketiga anak itu saling bertatapan. ‘’Itu artinya kita tersesat sekarang.’’

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂

2024-05-06

4

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

sejak kapan bunga dan rumput sekelas?aduh bengek sama kelakuan para tokoh disini

2024-05-01

6

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

ngakak dah

2024-05-01

5

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!