Bab 5 Ayo Berteman!

[Dunia Manusia]

Putri Kamiai dan Satan kembali menyusuri kota hingga mereka tiba di tepi sungai dan melihat semua orang sudah memenuhi tempat itu.

‘’Sepertinya sebentar lagi acara akan mencapai pada puncaknya,’’ kata sang putri.

Tidak lama setelah ia mengatakannya, kembang api pun diluncurkan membuat semua orang mendongakkan kepala.

‘’Wah, sangat indah,’’ kata Putri Kamiai dengan mata berkilauan.

‘’Tapi kenapa selalu menyalakan kembang api di tepi sungai?’’ tanya Satan.

‘’Festival kembang api untuk publik pertama kali diadakan tahun 1733. Saat itu, kembang api dinyalakan di Tepi Sungai Sumida untuk menghibur publik serta menenangkan arwah 1 juta orang yang meninggal di tahun sebelumnya akibat kemiskinan,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Hee~ begitu, ya?’’ tatap Satan dengan wajah acuh.

Putri Kamiai terdiam sesaat sambil menatap kembang api. ‘’Aku … Tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini, karena itu untuk mengabadikannya….’’

Ia meraih gelang giok yang ada dibalik saku bajunya sebelum menyerahkan salah satunya. ‘’Maukah kau menjadi temanku?’’

Satan yang mendengarnya menoleh ke sang putri.

‘’Hari ini aku mengalami kejadian yang tidak pernah aku rasakan dan semua itu berkat dirimu. Jadi, ayo berteman,’’ senyum Putri Kamiai.

Selama ini keberadaanku tidak pernah dilirik oleh siapapun. Tapi dia, kata Satan dalam hati.

Tangannya terulur dan meraih gelang giok yang diberikan anak perempuan itu.

Putri Kamiai memakai gelangnya. ’’Mulai sekarang gelang giok ini adalah simbol pertemanan kita. Jadi, apa pun yang terjadi, kita berdua akan menghadapinya bersama-sama.’’

Satan terdiam sebelum ikut memakainya juga, lalu kembali menatap sang putri.

Berbeda dengan mereka yang mengabaikanku, dia melihat keberadaanku, ucapnya dalam hati.

Terukir senyuman di bibirnya sebelum tangannya kembali terulur. ‘’Hn, ayo berteman.’’

Putri Kamiai membalas jabatan tangan itu dengan senyuman yang sama.

‘’Tapi, aku tidak pernah melihatmu. Apa kau orang baru di sini?’’ tanya Satan.

Belum sempat sang putri menjawab, beberapa pria langsung menghampiri mereka.

‘’Nona, festival sudah berakhir jadi ini saatnya kita kembali.’’

‘’Aa benar juga. Aku berjanji akan pulang setelah festivalnya berakhir. Maaf Satan, aku tidak bisa berlama-lama. Terima kasih untuk hari ini. Aku pergi dulu,’’ kata Putri Kamiai.

Satan menatap kepergian sang putri. ‘’Sampai memiliki pengawal sebanyak itu, orang kaya memang beda.’’

Detik berikutnya, ia teringat sesuatu. ‘’Gawat, aku belum berkemas untuk perjalanan besok. Aku harus segera pulang.’’

......................

Istana

Putri Kamiai menatap gelang di tangannya sambil tersenyum.

‘’Oh, putriku sudah pulang. Bagaimana jalan-jalannya? Kau tidak bertemu penjahat, kan? Tidak ada yang melukaimu, kan? Penyamaranmu tidak terbongkar, kan?’’ tanya Raja Api.

‘’Bagaimana Putri Kamiai akan menjawabnya jika Yang Mulia bertanya sebanyak itu?’’ habis pikir Ratu Api.

Putri Kamiai tersenyum. ‘’Aku baik-baik saja dan jalan-jalannya sangat menyenangkan. Aku juga langsung memiliki teman yang menemaniku berkeliling.’’

‘’Teman? Siapa? Dia dari keluarga mana? Pekerjaan orangtuanya apa?’’ tanya Raja Api.

‘’Yang Mulia,’’ kata Ratu Api disertai hela nafas.

‘’Jangan khawatir Ayahanda, dia anak yang baik meskipun mulutnya agak kurang ajar,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Kurang ajar? Itu be—‘’

Ratu Api langsung membengkap mulut sang raja sambil tersenyum. ‘’Putri Kamiai pasti lelah setelah berkeliling di kota. Jadi, sebaiknya Anda segera istirahat untuk perjalanan besok.’’

‘’Aku mengerti Ibunda,’’ kata Putri Kamiai sebelum berjalan pergi.

Setelah itu, sang ratu melepaskan tangannya.

‘’Kenapa membengkap mulutku?’’ tanya Raja Api.

‘’Karena Yang Mulia hanya akan terlihat bodoh jika bertingkah seperti itu. Inilah kenapa Pangeran Shieru juga selalu tidak tahan jika bersama dengan Anda,’’ kata Ratu Api.

‘’Tapi itu bentuk kasih sayangku kepada anak-anak kita,’’ kata Raja Api.

‘’Tapi itu yang membuat aura Yang Mulia dari seorang raja menjadi hilang,’’ kata Ratu Api.

Raja Api menghela nafas. ‘’Seperti biasa, kau atau Putri Kamiai pun, aku selalu tidak bisa menang melawan kalian berdebat.’’

Mendengar hal itu membuat sang ratu hanya tersenyum.

......................

Kamar Putri Kamiai

Ceklek!

Sang putri berjalan menghampiri tempat tidur sebelum menjatuhkan dirinya ke kasur. Ia kembali menatap gelang giok yang terpasang di tangannya. ‘’Haa, aku jadi tidak sempat memberitahu Satan mengenai keberangkatanku ke akademi. Bagaimana jika besok dia menungguku datang ke kota?’’

......................

Keesokan harinya…

‘’Ada apa ini? Kemarin, Anda masih terlihat begitu senang, lalu kenapa sekarang menjadi murung?’’ tanya Ratu Api.

‘’Ibunda, apakah aku bisa mengunjungi kota sebentar saja? Aku tidak akan lama. Aku hanya ingin berpamitan kepada Satan,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Tidak bisa. Sebentar lagi kapal akan berlayar,’’ kata Raja Api yang tiba-tiba muncul.

‘’Tapi Ayahanda?’’

‘’Sudah, kita harus berangkat sekarang juga,’’ kata Raja Api berjalan pergi.

Putri Kamiai menatap sang ibu yang mengkodenya dengan anggukan kepala sehingga ia hanya pasrah.

......................

Pelabuhan

Selama 7 tahun, tidak ada yang pernah melihat wajah Putri Kamiai secara langsung dan hanya mendengar rumor mengenai kecantikannya. Hingga hari dimana sang putri akan dikirim ke akademi membuat semua orang memenuhi dermaga untuk melihatnya secara langsung.

‘’Aku tidak sabar menunggu kedatangan Tuan Putri.’’

‘’Benar, terakhir kali kita melihatnya saat Tuan Putri masih bayi, itupun dari jauh.’’

Tidak lama kemudian kereta kerajaan pun tiba hingga sang raja dan ratu menuruninya membuat para rakyat bersujud memberi hormat. Begitu Putri Kamiai menginjakkan kaki di luar, semua serentak mendongakkan kepala.

Ribuan orang itu terdiam dengan mata terbelalak. Anak yang diyakini tercantik di antara tiga dunia kini benar-benar ada di hadapan mereka.

‘’Ya Tuhan, aku seperti melihat sosok dewi yang turun menjelma.’’

‘’Dia adalah berkah dari Langit … Bunga dari Surga.’’

Lalu beberapa dari mereka tiba-tiba mengenalinya. ‘’Tunggu, bukankah dia anak yang kemarin?’’

‘’Aa, bocah yang kurang a—‘’

‘’Ush! Pelankan suaramu atau kita akan dihukum mati.’’

‘’Astaga, bagaimana bisa kita tidak mengenali Tuan Putri? Kita pasti sudah dilaporkan kepada Raja karena mengatainya dengan kasar saat kemarin.’’

‘’Stt! Sudah kubilang diamlah.’’

Pedagang gelang giok yang melihatnya juga terkejut, sebelum akhirnya tersenyum. ‘’Tuan Putri, ya? Kerajaan ini akan makmur jika ada dirinya.’’

‘’Belajarlah dengan tekun saat di sana nanti dan jangan buat masalah untuk para guru,’’ kata Raja Api.

‘’12 tahun bukan waktu yang lama. Anda harus menjaga kesehatan,’’ kata Ratu Api.

Putri Kamiai mengangguk dengan wajah cemberut. ‘’Aku akan merindukan Ayahanda dan Ibunda.’’

Ia pun memeluk kedua orangtuanya sebelum berpamitan dan berjalan menaiki kapal.

Tidak lama setelah itu, setiap kapal yang dinaiki para anak berusia 7 tahun dari penjuru negeri pun berangkat.

Putri Kamiai menatap kota yang perlahan semakin jauh.

Padahal aku berharap bisa bertemu dengan Satan, tapi ada begitu banyak orang di sekitar, ucapnya dalam hati.

‘’Hoh~ ternyata anak Raja, pantas saja punya uang sebanyak itu.’’

Merasa mengenali suara itu membuat sang putri langsung berbalik sebelum matanya membulat. ‘’Satan? Kau di sini?’’

‘’Umurku sudah 7 tahun tentu saja juga dikirim ke akademi,’’ kata anak laki-laki itu.

Saat itu juga Putri Kamiai memeluknya membuat Satan risih sebelum mendorong sang putri.

‘’Sudah kubilang jangan menyentuhku!’’

‘’Kau ini benar-benar anak yang emosian.’’

......................

Di sisi lain, tampak sosok pria yang mengayunkan pedangnya berulang kali.

‘’Shi-chan melakukan rutinitas lagi?’’

Pria yang dimaksud menoleh. ‘’Aidagara, sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu. Namaku Shieru.’’

‘’Menurutku itu terdengar cocok untuk Anda,’’ kata Aidagara.

‘’Tapi panggilan chan terlalu aneh untuk seorang pria,’’ kata Pangeran Shieru.

‘’Oh iya, Sensei menyuruh semua orang berkumpul untuk persiapan sambutan angkatan baru yang akan datang nanti,’’ kata Aidagara.

Pangeran Shieru yang mendengarnya mendongakkan kepala. ‘’Hm~ aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya.’’

...Visual Pangeran Shieru...

...Visual Aidagara...

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

pantas disebut bunga dari surga toh orangnya memang dari dunia dewa

2024-05-06

5

Susi Putri

Susi Putri

bikin otak ku berselancar aja visualnya 😂

2024-05-03

1

Dina⏤͟͟͞R

Dina⏤͟͟͞R

🤣🤣🤣hampir aja kubaca shincan

2024-04-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!