Bab 11 Sensei Muda

Pangeran Midoriha memicingkan mata sebelum menghentakkan tangannya ke tanah. Namun tidak ada yang terjadi.

‘’Harus melakukan segel tangan dulu baru bisa,’’ kata Guru Yoi.

Sang pangeran mengangguk mengerti dan kembali memperbaiki posisi duduk.

‘’Terakhir adalah Teknik Angin. Elemen ini dapat digunakan dalam unsur ketajamanan dan dorongan. Penggunaan elemen angin cenderung masuk ke dalam tipe penyerangan daripada pertahanan karena bukan bersifat seperti angin biasanya, tetapi berupa pisau angin yang tajam sehingga kekuatan memotongnya lebih kuat. Hal itu membuat musuh akan tetap waspada dan tidak bisa menyerang dari jarak dekat karena sangat beresiko.’’

‘’Ah, seperti reaksi kertas chakra kemarin,’’ kata Pangeran Ozora.

Guru Yoi mengangguk membenarkan. ‘’Itulah kenapa kelebihan dari elemen angin adalah memiliki ketajaman yang sangat luar biasa, lebih efisiens menyerang target ketika di daerah yang terhalang oleh benda, dan dapat dialirkan pada senjata untuk tujuan tertentu. Namun, kekurangannya adalah lemah dalam pertahanan, dapat melukai diri sendiri jika memiliki efek yang besar dan sulit menghancurkan benda keras kecuali merusak.’’

Para murid mengangguk sambil berbincang satu sama lain.

‘’Elemen api akan kuat jika digabungkan dengan elemen angin tapi lemah saat melawan elemen air.’’

‘’Elemen air akan kuat jika melawan elemen api tapi lemah saat melawan elemen tanah.’’

‘’Lalu elemen tanah akan kuat saat melawan elemen air dan lemah ketika bertemu elemen angin.’’

‘’Serta elemen angin yang netral bisa kuat dan lemah saat bertemu ketiga elemen lainnya. Meski begitu keempatnya tetap terhubung satu sama lain.’’

‘’Baiklah, kurasa cukup sampai di sini. Sekarang sudah memasuki jam makan siang,’’ kata Guru Yoi.

......................

Dapur

‘’Aku tidak pernah menyentuh dapur di istana,’’ kata Pangeran Aoi.

Pangeran Midoriha mengangguk yang juga mengalami hal yang sama.

‘’Kita memiliki waktu lebih banyak untuk memasak dibandingkan latihan. Kelak, di masa depan akan ada banyak koki berbakat yang lahir,’’ kata Putri Kamiai.

Pangeran Ozora menghela nafas. ‘’Semua orang di Negara Angin akan terkejut melihatku lebih jago memasak dibandingkan menjadi pengendali elemen.’’

‘’Yang Mulia ini bingung, kenapa onigiri bisa diartikan nasi kepal?’’ tanya Satan.

‘’Memang seperti itu namanya,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Tapi onigiri terdiri dari kata oni(iblis) dan giri(kewajiban). Bukankah arti kalimatnya menjadi kewajiban iblis? Lalu kenapa bisa menjadi nasi kepal?’’ bingung Satan.

Putri Kamiai memasang wajah bodoh. ‘’Mau itu kewajiban iblis, kewajiban setan atau kewajiban siluman, lebih baik selesaikan saja onigiri-mu.’’

Satan mengerutkan bibirnya. ‘’Iya, iya.’’

Beberapa saat kemudian…

‘’Selesai,’’ kata Satan mengangkat nampan berisi onigiri.

‘’Aku juga sudah selesai. Ayo ke meja,’’ kata Putri Kamiai.

Di saat bersamaan seseorang membentur Satan sehingga anak itu menyikuk nampan sang putri sampai akhirnya terjatuh.

‘’Aa! Makan siangku,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Lihat, siapapun yang berada di dekatnya akan tertimpa kesialan,’’ kata Banri.

‘’Sekarang Tuan Putri tidak punya makan siang gara-gara pembawa sial itu.’’

‘’Kudengar, Tuan Putri juga masuk Ruang Kedisiplinan karena anak pembawa itu.’’

‘’Dia benar-benar memberi orang nasib buruk.’’

Putri Kamiai yang mendengarnya merasa kesal. ‘’Dia yang mendo—‘’

‘’Sudah hentikan. Kita masih punya onigiri buatanku. Selain itu, bersihkan ini dulu,’’ kata Satan berjongkok.

Sang putri menatap onigiri yang berhamburan di lantai sebelum akhirnya ikut berjongkok dan membersihkannya. Tidak lama kemudian, keduanya kembali berdiri.

Satan menatap Banri sekilas sebelum berjalan pergi. ‘’Lagi pula tidak ada gunanya mengurusi semut pengganggu ini.’’

‘’Benar juga. Dasar manusia semut! Blee,’’ ejek Putri Kamiai menjulurkan lidah sambil menarik sebelah kelopak matanya ke bawah sebelum berjalan pergi.

Banri berdecih. ‘’Aku akan membalas anak pembawa sial itu.’’

......................

Aula Taberu

Pangeran Ozora menatap Putri Kamiai dan Satan di pojok ruangan. ‘’Mereka sungguh makan di satu piring.’’

‘’Kudengar, jika dua orang makan dalam satu piring, mereka akan saling merindukan satu sama lain,’’ kata Arisu.

‘’Kalau begitu, ayo makan satu piring Riruru,’’ ajak Ishizawa.

‘’Tidak mau. Aku punya makananku sendiri,’’ kata Riruru.

......................

Para anak yang selesai makan pun berdiri dan meninggalkan aula.

‘’Tunggu! Kalian belum merapikan piringnya,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Aa, mulai hari ini pembawa sial itu yang akan membersihkan semuanya,’’ kata Banri.

‘’Ha? Kenapa aku?’’ protes Satan.

Banri tersenyum. ‘’Yoi Sensei sudah memberi peringatan pertama, jadi jangan membuat masalah.’’

‘’Siapa yang membuat masalah sebenarnya di sini?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Ayo kita pergi teman-teman,’’ kata Banri.

‘’Hei! Dengarkan saat seseorang bicara,’’ kesal Putri Kamiai.

Satan menghela nafas sebelum berbalik mengumpulkan piring yang ditinggalkan untuknya.

‘’Ayo laporkan perbuatannya pada Yoi Sensei agar dia diberi hukuman,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Setelah itu dia kembali mengganggu kita, lalu apa bedanya?’’ tanya Satan.

‘’Kau jangan asal mau dirundung seperti ini,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Kalau tidak ingin membantuku, lebih baik kau pergi saja,’’ kata Satan.

Putri Kamiai mengerutkan bibir. ‘’Beginikah caramu meminta tolong?’’

‘’Tidak usah banyak mengeluh dan cepat kumpulkan piringnya,’’ kata Satan membuat sang putri menggerutu.

......................

Dapur

Satan menghela nafas sambil menyeka keringatnya setelah mondar-mandir membawa semua piring dari aula taberu di seberang jalan.

Putri Kamiai menyalakan air dan mencuci piring satu persatu di wastafel.

......................

Matahari mulai bergeser sedikit demi sedikit hingga sore hari pun tiba.

Putri Kamiai dan Satan menatap Banri yang tersenyum remeh ke arah mereka membuat sang putri memasang wajah kusut.

‘’Gara-gara anak semut itu, kita jadi tidak punya banyak waktu untuk istirahat setelah makan siang.’’

‘’Sudah, abaikan saja dia,’’ kata Satan.

Hingga para guru pun datang membuat sang putri mengerutkan dahi.

‘’Kenapa Yoi Sensei ada di sini?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Silahkan berkumpul sesuai kelompok kemarin. Dan Putri Negara Api, kau akan menjalani sesi latihan yang berbeda untuk sementara,’’ kata Guru Kabuki.

‘’Eh? Kenapa hanya aku?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Itu karena kau hampir membunuhku kemarin,’’ jawab Satan.

‘’Aku sudah mendengar situasinya dan itu sangat berbahaya. Beruntung tidak ada yang terluka,’’ kata Guru Yoi.

‘’Tidak bisakah Satan ikut bersamaku?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Aku menolak! Yang Mulia ini tidak mau mati untuk kedua kalinya,’’ kata Satan.

‘’Satan harus tetap di sini untuk mempelajari materi, meski dia tidak bisa menggunakan chakra. Selain itu, ini adalah perintah Kepala Sekolah. Kau akan kembali berlatih bersama yang lainnya setelah kau bisa mengendalikan chakra di dalam tubuhmu.’’ kata Guru Yoi.

Putri Kamiai mengangguk dengan wajah pasrah. ‘’Baiklah Sensei.’’

‘’Ikut aku sekarang,’’ kata Guru Yoi.

Sang putri menatap Satan sesaat. ‘’Jika kelas sudah berakhir, tunggu aku di sini, ya?’’

‘’Ya,’’ angguk Satan.

......................

Bangunan di Selatan Akademi

Putri Kamiai menunggu di luar hingga ia menoleh dan melihat guru Yoi datang bersama seorang pria muda.

‘’Perkenalkan, dia adalah Koseki Ninshu. Kepala sekolah telah mempercayakannya padamu, jadi mulai hari ini dia akan membimbingmu,’’ kata Guru Yoi.

‘’Salam Sensei,’’ kata Putri Kamiai.

Ninshu tersenyum. ‘’Aku sudah mendengar mengenai kegaduhan yang ditimbulkan salah satu murid di tempat latihan. Tidak disangka murid itu ternyata adalah kau.’’

‘’Kalau begitu, aku serahkan yang di sini kepadamu,’’ kata Guru Yoi.

‘’Tentu Sensei,’’ kata Ninshu.

Setelah kepergian sang guru, ia menatap Putri Kamiai sebelum membunyikan tongkat pemukulnya membuat sang putri tersentak.

‘’Hm~ sekarang bagaimana aku akan mendidikmu, Putri Negara Api?’’ senyum Ninshu.

Aku merasa hal buruk akan terjadi, kata Putri Kamiai dalam hati.

...Visual Ninshu...

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

lihat banri ini keinget sma kpala playan tuh yang terus cari masalah sma putri rakia lupa nmanya

2024-05-06

5

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

ketawa lihat pose sense mudanya wkwk

2024-05-01

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!