Bab 8 Anak Pembawa Sial

Dapur

Dibangunkan jam 5 pagi untuk memasak, kemudian diberi hukuman sebelum lanjut memasuki kelas, dan sekarang mereka akan membuat makan siang lagi. Tentu saja, para murid mengantuk bukan main.

‘’Setelah Sup Miso untuk sarapan pagi, menu kedua untuk makan siang yang akan kalian buat adalah Onigiri,’’ kata Guru Yoi.

Satan yang menunduk dalam keadaan setengah tidur langsung terperanjat. ‘’Apakah Yang Mulia ini baru saja mendengar seseorang mengatakan Oni(Iblis)?’’

‘’Bukan Oni, tapi Onigiri,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Aa begitu, ya?’’ angguk Satan.

Guru Yoi mengintruksi mereka seperti biasa. Meski mengantuk, murid-murid mulai mencampur beras dan beras ketan menjadi satu, lalu memasukkannya ke dalam panci tembikar yang sudah ditambahkan air dan garam sebelum mengaduknya secara rata. Lalu memotong nori sambil menunggu nasi matang.

Setelah mengikuti langkah demi langkah dalam resep, akhirnya semua murid menyelesaikan hidangan mereka.

‘’Selesai juga,’’ kata Arisu dan Riruru bersamaan.

‘’Ini masakan keduaku,’’ kata Eri.

‘’Punyaku memiliki bentuk yang agak aneh,’’ kata Putri Kamiai.

Ia menatap onigiri buatan anak di sampingnya sebelum melotot. ‘’Onigiri berbentuk segitiga, kenapa kau membuat bentuk jagung?’’

‘’Hei, ini bukan jagung tapi bulu angsa. Selain itu, Satan juga membuat bentuk mahkota, kenapa hanya menegurku?’’ tanya Pangeran Ozora.

Guru Yoi yang melihatnya menghela nafas. ‘’Kalian berdua harus mengikuti apa yang disuruhkan.’’

‘’Tapi aku suka bulu angsa karena sangat lembut,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Hanya bentuk mahkota yang cocok untuk Yang Mulia sepertiku,’’ kata Satan.

Tongkat pemukul kembali berbunyi membuat kedua anak laki-laki itu diam di tempat.

Dua anak ini sama-sama bodohnya, kata Putri Kamiai dalam hati.

‘’Setelah makan siang, silahkan menuju ke penginapan untuk istirahat. Lalu saat sore hari, semuanya kembali berkumpul di area latihan. Mengerti?’’ tanya Guru Yoi.

‘’Mengerti Sensei!’’ seru semuanya sebelum mencicipi buatan mereka.

‘’Itadakimasu(Selamat makan).’’

‘’Hm, rasanya tidak buruk. Tentu saja karena pria tampan ini yang membuatnya,’’ kata Pangeran Ozora.

Putri Kamiai menggelengkan kepala. ‘’Dasar.’’

Satan mengatupkan kedua tangan sebelum meraih satu onigiri untuk dimakan. Namun, belum sempat ia mencicipinya, salah satu murid membentur mejanya sebelum menjaga jarak darinya, membuat semua anak menoleh.

‘’Oh tidak, onigiri buatanmu jadi berhamburan di lantai. Tidak apa-apa, kau bisa berterima kasih padaku karena memberimu varian rasa baru. Anak pembawa sial hanya cocok dengan makanan kotor,’’ kata anak bernama Banri.

‘’Hei, apa yang kau lakukan?!’’ kesal Putri Kamiai.

‘’Sejak kemarin aku berdiam diri karena terus diawasi oleh guru. Apalagi Tuan Putri bergaul dengan anak pembawa sial ini,’’ kata Banri.

‘’Jaga ucapanmu. Tidak baik mengatainya seperti itu,’’ kata Putri Kamiai.

Sebelah alia Banri terangkat. ‘’Aa benar juga, kau tidak pernah meninggalkan istana, jadi tidak tahu mengenai kehidupan di kota. Kalau begitu akan kuberitahu. Semuanya dengarkan aku! 7 tahun yang lalu terjadi gerhana, dan sebuah kebetulan di hari yang sama seorang bayi lahir dan dia adalah anak ini. Biasanya gerhana hanya terjadi beberapa menit, tapi gerhana di saat dia lahir berlangsung sangat lama. Bahkan ada yang sampai mengalami kebutaan gerhana atau luka bakar retina. Namun, gerhana tiba-tiba berhenti dengan sendirinya. Lalu kalian tahu apa yang terjadi setelah itu?’’

‘’Apa yang terjadi?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Keresahan mulai menghampiri orang satu persatu seperti mengalami kesialan, wabah penyakit menular, tertimpa nasib buruk, dsb. Semua itu terjadi semenjak dia lahir, sehingga orang-orang memanggilnya sebagai anak pembawa sial,’’ lanjut Banri.

Putri Kamiai menatap Satan yang hanya diam sambil mendengar para anak mulai berbisik.

‘’Sekarang kalian sudah mengerti, kan? Jadi, jangan pernah mencoba mendekati anak pembawal sial itu kalau tidak ingin tertimpa nasib buruk,’’ kata Banri.

Mendengar hal itu membuat Satan berlari meninggalkan ruangan tersebut.

Setelah itu, mereka kembali melanjutkan aktivitas makan yang tertunda tadi.

‘’Oee Rensuke, kau datang dari Negara Api, kan? Apakah yang dikatakan anak tadi benar?’’ tanya Pangeran Ozora.

‘’Ya, orang-orang di negara kami sering membicarakannya kalau dia lewat,’’ jawab Rensuke.

‘’Aku baru tahu ada kejadian seperti ini di Negara Api. Lalu, bagaimana kondisi orang-orang yang mengalami kejadian itu?’’ tanya Pangeran Aoi.

‘’Sebagian dari mereka sudah perlahan pulih karena menjalani pengobatan rutin,’’ jawab Rensuke.

‘’Hee~ padahal kemarin kami tidur bersebelahan. Pria tampan ini akan menerima nasib buruk,’’ kata Pangeran Ozora.

Putri Kamiai yang mendengarnya terdiam sambil menatap onigiri buatannya.

Pantas saja pandangan semua orang jijik saat kami berdua menyusuri festival di kota, ucapnya dalam hati.

Matanya kemudian melirik gelang giok yang terpasang di tangan kanannya.

......................

Satan berjalan sambil menendang kerikil sesekali. ‘’Di sini pun juga sama.’’

Saat itu juga perutnya berbunyi membuatnya berjongkok sambil menatap tanah. ‘’Ck, Yang Mulia ini jadi tidak bisa makan siang karena para bocah sialan itu.’’

Matanya kemudian melirik gelang giok yang terpasang di tangan kanannya sebelum akhirnya menghela nafas.

Sebuah piring berisi onigiri terulur di depannya membuat Satan mendongakkan kepala dan terbelalak.

‘’Punyaku masih ada banyak, jadi ayo makan bersama,’’ senyum Putri Kamiai.

‘’Kenapa kau ada di sini?’’ tanya Satan.

‘’Tentu saja karena menghampirimu,’’ jawab Putri Kamiai.

‘’Apa kau bodoh? Kau tidak dengar kalau aku ini pemba—‘’

‘’Memangnya kenapa kalau kau pembawa sial? Aku tidak peduli. Bagiku, kau adalah teman pertamaku, dan sesama teman tidak ada yang saling meninggalkan satu sama lain,’’ kata Putri Kamiai.

Satan yang mendengarnya terdiam. Ia tidak menyangka sang putri masih menerimanya setelah mendengar semua hal buruk tentang dirinya tadi.

Sepertinya hanya memang dia satu-satunya yang melihat keberadaanku, ucapnya dalam hati.

Ia pun berdiri lalu mengambil dua buah onigiri di piring. ‘’Memang sudah sepantasnya kau menghampiri Yang Mulia ini dan memberinya makan.’’

‘’Ini baru dirimu yang percaya diri, bukan anak pendiam seperti di ruangan tadi,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Diamlah atau aku akan membunuhmu,’’ kata Satan membuat Putri Kamiai tersenyum.

Hingga kedua anak itu duduk di sepanjang tembok tanaman pagar dan makan bersama.

......................

Penginapan

Pangeran Ozora dan lainnya berjalan masuk dengan wajah lesu.

Para anak perempuan duduk di lantai sambil bersandar di pinggir. Sedangkan para anak laki-laki berbaring di tengah ruangan, meskipun ada juga yang duduk.

‘’Haa … Haa … Haa….’’

‘’Ozora, kau sudah menghela nafas hampir sepuluh kali. Memangnya ada apa?’’ risih Pangeran Aoi.

‘’Aku sangat ingin minum jus. Biasanya di jam segini para pelayan akan membawakanku camilan,’’ jawab Pangeran Ozora.

Pangeran Midoriha mengangguk yang juga diperlakukan sama.

‘’Anggota kerajaan memang beda. Kalau aku di jam segini membantu orangtuaku mengelap alat-alat senjata agar terus terlihat baru,’’ kata Arisu.

‘’Kalau aku membantu orangtuaku menjaga toko bunga di jam segini,’’ kata Eri.

‘’Wah, pasti ada sangat banyak jenis bunga di tokomu,’’ kata Riruru.

Eri mengangguk. ‘’Setiap hari pelanggan selalu memesan. Ada juga yang langsung datang untuk membelinya.’’

‘’Kalau di rumah, aku terus bermain bersama piaraanku,’’ kata Ishizawa.

‘’Kebetulan, aku juga punya piaraan,’’ kata Hashizume.

‘’Bagaimana denganmu Rensuke?’’ tanya Rokimaru.

‘’Keluargaku mengelola kedai ramen, jadi sudah jelas aku membantu mereka setiap hari untuk mengurus pelanggan,’’ kata Rensuke.

‘’Oh iya, Kamiai sebenarnya pergi ke mana? Dia tiba-tiba menghilang di Aula Taberu tadi,’’ kata Pangeran Ozora.

...Visual Banri...

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

anak pembully ini bkin emosi

2024-05-06

5

Dina⏤͟͟͞R

Dina⏤͟͟͞R

dr visualnya aja udah keliatan angkuh loh😌

2024-05-01

1

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

banri ini dilihat dari mukanya udah keliatan anak pembully

2024-04-24

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!