Dapur
Dibangunkan jam 5 pagi untuk memasak, kemudian diberi hukuman sebelum lanjut memasuki kelas, dan sekarang mereka akan membuat makan siang lagi. Tentu saja, para murid mengantuk bukan main.
‘’Setelah Sup Miso untuk sarapan pagi, menu kedua untuk makan siang yang akan kalian buat adalah Onigiri,’’ kata Guru Yoi.
Satan yang menunduk dalam keadaan setengah tidur langsung terperanjat. ‘’Apakah Yang Mulia ini baru saja mendengar seseorang mengatakan Oni(Iblis)?’’
‘’Bukan Oni, tapi Onigiri,’’ kata Putri Kamiai.
‘’Aa begitu, ya?’’ angguk Satan.
Guru Yoi mengintruksi mereka seperti biasa. Meski mengantuk, murid-murid mulai mencampur beras dan beras ketan menjadi satu, lalu memasukkannya ke dalam panci tembikar yang sudah ditambahkan air dan garam sebelum mengaduknya secara rata. Lalu memotong nori sambil menunggu nasi matang.
Setelah mengikuti langkah demi langkah dalam resep, akhirnya semua murid menyelesaikan hidangan mereka.
‘’Selesai juga,’’ kata Arisu dan Riruru bersamaan.
‘’Ini masakan keduaku,’’ kata Eri.
‘’Punyaku memiliki bentuk yang agak aneh,’’ kata Putri Kamiai.
Ia menatap onigiri buatan anak di sampingnya sebelum melotot. ‘’Onigiri berbentuk segitiga, kenapa kau membuat bentuk jagung?’’
‘’Hei, ini bukan jagung tapi bulu angsa. Selain itu, Satan juga membuat bentuk mahkota, kenapa hanya menegurku?’’ tanya Pangeran Ozora.
Guru Yoi yang melihatnya menghela nafas. ‘’Kalian berdua harus mengikuti apa yang disuruhkan.’’
‘’Tapi aku suka bulu angsa karena sangat lembut,’’ kata Pangeran Ozora.
‘’Hanya bentuk mahkota yang cocok untuk Yang Mulia sepertiku,’’ kata Satan.
Tongkat pemukul kembali berbunyi membuat kedua anak laki-laki itu diam di tempat.
Dua anak ini sama-sama bodohnya, kata Putri Kamiai dalam hati.
‘’Setelah makan siang, silahkan menuju ke penginapan untuk istirahat. Lalu saat sore hari, semuanya kembali berkumpul di area latihan. Mengerti?’’ tanya Guru Yoi.
‘’Mengerti Sensei!’’ seru semuanya sebelum mencicipi buatan mereka.
‘’Itadakimasu(Selamat makan).’’
‘’Hm, rasanya tidak buruk. Tentu saja karena pria tampan ini yang membuatnya,’’ kata Pangeran Ozora.
Putri Kamiai menggelengkan kepala. ‘’Dasar.’’
Satan mengatupkan kedua tangan sebelum meraih satu onigiri untuk dimakan. Namun, belum sempat ia mencicipinya, salah satu murid membentur mejanya sebelum menjaga jarak darinya, membuat semua anak menoleh.
‘’Oh tidak, onigiri buatanmu jadi berhamburan di lantai. Tidak apa-apa, kau bisa berterima kasih padaku karena memberimu varian rasa baru. Anak pembawa sial hanya cocok dengan makanan kotor,’’ kata anak bernama Banri.
‘’Hei, apa yang kau lakukan?!’’ kesal Putri Kamiai.
‘’Sejak kemarin aku berdiam diri karena terus diawasi oleh guru. Apalagi Tuan Putri bergaul dengan anak pembawa sial ini,’’ kata Banri.
‘’Jaga ucapanmu. Tidak baik mengatainya seperti itu,’’ kata Putri Kamiai.
Sebelah alia Banri terangkat. ‘’Aa benar juga, kau tidak pernah meninggalkan istana, jadi tidak tahu mengenai kehidupan di kota. Kalau begitu akan kuberitahu. Semuanya dengarkan aku! 7 tahun yang lalu terjadi gerhana, dan sebuah kebetulan di hari yang sama seorang bayi lahir dan dia adalah anak ini. Biasanya gerhana hanya terjadi beberapa menit, tapi gerhana di saat dia lahir berlangsung sangat lama. Bahkan ada yang sampai mengalami kebutaan gerhana atau luka bakar retina. Namun, gerhana tiba-tiba berhenti dengan sendirinya. Lalu kalian tahu apa yang terjadi setelah itu?’’
‘’Apa yang terjadi?’’ tanya Putri Kamiai.
‘’Keresahan mulai menghampiri orang satu persatu seperti mengalami kesialan, wabah penyakit menular, tertimpa nasib buruk, dsb. Semua itu terjadi semenjak dia lahir, sehingga orang-orang memanggilnya sebagai anak pembawa sial,’’ lanjut Banri.
Putri Kamiai menatap Satan yang hanya diam sambil mendengar para anak mulai berbisik.
‘’Sekarang kalian sudah mengerti, kan? Jadi, jangan pernah mencoba mendekati anak pembawal sial itu kalau tidak ingin tertimpa nasib buruk,’’ kata Banri.
Mendengar hal itu membuat Satan berlari meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah itu, mereka kembali melanjutkan aktivitas makan yang tertunda tadi.
‘’Oee Rensuke, kau datang dari Negara Api, kan? Apakah yang dikatakan anak tadi benar?’’ tanya Pangeran Ozora.
‘’Ya, orang-orang di negara kami sering membicarakannya kalau dia lewat,’’ jawab Rensuke.
‘’Aku baru tahu ada kejadian seperti ini di Negara Api. Lalu, bagaimana kondisi orang-orang yang mengalami kejadian itu?’’ tanya Pangeran Aoi.
‘’Sebagian dari mereka sudah perlahan pulih karena menjalani pengobatan rutin,’’ jawab Rensuke.
‘’Hee~ padahal kemarin kami tidur bersebelahan. Pria tampan ini akan menerima nasib buruk,’’ kata Pangeran Ozora.
Putri Kamiai yang mendengarnya terdiam sambil menatap onigiri buatannya.
Pantas saja pandangan semua orang jijik saat kami berdua menyusuri festival di kota, ucapnya dalam hati.
Matanya kemudian melirik gelang giok yang terpasang di tangan kanannya.
......................
Satan berjalan sambil menendang kerikil sesekali. ‘’Di sini pun juga sama.’’
Saat itu juga perutnya berbunyi membuatnya berjongkok sambil menatap tanah. ‘’Ck, Yang Mulia ini jadi tidak bisa makan siang karena para bocah sialan itu.’’
Matanya kemudian melirik gelang giok yang terpasang di tangan kanannya sebelum akhirnya menghela nafas.
Sebuah piring berisi onigiri terulur di depannya membuat Satan mendongakkan kepala dan terbelalak.
‘’Punyaku masih ada banyak, jadi ayo makan bersama,’’ senyum Putri Kamiai.
‘’Kenapa kau ada di sini?’’ tanya Satan.
‘’Tentu saja karena menghampirimu,’’ jawab Putri Kamiai.
‘’Apa kau bodoh? Kau tidak dengar kalau aku ini pemba—‘’
‘’Memangnya kenapa kalau kau pembawa sial? Aku tidak peduli. Bagiku, kau adalah teman pertamaku, dan sesama teman tidak ada yang saling meninggalkan satu sama lain,’’ kata Putri Kamiai.
Satan yang mendengarnya terdiam. Ia tidak menyangka sang putri masih menerimanya setelah mendengar semua hal buruk tentang dirinya tadi.
Sepertinya hanya memang dia satu-satunya yang melihat keberadaanku, ucapnya dalam hati.
Ia pun berdiri lalu mengambil dua buah onigiri di piring. ‘’Memang sudah sepantasnya kau menghampiri Yang Mulia ini dan memberinya makan.’’
‘’Ini baru dirimu yang percaya diri, bukan anak pendiam seperti di ruangan tadi,’’ kata Putri Kamiai.
‘’Diamlah atau aku akan membunuhmu,’’ kata Satan membuat Putri Kamiai tersenyum.
Hingga kedua anak itu duduk di sepanjang tembok tanaman pagar dan makan bersama.
......................
Penginapan
Pangeran Ozora dan lainnya berjalan masuk dengan wajah lesu.
Para anak perempuan duduk di lantai sambil bersandar di pinggir. Sedangkan para anak laki-laki berbaring di tengah ruangan, meskipun ada juga yang duduk.
‘’Haa … Haa … Haa….’’
‘’Ozora, kau sudah menghela nafas hampir sepuluh kali. Memangnya ada apa?’’ risih Pangeran Aoi.
‘’Aku sangat ingin minum jus. Biasanya di jam segini para pelayan akan membawakanku camilan,’’ jawab Pangeran Ozora.
Pangeran Midoriha mengangguk yang juga diperlakukan sama.
‘’Anggota kerajaan memang beda. Kalau aku di jam segini membantu orangtuaku mengelap alat-alat senjata agar terus terlihat baru,’’ kata Arisu.
‘’Kalau aku membantu orangtuaku menjaga toko bunga di jam segini,’’ kata Eri.
‘’Wah, pasti ada sangat banyak jenis bunga di tokomu,’’ kata Riruru.
Eri mengangguk. ‘’Setiap hari pelanggan selalu memesan. Ada juga yang langsung datang untuk membelinya.’’
‘’Kalau di rumah, aku terus bermain bersama piaraanku,’’ kata Ishizawa.
‘’Kebetulan, aku juga punya piaraan,’’ kata Hashizume.
‘’Bagaimana denganmu Rensuke?’’ tanya Rokimaru.
‘’Keluargaku mengelola kedai ramen, jadi sudah jelas aku membantu mereka setiap hari untuk mengurus pelanggan,’’ kata Rensuke.
‘’Oh iya, Kamiai sebenarnya pergi ke mana? Dia tiba-tiba menghilang di Aula Taberu tadi,’’ kata Pangeran Ozora.
...Visual Banri...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
GemiNoSa
anak pembully ini bkin emosi
2024-05-06
5
Dina⏤͟͟͞R
dr visualnya aja udah keliatan angkuh loh😌
2024-05-01
1
Pisces Aprodithe
banri ini dilihat dari mukanya udah keliatan anak pembully
2024-04-24
6