Bab 14 Menghampiri

‘’Kau juga jaga mulutmu. Beraninya memanggil adikku dengan sebutan masalah,’’ tegur Pangeran Shieru.

‘’Ninshu Sensei hanya iri kepada kita Kakak,’’ bisik Putri Kamiai.

‘’Dia memang orang yang seperti itu,’’ bisik Pangeran Shieru.

‘’Oee! Berhenti berbisik di depan orang yang kalian bicarakan!’’ gerutu Ninshu.

Aidagara yang melihatnya hanya tersenyum disertai hela nafas.

‘’Baiklah, aku hanya ingin melihatmu sebentar dan sekarang harus kembali lagi,’’ kata Pangeran Shieru.

‘’Eh? Tapi Kakak baru saja datang. Apalagi besok sudah pulang,’’ kata Putri Kamiai.

Pangeran Shieru tersenyum sambil mengusap pucuk rambut sang adik. ‘’Maaf, tapi sungguh ada begitu banyak pekerjaan. Selain itu, waktu latihanmu jadi terbuang.’’

Putri Kamiai menunduk dengan wajah cemberut. ‘’Baiklah, aku menger—akh! Kenapa Kakak mencubit pipiku?’’

‘’Maaf sekali lagi! Aku tidak tahan melihat wajahmu yang begitu imut. Kalau begitu aku pergi. Dan Ninshu, ajari adikku dengan benar, bukan membuang waktunya,’’ kata Pangeran Shieru.

‘’Hm~ menyebalkan seperti biasa,’’ kata Ninshu.

Aidagara tersenyum sambil membungkuk kepada Putri Kamiai sebelum menyusul pangeran.

‘’Sekarang ayo mulai latihanmu. Aku tidak punya banyak waktu dan harus segera bergabung bersama yang lainnya,’’ omel Ninshu.

‘’Iyaiya,’’ kata Putri Kamiai.

......................

Sementara itu di Aula Yosei, para murid mempelajari gerakan yang ada di dalam gulungan dari setiap elemen sambil mempraktikkannya sesekali.

Pangeran Ozora meletakkan kipas bulunya lalu melakukan gerakan berputar dengan pelan sambil menyeret kakinya. Tidak lama kemudian Banri merebut kipas bulu tadi.

‘’Are(Eh)? Kenapa seorang Pangeran malah memakai kipas?’’

‘’Hei, kembalikan punyaku!’’

Banri mengopernya ke anak yang lain untuk mempermainkan Pangeran Ozora yang terus mengejarnya.

‘’Aduh~ kau sangat lambat.’’

‘’Haha! Kalau selambat itu, bagaimana kau akan mendapatkannya?’’

‘’Dan juga ada apa dengan bajunya yang penuh bulu aneh itu?’’

‘’Ini bulu angsa! Selain itu kembalikan kipasku!’’ kesal Pangeran Ozora.

Banri tersenyum mengejek. ‘’Kalau ingin mengambilnya kau harus merebutnya da—‘’

Ucapannya terpotong karena seseorang tiba-tiba merampas kipas bulu di tangannya dari belakang.

‘’Berhenti mengganggunya. Dia adalah Pangeran dari Negara Angin,’’ kata Satan.

Banri mengeryitkan alis tanda kesal. ‘’Teme(Anak sialan), berhenti ikut campur dan serahkan kembali kipas itu.’’

‘’Yang Mulia ini menolak. Lagi pula ini bukan milikmu,’’ kata Satan.

Hal itu membuat Banri semakin emosi sehingga berniat merebut kipas tadi sambil memanggil anak-anak untuk membantunya.

‘’Kau tidak ingin menyerahkannya, kan? Kalau begitu terima ini,’’ kata Banri menendang sebelah kaki Satan diikuti dua anak lainnya membuat Satan bertekuk lutut.

Pangeran Ozora terbelalak di tempatnya. ‘’Kenapa dia hanya diam dan tidak melawan?’’

‘’Apa yang terjadi di sana?’’

‘’Sepertinya ada perkelahian.’’

‘’Eh? Bukankah kita diberitahu jika ada yang kedapatan berkelahi, maka tidak ada jatah makan malam?’’

‘’Lebih baik tidak usah berurusan dengan mereka.’’

Menyadari tatapan semua orang menuju ke arahnya, membuat Banri terhenti dan akhirnya memilih pergi dari sana diikuti dua anak tadi.

Satan bangkit sambil meringis lalu berjalan menghampiri Pangeran Ozora sebelum menyerahkan kipas bulu padanya. ‘’Kore(Ini)….’’

‘’Eh?’’ tatap Pangeran Ozora.

‘’Ini kipasmu, kan? Ambillah kembali,’’ kata Satan.

Pangeran Ozora menatap kipas dan anak di depannya itu secara bergantian.

‘’Aa benar juga,’’ kata Satan meraih ujung bajunya lalu mengelap kipas bulu tadi kemudian menyerahkannya kembali.

‘’Sudah kubersihkan,’’ lanjutnya.

Pangeran Ozora meraih kipas bulu tanpa mengatakan apa pun. Satan juga hanya langsung pergi membuatnya menatap punggung anak laki-laki itu.

Anak itu … Demi melindungi kipasku agar tidak rusak, dia rela dipukuli, ucapnya dalam hati.

......................

Malamnya…

‘’Kenapa kondisi tubuhmu selalu lebam setiap kali aku kembali dari latihan? Ini bukan luka karena habis terjatuh. Kau membohongiku, ya?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Si-Siapa yang berbohong? Cobalah berjalan di sana lalu terjatuh ke bawah. Tubuhmu juga pasti akan lebam,’’ kata Satan.

‘’Lagi pula, untuk apa juga kau berjalan di atas sana? Kenapa tidak duduk tenang saja sambil menungguku?’’ habis pikir Putri Kamiai.

‘’Yang Mulia ini bosan karena sendirian, jadi mencari aktivitas lain,’’ kata Satan.

‘’Usotsuki.’’

Kedua anak tadi menoleh saat mendengar suara itu hingga melihat sosok Pangeran Ozora berjalan menghampiri.

‘’Pangeran Negara Angin, kenapa kau ada di sini?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Lalu kau ingin aku ada di mana? Perut bumi?’’ tanya balik Pangeran Ozora.

Putri Kamiai memasang wajah bodoh. ‘’Maksudku, bukankah seharusnya kau bersama yang lainnya?’’

‘’Untuk saat ini tidak dulu. Selain itu, yang dia katakan tadi semuanya bohong,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Oee anak berbulu, inikah balasanmu untu—‘’

‘’Siapa yang kau panggil anak berbulu? Namaku Ozora.’’

‘’Tapi kau memang dipenuhi bulu, kan?’’

‘’Tunggu, apa yang sebenarnya terjadi di sini?’’ tanya Putri Kamiai.

Pangeran Ozora menatapnya sebelum kembali melirik Satan. ‘’Lebam di tubuhnya itu sebenarnya karena habis dipukuli oleh si Banci.’’

‘’Banci?’’ bingung Putri Kamiai.

‘’Siapa lagi kalau bukan anak kurang ajar yang sering mengganggu kalian,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Yang benar itu Banri,’’ kata Satan dengan wajah bodoh.

‘’Hanya salah satu huruf, kenapa mempermasalahkannya?’’ habis pikir Pangeran Ozora.

‘’Dari awal, aku juga berpikir kau berbohong. Dan ternyata memang benar. Aku akan menemui Banri,’’ kata Putri Kamiai.

Namun, Satan langsung menariknya. ‘’Mau menghajarnya lagi?’’

‘’Aku tahu. Tidak ada jatah makan malam jika berkelahi. Aku hanya ingin menegurnya,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Percuma saja bicara dengan anak seperti Banri,’’ kata Satan melepaskan tangannya.

‘’Meski begitu, dia tetap harus ditegur,’’ kata Putri Kamiai sebelum berjalan pergi sambil disusul Pangeran Ozora.

‘’Dia benar-benar keras kepala,’’ kata Satan.

......................

Koridor

Kebetulan, anak yang dicari sedang berbincang sambil menuju ke ruang dapur. Tanpa membuang waktu, Putri Kamiai langsung menghampirinya.

‘’Oh? Ada apa Tuan Putri kita mendatangiku?’’ tanya Banri.

‘’Sebenarnya apa masalahmu? Kenapa selalu mengganggu Satan bahkan sampai memukulinya?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Siapa yang mengganggunya? Kami hanya memperlakukannya seperti biasa,’’ kata Banri.

‘’Dengan memukulinya?’’ habis pikir Putri Kamiai.

‘’Anak pembawa sial seperti dirinya tidak butuh perlakukan baik,’’ kata Banri.

Putri Kamiai mengeryitkan alis tanda kesal. ‘’Kau memukuli Satan di ruang latihan setelah kelas berakhir selama 2 hari ini. Aku akan mengadukanmu kepada Yoi Sensei.’’

‘’Jangan asal menuduh. Memangnya kau memiliki bukti?’’ tanya Banri.

‘’Aku bisa membuktikannya,’’ kata Pangeran Ozora yang tiba-tiba muncul bersama Satan.

Sebelah alis Banri terangkat. ‘’Pangeran pemakai kipas ini lagi. Kau masih belum kapok, ya?’’

‘’Aku melihatnya sendiri. Begitu kelas sore selesai, kalian menunggu semua orang pergi lalu memukulinya di sana,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Suka ikut campur. Kalaupun kalian mengadu, memangnya Yoi Sensei akan percaya?’’ tanya Banri.

‘’Aku adalah Pangeran Negara Angin, kenapa Yoi Sensei tidak akan mempercayai perkataanku?’’ tanya Pangeran Ozora.

Mendengar hal itu membuat Banri tersenyum remeh sebelum berjalan pergi.

‘’Hei! Kami masih belum selesai bicara padamu!’’ kesal Putri Kamiai.

‘’Simpan saja untuk kalian. Sekarang aku mau makan,’’ kata Banri sambil melambaikan tangan dengan posisi membelakangi.

Putri Kamiai mengeryitkan alis. ‘’Dia benar-benar membuatku kesal.’’

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

wehahaha

2024-05-06

4

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

gua lagi minum!jadi kesedek

2024-05-01

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!