Bab 7 Hari Pertama di Akademi

Langit masih dalam keadaan gelap dan para murid di penginapan sudah dibangunkan sehingga rasa kantuk dan malas masih menyelimuti mereka.

‘’Ini masih pagi-pagi buta, bahkan matahari belum terbit,’’ kata Putri Kamiai dalam kondisi setengah tidur.

‘’Tidurku belum nyenyak, dan sekarang harus bangun lagi,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Yang Mulia ini masih mau tidur,’’ kata Satan.

Beberapa anak kembali melanjutkan tidurnya hingga guru Yoi datang dan membunyikan tongkat pemukul membuat mereka terlonjak kaget. ‘’Semuanya segera berkumpul di dapur!’’.

‘’Baik Sensei!’’

Pangeran Ozora terhuyung-huyung karena masih mengantuk. ‘’Aduh, bagaimana cara melipat kasur ini dengan benar?’’

‘’Pisahkan bantal dan selimutnya terlebih dahulu, kemudian gulung kasurnya seperti yang dilakukan Yang Mulia ini,’’ kata Satan.

‘’Heh, melipat kasur pun kau tidak tahu?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Memangnya kau juga tahu?’’ tanya Pangeran Ozora balik.

‘’Tidak,’’ jawab Putri Kamiai.

‘’Lalu kenapa masih mengejekku?’’ tanya Pangeran Ozora dengan wajah bodoh.

Tanpa membuang waktu, mereka mengikuti metode tadi, lalu menyusun kasur di lemari rak sebelum bergegas pergi.

......................

Dapur

‘’Mulai hari ini, kalian akan diajarkan memasak untuk menyiapkan makanan sendiri. Bahan-bahan yang disediakan semuanya sama rata untuk kebutuhan setiap murid. Jadi, tidak ada yang kurang atau lebih,’’ kata Guru Yoi.

Para murid hanya mengangguk mendengarkan sambil menguap sesekali. Setelah selesai, mereka pun menuju ke meja dapur masing-masing.

‘’Kalian akan makan 3x sehari dengan tiga jenis makanan yang berbeda. Menu sarapan pagi adalah Sup Miso Kerang Dara. Di samping meja sudah ada resep tertulis, jadi mulai memasak!’’ perintah Guru Yoi.

Semua anak menyalakan korek kayu, lalu meletakkan tembikar keramik yang sudah terisi air sebanyak 600 ml di atas tungku kayu bakar. Setelah itu mereka meraih pisau untuk mengiris bahan-bahan lainnya.

‘’Dibangunkan pagi-pagi buta untuk memegang pisau, apakah kita dilatih untuk menjadi pembunuh bayaran?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Wah, imajinasi yang begitu tinggi. Padahal yang muncul pertama kali dikepalaku saat melihat pisau adalah ksatria,’’ kata Ishizawa.

Riruru mengerutkan dahi. ‘’Apa hubungannya pisau dengan ksatria?’’

‘’Bukankah mereka menggunakan pisau besar yang tergantung di pinggang?’’ tanya Ishizawa.

‘’Itu pedang, bukan pisau besar,’’ kata Satan.

‘’Justru imajinasimu yang jauh lebih tinggi,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Entah apa yang akan dikatakan orangtuaku saat melihat anaknya memasak,’’ kata Pangeran Ozora.

Pangeran Midoriha memasang wajah bingung karena tidak tahu cara mengupas kulit jahe.

‘’Wah, ternyata Pangeran Negara Air mengenal semua bahan-bahannya,’’ kata Arisu.

‘’Aku hanya melihat dari warnanya. Karena ini putih, pasti bawang putih, lalu daun hijau berarti yang hijau panjang dan memiliki batang putih ini adalah daun serai. Jadi yang tersisa tinggal jahe,’’ kata Pangeran Aoi.

‘’Hm, masuk akal juga. Kenapa tidak terpikirkan, ya?’’ tanya Eri.

Cukup lama mereka mengupas karena tidak tahu cara memegang pisau, hingga akhirnya para murid merebus kerang dara dengan jahe, bawang putih dan daun serai yang mereka potong tadi, sebelum ditiriskan. Dan lanjut mencuci sawi sendok dan wakame(rumput laut) sebelum merebusnya sebentar.

‘’Encerkan kaldu miso, lalu tuang pada kuah,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Yang Mulia ini akan memberikan kecap asin khas Jepang,’’ kata Satan.

‘’Masak hingga matang mendidih dan semua sayuran empuk,’’ kata Rensuke.

Semuanya sibuk masing-masing sambil mengikuti setiap langkah dalam resep tanpa sadar matahari pun terbit bersamaan hidangan hangat buatan mereka telah jadi.

Guru Yoi pun mengecek setiap murid dan melakukan penilaian hingga mereka kembali ke depan.

‘’Untuk percobaan pertama, kalian masih gagal meskipun hasilnya tidak buruk. Ini masih awal, kalian bisa belajar pelan-pelan. Semua yang datang kemari juga seperti ini sebelumnya sampai akhirnya mereka bisa. Jadi jangan berkecil hati. Untuk mengakhiri kelas, silahkan cicipi sarapan pagi buatan kalian sendiri. Setelah itu, semuanya kembali berkumpul di Aula Benkyo!’’ perintah Guru Yoi.

‘’Kami mengerti Sensei!’’

Setelah selesai sarapan, para murid merapikan dapur dan mencuci piring. Lalu kembali ke penginapan untuk bersiap-siap.

......................

Aula Benkyo

Begitu guru Yoi tiba, ia terbelalak melihat para murid tertidur dengan kepala terkulai ke meja. Hingga tongkat pemukul pun berbunyi membuat semua murid tersentak dan bangun.

Saat melihat sang guru sudah berdiri di depan, spontan mereka semua berdiri dan membungkuk hormat. ‘’Salam kepada Yoi Sensei!’’

Guru Yoi menghela nafas. ‘’Baru hari pertama dan kalian tidur di dalam kelas saat guru datang. Semuanya berkumpul di halaman sekarang juga!’’

Ting!

Para murid berbaris sambil mengangkat tongkat kayu ke atas. Tentu saja untuk anak seusia mereka, bahkan 1 menit pun sangat mustahil.

‘’Jika ada yang menurunkan tangan, kembali ulangi dari awal selama 30 menit!’’ perintah Guru Yoi.

‘’Kami bersalah! Kami berjanji tidak akan mengulanginya! Kami bersalah! Kami berjanji tidak akan mengulanginya!’’

30 menit kemudian, semuanya kembali ke aula dengan wajah lesu.

‘’Tanganku mati rasa,’’ kata Putri Kamiai.

Pangeran Midoriha mengangguk membenarkan sambil terus memijat lengannya, begitu juga dengan Pangeran Aoi yang sama meringisnya.

‘’Ah, rasanya tanganku mau meletus seperti balon,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Yang Mulia ini begitu tersiksa,’’ kata Satan.

‘’Kuharap hukuman hari ini bisa dijadikan pembelajaran. Selain itu, untuk Tuan Putri dan Pangeran dari Empat Negara Besar, kalian seharusnya menjadi contoh yang baik. Ke depannya, aku tidak ingin hal ini terjadi lagi. Kalian mengerti?’’ tanya Guru Yoi.

‘’Kami mengerti Sensei!’’

‘’Kalau begitu kelas dimulai. Pertama-tama, kalian akan mempelajari dasar dari pengendalian unsur. Sebelum memasuki materi pembahasan, apakah di sini ada yang tahu apa itu elemen dan terbagi berapa?’’ tanya Guru Yoi.

Saat itu juga semua mengangkat tangan membuat sang guru kagum melihat reaksi tersebut. Setidaknya para murid sudah memiliki bekal sebelum datang ke akademi.

‘’Baiklah, coba katakan.’’

Semua murid serentak menjawab, ‘’Elemen adalah chakra dasar dalam tubuh setiap orang yang didasari sebuah jutsu atau teknik untuk mengendalikannya! Dan terbagi atas empat elemen yaitu air, tanah, api dan angin!’’

‘’Benar sekali. Lalu bagaimana keempat elemen memiliki ciri khasnya masing-masing?’’ tanya Guru Yoi.

Para murid terdiam setelah mendengar pertanyaan itu dan saling bertatapan.

‘’Tidak ada yang mengetahuinya, ya?’’

Belum sempat guru Yoi menjelaskan, empat anak tiba-tiba mengangkat tangan membuat semua orang menatapnya.

‘’Mari kita dengar pendapat dari keempat orang ini. Silahkan menjawab sesuai urutan mengendalikan unsur.’’

‘’Namaku Aoi. Pengendalian air lebih fokus untuk membalikkan serangan lawan daripada menyerang secara langsung. Karena air mampu berubah-ubah, para pengendali air mampu membekukan air, mencairkan dan menguapkan sesuai keinginan.’’

‘’Midoriha-desu. Pengendalian tanah menggunakan keseimbangan antara kekuatan dan pertahanan untuk menyerang musuhnya. Tidak terbatas hanya untuk batu dan tanah saja, para pengendali tanah juga mampu memanipulasi pasir, kristal dan batu bara.’’

‘’Kalian bisa memanggilku Kamiai. Pengendalian api menjadi yang paling agresif di antara empat elemen karena gerakannya begitu cepat, berturut-turut dan ganas. Karena itulah dibutuhkan emosi yang kosong dan ketenangan pikiran untuk menghasilkan serangan kuat yang berlevel tinggi.’’

‘’Aku Ozora, pengendalian angin menampilkan gerakan cepat, manuvear menghindar dan menarik energi dengan gerakan berputar sehingga musuh sulit menyerang secara langsung. Dan rata-rata pengendali angin memperbanyak gerakan mereka dalam pertempuran.’’

Guru Yoi mengangguk. ‘’Benar sekali. Seperti yang dijelaskan keempat teman kita tadi, itulah alasan kenapa setiap elemen memiliki ciri khasnya masing-masing. Untuk menjadi pengendali unsur, kalian harus memahami elemen natural yang ada di dalam tubuh. Lebih jelasnya, silahkan lihat yang ada di buku.’’

......................

Tidak terasa matahari mulai bergeser sedikit demi sedikit hingga menempati posisi puncak. Di saat bersamaan, kelas pun diakhiri karena telah memasuki jam makan siang.

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

satan dan ozora lucu

2024-05-06

5

Dina⏤͟͟͞R

Dina⏤͟͟͞R

aku seperti belajar kembali tentang dunia elemen🤭

2024-05-01

1

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

suka,,saya suka ceritanya

2024-04-24

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!