Langit masih dalam keadaan gelap dan para murid di penginapan sudah dibangunkan sehingga rasa kantuk dan malas masih menyelimuti mereka.
‘’Ini masih pagi-pagi buta, bahkan matahari belum terbit,’’ kata Putri Kamiai dalam kondisi setengah tidur.
‘’Tidurku belum nyenyak, dan sekarang harus bangun lagi,’’ kata Pangeran Ozora.
‘’Yang Mulia ini masih mau tidur,’’ kata Satan.
Beberapa anak kembali melanjutkan tidurnya hingga guru Yoi datang dan membunyikan tongkat pemukul membuat mereka terlonjak kaget. ‘’Semuanya segera berkumpul di dapur!’’.
‘’Baik Sensei!’’
Pangeran Ozora terhuyung-huyung karena masih mengantuk. ‘’Aduh, bagaimana cara melipat kasur ini dengan benar?’’
‘’Pisahkan bantal dan selimutnya terlebih dahulu, kemudian gulung kasurnya seperti yang dilakukan Yang Mulia ini,’’ kata Satan.
‘’Heh, melipat kasur pun kau tidak tahu?’’ tanya Putri Kamiai.
‘’Memangnya kau juga tahu?’’ tanya Pangeran Ozora balik.
‘’Tidak,’’ jawab Putri Kamiai.
‘’Lalu kenapa masih mengejekku?’’ tanya Pangeran Ozora dengan wajah bodoh.
Tanpa membuang waktu, mereka mengikuti metode tadi, lalu menyusun kasur di lemari rak sebelum bergegas pergi.
......................
Dapur
‘’Mulai hari ini, kalian akan diajarkan memasak untuk menyiapkan makanan sendiri. Bahan-bahan yang disediakan semuanya sama rata untuk kebutuhan setiap murid. Jadi, tidak ada yang kurang atau lebih,’’ kata Guru Yoi.
Para murid hanya mengangguk mendengarkan sambil menguap sesekali. Setelah selesai, mereka pun menuju ke meja dapur masing-masing.
‘’Kalian akan makan 3x sehari dengan tiga jenis makanan yang berbeda. Menu sarapan pagi adalah Sup Miso Kerang Dara. Di samping meja sudah ada resep tertulis, jadi mulai memasak!’’ perintah Guru Yoi.
Semua anak menyalakan korek kayu, lalu meletakkan tembikar keramik yang sudah terisi air sebanyak 600 ml di atas tungku kayu bakar. Setelah itu mereka meraih pisau untuk mengiris bahan-bahan lainnya.
‘’Dibangunkan pagi-pagi buta untuk memegang pisau, apakah kita dilatih untuk menjadi pembunuh bayaran?’’ tanya Putri Kamiai.
‘’Wah, imajinasi yang begitu tinggi. Padahal yang muncul pertama kali dikepalaku saat melihat pisau adalah ksatria,’’ kata Ishizawa.
Riruru mengerutkan dahi. ‘’Apa hubungannya pisau dengan ksatria?’’
‘’Bukankah mereka menggunakan pisau besar yang tergantung di pinggang?’’ tanya Ishizawa.
‘’Itu pedang, bukan pisau besar,’’ kata Satan.
‘’Justru imajinasimu yang jauh lebih tinggi,’’ kata Putri Kamiai.
‘’Entah apa yang akan dikatakan orangtuaku saat melihat anaknya memasak,’’ kata Pangeran Ozora.
Pangeran Midoriha memasang wajah bingung karena tidak tahu cara mengupas kulit jahe.
‘’Wah, ternyata Pangeran Negara Air mengenal semua bahan-bahannya,’’ kata Arisu.
‘’Aku hanya melihat dari warnanya. Karena ini putih, pasti bawang putih, lalu daun hijau berarti yang hijau panjang dan memiliki batang putih ini adalah daun serai. Jadi yang tersisa tinggal jahe,’’ kata Pangeran Aoi.
‘’Hm, masuk akal juga. Kenapa tidak terpikirkan, ya?’’ tanya Eri.
Cukup lama mereka mengupas karena tidak tahu cara memegang pisau, hingga akhirnya para murid merebus kerang dara dengan jahe, bawang putih dan daun serai yang mereka potong tadi, sebelum ditiriskan. Dan lanjut mencuci sawi sendok dan wakame(rumput laut) sebelum merebusnya sebentar.
‘’Encerkan kaldu miso, lalu tuang pada kuah,’’ kata Putri Kamiai.
‘’Yang Mulia ini akan memberikan kecap asin khas Jepang,’’ kata Satan.
‘’Masak hingga matang mendidih dan semua sayuran empuk,’’ kata Rensuke.
Semuanya sibuk masing-masing sambil mengikuti setiap langkah dalam resep tanpa sadar matahari pun terbit bersamaan hidangan hangat buatan mereka telah jadi.
Guru Yoi pun mengecek setiap murid dan melakukan penilaian hingga mereka kembali ke depan.
‘’Untuk percobaan pertama, kalian masih gagal meskipun hasilnya tidak buruk. Ini masih awal, kalian bisa belajar pelan-pelan. Semua yang datang kemari juga seperti ini sebelumnya sampai akhirnya mereka bisa. Jadi jangan berkecil hati. Untuk mengakhiri kelas, silahkan cicipi sarapan pagi buatan kalian sendiri. Setelah itu, semuanya kembali berkumpul di Aula Benkyo!’’ perintah Guru Yoi.
‘’Kami mengerti Sensei!’’
Setelah selesai sarapan, para murid merapikan dapur dan mencuci piring. Lalu kembali ke penginapan untuk bersiap-siap.
......................
Aula Benkyo
Begitu guru Yoi tiba, ia terbelalak melihat para murid tertidur dengan kepala terkulai ke meja. Hingga tongkat pemukul pun berbunyi membuat semua murid tersentak dan bangun.
Saat melihat sang guru sudah berdiri di depan, spontan mereka semua berdiri dan membungkuk hormat. ‘’Salam kepada Yoi Sensei!’’
Guru Yoi menghela nafas. ‘’Baru hari pertama dan kalian tidur di dalam kelas saat guru datang. Semuanya berkumpul di halaman sekarang juga!’’
Ting!
Para murid berbaris sambil mengangkat tongkat kayu ke atas. Tentu saja untuk anak seusia mereka, bahkan 1 menit pun sangat mustahil.
‘’Jika ada yang menurunkan tangan, kembali ulangi dari awal selama 30 menit!’’ perintah Guru Yoi.
‘’Kami bersalah! Kami berjanji tidak akan mengulanginya! Kami bersalah! Kami berjanji tidak akan mengulanginya!’’
30 menit kemudian, semuanya kembali ke aula dengan wajah lesu.
‘’Tanganku mati rasa,’’ kata Putri Kamiai.
Pangeran Midoriha mengangguk membenarkan sambil terus memijat lengannya, begitu juga dengan Pangeran Aoi yang sama meringisnya.
‘’Ah, rasanya tanganku mau meletus seperti balon,’’ kata Pangeran Ozora.
‘’Yang Mulia ini begitu tersiksa,’’ kata Satan.
‘’Kuharap hukuman hari ini bisa dijadikan pembelajaran. Selain itu, untuk Tuan Putri dan Pangeran dari Empat Negara Besar, kalian seharusnya menjadi contoh yang baik. Ke depannya, aku tidak ingin hal ini terjadi lagi. Kalian mengerti?’’ tanya Guru Yoi.
‘’Kami mengerti Sensei!’’
‘’Kalau begitu kelas dimulai. Pertama-tama, kalian akan mempelajari dasar dari pengendalian unsur. Sebelum memasuki materi pembahasan, apakah di sini ada yang tahu apa itu elemen dan terbagi berapa?’’ tanya Guru Yoi.
Saat itu juga semua mengangkat tangan membuat sang guru kagum melihat reaksi tersebut. Setidaknya para murid sudah memiliki bekal sebelum datang ke akademi.
‘’Baiklah, coba katakan.’’
Semua murid serentak menjawab, ‘’Elemen adalah chakra dasar dalam tubuh setiap orang yang didasari sebuah jutsu atau teknik untuk mengendalikannya! Dan terbagi atas empat elemen yaitu air, tanah, api dan angin!’’
‘’Benar sekali. Lalu bagaimana keempat elemen memiliki ciri khasnya masing-masing?’’ tanya Guru Yoi.
Para murid terdiam setelah mendengar pertanyaan itu dan saling bertatapan.
‘’Tidak ada yang mengetahuinya, ya?’’
Belum sempat guru Yoi menjelaskan, empat anak tiba-tiba mengangkat tangan membuat semua orang menatapnya.
‘’Mari kita dengar pendapat dari keempat orang ini. Silahkan menjawab sesuai urutan mengendalikan unsur.’’
‘’Namaku Aoi. Pengendalian air lebih fokus untuk membalikkan serangan lawan daripada menyerang secara langsung. Karena air mampu berubah-ubah, para pengendali air mampu membekukan air, mencairkan dan menguapkan sesuai keinginan.’’
‘’Midoriha-desu. Pengendalian tanah menggunakan keseimbangan antara kekuatan dan pertahanan untuk menyerang musuhnya. Tidak terbatas hanya untuk batu dan tanah saja, para pengendali tanah juga mampu memanipulasi pasir, kristal dan batu bara.’’
‘’Kalian bisa memanggilku Kamiai. Pengendalian api menjadi yang paling agresif di antara empat elemen karena gerakannya begitu cepat, berturut-turut dan ganas. Karena itulah dibutuhkan emosi yang kosong dan ketenangan pikiran untuk menghasilkan serangan kuat yang berlevel tinggi.’’
‘’Aku Ozora, pengendalian angin menampilkan gerakan cepat, manuvear menghindar dan menarik energi dengan gerakan berputar sehingga musuh sulit menyerang secara langsung. Dan rata-rata pengendali angin memperbanyak gerakan mereka dalam pertempuran.’’
Guru Yoi mengangguk. ‘’Benar sekali. Seperti yang dijelaskan keempat teman kita tadi, itulah alasan kenapa setiap elemen memiliki ciri khasnya masing-masing. Untuk menjadi pengendali unsur, kalian harus memahami elemen natural yang ada di dalam tubuh. Lebih jelasnya, silahkan lihat yang ada di buku.’’
......................
Tidak terasa matahari mulai bergeser sedikit demi sedikit hingga menempati posisi puncak. Di saat bersamaan, kelas pun diakhiri karena telah memasuki jam makan siang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
GemiNoSa
satan dan ozora lucu
2024-05-06
5
Dina⏤͟͟͞R
aku seperti belajar kembali tentang dunia elemen🤭
2024-05-01
1
Pisces Aprodithe
suka,,saya suka ceritanya
2024-04-24
6