Bab 10 Kelebihan & Kekurangan

Setelah selesai, para murid merapikan meja makan dan menuju ke dapur.

‘’Jangan melangkah lebih jauh lagi!’’ kata Banri sambil menghadang di pintu.

‘’Hei, kami juga ingin mencuci piring,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Kalau kau bisa masuk, tapi anak pembawa sial ini tidak boleh,’’ kata Banri.

‘’Berhenti memanggilnya pembawa sial! Dia punya nama,’’ kesal Putri Kamiai.

Banri tersenyum mengejek. ‘’Heh, tidak ada yang lebih cocok selain panggilan pembawa sial untuknya.’’

Putri Kamiai tidak tahan lagi sehingga memukuli Banri hingga mereka saling mendorong sambil Satan melerai.

Pangeran Ozora yang baru saja keluar langsung terbelalak. ‘’Eh? Ada apa ini?‘’

‘’Oee anak berbulu! Cepat bantu aku pisahkan mereka,’’ kata Satan.

‘’Ha? Siapa yang kau panggil anak berbulu? Aku ini pria tampan,’’ kata Pangeran Ozora menghampiri mereka.

Ia dan Satan berusaha memisahkan kedua anak tadi sampai-sampai terkena pukulan membuat mereka berujung berkelahi juga hingga…

Ting!

Keempat anak itu berlutut di lantai dalam kondisi kacau sambil mengangkat kedua tangan ke atas.

‘’Baru saja pagi tadi kalian mendapatkan hukuman dan sekarang membuat masalah lagi. Terutama Putri Negara Api dan Pangeran Negara Angin. Bukankah sudah kubilang, kalian itu seharusnya menjadi contoh yang teladan bagi murid lainnya. Sekarang jelaskan apa yang terjadi?’’

‘’Kenapa aku juga ikut kena marah?’’ gerutu Pangeran Ozora berbisik.

‘’Dia duluan yang memukuliku Sensei,’’ adu Banri.

‘’Itu karena ka—‘’

‘’Diam!’’ seru Guru Yoi sambil membunyikan tongkat pemukul tangan.

‘’Apakah itu benar Putri Negara Api? Kau yang memulai duluan memukulinya?’’

Putri Kamiai mengangguk. ‘’Benar Sensei, aku memukulinya karena dia yang duluan cari masalah dan juga mengatai Satan anak pembawa sial.’’

Mendengar hal itu membuat guru Yoi menoleh. ‘’Apakah itu benar?’’

Banri tidak menjawab membuat sang guru membunyikan tongkat pemukul tangan. ‘’A-Aku bersalah Sensei. Aku berjanji tidak mengganggunya lagi.’’

Guru Yoi menghela nafas. ‘’Kau tidak boleh menghina orang lain karena itu perbuatan yang tercela. Lalu Putri Negara Api juga jangan asal memukuli orang, tapi tegur mereka secara baik-baik. Kalau sudah ditegur dan masih tidak mendengar maka laporkan kepada guru. Ini peringatan pertama untuk kalian. Jika aku melihat kalian berkelahi lagi maka tidak akan ada jatah makan malam untuk kalian. Hal ini juga berlaku untuk murid lainnya.’’

‘’Kami mengerti Sensei.’’

......................

Penginapan

Para anak lainnya memasang wajah lesu karena saking lelahnya menjalani aktivitas seharian ini.

‘’Mataku terasa berat bukan main,’’ kata Riruru.

‘’Aku tidak memiliki tenaga lagi,’’ kata Eri.

‘’Midoriha sepertinya sudah tidak sadarkan diri di atas kasurnya,’’ kata Arisu.

Tidak lama kemudian, pintu terbuka membuat semuanya menoleh. ‘’Si pembawa sial!’’

Mendengar hal itu Pangeran Midoriha langsung membuka mata dan bangkit meninggalkan kasurnya.

‘’Kau benar-benar memiliki pendengaran yang sangat tajam,’’ kata Ishizawa.

‘’Kenapa kalian tiba-tiba dipanggil ke Ruang Kedisplinan?’’ tanya Pangeran Aoi.

‘’Dia memukuli anak dari kelompok sebelah karena mengatai Satan pembawa sial, sampai akhirnya kami berempat mendapatkan peringatan pertama dari Yoi Sensei,’’ jawab Pangeran Ozora sambil menunjuk sang putri.

‘’Peringatan pertama?’’ tanya Rensuke.

‘’Jika kedapatan berkelahi lagi maka tidak akan ada jatah makan malam. Yoi Sensei bilang itu berlaku untuk semua murid,’’ jawab Pangeran Ozora.

‘’Oh iya, kenapa ada kasur di luar pintu?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Itu punya Satan. Dia akan tidur terpisah dengan kita,’’ jawab Hashizume.

Satan tidak peduli dan kembali berjalan keluar.

Putri Kamiai juga tidak punya tenaga lagi untuk berdebat membuatnya mengambil salah satu kasur di rak lemari lalu menghampiri Satan. ‘’Aku tidak memaksa kalian untuk menerima keberadaannya. Tapi setidaknya perlakukan dia dengan baik.’’

Kesebelas anak itu hanya diam setelah mendengarnya.

‘’Kau mau apa lagi di sini?’’ tanya Satan.

‘’Tentu saja tidur di sebelahmu,’’ jawab Putri Kamiai.

‘’Ha?! Anak laki-laki dan perempuan tidak boleh tidur bersa—‘’ ucapan Satan terpotong karena sang putri tiba-tiba melemparinya bantal.

‘’Diamlah, aku mau tidur,’’ kata Putri Kamiai menarik selimut.

‘’Oee, cepat bangun dan pergi,’’ kata Satan.

‘’Tidak mau,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Aku akan membunuhmu,’’ kata Satan.

‘’Aku tidak dengar,’’ kata Putri Kamiai membalikkan badan.

......................

Hingga pagi berikutnya, para anak kembali bangun dalam kondisi mengantuk, ditambah lagi tubuh mereka menjadi sakit semua.

‘’Aku seperti habis lari mengelilingi Empat Negara Besar,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Ah, aku masih ingin tidur,’’ kata Pangeran Aoi.

Pangeran Midoriha mengangguk dengan wajah mengantuk sebelum mulai memasak.

Mereka membuat sarapan sendiri, menuju ke aula taberu untuk makan, lalu cuci piring, kemudian mencuci pakaian sesuai jadwal yang dibagi kepada setiap kelompok. Setelah itu mandi dan kembali ke aula benkyo untuk menghadiri kelas.

‘’Tidak ada yang ketiduran lagi sebelum aku datang. Itu awal yang bagus untuk membentuk kedisiplinan kalian. Kalau begitu, mari lanjutkan materi kemarin,’’ kata Guru Yoi.

Para murid mengangguk meskipun sebenarnya mereka masih mengantuk.

‘’Sekarang kita akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari setiap elemen. Pertama, untuk Teknik Api, elemen ini akan sangat kuat apabila digabungkan dengan elemen angin, dan sangat lemah terhadap elemen air. Kelebihan pertama dari elemen api adalah memiliki daya hancur dan rusak yang besar. Itu juga bisa menjadi kekurangan karena menghancurkan daerah sekitar. Yang kedua, sulit dihindari karena efek non-solid. Kekurangannya tidak memandang siapapun, akan melukai siapa saja termasuk penggunanya. Dan yang terakhir mudah dimanipulasi, diperbesar dan dikendalikan. Sayangnya, bagi pengendali api yang menggunakan mulut, pengguna akan lemah dari belakang, sehingga memberi peluang kepada musuh untuk menyerang dari sisi belakang.’’

‘’Heh, kalau Yang Mulia ini yang melakukannya, mereka tidak akan bisa melukaiku dari belakang,’’ kata Satan.

‘’Hm, percaya diri sekali,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Selanjutnya Teknik Air, elemen ini tidak hanya untuk menyerang, tapi juga bisa digunakan untuk pertahanan dan penyembuhan. Seperti yang terjadi di area latihan kemarin, dimana elemen air dapat memadamkan api guna sebagai pertahanan. Kelebihan dari elemen air adalah memiliki respon yang sangat cepat dalam bergerak, dan satu-satunya elemen yang memiliki berbagai fungsi, seperti untuk penjara, tali, pisau, dinding, dll. Sayangnya, kekurangan dari elemen air, daya rusaknya rendah karena lebih mengarah ke daya tekanan dan biasanya dipakai jika ada sumber air.’’

‘’Bagaimana kalau air menghilang dari muka bumi ini?’’ tanya Pangeran Aoi.

‘’Sudah jelas semua ikan akan mati. Ikan paus juga akan ikut menghilang dari muka bumi ini,’’ kata Pangeran Aoi.

‘’Pangeran Negara Angin, itu tidak ada hubungannya dengan materi yang kita bahas,’’ kata Guru Yoi tersenyum kaku.

Ia kembali melanjutkan pembahasan. ‘’Teknik Tanah berasal dari Bumi, sehingga elemen tanah merupakan elemen termudah yang dibentuk karena pada dasarnya elemen ini dapat dilakukan hanya dengan melakukan segel tangan lalu menghentakkan tangan atau kaki ke tanah. Jika melawan elemen air maka air dengan mudah meresap ke dalam tanah sehingga dominan untuk melawan air. Umumnya juga bisa digunakan menyerang dan bertahan. Kelebihan dari elemen tanah adalah lebih banyak dilakukan melalui pijakan sehingga memiliki akurasi yang lumayan, dan tingkat kekerasan yang tinggi dapat menghancurkan objek dengan mudah serta membuat pertahanan yang lumayan. Kekurangannya adalah lemah ketika pengguna berada di udara dan efek bumi dapat menghancurkan daerah sekitar.’’

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

sepertinya aku menyukai satan dan ozora

2024-05-06

5

Dina⏤͟͟͞R

Dina⏤͟͟͞R

gas

2024-05-01

1

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

ok lanjut

2024-04-24

5

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!