Bab 12 Mencari Keberadaan

Aula Yoseisho

Begitu tiba di tempat tersebut, Putri Kamiai mengerutkan dahi sambil menatap ruangan besar yang dipenuhi peralatan berat. ‘’Matsu Sensei?’’

‘’Yang benar itu Ninshu.’’

‘’Maaf, maksudku Ninshu Sensei, kenapa kita kemari?’’ tanya Putri Kamiai

Ninshu yang tadinya ingin menjawab langsung, tiba-tiba terpikirkan hal menarik. ‘’Kau akan dieksekusi di tempat ini.’’

Saat itu juga langkah Putri Kamiai terhenti. ‘’Kenapa aku akan dieksekusi?’’

Sebelas alis Ninshu terangkat sambil ia menahan tawanya lalu kembali menjadi serius sebelum berbalik menatap sang putri. ‘’Kau hampir mencelakai semua orang, tentu saja harus dihukum.’’

‘’Tapi kemarin tidak ada yang mati. Bukankah orang dieksekusi jika melakukan kejahatan seperti membunuh?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Tindakan kejahatan bukan membunuh saja. Yang kau lakukan itu telah melanggar aturan, itulah kenapa kau dibawa ke tempat ini, agar dieksekusi. Mulutmu akan diberi cap besi panas, kedua tanganmu akan dipotong, lalu kakimu direndam dalam bara api,’’ kata Ninshu.

Putri Kamiai yang mendengarnya mulai gemetar sebelum akhirnya menangis.

‘’Kenapa kau menangis?’’ tanya Ninshu.

‘’Aku tidak sengaja melakukannya, tolong jangan bunuh aku hiks! Aku bahkan hiks belum bertemu dengan kakakku,’’ isak Putri Kamiai.

‘’Puff! Hahaha, aku hanya bercanda. Kenapa kau menganggapnya serius?’’ kikik Ninshu.

Putri Kamiai yang mendengarnya langsung cemberut. ‘’Ninshu Sensei!’’

‘’Hei, tidak boleh membentak seorang guru. Kau mau jadi murid durhaka?’’

‘’Tapi Ninshu Sensei yang salah. Aku benar-benar berpikir akan dieksekusi karena melihat tempat menyeramkan ini,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Sudah, berhentilah menangis dan mari mulai latihanmu. Aku masih punya urusan lain,’’ kata Ninshu.

Putri Kamiai menyeka air matanya sambil menatap pria itu dengan wajah kesal.

......................

Malamnya di Aula Yosei

‘’Kenapa matamu seperti kue bengkak?’’ tanya Satan.

‘’Kau sendiri kenapa kondisimu seperti itu?’’ tanya Putri Kamiai.

Satan menyilangkan kedua tangan di depan dada. ‘’Karena kau begitu lama datang, aku menyusuri tempat ini lalu berjalan di atas sana dan tanpa sengaja terjatuh.’’

‘’Hm, salahmu sendiri,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Ya sudah, ayo segera ke dapur. Dari tadi Yang Mulia ini ingin makan, tapi malah harus menunggumu,’’ gerutu Satan.

‘’Apa masalahnya menungguku sebentar?’’ balas Putri Kamiai.

......................

Dapur

‘’Kenapa matamu seperti itu? Seperti habis menangis,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Dia memang habis menangis,’’ kata Pangeran Aoi.

Pangeran Midoriha mengangguk membenarkan tanpa mengatakan apa pun.

‘’Apakah guru pembimbingmu begitu galak sampai kau menangis?’’ tanya Arisu.

‘’Tidak, tidak, Ninshu Sensei sangat baik hati. Aku hanya ketakutan melihat tempat latihan,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Begitu menyeramkan, ya?’’ tanya Pangeran Ozora.

‘’Yang pasti tidak semenyeramkan wajahmu,’’ kata Satan.

‘’Hei, jaga mulutmu. Wajah setampan ini tidak mungkin menyeramkan. Selain itu, kenapa kondisimu juga begini?’’ tatap Pangeran Ozora.

‘’Tidak sengaja terjatuh,’’ jawab Satan.

‘’Siapa yang mengajakmu bicara?’’ tanya Pangeran Ozora.

‘’Kau yang bertanya tadi,’’ jawab Satan dengan wajah bodoh.

‘’Aku hanya mengatakan isi kepalaku, bukan bertanya,’’ balas Pangeran Ozora.

Putri Kamiai terbelalak. ‘’Aku tidak tahu kalian berdua seakrab ini.’’

‘’Tidak ada yang akrab!’’ jawab kedua anak laki-laki tadi bersamaan.

‘’Hee, sampai kompak menjawab,’’ kata Putri Kamiai dengan wajah bodoh.

......................

[Dunia Bawah]

Tampak sosok wanita bergaun hitam duduk di kursi singgasana dengan kedua kaki menyilang. Ia mengetukkan jari sambil menatap dua pria berjubah hitam yang berlutut di depannya. ‘’Dunia Manusia tidak seluas alam semesta, kenapa menemukan pria itu pun kalian tidak bisa?’’

‘’Moushiwake arimasen Akuma-sama. Tapi, sepertinya Tuan Shinigami menghilangkan hawa keberadaannya,’’ kata Bakemono.

Bugh!

‘’Dia meninggalkan tugas dan malah berkeliaran di Dunia Manusia. Aku benar-benar tidak tahan lagi,’’ kata Akuma.

Ia pun berdiri dan berjalan pergi. ‘’Aku tidak mau tahu, yang pastinya segera temukan pria itu dan bawa dia padaku!’’

Bakemono dan Akuryo menunduk. ‘’Kami mengerti!’’

......................

[Dunia Manusia]

Akademi di Gunung Shinju

Lagi dan lagi, semua piring ditinggalkan oleh anak-anak yang lainnya membuat Putri Kamiai dan Satan terpaksa mengumpulkannya.

‘’Kenapa kita yang harus membersihkannya lagi?’’ habis pikir Putri Kamiai.

‘’Sudah kubilang kalau kau bisa pergi dan tidak perlu membantuku,’’ kata Satan.

‘’Tapi tidak mungkin juga aku membiarkanmu membersihkan semuanya sendirian. Ada ratusan piring di sini,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Kalau begitu berhentilah mengeluh terus,’’ kata Satan.

Putri Kamiai menghela nafas. ‘’Kau ini terlalu baik jadi orang.’’

‘’Jangan memanggilku seperti itu. Yang Mulia ini tidak menyukainya,’’ kata Satan.

‘’Heh, baru kali ini ada orang yang tidak suka dipanggil orang baik,’’ habis pikir Putri Kamiai.

Satan memutar bola matanya malas sambil mengumpulkan piring karena Putri Kamiai tidak mau diam. Begitu ia berdiri dan berbalik, sosok Banri sudah ada di belakangnya sambil menyilangkan kedua tangan. ‘’Sekarang apa lagi?’’

‘’Membersihkan semua piring pasti sangat melelahkan, bukan?’’ tanya Banri.

Satan tidak mengatakan apa pun dan hanya berlalu melewatinya.

‘’Kalian berdua tidak perlu ikut makan di aula ini lagi,’’ kata Banri berhasil menghentikan langkah Satan sebelum anak itu menatapnya.

Putri Kamiai meletakkan tumpukan piring dengan wajah kesal. ‘’Siapa kau yang seenaknya melarang kami?’’

‘’Itu kesepakatan dari anak-anak lainnya. Mereka tidak ingin berada dalam satu ruangan bersama anak pembawa sial. Jadi, kalian makan di dapur saja,’’ kata Banri.

Satan memasang wajah acuh membuat Banri melemparinya mangkuk.

‘’Hei! Beraninya kau,’’ seru Putri Kamiai sebelum menghampiri Satan yang dahinya berdarah.

‘’Apa kau bisu? Diajak bicara pun tidak menyahut,’’ kata Banri.

‘’Dia bukannya bisu, tapi tuli,’’ kata salah satu anak.

Satan menutup sebelah matanya saat darah di dahinya mengalir ke bawah sebelum menatap Putri Kamiai yang terlihat cemas. ‘’Ayo pergi dari sini.’’

‘’Tapi lukamu,’’ kata Putri Kamiai.

Namun, anak laki-laki itu hanya berjalan pergi membuat sang putri menatap Banri.

‘’Satan tidak pernah melakukan apa pun padamu, kenapa kau begitu membencinya?’’ tanya Putri Kamiai dengan wajah kesal.

‘’Siapa suruh terlahir sebagai anak pembawa sial,’’ kata Banri membuat sang putri tidak mengatakan apa pun lagi dan menyusul Satan.

......................

Penginapan

‘’Kalian semua melihatnya, kan? Jelas-jelas dahinya berdarah, tapi anak pembawa sial itu tidak menangis,’’ kata Arisu.

‘’Benar, aku tidak percaya ada orang di dunia ini yang tidak bisa menangis,’’ kata Hashizume.

‘’Apakah mungkin dia tidak tahu cara menangis?’’ tanya Ishizawa.

Mereka yang di sana saling bertatapan dengan wajah bingung.

‘’Aku juga tidak pernah melihatnya marah meski anak bernama Banri itu sering mengusiknya,’’ kata Pangeran Aoi.

‘’Hhah? Tidak tahu cara menangis dan marah … Jangan-jangan dia adalah boneka?’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Boneka mana yang mengeluarkan darah manusia dari tubuhnya?’’ habis pikir Rensuke.

Pangeran Ozora mengerutkan alis dan bibir. ‘’Kalau begitu, dia boneka jadi-jadian.’’

Anak-anak yang lainnya menghela nafas. ‘’Terserah apa katamu.’’

...Visual Akuma...

...Visual Bakemono...

...Visual Akuryo...

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

visualnya tertambah lgi hrus hfal mati ini

2024-05-06

5

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

akuma cantik banget dan dua cowo lainnya juga ganteng/Drool/

2024-05-01

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!