[Dunia Dewa]
‘’Jangan mengambil keputusan begitu cepat,’’ kata Dewa Waktu melihat Dewa Perang mengenakan jubahnya.
‘’Kau mendengarnya sendiri, ada jejak misterius dari seorang pria berkekuatan besar di Gunung Selatan. Dan di sana adalah akademi dimana Dewi Cinta dan Dewa Iblis berada. Ini bukanlah sebuah kebetulan. Tidak diragukan lagi, pria misterius itu pasti salah satu iblis tingkat tinggi dari Dunia Bawah, sehingga dia bisa datang ke bumi,’’ kata Dewa Perang.
Dewa Waktu menghela nafas. ‘’Kau juga mendengarnya sendiri, kalau tidak ada niat untuk menyerang darinya.’’
‘’Lalu kenapa jejaknya bisa bertepatan di Gunung Selatan? Bukankah itu artinya mereka telah menemukan titisan Dewa Iblis? Tidak ada yang menjamin serangan kejutan akan muncul,’’ kata Dewa Perang lalu meraih tombak perangnya dan bergegas pergi.
‘’Jika kau ke sana, maka keberadaan Dewi Cinta akan diketahui.’’
Saat itu juga langkah kaki Dewa Perang terhenti sebelum ia berbalik. ‘’Dewa Waktu, kenapa kau selalu menghentikanku?’’
Dewa Waktu berjalan menghampiri. ‘’Aku tidak menghentikanmu, tapi sedang mengingatkanmu. Jika Dewa sepertimu muncul setelah mendengar kedatangan pria misterius itu, maka akan timbul kecurigaan.’’
‘’Tapi bagaimana dia akan tahu mengenai keberadaan Dewi Cinta hanya karena kedatanganku?’’ tanya Dewa Perang.
Dewa Waktu mengerutkan bibir. ‘’Kau ini kalau diberitahu juga banyak tanya. Dengarkan saja perkataanku.’’
......................
[Dunia Manusia]
Putri Kamiai menyusuri koridor sambil ditemani Ninshu. Untuk sesaat ia terdiam sebelum akhirnya mendongakkan kepala. ‘’Sensei, saat di pertemuan tadi, kenapa semua orang menatapku dengan wajah seperti itu?’’
‘’Karena mereka terkejut kau memiliki empat elemen di dalam tubuhmu,’’ jawab Ninshu.
‘’Empat elemen?’’ bingung Putri Kamiai.
‘’Kau melihat empat benda yang bereaksi di depanmu, kan?’’ tanya Ninshu.
‘’Aku tidak buta, tentu saja aku melihatnya,’’ jawab Putri Kamiai dengan wajah bodoh.
‘’Nah, kau yang melakukannya melalui chakra di dalam tubuhmu,’’ kata Ninshu.
Langkah kaki Putri Kamiai terhenti sebelum menolehkan kepala dengan cepat. ‘’Aku?’’
‘’Lalu siapa lagi? Di depan meja hanya ada kau, tidak ada orang kedua yang menjadi setan,’’ jawab Ninshu.
Putri Kamiai menatap kedua tangannya dengan wajah tidak percaya. ‘’Aku … Aku bisa mengendalikan empat elemen? Hhah! Akhirnya dunia telah berada di tanganku!’’
Ninshu memasang bodoh sambil melihat sang putri kegirangan.
Imajinasinya sungguh setingkat Dewa, ucapnya dalam hati.
Setelah tiba di perempatan koridor, Putri Kamiai pun membungkuk sebelum bergegas pergi.
......................
Dapur
Begitu sang putri tiba, semua anak sudah selesai membuat makan malamnya dan menuju ke aula taberu. ‘’Eh?’’
‘’Hm, orang yang dicari akhirnya muncul. Dari mana saja?’’ tanya Pangeran Ozora.
‘’Ternyata kau masih hidup,’’ kata Satan.
‘’Hei, memangnya aku sudah mati karena apa?’’ habis pikir Putri Kamiai.
‘’Siapa suruh tidak menampakkan diri sejak tadi,’’ kata Satan.
‘’Kalian akan makan, sedangkan aku akan baru memasak,’’ kata Putri Kamiai kembali cemberut.
‘’Aa soal itu, jangan khawatir, Yang Mulia perkasa ini sudah membuatkan Soba untukmu,’’ tunjuk Pangeran Ozora dengan ibu jarinya.
‘’Kau yang menyuruhku,’’ kata Satan.
Pangeran Ozora menyikuknya lalu kembali menatap sang putri. ‘’Karena kau tidak kunjung datang, Satan maksudku Yang Mulia terhormat ini terus mengomel.’’
‘’Oee, kau yang sebenarnya mengomel,’’ kata Satan membuat Pangeran Ozora terus mengkodenya.
Putri Kamiai terkikik melihat tingkah dua anak itu. ‘’Terima kasih untuk kalian.’’
......................
Aula Taberu
‘’Itadakimasu(Selamat makan)!’’ kata semua anak sambil mengatupkan kedua tangan sebelum meraih sumpit.
Karena Satan tidak bergabung dengan mereka lagi, membuat para murid mengembalikan posisi meja makan seperti sebelumnya yang menyerupai bentuk U, dimana sisi tengah adalah meja dari kelompok Putri Kamiai.
‘’Ozora pasti ada di dapur lagi,’’ kata Rokimaru.
‘’Sepertinya dia benar-benar serius mau berteman dengan Satan,’’ kata Hashizume.
‘’Kita juga tidak bisa memaksanya karena semua orang punya pilihannya masing-masing,’’ kata Pangeran Aoi.
Pangeran Midoriha yang mendengarnya hanya diam meski sebenarnya tahu sesuatu.
Ozora mungkin serius menerima keberadaan Satan. Tapi kurasa alasan sebenarnya adalah….
......................
Dapur
Putri Kamiai memicingkan mata sambil menatap soba di depannya.
‘’Tidak ada racun di dalamnya, kenapa masih diam seperti patung?’’ tanya Satan.
‘’Akan kumakan sekarang,’’ kata Putri Kamiai sambil mengerutkan bibir.
‘’Sepertinya masakanku sudah mulai sedikit lebih baik,’’ kata Pangeran Ozora sambil mengunyah.
Satan menatap sang putri sambil menunggu reaksi. ‘’Bagaimana masakan Yang Mulia ini?’’
‘’Um, lumayan,’’ jawab Putri Kamiai.
‘’Hanya itu saja?’’ tanya Satan.
‘’Memangnya kau ingin aku mengatakan apa?’’ tanya Putri Kamiai.
Satan mengerutkan dahi. ‘’Yang Mulia ini sudah susah payah membuatkanmu jika bukan karena anak berbulu ini yang mengomel.’’
‘’Hei, siapa yang kau panggil anak berbulu?’’ tidak terima Pangeran Ozora.
‘’Seharusnya kau memuji kerja kerasku,’’ lanjut Satan.
‘’Sudah kulakukan,’’ kata Putri Kamiai.
‘’Kau hanya mengatakan lumayan,’’ kata Satan.
‘’Ya sudah, makananmu enak, sangat enak. Puas?’’ tanya Putri Kamiai.
‘’Sekarang kau memiliki hutang padaku, jadi di masa depan jangan lupa untuk membalas budi,’’ kata Satan.
‘’Orang itu harus ikhlas dalam membantu, tapi kau kenapa sangat perhitungan?’’ tanya Putri Kamiai.
‘’Tidak ada yang namanya gratis di dunia ini,’’ jawab Satan.
‘’Hei kalian berdua, tidak baik berdebat di depan makanan. Selain itu Kamiai, kau dari mana saja? Kami menunggu di tempat latihan tapi tidak datang,’’ kata Pangeran Ozora.
Putri Kamiai tersenyum remeh. ‘’Kalian akan terkejut setelah mendengarnya. Akan kuberitahu nanti setelah makan malam selesai sekalian di depan semua anggota.’’
Kedua anak laki-laki itu hanya saling bertatapan setelah mendengar jawaban sang putri.
......................
Penginapan
‘’Apa?!’’ pekik semuanya.
‘’Tuan Putri bisa mengendalikan elemen kami?’’ tanya Riruru.
‘’Apakah itu benar?’’ tanya Eri.
Putri Kamiai menyangga kedua tangannya di pinggang sambil tersenyum membanggakan diri. ‘’Tentu saja, Ninshu Sensei sendiri yang mengatakannya padaku.’’
‘’Kau yang gila atau aku yang tidak waras?’’ tanya Satan.
‘’Hei, jaga mulutmu,’’ kata Putri Kamiai mengerutkan dahi.
‘’Mana mungkin satu orang bisa mengendalikan empat elemen,’’ kata Pangeran Ozora.
‘’Aku orangnya! Kalau tidak percaya lihat ini,’’ kata Putri Kamiai menghentakkan kaki ke tanah.
Namun, tidak ada reaksi apa pun membuat anak-anak di sana hanya mengerutkan dahi. Tidak ingin menyerah, sang putri mengumpulkan empat benda di depannya. Lagi dan lagi tidak ada yang terjadi.
‘’Aneh, saat di pertemuan tadi masih bereaksi,’’ bingung Putri Kamiai.
‘’Jangan-jangan sesuatu menimpa kepalanya sehingga otaknya ikut terbentur,’’ kata Satan.
Putri Kamiai mendongakkan kepala. ‘’Aku benar-benar tidak berbohong! Kalau tidak percaya, tanyakan saja besok kepada Guru Yoi. Dia juga mengetahuinya.’’
......................
Keesokan harinya…
Para guru berjalan menyusuri koridor sambil berbincang satu sama lain.
‘’Setelah ayah dan kakaknya, sekarang Putri Kamiai pun tidak kalah berbakatnya,’’ kata Guru Suigen.
‘’Tapi situasi seperti ini belum pernah terjadi selama jutaan ribu tahun terakhir,’’ kata Guru Dogo.
‘’Dan Putri Negara Api membuktikan dirinya sebagai orang pertama yang melakukan keajaiban ini,’’ kata Guru Furoku.
‘’Hanya masalah waktu sampai Putri Negara Api bisa mengatasi empat elemen di dalam tubuhnya. Setelah dia mahir mengendalikan keempatnya, tanpa ragu kukatakan… Dia akan menjadi orang terkuat di era ini,’’ kata Kabuki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
GemiNoSa
suka tiga anak ini
2024-05-06
5
Pisces Aprodithe
suka interaksi satan-kamiai-ozora
2024-05-01
6
Dina⏤͟͟͞R
senangnya🤭🤭
2024-05-01
1