Bab 6 12 Anak

Karena ini perjalanan pertama mereka ke tempat yang jauh membuat para anak yang ada di kapal menikmati pemandangan laut bebas. Dan tidak terasa matahari mulai bergeser sedikit demi sedikit hingga mereka tiba di sebuah pulau tepat sore hari.

Terlihat empat kapal layar berukuran sama menepi di dermaga. Setelah menuruni kapal, para murid pun menaiki kereta yang sudah disediakan dan menuju ke akademi.

Begitu tiba di sana, semuanya menatap gerbang besar berukiran simbol dari keempat elemen yang tidak lama kemudian terbuka secara perlahan. Para murid pun dituntun ke halaman utama untuk berbaris.

‘’Wah, ada begitu banyak orang di sini,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Perkenalkan, aku adalah Kepala Sekolah Kosei Giko, salam. Di sini kalian akan dilatih untuk menjadi pengendali unsur. Kehormatan besar diberikan kepada semua yang bisa mengendalikan elemen natural mereka. Selain itu, di sini kalian hidup bersama secara rata, dan tidak ada perlakuan istimewa bagi anggota kerajaan.’’

Putri Kamiai melirikkan mata melihat tatapan semua orang menuju ke arahnya.

‘’Lihat, itu Putri Negara Api.’’

‘’Aku tidak menyangka bisa melihatnya secara langsung.’’

‘’Sangat beruntung kita seangkatan dengannya.’’

‘’Aku selalu mendengar tentangnya dari orang-orang di sekitar. Ternyata rumor mengenai kecantikannya benar-benar tidak bohong.’’

Pangeran Shieru yang menyaksikannya dari atas tersenyum sambil menatap Putri Kamiai. ‘’Baru saja tiba tapi sudah menjadi pusat perhatian.’’

‘’Hoh~ jadi itu adikmu?’’ tanya sosok pria yang memainkan tongkat di tangannya.

‘’Melihatnya saja sudah jelas. Tidak ada yang paling cantik selain dirinya di sana,’’ kata Pangeran Shieru membanggakan sang adik.

......................

Setelah upacara penyambutan selesai, para murid dibagi menjadi beberapa kelompok untuk setiap kamar yang akan dihuni oleh 12 orang.

Mereka kemudian menuju ke penginapan dan sesampainya di sana semua dituntun untuk membersihkan kamar masing-masing.

‘’Inikah pelajaran pertama yang kita lakukan? Bersih-bersih?’’ tanya anak berjubah putih yang dipenuhi bulu.

‘’Kepala sekolah baru saja mengatakannya tadi, kenapa kau sudah lupa?’’ habis pikir anak berjubah biru.

‘’Kalau begitu, sebelum kita bersih-bersih mari saling memperkenalkan diri dulu. Namaku Ozora, Pangeran dari Negara Angin. Dua anak ini datang bersamaku, mereka adalah Rokimaru dan Eri,’’ kata anak berjubah putih tadi.

‘’Aku dan Ishizawa juga datang bersama Pangeran Midoriha dari Negara Tanah. Namaku Arisu.’’

‘’Sepertinya tiga orang dari setiap negara berkumpul dalam satu kelompok. Jangan-jangan, enam orang yang tersisa ini pasti dari Negara Api dan Air,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Ya, aku Hashizume, dia Riruru, dan kami datang bersama Pangeran Aoi dari Negara Air.’’

Pangeran Ozora mengangguk lalu menoleh ke arah Putri Kamiai. ‘’Dan kau … Pasti Putri dari Negara Api, kan?’’

‘’Ee, namaku Kamiai, salam untuk semuanya.’’

‘’Kalau kau siapa?’’ tanya Pangeran Ozora ke anak laki-laki berjubah hitam.

Satan menunjuk dirinya. ‘’Aku? Aku manusia.’’

Putri Kamiai memasang wajah bodoh. ‘’Semua juga tahu kalau kau adalah manusia. Dia menanyakan namamu.‘’

‘’Kalian bisa memanggil Yang Mulia ini Satan,’’ kata anak laki-laki.

‘’Memangnya kau Raja apa sampai harus dipanggil Yang Mulia?’’ tanya Pangeran Ozora.

‘’Raja Hutan! Banyak tanya sekali,’’ kata Satan.

Sekelompok anak itu serentak menatap sosok yang terakhir. ‘’Dan kau?’’

‘’Rensuke-desu,’’ senyum anak laki-laki itu.

Hashizume menatap semua orang satu persatu. ‘’Tunggu, bukankah kelompok kita dipenuhi harta karun?’’

‘’Apa maksudmu?’’ tanya Riruru.

‘’Coba lihat dengan jelas, semua anggota kerajaan dari Empat Negara Besar ada di sini,’’ kata Hashizume.

Mereka saling bertatapan satu sama lain sambil mengangguk membenarkan dan mulai heboh dengan pembicaraan.

......................

[Dunia Dewa]

‘’Mulai sekarang, Dewi Cinta dan Dewa Iblis akan sering berinteraksi di akademi,’’ kata Dewa Air.

‘’Keduanya sama-sama tidak memiliki ingatan tentang masa lalu. Bagaimana Dewi Cinta akan melawan Dewa Iblis untuk menyelamatkan dunia di masa depan?’’ tanya Dewa Api.

‘’Dewi Cinta turun ke bumi bukan untuk melawan Dewa Iblis, tapi menuntunnya ke jalan yang benar,’’ jawab Dewa Waktu.

Para dewa kembali terdiam untuk sesaat setelah mendengarnya.

‘’Dewi Cinta sudah menjelma menjadi manusia. Apakah dia masih bisa kembali ke Dunia Dewa bersama kita setelah melakukan tugasnya?’’ tanya Dewi Ruang.

Dewa Waktu mengulurkan kedua tangannya ke belakang dengan tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan. ‘’Kalian akan tahu jika waktunya sudah tiba.’’

......................

[Dunia Manusia]

Hari mulai menjadi gelap. Setelah selesai dengan pekerjaan masing-masing, para murid pun membersihkan diri sebelum menuju ke ruang makan.

......................

Aula Taberu

‘’Perkenalkan, aku Saino Yoi, salah satu dari guru pembimbing di bagian materi. Lalu, para guru yang ada di sampingku ini akan melatih kalian secara langsung di kelas sore hari.’’

Para murid yang duduk dengan tertib mengangguk mengerti.

‘’Baiklah, jangan ada yang membuat keributan. Setelah selesai makan, harap bersihkan meja masing-masing dan kembali ke penginapan. Kalian mengerti?’’ tanya Guru Yoi.

‘’Kami mengerti Sensei!’’ jawab semuanya.

Begitu para guru meninggalkan ruangan itu, semua anak langsung menghampiri kelompok Putri Kamiai bersama dan berbincang dengan mereka.

‘’Benarkah? Ahaha, terima kasih. Wajahku memang sudah tampan sejak lahir,’’ kekeh Pangeran Ozora.

‘’Ee, tentu saja. Kalian tidak perlu sungkan mengajakku bicara,’’ kata Pangeran Aoi.

Sedangkan Pangeran Midoriha hanya membalas dengan senyuman yang disertai anggukan.

‘’Wah, Tuan Putri sangat cantik seperti yang dirumorkan. Aku harap kita bisa berteman baik.’’

‘’Tentu,’’ senyum Putri Kamiai.

Setelah makan malam selesai, para murid merapikan meja makan dan menuju ke dapur untuk mencuci piring seperti yang sudah diperintahkan.

......................

Penginapan

‘’Yang Mulia ini akan tidur di dekat jendela!’’ tegas Satan.

‘’Tidak, tidak. Pria tampan ini paling susah tidur kalau tidak dekat jendela! Jadi aku yang akan tidur di sini,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Oho, kau harus menurut kepada Yang Mulia ini,’’ kata Satan.

‘’Intinya Pria Tampan ini akan tidur di sini,’’ kata Pangeran Ozora.

Namun, belum sempat meletakkan kasurnya, ia kembali berdiri. ‘’Tunggu dulu. Jendelanya terlalu kecil sehingga jumlah udara yang masuk berbeda dengan di kamarku.’’

Putri Kamiai memasang wajah bodoh. ‘’Memang apa hubungannya dengan jumlah udara yang masuk?’’

‘’Aku akan tidur di sini,’’ kata Pangeran Aoi.

‘’Kau mau tidur di mana?’’ tanya Riruru.

‘’Aku tinggal mengikut saja,’’ kata Arisu yang juga diangguki Eri.

Di saat semua orang sibuk memilih tempat, Pangeran Midoriha sudah berbaring tenang kasurnya.

Tidak lama kemudian, pintu terbuka membuat semuanya menoleh.

‘’Kenapa begitu berisik?!’’ seru sang guru membuat Pangeran Midoriha terlonjak kaget ke depan, sebelum berdiri dan membungkuk.

‘’Suara kalian bahkan terdengar sampai pintu depan dan mengganggu murid yang lainnya. Jangan membuat masalah di hari pertama dan segeralah tidur!’’

Bugh!

Para anak itu memejamkan mata setelah pintu tertutup dengan kasar.

‘’Guru yang galak,’’ kata Pangeran Ozora.

‘’Sebaiknya cepat tentukan dimana kalian akan tidur masing-masing,’’ kata Pangeran Aoi.

‘’Ruangannya dibagi dua saja. Anak laki-laki dan perempuan tidur terpisah. Kenapa begitu sibuk?’’ tanya Satan.

‘’Kau sendiri sibuk sejak tadi dengan Ozora,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Ya sudah, ikuti saran dia saja,’’ kata Pangeran Aoi.

...Visual Pangeran Ozora...

...Visual Pangeran Aoi...

...Visual Pangeran Midoriha...

...Visual Rensuke...

...Visual Riruru...

...Visual Ishizawa...

...Visual Arisu...

...Visual Eri...

...Visual Rokimaru...

...Visual Hashizume...

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

sumpah ketawa lepas akunya😂😂😂

2024-05-06

5

Dina⏤͟͟͞R

Dina⏤͟͟͞R

astaga imut semua. ini boneka apa manusia sih🤣

2024-04-28

1

Pisces Aprodithe

Pisces Aprodithe

ozora dan sata kocak banget,,trus visual para anaknya lucu banget weh

2024-04-24

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!