Bab 3 Pertemuan Pertama

Bumi yang telah dibangun kembali kini dihuni Empat Bangsa : Air, Tanah, Api dan Angin yang hidup berdampingan dengan harmonis, mengisi hari-hari dengan kemakmuran dan kedamaian.

Tahun ini Putri Kamiai memasuki usia tujuh. Ia tumbuh menjadi anak tercantik di antara tiga dunia, bahkan dianggap sebagai sosok dewi yang turun menjelma sehingga orang-orang memanggilnya Bunga dari Surga.

......................

Ruang Kenegaraan

‘’Kita memiliki tradisi dimana setiap anak yang berusia 7 tahun akan dikirim ke akademi untuk menerima pendidikan selama 12 tahun.’’

‘’Di sana, para anak dilatih untuk mengendalikan dan memanipulasi unsur berdasarkan elemen natural mereka.’’

‘’Kami sudah mencatat semua anak yang akan dikirim bersama Tuan Putri, dan mengurus persiapan keberangkatan mereka. Mohon Yang Mulia memberi keputusan.’’

‘’Izin diberikan!’’ perintah Raja Api.

‘’Sesuai kehendak Yang Mulia,’’ kata para petinggi kerajaan membungkuk hormat sebelum meninggalkan ruangan.

Di sisi lain, Putri Kamiai mengerutkan dahi melihat para pelayan mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia menatap pelayan pribadinya yang sama sibuknya. ‘’Kikyo-chan, apakah aku akan dijual?’’

Gadis muda yang ditanyai hampir saja terjatuh setelah mendengarnya. ‘’Kenapa berkata seperti itu? Tuan Putri akan dikirim ke akademi untuk menerima pendidikan.’’

‘’Lalu kenapa kalian merapikan ruanganku?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Tuan Putri akan tinggal di akademi selama 12 tahun, jadi Yang Mulia akan menutup tempat ini untuk sementara,’’ jawab Kikyo.

Putri Kamiai melotot. ‘’Kenapa harus tinggal selama itu? Aku ke sana untuk menerima pendidikan, bukan pindah rumah.’’

Kikyo tersenyum kaku sambil menggaruk kepala belakangnya. ‘’Aduh, bagaimana menjelaskannya kepada Tuan Putri, ya?’’

‘’Kau mengatakan sesuatu?’’ tanya Putri Kamiai.

Belum sempat Kikyo menjawab, pintu terbuka membuat semuanya membungkuk hormat. ‘’Salam Yang Mulia.’’

‘’Kenapa wajahmu seperti itu?’’ tanya Raja Api.

‘’Setelah kakak, sekarang kalian juga akan mengirimku pergi. Kenapa aku tidak menerima pendidikan di istana saja?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu. Kau akan bertemu dengan banyak orang dari penjuru negeri dan belajar bersama mereka,’’ kata Raja Api.

‘’Tapi aku tidak mengenal siapa pun. Mereka semua adalah orang asing,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Tidak ada yang namanya orang asing. Kelak, mereka akan menjadi teman-temanmu,’’ kata Ratu Api.

‘’Putriku yang cantik ini tidak akan mengecewakan kami, kan?’’ tanya Raja Api.

Putri Kamiai memasang wajah cemberut. ‘’Kalau begitu, aku akan menurut hanya dengan satu syarat. Selama ini aku tidak pernah menginjakkan kaki di luar istana. Dan kebetulan saat ini ada Festival Hanabi di kota, jadi biarkan aku bebas berkeliling satu hari penuh seorang diri.’’

Sang raja dan ratu saling bertatapan sebelum kembali menoleh ke arah sang putri.

‘’Tidak boleh. Itu berbahaya, Kikyo-chan akan ikut bersamamu,’’ kata Raja Api.

‘’Kalau dia ikut, aku tidak akan menikmati jalan-jalanku,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Tapi berkeliaran di kota seorang diri itu berbahaya. Tidak ada yang tahu kapan seseorang menyerangmu,’’ kata Raja Api.

‘’Jangan khawatir. Jika aku menyamar, tidak ada yang akan mengenaliku,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Tetap tidak bo—‘’ ucapan sang raja terpotong saat sang ratu memegang tangannya sebelum mengkodenya dengan anggukan kepala.

Melihat hal itu membuat Raja Api menghela nafas. ‘’Baiklah. Tapi, beberapa prajurit akan tetap ikut bersamamu dan mengawalmu dari jauh.’’

‘’Sepakat!’’ senyum Putri Kamiai sebelum menghampiri lemari baju.

‘’Haa, aku tidak pernah menang saat melawannya berdebat,’’ kata Raja Api membuat sang ratu tersenyum.

......................

Jalanan Utama Kota

Tampak seorang anak mengenakan pakaian biasa yang tidak lain adalah Putri Kamiai. Ia menyusuri jalan sambil menatap orang-orang di sepanjang jalan. ‘’Sangat ramai, berbeda di istana yang seperti tidak memiliki kehidupan saja.’’

Langkah kakinya kemudian terhenti sebelum berbalik melihat para prajurit yang juga menyamar sepertinya. ‘’Aku tidak bisa bebas jika mereka terus mengikutiku, harus menjauhkan mereka dulu.’’

Putri Kamiai pun menghampiri para prajurit itu membuat mereka membungkuk hormat.

‘’Kalian sudah mengabdikan diri untuk kerajaan. Jadi, untuk membalas jasa kalian, terimalah ini,’’ kata sang putri membagikan uang koin.

‘’Eh? Tapi Tuan Putri, kami tidak pantas mendapatkan i—‘’

‘’Ush! Jangan panggil aku Tuan Putri di sini. Kalian ingin penyamaranku terbongkar sehingga pembunuh berantai akan melenyapkanku?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Tidak Tuan Put—hem maksud kami Nona Muda.’’

‘’Kalian pergilah bersenang-senang juga,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Tapi Yang Mulia akan menghukum kami jika melanggar perintahnya.’’

‘’Kita berada di luar istanaa, kau pikir penglihatan ayahanda bisa sampai ke sini? Turuti saja apa yang aku katakan,’’ kata Putri Kamiai.

Para prajurit tadi hanya mengangguk mengerti sebelum membungkuk pergi.

Setelah itu, sang putri kembali menyusuri jalan hingga ia tidak sengaja melihat kerumunan orang. ‘’Kenapa begitu ramai?’’

Bugh!

Bugh!

‘’Dasar pembawa sial!’’

‘’Enyahlah!’’

Anak itu dipukuli dan dilempari membuat Putri Kamiai yang melihatnya langsung melerai.

‘’Hei, apa yang kalian lakukan?! Berhenti memukulinya!’’ seru sang putri.

‘’Dia mencuri makanan di beberapa toko sambil memanfaatkan keramaian ini.’’

‘’Tapi tidak perlu memukulinya? Apakah aturan mengajari kalian main tangan sebelum membicarakannya baik-baik?’’ tanya Putri Kamiai.

Salah satu pedagang tersenyum remeh. ‘’Lihat bocah kurang ajar ini, beraninya mengajari orang dewasa seperti kita tentang tata krama.’’

‘’Bocah kurang ajar? Apa kau tidak sadar sedang bicara dengan siapa saat ini?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Memangnya siapa? Tuan Putri negara ini? Tuan Putri kami itu berbudi luhur dan tidak mungkin bocah kurang ajar sepertimu.’’

Putri Kamiai menghela nafas kasar. ‘’Kau—’’

Ucapannya terpotong setelah sadar ia tidak pernah keluar istana sehingga tidak ada yang pernah melihat wajahnya.

Cih, aku sampai lupa ingin marah, kata Putri Kamiai dalam hati.

Ia lalu menatap para orang dewasa itu. ‘’Kalian sudah mendapatkan kembali barang kalian, kan? Jadi pergilah, kalau tidak, aku akan mengadukan tindakan kalian ke istana karena telah memukul anak di bawah umur.’’

Mendengar hal itu membuat kerumunan orang tadi berbisik sebelum akhirnya pergi.

Putri Kamiai menghela nafas sambil menghampiri anak laki-laki tadi. ‘’Hei, kau tidak apa-apa?’’

‘’Jangan menyentuhku!’’ seru anak laki-laki tadi mendorong sang putri.

‘’Woah, aku sudah membantumu, dan ini balasan untukku? Apa kau tidak diajarkan sopan santun oleh kedua orangtuamu?’’ tanya Putri Kamiai.

‘’Yang Mulia ini tidak akan tertipu dengan perbuatan baikmu. Bagiku, kau sama saja dengan mereka,’’ kata anak laki-laki itu.

‘’Ya-Yang Mulia?’’ bingung Putri Kamiai.

Anak laki-laki tadi melakukan petikan jari. Namun, tidak ada yang terjadi membuatnya Putri Kamiai yang melihatnya mengerutkan dahi lalu menepis tangan anak itu dengan kasar.

‘’Kau benar-benar cari mati,’’ kata anak laki-laki.

‘’Kau sedang apa? Apa kau pikir dengan melakukan petikan jari, daratan ini akan hancur dan menjadi lautan darah? Dengar makhluk fana, kau bukan dewa, iblis atau penyihir, jadi berhentilah menjadi badut,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Cih, sangat cerewet seperti cacing kepanasan,’’ cibir anak laki-laki.

Putri Kamiai mengerutkan dahi. ‘’Hei makhluk fana, aku bisa mendengarmu.’’

‘’Berhenti memanggilku makhluk fana,’’ kata anak laki-laki.

‘’Kalau begitu pencuri,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Satan!’’ tegas Satan.

Putri Kamiai mengerutkan dahi. ‘’Setan?’’

‘’Namaku Satan! Dasar tuli,’’ kata Satan.

‘’Kalau kau marah-marah terus, nanti rambutmu jadi putih dan kau dipenuhi kerutan,’’ kata Putri Kamiai.

‘’Kau mau aku bunuh?!’’ kesal Satan.

...Visual Putri Kamiai...

...Visual Satan...

...Visual Kikyo...

Terpopuler

Comments

GemiNoSa

GemiNoSa

visual waktu kecilnya imut

2024-05-06

6

Susi Putri

Susi Putri

gemes bangett

2024-05-02

1

Dina⏤͟͟͞R

Dina⏤͟͟͞R

waah imutnya🤣🤣🤣 satan adalah reinkarnasinya

2024-04-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertempuran
2 Bab 2 Menjelma ke Bumi
3 Bab 3 Pertemuan Pertama
4 Bab 4 Gelang Giok
5 Bab 5 Ayo Berteman!
6 Bab 6 12 Anak
7 Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8 Bab 8 Anak Pembawa Sial
9 Bab 9 Kertas Chakra
10 Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11 Bab 11 Sensei Muda
12 Bab 12 Mencari Keberadaan
13 Bab 13 Bertemu
14 Bab 14 Menghampiri
15 Bab 15 Pulang
16 Bab 16 Menghibur
17 Bab 17 Jatuh ke Kolam
18 Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19 Bab 19 Anak yang Berbakat
20 Bab 20 Kebenaran Lain
21 Bab 21 Induk Chakra
22 Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23 Bab 23 Grow Up
24 Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25 Bab 25 Permintaan
26 Bab 26 Hutan Kematian
27 Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28 Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29 Bab 29 Sosok Misterius
30 Bab 30 Berdebat Kecil
31 Bab 31 Mugwort
32 Bab 32 Manusia Salju
33 Bab 33 Kilas Balik
34 Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35 Bab 35 Yuki Onna
36 Bab 36 Ushiuchibou
37 Bab 37 Kilatan Memori
38 Bab 38 Bunga Tidur
39 Bab 39 Para Pengawas
40 Bab 40 Kuil
41 Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42 Bab 42 Kelompok 7
43 Bab 43 Menyusuri Hutan
44 Bab 45 Melawan Kaibyo
45 Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46 Bab 46 Sakana
47 Bab 47 Topik Konyol
48 Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49 Bab 49 Misi
50 Bab 50 Raja Hutan
51 Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52 Bab 52 Bayi & Anak Muda
53 Bab 53 Kalajengking & Ular
54 Bab 54 Cahaya Misterius
55 Bab 55 Sword
56 Bab 56 Bayi Misterius
57 Bab 57 Negeri Misterius
58 Bab 58 Judi Gila
59 Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60 Bab 60 Teratai dari Surga
61 Bab 61 Kunci
62 Bab 62 Ujian Terakhir
63 Bab 63 Pilar Chakra
64 Bab 64 Warna Chakra
65 Bab 65 Batu Chakra
66 Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67 Bab 67 Akhirnya Bertemu
68 Bab 68 Sosok Bercahaya
69 Bab 69 Dunia Bawah
70 Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71 Bab 71 Giok Kematian
72 Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73 Bab 73 Menyadari Petunjuk
74 Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75 Bab 75 Rencana
76 Bab 76 Kebangkitan
77 Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78 Bab 78 Penglihatan
79 Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80 Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81 Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82 Bab 82 Giok Merah
83 Bab 83 Battle Antara Teman
84 Bab 84 Luka Batin
85 Bab 85 Menara
86 Bab 86 Tamu Berisik
87 Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88 Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89 Bab 89 The Last Battle
90 Bab 90 Formasi 12 Bintang
91 Bab 91 Akhir
92 Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93 Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94 Bab 94 Kolam Langit
95 Bab 95 Festival
96 Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97 Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98 Bab 98 Hiburan yang Gagal
99 Bab 99 Petunjuk Tersirat
100 Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101 Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102 Bab 102 Potongan Ingatan
103 Bab 103 Pertemuan
104 Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105 Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106 Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107 Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108 Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109 Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110 Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111 Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112 Bab 112 Meminta Kepastian
113 Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114 Bab 114 Reuni [END]
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1 Pertempuran
2
Bab 2 Menjelma ke Bumi
3
Bab 3 Pertemuan Pertama
4
Bab 4 Gelang Giok
5
Bab 5 Ayo Berteman!
6
Bab 6 12 Anak
7
Bab 7 Hari Pertama di Akademi
8
Bab 8 Anak Pembawa Sial
9
Bab 9 Kertas Chakra
10
Bab 10 Kelebihan & Kekurangan
11
Bab 11 Sensei Muda
12
Bab 12 Mencari Keberadaan
13
Bab 13 Bertemu
14
Bab 14 Menghampiri
15
Bab 15 Pulang
16
Bab 16 Menghibur
17
Bab 17 Jatuh ke Kolam
18
Bab 18 Pengendali Empat Elemen
19
Bab 19 Anak yang Berbakat
20
Bab 20 Kebenaran Lain
21
Bab 21 Induk Chakra
22
Bab 22 Menjemput Dewa Iblis
23
Bab 23 Grow Up
24
Ba 24 Otanjoubiomedetou Gozaimasu
25
Bab 25 Permintaan
26
Bab 26 Hutan Kematian
27
Bab 27 Sambutan Tidak Hangat
28
Bab 28 Hutan Tepi Sungai
29
Bab 29 Sosok Misterius
30
Bab 30 Berdebat Kecil
31
Bab 31 Mugwort
32
Bab 32 Manusia Salju
33
Bab 33 Kilas Balik
34
Ba 34 Kedatangan 2 Sosok
35
Bab 35 Yuki Onna
36
Bab 36 Ushiuchibou
37
Bab 37 Kilatan Memori
38
Bab 38 Bunga Tidur
39
Bab 39 Para Pengawas
40
Bab 40 Kuil
41
Bab 41 Sungai Bawah Tanah
42
Bab 42 Kelompok 7
43
Bab 43 Menyusuri Hutan
44
Bab 45 Melawan Kaibyo
45
Bab 45 Tanda di Dahi & Mata Merah
46
Bab 46 Sakana
47
Bab 47 Topik Konyol
48
Bab 48 Kembali ke Rumah Kayu
49
Bab 49 Misi
50
Bab 50 Raja Hutan
51
Bab 51 Hutan Tanpa Arah
52
Bab 52 Bayi & Anak Muda
53
Bab 53 Kalajengking & Ular
54
Bab 54 Cahaya Misterius
55
Bab 55 Sword
56
Bab 56 Bayi Misterius
57
Bab 57 Negeri Misterius
58
Bab 58 Judi Gila
59
Bab 59 Bayi Pembawa Keberuntungan
60
Bab 60 Teratai dari Surga
61
Bab 61 Kunci
62
Bab 62 Ujian Terakhir
63
Bab 63 Pilar Chakra
64
Bab 64 Warna Chakra
65
Bab 65 Batu Chakra
66
Bab 66 3 Iblis dari Dunia Bawah
67
Bab 67 Akhirnya Bertemu
68
Bab 68 Sosok Bercahaya
69
Bab 69 Dunia Bawah
70
Bab 70 Peristiwa Bersejarah
71
Bab 71 Giok Kematian
72
Bab 72 Mata Kanan yang Sakit
73
Bab 73 Menyadari Petunjuk
74
Bab 74 Dibohongi oleh Teman Masa Kecil
75
Bab 75 Rencana
76
Bab 76 Kebangkitan
77
Bab 77 Kembali ke Dunia Bawah
78
Bab 78 Penglihatan
79
Bab 79 Wanita Bergaun Merah
80
Bab 80 Apa kau menyukaiku?
81
Bab 81 Berpencar di Dunia Bawah
82
Bab 82 Giok Merah
83
Bab 83 Battle Antara Teman
84
Bab 84 Luka Batin
85
Bab 85 Menara
86
Bab 86 Tamu Berisik
87
Bab 87 Pengendali Elemen VS Iblis Tingkat Tinggi
88
Bab 88 Pertarungan yang Mengguncang Surga dan Neraka
89
Bab 89 The Last Battle
90
Bab 90 Formasi 12 Bintang
91
Bab 91 Akhir
92
Bab 92 Monumen Besar dari Kristal Bercahaya
93
Bab 93 Kebenaran Jutaan Tahun yang Lalu
94
Bab 94 Kolam Langit
95
Bab 95 Festival
96
Bab 96 Setelah 10.000 Tahun
97
Bab 97 Menghibur Dewa Perang
98
Bab 98 Hiburan yang Gagal
99
Bab 99 Petunjuk Tersirat
100
Bab 100 Mengatakan Kebenaran
101
Bab 101 Membangkitkan 6 Batu Chakra
102
Bab 102 Potongan Ingatan
103
Bab 103 Pertemuan
104
Bab 104 Kekacauan di Dunia Fana
105
Bab 105 Cinta atau Obsesi?
106
Bab 106 Semua Kembali ke Tempat Semula
107
Bab 107 Kembalinya Sang Dewi
108
Bab 108 Kediaman Dewi Cinta
109
Bab 109 Percakapan Antara Ibu & Anak
110
Bab 110 Masa 100 Tahun Kemudian
111
Bab 111 Undangan dari Dunia Dewa
112
Bab 112 Meminta Kepastian
113
Bab 113 Menyatukan 2 Hati
114
Bab 114 Reuni [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!