Bab Delapan Belas

Dibonceng mas Narendra, dada Aranti bergemuruh parah. “Apakah ini masih ada hubungannya dengan suara wanita yang gedor pintu sambil manggil-manggil sayang?” pikir Aranti benar-benar down. Otaknya mendadak tak bisa berpikir, benar-benar panas. Seolah, otak bahkan dadanya akan meledak hanya kebingungannya kepada apa yang dilakukan Davin di Yogyakarta.

“Buat apa itu, uang sebanyak itu?!” batin Aranti. Beruntung, mas Narendra bersedia menemaninya.

Kedatangan Aranti ke toko sembako milik ibu Susi, langsung mengusik sang pemilik. Di toko, ibu Susi benar-benar sendiri. Wanita itu tampak lesu dan awalnya sampai terkantuk-kantuk.

Makin hari, toko milik ibu Susi juga menjadi makin sepi. Apalagi, semenjak Aranti tak ikut mengurus, dan ibu Susi butuh banyak biaya untuk Davin, ibu Susi malah menaikan harga jual. Jadi, niat hati mendapatkan untung lebih, yang ada malah makin rugi. Karena yang ada, pembeli jadi kabur dan tak mau kembali lagi.

“Kalian ...?” sergah ibu Susi langsung berusaha menghakimi Aranti dan mas Narendra. Apalagi tadi, meski terus berusaha menjaga jarak, Aranti membonceng menyamping ke mas Narendra yang membawa motor matic warna hitam.

“Ma, aku bawa kabar penting. Ini mengenai mas Davin. Karena ternyata, selama ini, mas Davin hanya masuk sekali! Mas Davin enggak kuliah, Ma!” sergah Aranti langsung menceritakan semuanya.

Awalnya, ibu Susi terus menepis. Ibu Susi sangat yakin, apa yang Aranti bahkan mas Narendra jelaskan tentang Davin itu salah. Karenanya, mas Narendra nekat melakukan telepon video ke temannya yang menjadi asisten dosen. Petinggi kampus sengaja berkumpul dan menjelaskan status Davin. Sebab pengakuan Davin yang terus meminta ditransfer uang untuk membayar kuliah, juga sangat merugikan pihak kampus.

Ibu Susi langsung terduduk lemas. Sementara Aranti juga sudah sibuk menangis. Terlebih sejauh ini, Davin memang bukan tipikal lurus. Adanya Aranti di sana saja karena Davin telah menodainya dan berakhir hamil.

“Padahal aku berharap banget kamu berubah, Mas!” batin Aranti.

“Vin ... sebenarnya kamu kenapa, Vin?” lemas ibu Susi sambil menepuk-nepuk kepalanya menggunakan kedua tangan. Hingga yang ada, sanggul rambutnya jadi acak-acakan.

Aranti sengaja menelepon nomor ponsel Davin. Namun tiga telepon suara yang ia lakukan, tetap tidak mendapatkan balasan. Malahan di telepon selanjutnya, telepon yang Aranti lakukan justru ditolak.

“Selalu begini, Ma. Anakmu terus begini sejak aku kerja. Mas Davin hanya mengabari ketika minta ditransfer uang. Benar-benar hanya itu karena saat aku tanya, transferan sudah masuk atau belum, beneran hanya begini!” ucap Aranti yang menunjukkan layar ponsel pecahnya kepada ibu Susi. Ia sampai bersimpuh juga demi mengimbangi keadaan ibu Susi. Ia sengaja membuat ibu Susi mengetahui ruang obrolan WA-nya dengan Davin.

Mas Narendra yang ada di sana juga turut menyaksikannya. Betapa Davin sangat mengabaikan Aranti dan hanya mengabari ketika butuh ditransfer uang.

“Jangan buruk sangka ... jangan buruk sangka. Sabar, ... sabar. Ya Allah ... tiga bulan masa iya masih tetap begini? Jika menang kami bukan jodoh, ... tolong jauhkan kami. Aku ikhlas!” batin Aranti sambil menyeka tuntas air matanya. Ia harus segera kembali ke rumah makan karena ia masih harus bekerja.

“Aku berangkat kerja dulu, Ma. Hari ini aku kerja sampai malam karena temanku izin dan aku yang menggantikannya,” ucap Aranti sengaja menyalami tangan kanan ibh Susi dengan takzim. Bahkan meski ibu Susi melakukannya dengan setengah hati.

Aranti kembali dibonceng mas Narendra. Sepanjang perjalanan, baik Aranti maupun mas Narendra hanya diam. Alasan Aranti diam lantaran telanjur kecewa kepada Davin. Jauh di lubuk hatinya Aranti bersumpah tidak akan memberi Davin kesempatan jika suaminya itu terbukti bersalah. Selain itu, Aranti juga tidak sudi mentransfer uang lagi kepada Davin sebutuh apa pun Davin ke uang. Sedangkan alasan mas Narendra sengaja diam karena terlalu khawatir kepada Aranti.

“Kalau kamu, saya bisa minta teman saya buat cek ke tempat tinggal Davin,” sergah mas Narendra ketika mereka sampai di depan rumah makan.

Aranti sudah turun, sementara mas Narendra masih bertahan di motor. Dalam diamnya, mas Narendra menegaskan. Dirinya tak sudi menyebut Davin sebagai suami Aranti, sebab kelakuan Davin sekaligus cara Davin memperlakukan Aranti, tak pantas membuat pemuda itu disebut suami.

Aranti menghela napas dalam kemudian menggeleng. “Enggak, Pak. Saya sudah pasrah. S—saya ... mau minta diberesin saja.”

Mas Narendra paham maksud minta dibereskan yang Aranti katakan. Dengan kata lain, Aranti ingin mengakhiri pernikahannya dengan Davin.

“Sekali lagi, terima kasih banyak, yah, Pak. Tanpa Pak Narendra, semuanya pasti belum terungkap. Sekalian, ... saya juga mau minta maaf. Karena selama menolong saya, Pak Narendra juga jadi sering kena semprot bahkan fitnah keji dari mertua saya!” ucap Aranti sambil membungkuk santun.

“Akhir bulan ini, ... mending aku ke kota saja. Mending aku pergi ke tempat yang jauh dan enggak bisa dijangkau Davin. Karena andai aku tetap di sini, Davin dan keluarganya pasti terus ngerecokin. Andai aku enggak ada pinjaman ke tempat kerja, aku pasti minggat sekarang juga. Masalahnya, tempat kerjaku punya keluarga oak Narendra. Sementara selama ini, mereka sangat baik!” batin Aranti sambil terus menjalani aktivitasnya.

Melihat Aranti membuat mas Narendra makin kasihan. Apalagi di beberapa kesempatan, Aranti sibuk membenarkan selendang pengikat di bawah perut. Mas Narendra sampai melihatnya lantaran pria itu sengaja mengawasi Aranti. Ia khawatir, Aranti yang sedang hamil muda dan banyak beban pikiran, berakhir pingsan karena memang, Aranti sibuk bekerja layaknya pekerja lainnya.

••••

Setelah setengah hari hingga malam berusaha menghubungi Davin, akhirnya usaha ibu Susi mendapatkan hasil. Sekitar pukul setengah dua pagi, akhirnya Davin menerima telepon suara dari ibu Susi. Ibu Susi yang pelipis leher, tengkuk, dada bahkan sekujur tangannya ditempeli koyok cabe langsung nangis meraung-raung.

“Apa salah Mama, Vin? Apaaaa?”

“Mama ingin kamu jadi sarjana biar bisa dipamerin ke tetangga!”

“Mama ingin kamu jadi orang sukses hingga Mama merasa sangat bangga!”

Di depan kostnya, Davin jadi gelisah. Dari dalam kost terdengar Anggita yang tengah muntah-muntah. Namun, alasan sang kekasih begitu tak semata efek mengidam. Sebab Anggita memang kembali mabok karena kali ini saja, mereka baru pulang dugem. Dan sampai detik ini, Davin tengah mengumpulkan keberanian untuk mengabarkan tentang Anggita kepada sang mama.

“Seperti apa istrinya Davin? Davin sudah menikah di usianya yang sangat muda! Meski dia berdalih siap menceraikan istrinya dan menjadikanku yang utama, rasanya ... rasanya aku beneran enggak terima!” batin Anggita benar-benar emosi setelah ia mengetahui jati diri Davin yang sudah memiliki seorang istri. Davin mengatakannya sendiri, ketika mereka sedang dugem beberapa jam lalu.

Di tempat berbeda, Aranti memilih tidak pulang dan tinggal di kamar khusus karyawan yang ada di rumah makan. Namun, Aranti tetap tidak bisa tidur. Kedua matanya terus terjaga bahkan menangis.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

kenapa aku berharap Aranti keguguran aja ya.. mengingat keluarga Davin, dan si Davin sendiri kayak Gitu kelakuannya...

2024-07-28

1

Erina Munir

Erina Munir

bagus aranti...tinggalin aja laki kaya gitu mau enaknya aja...prett luh davin

2024-06-25

0

Al Fatih

Al Fatih

tinggalin sj sih Davin itu Ara.....,, stok sabarmu itu sebanyak apa sih,, masih mau d dzalimi terus...

2024-06-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2 2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3 Bab Tiga
4 4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5 Bab Lima
6 6 : Ceraikan Aku!
7 7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8 8. Keadaan yang Tidak Wajar
9 9. Hanya Status
10 10. Air Mata Pernikahan
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Hantaman Wajan
20 Bab Dua Puluh
21 21. Bab Dua Puluh Satu
22 Dua Puluh Dua
23 Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50 TAMAT
51 Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2
2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3
Bab Tiga
4
4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5
Bab Lima
6
6 : Ceraikan Aku!
7
7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8
8. Keadaan yang Tidak Wajar
9
9. Hanya Status
10
10. Air Mata Pernikahan
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Hantaman Wajan
20
Bab Dua Puluh
21
21. Bab Dua Puluh Satu
22
Dua Puluh Dua
23
Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50
TAMAT
51
Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!