Bab Enam Belas

“Mulai sekarang kamu harus cari pekerjaan tambahan karena biaya kuliah Davin sangat mahal. Begitu-begitu, Davin suamimu. Dia kuliah juga buat masa depan kalian!”

“Sudah jadi kewajiban kamu buat cari biaya kuliah Davin, kalau kamu memang istrinya Davin!”

Masih pagi, ibu Susi sudah kembali berisik. Padahal, Aranti sudah bekerja bak tengah menjadi budak kompeni. Kini saja, meski baru pukul setengah tujuh pagi dan ibu Susi baru bangun, semua lantai rumah sudah beres Aranti pel. Kaca rumah juga sudah kinclong. Selain meja saji yang juga sudah disertai menu sarapan maupun makan siang.

Pengeluaran untuk Davin yang tidak sedikit memang membuat ibu Susi kewalahan. Ditambah lagi, kedua tokonya mendadak kompak sepi. Sementara berharap ke sang suami pun, ibu Susi tidak mungkin.

“Kemarin malam Mama telepon papanya Davin, papa Davin malah ngaku kecopetan. Makanya enggak jadi pulang. Jadi, berharap ke papanya Davin juga enggak ada gunanya. Wong baru kecopetan, jangankan transfer dan kasih kita uang, masih bisa napas saja tuh orang untung!” cerita ibu Susi yang kemudian berdalih, hanya Aranti yang bisa diandalkan.

“Beneran hanya kamu yang bisa diandalkan karena Mama pun harus jaga dua toko sekaligus!” lanjut ibu Susi masih berisik.

“Masalahnya Ma. Mas Davin sudah wanti-wanti, aku enggak boleh kerja. Katanya kalau aku kerja ke orang lain, sama saja mempermalukan keluarga ini!” ucap Aranti masih berdiri tak jauh dari tudung saji. Ia berusaha memberi sang mama mertua pengertian.

Hari ini Aranti kembali puasa hingga ia tak ikut sarapan dengan ibu Susi. Namun andai Aranti tidak puasa, ibu Susi memang tipikal pelit dan tak mau berbagi makanan kepadanya. Padahal, Aranti juga yang masak. Namun hingga kini, ibu Susi sama sekali tidak menawari Aranti makan meski ibu Susi tengah membujuk Aranti. Ibu Susi bahkan tidak peduli meski sang menantu yang masih memegang tudung saji, tengah hamil muda.

“Urusan itu gampang! Nanti Mama yang urus!” yakin ibu Susi sambil melahap paha ayam gorengnya. Ibu Susi menatap Aranti tanpa dosa.

Aranti menghela napas pelan sekaligus dalam. Ia merenung serius, tapi tak berminat menyanggupi permintaan ibu Susi. “Namun ketimbang mengurus biaya kuliah mas Davin ... aku lebih memilih mengumpulkan uang buat persalinan dan juga masa depan anakku, Ma.” Aranti menyampaikannya dengan nada sedih. Karena memang sesedih itu dirinya yang tidak diberi nafkah, tapi malah terus dijadikan tulang punggung.

Mendengar balasan Aranti yang melakukannya sambil terus menunduk, emosi ibu Susi langsung tersulit. Gelas berisi air putih di sebelah tangan kanannya ia lempar ke wajah sang menantu.

Walah sempat sangat terkejut, ulah ibu Susi tetap Aranti tanggapi dengan menunduk.

“Sudah ikuti saja apa yang saya suruh!” marah ibu Susi sambil berdiri. Ia menatap marah Aranti yang sengaja ia jambak karena menantunya itu terus menunduk.

“Ma, udah Ma ... sakit!” mohon Aranti yang meski berusaha tegar bahkan kebal KDRT ibu Susi, pada akhirnya tetap kesakitan juga.

“Dengar, simak baik-baik. Saya akan menelepon Davin dan meminta Davin agar kamu diizinkan kerja!” tegas ibu Susi. “Urusan anakmu, itu nanti. Kalau adanya dia cuma nyusahin, lebih baik dia mati! Hanya anak settan yang hidupnya nyusahin!” ucap ibu Susi masih marah-marah.

Tangan kiri ibu Susi meraih ponselnya dari meja. Namun tangan kanannya tetap menjambak Aranti, meski sang menantu sudah memohon sekaligus meminta ampun. Ibu Susi menelepon nomor ponsel Davin seperti niat sekaligus tujuannya. Ia akan membuktikan kepada Aranti, bahwa dirinya bisa membuat Davin mengizinkan Aranti bekerja. Agar Aranti juga membantu mencari biaya kuliah Davin, hingga ibu Susi tidak harus berjuang sendiri.

“Jadi istri sekaligus menantu, memangnya harus sesakit ini? Memangnya aku enggak boleh melawan apalagi sampai melakukan kekerasan hanya untuk melindungi diriku yang sedang hamil? Masa iya, membela diri dosa? Jika membela diri dosa, yang Davin dan ibu Susi lakukan ke aku, disebut apa?” batin Aranti masih berusaha diam.

Sampai detik ini Aranti masih ragu. Aranti bahkan takut, keputusannya melawan tidak dibenarkan. Apalagi sejauh ini, ia hanya berjuang sendiri. Karena orang tuanya saja angkat tangan. Sementara andai Aranti ingin berkonsultasi, yang ada ibu Susi menyebutnya dosa karena konsultasi yang Aranti jalani wanita itu sebut mengumbar aib.

Di tempat berbeda, di kamar kost Davin, pemuda itu sedang kebingungan. Sebab Anggita yang baru keluar dari kamar mandi, memberinya test pack berhias dua garis merah.

“Kamu hamil ...?” lirih Davin tak percaya dan memang langsung terduduk lemas.

Davin tahu bahwa maksud dua garis merah hasil di test pack bertanda kehamilan.

“Ya tentu saja apalagi selain bikin terus, kita enggak pernah pakai pengaman,” manja Anggita yang kemudian langsung duduk di pangkuan Davin.

Kenyataan Anggita yang akhirnya hamil, sudah membuat Davin sangat pusing. Namun permintaan ibu Susi tak kalah membuat Davin pusing. Davin yang sengaja keluar dari kost agar obrolannya tidak didengar Anggita, tetap tidak ikhlas jika Aranti bekerja. Bukan karena Davin khawatir Aranti kelelahan. Melainkan Davin tidak ikhlas Aranti yang cantik dilihat laki-laki lain.

“Kalau Aranti enggak kerja ke orang lain, siapa yang mau bayar kuliah kamu? Biaya kuliah kamu di situ mahal banget, Vin!” ucap ibu Susi marah-marah kepada Davin.

Setelah telinga Davin sampai terasa panas akibat sang mama yang terus marah bahkan sampai teriak-teriak. Davin mengalah dan merelakan Aranti bekerja. Sementara untuk Anggita, Davin meminta kekasihnya itu untuk menggugurkan janinnya.

“Kamu tahu kan, bapakku galak? Lah ini kamu minta aku gugurin janin aku, sementara menggugurkan itu risikonya fatal!” marah Anggita benar-benar kecewa.

“Kamu harus nikahin aku!” tuntut Anggita.

Tuntutan dari Anggita sungguh membuat otak Davin tidak bisa berpikir.

“Aku yakin orang tua Davin orang kaya. Davin minta apa pasti langsung ditransfer sama mamanya. Jadi bisa aku pastikan, hidupku langsung berubah jaya setelah aku menikahinya! Bahkan meski pernikahan kami harus dilakukan dengan kehamilanku yang memang bukan anaknya!” batin Anggita yang kemudian menagih jawaban Davin lagi.

“Sayaaanggg! Sayang, kamu harus nikahin aku. Kamu sayang aku, kan? Kamu cinta aku, kan?”

“Ayo kita nikah!”

“Ayo kita nikah sebelum perut aku makin besar, Sayang!”

Anggita yang jadi berisik dengan segala tuntutannya, membuat Davin mengangguk-angguk. “Beri aku waktu buat menjelaskan ini ke ... orang tuaku!” ucap Davin yang dalam hatinya berkata, “Ayolah Vin ... Anggita lebih dari segalanya jika dibandingkan dengan Aranti. Jika memang Aranti tidak bisa menerima pernikahanku dengan Anggita, ... aku akan menceraikannya. Aku akan menikahi Anggita karena mama dan papa pasti sangat setuju. Anggita anak orang kaya, papa apalagi mama pasti bangga jika aku menikah dengan Anggita!”

Terpopuler

Comments

Nartadi Yana

Nartadi Yana

cocok deh kamu dapat pelacur mamamu ditinggal selingkuh dan usaha orang tuamu bangkrut sehingga kamu jadi gembel

2024-12-04

0

Abinaya Albab

Abinaya Albab

itu baru secuil karma ya Vin baru kena tipu

2024-10-30

0

Ria Lita

Ria Lita

ih aranti kok goblok amat sih tinggal kan kenapa tu manusia laknut

2024-10-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2 2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3 Bab Tiga
4 4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5 Bab Lima
6 6 : Ceraikan Aku!
7 7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8 8. Keadaan yang Tidak Wajar
9 9. Hanya Status
10 10. Air Mata Pernikahan
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Hantaman Wajan
20 Bab Dua Puluh
21 21. Bab Dua Puluh Satu
22 Dua Puluh Dua
23 Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50 TAMAT
51 Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2
2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3
Bab Tiga
4
4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5
Bab Lima
6
6 : Ceraikan Aku!
7
7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8
8. Keadaan yang Tidak Wajar
9
9. Hanya Status
10
10. Air Mata Pernikahan
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Hantaman Wajan
20
Bab Dua Puluh
21
21. Bab Dua Puluh Satu
22
Dua Puluh Dua
23
Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50
TAMAT
51
Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!