Kedatangan Aranti dan Davin bertepatan dengan kedua orang tua Aranti yang akan pergi ke sawah.
“Vin, tolong yang lebih sabar ya. Tolong hormati orang tuaku. Karena selain aku, orang tuaku juga jadi salah satu orang yang hancur akibat kehamilanku,” mohon Aranti.
Mendengar itu, Davin yang baru akan turun dari mobil berkata, “Kamu mau aku apa, kalau aku mau mengikuti kemauan kamu?”
Apa yang Davin katakan membuat Aranti bergidik. Aranti bahkan langsung mundur lantaran Davin tak segan mengungkung tubuhnya.
“Apa lagi? Dosa dari zina yang kita lakukan saja belum tentu akan tertutup meski aku tidak pernah ingin jadi bagian dari dosa itu!” kesal Aranti yang lagi-lagi menolak Davin.
Aranti merasa tak habis pikir, kenapa isi otak Davin seolah penuh dengan hal-hal yang membuat pemuda itu selalu ingin berzina dengannya.
Tanggapan dari Aranti yang lagi-lagi menolaknya, membuat Davin muak. Davin membalasnya dengan membuka sabuk pengaman Aranti dengan kasar. “Untung kamu cantik. Cantik banget! Kalau enggak ....”
Sambil menahan tangis, Aranti yang mendengar itu berkata, “Berarti kalau aku enggak cantik. Atau malah aku sudah enggak cantik, kamu sudah enggak mau lagi sama aku?”
Mendengar itu, Davin langsung kaget. Namun jika harus menjawab, jawabannya tentu iya.
Alasan Davin nekat memperkosa Aranti memang karena Aranti sangat cantik, meski Aranti tidak pernah bergaya. Meski Aranti tak pernah merias wajah bahkan sekadar memoles bibirnya dengan pelembab. Bibir tipis Aranti tetap berwarna merah jambu, sementara wajah maupun kulitnya yang lain berwarna putih bersih. Meski untuk lingkar mata Aranti memang agak hitam. Menandakan jika gadis yang kehilangan kegadisannya itu lelah atau malah sangat stres.
Yang paling Davin suka dari wajah Aranti selain bibir dan selalu membuat Davin tidak tahan, itu adalah pipi. Pipi yang agak berisi itu sangat amat kenyal. Tanpa jerawat bahkan yang berukuran paling kecil sekalipun. Termasuk juga anggota tubuh Aranti yang lain, Davin sangat mengagumi bahkan memujanya. Apalagi sebagai laki-laki normal, dan malah selalu mendapatkan penolakan. Yang ada Davin justru dendam.
“Ya sudah, ... kita enggak usah menikah! Aku bisa kok, menghidupi anak ini sendiri! Maaf sudah membuang-buang waktumu!” sergah Aranti buru-buru pergi dari sana.
Balasan Aranti membuat Davin merasa kecolongan. Davin segera menyusul Aranti dari pintu mobil yang berbeda. “Sstttt! Aku harus sabar, ... minimal sampai kami benar-benar menikah. Hanya tinggal beberapa jam lagi!” batinnya.
Aranti tak sampai pulang karena ia sadar diri, sebelumnya dirinya sudah diusir. Aranti memilih pergi dari sana dan bermaksud mengadu nasib demi masa depannya maupun janin di dalam rahimnya. Namun ketika ia menoleh ke belakang, Davin sudah berulah. Davin ia pergoki menyalami tangan kanan orang tua Aranti dengan sangat santun.
Pada akhirnya, sejengkel apa pun orang tua Aranti, keduanya tetap luluh. Apalagi selain Aranti telanjur hamil dan Davin mau tanggung jawab, Davin sampai memiliki mobil bahkan anak orang paling kaya di kecamatan mereka! Walau setelah sampai di rumah Davin, orang tua Aranti dibuat terkejut bukan main. Sebab kedatangan mereka sama sekali tidak disambut dengan baik.
“Jangan pernah berharap lebih kepada kami! Karena kami mau menikahkan putra semata wayang kami dengan putri kalian saja, sudah sangat untung!” tegas ibu Susi.
“Pantas putri kalian sukses menghancurkan masa depan Davin. Ya karena kalian terlalu miskin, hingga kalian tidak punya waktu buat didik anak!” tegas ibu Susi terus mencaci orang tua Aranti maupun Aranti.
Namun kali ini, Davin kerap menegur sang mama. Begitu juga dengan pak Deni selaku papanya Davin.
Andai, Aranti tidak telanjur hamil, tentu orang tua Aranti tidak akan sudi ada di sana, bahkan itu untuk menikahkan Aranti.
“Ya Allah, ... begininya bakalan bisa berubah jadi manusiawi enggak sih? Kalau memang bakalan terus begini, ... ya sudahlah, aku jadi ibu tunggal saja. Sekarang juga aku mau langsung kerja. Hasilnya bakalan aku tabung buat persalinan sekaligus keperluan setelahnya. Karena aku beneran enggak akan minta bantuan Davin apalagi orang tuaku,” batin Aranti yang jadi kerap mendapat lirikan tajam dari kedua orang tuanya.
Di ruang tamu kediaman orang tua Davin yang mewah, Aranti dan kedua orang tuanya sungguh ibu Susi permalukan. Penghulu dan rombongan menjadi saksi. Ibu Susi memfitnah Aranti dan kedua orang tuanya perihal kehamilan Aranti.
Aranti dan orang tuanya ibu Susi fitnah sengaja menjebak Davin agar Aranti hamil. Agar kehamilan Aranti bisa membuat ketiganya tak lagi hidup miskin. Keadaan di sana sungguh berdrama hingga Aranti memutuskan untuk tidak menikah. Aranti berdalih akan menjadi orang tua tunggal saja. Akan tetapi, kenyataan itu malah membuat ibu Susi makin emosi. Ibu Susi tak hanya berbuat kasar melalui ucapan. Karena ibu Susi tak segan memukuli wajah Aranti sekaligus menjambak Aranti.
Penghulu dan rombongan di sana bekerja sama untuk mendamaikan kedua pihak. Mereka juga membuat pernikahan Aranti dan Davin tetap terjadi. Efek Aranti yang sedang hamil membuat pernikahan Davin dan Aranti bersyarat. Aranti dan Davin tidak boleh campur atau itu melakukan hubungan suami istri. Nantinya, setelah bayi yang Aranti kandung sudah lahir, keduanya juga wajib melakukan ijab kabul ulang.
Selain Aranti dan Davin, atau setidaknya Aranti didandani meski itu sekadar penutup kepala emas kawin dari pihak Davin juga hanya selembar uang lima puluh ribu. Benar-benar hanya itu tanpa seserahan lain. Karena sebelumnya pun, ibu Susi yang memegang kendali di sana menegaskan, tidak akan ada acara lain termasuk resepsi bahkan sekadar acara ngunduh mantu.
“Ibu Susi dan pak Deni, mohon maaf. Di sini, sebagai penghulu saya hanya ingin memastikan. Benar, emas kawinnya hanya uang lima puluh ribu?” ucap sang penghulu.
Ibu Santi yang mendengar itu langsung tersenyum meledek pada ibu Susi yang duduk di hadapannya. “Tetangga saya, yang sehari-hari petani sama kuli bangunan saja, kasih calon istrinya 20 juta hanya untuk acara syukuran. Belum yang lain, termasuk emas dan pakaian yang jumlahnya bisa buat jualan. Memang beda, ya, berurusan dengan orang kaya? Ya sudah Pak Penghulu. Mungkin memang sudah jadi rezeki Aranti. Salah siapa dia hamil dulu! Kalau enggak sampai begitu, yang antre ke dia sangat banyak! Dia pasti bisa dapat lebih dari lima puluh ribu!”
Ibu Susi langsung tersulut emosinya. Ibu Susi tidak terima lantaran ibu Santi yang memakai gamis lecek bahkan aroma tubuhnya bau tanah pesawahan bus.uk, dengan terang-terangan menyera.ngnya. Pak Deni sampai kewalahan, dan lagi-lagi Aranti yang disalahkan. Karena andai Aranti tak telanjur hamil, pasti keadaan seperti sekarang tidak pernah ada. Meski Aranti sudah berulang kali menegaskan, bukan maunya hamil di luar pernikahan. Aranti korban Davin bahkan sekarang Aranti juga korban dari keegoisan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
sherly
luar biasa kisah Aranti dia yg diperkosa dia pula yg di aniaya oleh 2 keluarga pula tu .. indah bener hidup si Davin... kenapa juga kakak, ibu dan ayah si Aranti ngk pukul si Davin ya... hadew gemeesss aku
2024-07-28
0
Al Fatih
serba salah yaa jadi ara...,, ga minta tanggung jawab salah,, minta tanggung jawab malah d perlakukan kayak gitu....
2024-06-17
2
Erina Munir
ddiihhh...pueeliiit nya naudzubillahiminzaliq....
2024-05-12
0