Bab Tujuh Belas

Setelah keputusan Davin yaitu mengizinkan Aranti bekerja sekaligus diam-diam melanjutkan hubungannya dengan Anggita, Davin makin jarang menghubungi Aranti. Kadang dalam satu hari, pesan yang Aranti kirimkan juga tidak dibaca. Lalu di hari berikutnya meski sudah dihiasi dua centang biru, pesan Aranti juga tetap tidak dibalas.

Davin juga nyaris tidak pernah menelepon Aranti lagi. Termasuk sekadar meminta kiriman foto maupun vidio Aranti dalam keadaan tak berbus.ana dan selama ini tidak pernah Aranti ladeni. Davin juga tak pernah melakukannya lagi.

Davin hanya akan mengabari ketika pemuda itu butuh transferan. Yang mana setelah ditransfer, Davin akan kembali sepi tak lagi mengabari, bahkan walau Aranti tagih.

Tukang Mi Ayam : Sibuk banget apa bagaimana?

Tukang Mi Ayam : Mas sehat, kan?

Tukang Mi Ayam : Itu tadi aku cuma bisa transfer dua juta. Soalnya sisanya buat periksa ke dokter sekalian buat tabungan persalinan.

Kini karena ponsel Davin sudah kerap dikontrol oleh Anggita, kontak nomor ponsel Aranti juga sengaja Davin ubah.

“Beb, si Tukang Mi Ayam siapa sih? Kok mencurigakan gini WA, nanya-nanya kayak dekat aja sama kamu,” tanya Anggita kepada Davin yang tengah fokus di depan laptop.

Akan tetapi, alasan Davin sibuk di depan laptop bukan karena pemuda itu sedang belajar apalagi mengurus tugas kuliah. Melainkan karena Davin sedang asyik main game.

“Ya tukang mi ayam langganan aku. Dia itu sering disuruh-suruh transfer uang ke aku sama mama aku. Dia nenek-nenek, tapi kalau kamu enggak suka, block saja!” balas Davin dengan entengnya tanpa sedikit pun berpaling dari layar laptopnya. Begitu pula dengan kedua tangannya yang sibuk memencet stik game.

“Kalau nomor dia diblokir, kita mau minta transfernya ke siapa? Itu katanya dia cuma transfer dua juta, tapi kenapa sisanya buat periksa dan ... sekalian buat persalinan? Itu maksudnya gimana? Katanya nenek-nenek kok mau buat tabungan persalinan?” tanya Anggita.

“Ya persalinan kamu lah. Memangnya persalinan siapa lagi?” balas Davin jadi makin pintar berbohong.

“Davin keren banget ya. Kerjanya cuma main game, mab.ok, dugem, beneran cuma senang-senang, tapi butuh apa pun langsung bisa,” batin Anggita yang kemudian menanyakan hari pernikahan mereka.

“Oh iya ya ... mending aku menikah dengan Anggita. Soalnya hidup cuma begini-begini beneran bosen banget,” batin Davin.

“Nanti perutku keburu besar loh. Apa kata dunia atau setidaknya pembaca yang aku yakin enggak suka ke kita! Tuh lihat, mereka pasti langsung gatel buat nulis komentar!” ucap Anggita masih berusaha menarik perhatian Davin. Ia duduk di sebelah Davin setelah sampai merebut stik game-nya.

Davin menatap berat sekaligus serius kedua mata Anggita. “Kamu siapnya kapan?”

Balasan dari Davin barusan langsung membuat Anggita tersenyum lebar. Anggita seolah diterbangkan ke awan dan memang jadi tidak bisa berkata-kata saking bahagianya.

Di dada Anggita seolah banyak kembang api warna warni yang meledak. “Akhirnya cita-citaku jadi orang kaya sebentar lagi terwujud!” batin Anggita.

Di ruang ATM, Aranti yang masih menunggu balasan pesan WA-nya kepada sang suami, nyaris tabrakan dengan mas Narendra. Hanya saja, keduanya yang sama-sam fokus kepada ponsel dengan sigap mengerem langkah. Keduanya yang refleks menatap memastikan wajah sosok di hadapannya juga kompak mundur satu langkah.

“ATM-nya, lagi enggak ada yang pake, kan?” tanya mas Narendra agak canggung. “Kenapa aku harus canggung ke Aranti?” pikirnya.

Meski menjadi istri yang tertindas, Aranti tetap menjaga penampilannya. Sebab pekerjaan yang Aranti jalani yaitu menjadi pelayan di rumah makan milik orang tua mas Narendra, juga menuntut Aranti selalu tampil menarik.

“Kosong, Pak!” ucap Aranti sopan sambil mengangguk-angguk.

Karena Aranti tampak merenung dan seperti ada yang dipikirkan, mas Narendra tak jadi masuk ruang ATM.

“Ada yang ingin kamu tanyakan?” tanya mas Narendra sambil balik badan.

Aranti yang awalnya langsung akan melangkah, langsung terdiam. “Eh, tuh orang bisa baca pikiran apa gimana, sih?” batinnya yang kemudian balik badan.

Walau ragu, bahkan Aranti sampai menahan napas karena pria bertubuh tinggi bidang di hadapannya siap menyimaknya. Aranti pun cerita. Ini mengenai biaya kuliah Davin dan memang Aranti konsultasikan kepada mas Narendra.

Membahas wanita yang sampai membiayai pasangannya kuliah, yang mas Narendra ingat itu langsung mamanya. Karena dulu, ibu Arimbi sang mama juga pernah melakukannya—baca novel : Talak Di Malam Pertama (Kesucian yang Diragukan).

Niatnya tentu baik yaitu sama-sama berjuang. Si wanita yang mencari modal, sedangkan si lelaki yang belajar. Masalahnya, si laki-laki malah kurang a.jar dan tak segan membuang si wanita setelah dirinya sukses. Hingga yang ada, niat berjuang bersama demi masa depan yang lebih baik, tak pernah terlaksana.

“Itu beneran di luar uang pendaftaran?” lembut mas Narendra sambil tetap menggenggam ponselnya.

Aranti yang menyimak serius, hingga ia juga jadi bertatapan serius dengan mas Narendra, berangsur menggeleng. “Enggak, Pak. Pendaftaran sudah beres sebelum saya ikut ke Yogyakarta.”

“Lah terus, ... itu bilangnya buat bayaran apa?” balas mas Narendra.

“Ya ... ya bayaran aja gitu, Pak. Enggak ada penjelasan, cuma buat bayaran gitu saja pas dia minta uang dan harus transfer,” jelas Aranti.

“Harus banget gitu, ya?” ucap mas Narendra sambil agak melakukan peregangan punggung. Sebab berkomunikasi secara saksama dengan Aranti yang jauh lebih pendek darinya, membuat punggung apalagi tengkuknya pegal.

Aranti yang sadar diri telah membuat punggung sekaligus tengkuk mas Narendra pegal, segera naik ke lantai teras paling atas. Namun, mas Narendra yang tidak sengaja memergokinya, malah menertawakannya. Aranti langsung salah tingkah sekaligus merasa bersalah karenanya.

Namun kemudian, mas Narendra menghubungi kenalannya dan kebetulan merupakan asisten dosen di kampus Davin belajar.

“Aku konsultasi ke orang yang tepat. Ya ... meski aku enggak yakin, ini dosa karena sudah curiga ke suami sendiri. Atau bahkan ini malah tergolong mengumbar aib suami. Entahlah, pusing banget kalau tiap dua minggu sekali harus transfer minimal dua juta setengah. Uang sebanyak itu aku cari mati-matian dari jualan online sekaligus anyam bulu mata, selain gaji pokokku kerja di rumah makan keluarganya pak Narendra. Untuk gaji di rumah makan boleh aku ambil dua minggu sekali. Lah kalau enggak ... alamatnya beneran dipaksa jual di.ri sama mama Susi!” batin Aranti.

Di usianya yang masih sangat muda dan memiliki pengalaman bu.ruk dalam hubungan. Memang membuat Aranti dilema. Bukan hanya hubungan keluarga orang tuanya yang jauh dari harmonis dan itu sangat melukai mental Aranti. Namun juga hubungannya sendiri dengan sang suami yang diawali dengan trauma sekaligus benci. Ditambah lagi, memiliki mertua kaya pun bukannya mengayomi, malah terus menyakiti. Semua keadilan yang Aranti perjuangkan selalu dianggap sebagai mengumbar aib sumber dosa.

“Coba dicek lagi, Mas. Masa mahasiswa yang bernama Davin Parendra Putra jurusan .... hanya masuk sekali?” panik mas Narendra.

“Hah ...? Ini apa lagi? Kalau memang mas Davin cuma masuk sekali sementara sampai sekarang sudah tiga bulan maa Davin di Yogyakarta ...,” batin Aranti tak kalah panik. Ia yang awalnya duduk di teras tempat ia berpijak, berangsur berdiri.

Aranti tidak bisa untuk tidak gelisah. Ia menyimak setiap obrolan mas Narendra dengan temannya yang jadi asisten dosen si kampus Davin harusnya bernaung.

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

memang suami ga benar tuh si Davin

2024-04-26

1

W_E_N_A

W_E_N_A

Ayo Mb...update lagi...beneran g sabar pengen lihat mama susi kecewa...sukurin tuh...

2024-04-25

0

W_E_N_A

W_E_N_A

Ho oh bener...sudah g sabar lihat Davin dijebak oleh kamu...🤣🤣🤣

2024-04-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2 2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3 Bab Tiga
4 4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5 Bab Lima
6 6 : Ceraikan Aku!
7 7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8 8. Keadaan yang Tidak Wajar
9 9. Hanya Status
10 10. Air Mata Pernikahan
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Hantaman Wajan
20 Bab Dua Puluh
21 21. Bab Dua Puluh Satu
22 Dua Puluh Dua
23 Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50 TAMAT
51 Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2
2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3
Bab Tiga
4
4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5
Bab Lima
6
6 : Ceraikan Aku!
7
7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8
8. Keadaan yang Tidak Wajar
9
9. Hanya Status
10
10. Air Mata Pernikahan
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Hantaman Wajan
20
Bab Dua Puluh
21
21. Bab Dua Puluh Satu
22
Dua Puluh Dua
23
Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50
TAMAT
51
Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!