7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan

Davin tidak mau kehilangan Aranti. Karena sampai saat ini, Aranti tetap menjadi wanita paling cantik. Aranti masih menjadi wanita paling indah dalam hidup seorang Davin.

“Biiiii, bantuiiin!” teriak Davin sambil lari keluar dari dalam kamarnya.

Davin tidak kuat jika harus membopong tubuh Aranti dalam jarak jauh, meski istrinya bertubuh mungil. Namun dengan segera, ART di rumah Davin malah jauh lebih kuat membopong tubuh Aranti.

Davin memboyong Aranti menggunakan mobil. Ia sengaja meninta sang ART untuk ikut serta. Tak semata untuk kembali membantunya membopong tubuh Aranti. Namun juga untuk mengurus keperluan lain juga termasuk mengurus pendaftaran. Ditambah lagi, kenyataan tubuh Aranti yang babak belur. Davin merasa sanksi atas kenyataan tersebut. Davin terlalu takut, kenyataan tersebut malah membuatnya berurusan dengan pihak kepolisian karena dokter pasti tidak akan tinggal diam.

“Maka dari itu, aku sengaja bawa Ranti ke klinik saja. Enggak kebayang kalau ke rumah sakit besar, pasti ... ya begitu lah,” ucap Davin yang bergegas turun dari mobilnya.

Mereka telah sampai ke klinik yang lokasinya memang tidak begitu jauh dari rumah Davin. Meski memang, lokasi rumah orang tua Davin dengan kliniknya sudah beda kecamatan.

Tak jauh dari mereka, seorang pria berusia tiga puluh tahun, terpincang-pincang dalam melangkahnya. Penampilan pria bernama Narendra atau yang akrab dipanggil Mas Rendra itu terbilang miris. Karena kemeja lengan panjang sebelah kiri dan juga celana bahan sebelah kiri yang dipakai, sobek khas kecelakaan akibat bergesekan dengan aspal. Namun, mas Rendra yang memang baru keluar dari klinik, tetap sigap membantu ketika melihat bi Iyem justru membopong Aranti. Meski masih terpincang-pincang, ia tetap mengambil alih Aranti yang memang sudah tak sadarkan diri.

“Ini kenapa?” sergah mas Rendra yang memang sangat syok dengan keadaan Aranti.

“Gadis ini ... dia Aranti reseller terbaik di usaha keluargaku, kan? Dia ikut jual makanan dari rumah makan. Dia juga jual aneka nuget dan sosis milik kakek Angga. Dia juga ada di usahanya ayah Akala. Di usaha rambut palsu juga. Dan kalau enggak salah, dia masih sekolah. Tapi kok, tubuhnya kayak habis diamuk warga satu kampung? Lebam semua,” batin mas Narendra sambil membopong Aranti.

Davin yang menyetir mobil Aranti dikeluarkan, tak luput dari perhatian mas Narendra yang notabene seorang pengacara. Selain itu, layaknya apa yang sempat mas Narendra katakan pula, Aranti yang memang masih sekolah dan itu kelas dua SMA, juga merupakan karyawan dari usaha keluarganya.

“Lah Mas, itu kamu bawa siapa? Tadi kamu tekor dari motor. Dikasih pilihan jodoh yang bagus, biar beneran ada yang dipeluk secara nyata, Mas malah lebih milih meluk bahkan nyium aspal! Tuh lihat, bibir kamu sampai jontor begitu!” ucap seorang pria paruh baya dan mas Narendra panggil Uncle Azzam.

Tanpa terlebih dahulu melewati proses pendaftaran, mas Narendra langsung membawa Aranti ke dalam IGD. Ia diikuti oleh dua orang perawat yang berjaga dan awalnya ada di ruang pendaftaran. Karena kebetulan, klinik tersebut merupakan milik saudara mas Narendra.

“Uncle ... tolong panggilin istri Uncle buat tangani dia. Dia karyawan kita, kan? Yang masih SMA itu? Aku agak pangling ke wajahnya soalnya ....” mas Narendra yang baru membaringkan tubuh Aranti, tak kuasa menjelaskan keadaan fisik Aranti yang nyaris semuanya berlebam.

“Innalilahi ... ini pasti tangan dakjal ini, yang sudah tega biada.b begini!” cerocos pak Azzam yang memang buru-buru pergi dari sana. Kebetulan, Sundari sang istri merupakan bagian dari dokter pokok di klinik keluarga mereka.

Seperti yang Davin duga, lebam di tubuh Aranti memang mendatangkan masalah baru untuknya. Akan tetapi, keadaan Aranti juga bisa jadi makin fatal andai Davin membiarkannya begitu saja. Termasuk juga, andai Davin membiarkan Aranti berobat dengan orang lain tanpa dirinya. Ditakutkan, orang tersebut salah memberi keterangan dan membuat keadaan makin runyam.

Meski berat bahkan takut, Davin yang kerap mendapat lirikan tajam dari orang-orang di sana, memaksa dirinya untuk segera angkat bicara. Apalagi tatapan yang ia dapat, khas tatapan curiga bahkan menuduh.

Bertepatan dengan datangnya dokter Sundari yang datang bersama pak Azzam, Aranti sudah beres dipasang infus.

“D—dia pendarahan ....” Davin sungguh berat hanya karena mengatakannya.

“Hah? Pendarahan?” refleks mas Narendra yang memang masih ada di sana.

Kedua perawat yang masih ada di sana, segera mengecek keadaan Aranti. Mereka tak menemukan pendarahan yang Davin maksud. Hingga dokter Sundari yang sudah langsung memasang stetoskopnya menanyakannya.

“Kalau boleh tahu, pendarahan yang bagaimana, ya, Mas? Apakah sebelumnya sudah diberi pertolongan?” lembut dokter Sundari yang tetap fokus menangani keadaan Aranti. Wanita berhijab merah muda itu menunggu tanggapan Davin yang tak kunjung ia dapatkan.

“Pendarahan ...,” ucap Davin tetap berat untuk jujur, meski ia tahu, kejujurannya sangat penting untuk Aranti.

“Ini anak mencurigakan banget!” batin mas Narendra.

Alasan mas Narendra tetap bertahan di sana, tak semata karena ia kenal Aranti dan klinik keberadaan mereka merupakan klinik keluarganya. Sebab gerak-gerik Davin, juga kenyataan pemuda itu yang membawa Aranti, membuatnya ingin tahu lebih lanjut. Sebagai seorang pengacara yang terbiasa membela rakyat kecil, mas Narendra juga akan mengusut luka-luka di tubuh Aranti.

“Pendarahan bagaimana?!” sergah mas Narendra yang memang jadi geregetan kepada Davin. Sebab Davin tak kunjung jujur menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Padahal dari gerak-gerik Davin, mas Narendra yakin ada sesuatu yang fatal dan sulit Davin ungkapkan. Sementara sesuatu yang fatal itu mas Narendra yakini masih berkaitan dengan kesehatan Aranti, dan sempat Davin katakan pendarahan.

Deg-degan parah, itulah yang Davin rasakan ketika semua orang dewasa di sana, menatapnya penuh kecurigaan. Ia tidak bisa untuk tidak gelisah. Ia jadi sibuk menghela napas pelan sekaligus dalam, tanpa berani menatap apalagi membalas setiap tatapan di sana.

“Dia hamil ....” Akhirnya ucapan itu keluar dari bibir tipis Davin.

Ucapan yang langsung membuat mas Narendra, dokter Sundari, dan juga pak Azzam tercengang. Sebab yang mereka tahu, selain merupakan gadis baik-baik meski berasal dari keluarga tidak punya, Aranti yang sangat pekerja kelas juga masih kelas dua SMA!

“Hamil ...?” lirih mas Narendra, pak Azzam, dan juga dokter Sundari.

Terpopuler

Comments

Abinaya Albab

Abinaya Albab

mb' Zura gk pernah nongol ya dia kn juga dokter kembaran Azzam klo gk salah aku lupa /Facepalm//Silent/

2024-10-30

0

Damai Damaiyanti

Damai Damaiyanti

wah keluarga mas azzam yg nolong,ayo mas tolong aranti dari para dakjal laknat itu,

2024-07-03

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

narendra tau2 udh besar ya

2024-04-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2 2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3 Bab Tiga
4 4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5 Bab Lima
6 6 : Ceraikan Aku!
7 7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8 8. Keadaan yang Tidak Wajar
9 9. Hanya Status
10 10. Air Mata Pernikahan
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Hantaman Wajan
20 Bab Dua Puluh
21 21. Bab Dua Puluh Satu
22 Dua Puluh Dua
23 Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50 TAMAT
51 Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2
2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3
Bab Tiga
4
4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5
Bab Lima
6
6 : Ceraikan Aku!
7
7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8
8. Keadaan yang Tidak Wajar
9
9. Hanya Status
10
10. Air Mata Pernikahan
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Hantaman Wajan
20
Bab Dua Puluh
21
21. Bab Dua Puluh Satu
22
Dua Puluh Dua
23
Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50
TAMAT
51
Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!