Bab Tiga

“Selamat pagi, ... Pak, ... Bu. Nama saya Aranti. Maksud kedatangan saya ke sini karena saya hamil anak Davin. Davin mem—” Aranti sengaja memulai lantaran Davin tak kunjung memulai.

Aranti berniat jujur, mengatakan yang sesungguhnya termasuk itu mengenai alasannya hamil yaitu karena diperkosa oleh Davin. Meski karena keputusannya itu juga, dadanya seolah nyaris meledak lantaran jantungnya berdentam sangat cepat. Sesak pun turut Aranti rasa sangat menyiksa akibat ketakutan yang ia rasakan. Berhadapan dengan orang tua Davin yang menatapnya saja dengan sangat tajam. Orang tua Davin apalagi sang mama, seolah akan menerkam Aranti detik itu juga!

Akan tetapi, Davin yang yakin Aranti akan jujur dan mengatakan bahwa ia telah memperkosa Aranti, segera mengambil alih. “Itu kecelakaan!” Sesingkat itu ia memberi penjelasan dan memang sengaja membela diri.

“Hah? Maksud Davin apa? Dia mau membela diri dan lari dari tanggung jawab?” batin Aranti benar-benar terkejut di tengah kesibukan tangan kanannya yang terus mengibaskan genggaman tangan kiri Davin.

Akan tetapi, pemikiran Aranti barusan langsung usai ketika tamparan panas dari ibu Susi selaku mama Davin, mendarat di pipi kirinya.

Davin sengaja menepis apa yang terjadi meski ia masih menggandeng erat tangan kanan Aranti. Davin tak mau ikut campur dan membiarkan semuanya terjadi. Bahkan meski ia sadar, Aranti mengharapkan pembelaan sekaligus perlindungan darinya.

“Kamu anaknya siapa? Rumah orang tua kamu di mana? Kamu sengaja menjebak Davin karena kamu sudah bosan hidup miskin?!” lantang ibu Susi sambil sesekali mendorong kening Aranti atau malah memukuli wanita muda bertubuh mungil yang baru saja mengaku sedang hamil.

Perlakuan ibu Susi kepada Aranti memang tidak beda dengan perlakuan keluarga maupun orang tua Aranti, kepada Aranti.

“Davin memperkosa saya, Bu!” tegas Aranti berusaha memperjuangkan haknya meski air matanya makin sibuk berjatuhan.

Mendengar apa yang baru saja Aranti katakan, ibu Susi makin meradang. Ia tak segan menggunakan dompet lipatnya untuk memukuli kepala maupun punggung Aranti.

“Kamu pikir, hanya modal cantik bisa menjadi istri Davin, hah?!” ucap ibu Susi di tengah kesibukannya memukuli Aranti.

“Kalau saya boleh memilih, saya juga tidak mau ada di posisi ini, Bu! Wanita mana yang mau hamil di luar pernikahan dan selalu dianggap sebagai aib?” isak Aranti sambil terus berusaha mengakhiri jambakan ibu Susi kepadanya.

Ibu Susi tetap menjambak Aranti sekuat tenaga. Aranti sudah membungkuk parah sementara kedua tangannya berusaha melepas kedua tangan ibu Susi dari rambut di kepala kirinya.

“Bukan mauku hamil di luar nikah, Bu! Apalagi aku masih kelas dua SMA. Masa depanku masih sangat panjang, selain aku yang juga merupakan murid beasiswa.”

“Terlepas dari semuanya, meski Davin banyak yang suka, selama ini saya selalu menghindar bahkan menolaknya. Saya selalu menjaga jarak darinya.”

“Namun apa daya, dia dibantu teman-temannya dan tak segan memperkosa saya di gudang sekolah!”

Aranti terus tersedu-sedu kesakitan. Ibu Susi terus menjambaknya meski Aranti sudah terduduk di lantai. Namun, dua pria di sana termasuk Davin, tak ada yang peduli. Keduanya tetap diam di tengah kegelisahan masing-masing.

Ibu Susi sangat tidak terima lantaran putra kesayangannya harus menghamili Aranti yang ia yakini berasal dari keluarga miskin. “Bisa-bisanya kamu menghancurkan masa depan Davin bahkan keluarga kami! Saya tidak terima dan saya akan melaporkan kamu ke polisi!”

Mendengar sang mama menyebut-nyebut polisi, Davin langsung tercengang. Ia menatap tak percaya sang mama yang masih tampak sangat murka kepada Aranti.

Tanpa ragu, Aranti yang masih tersedu-sedu berkata, “Iya, Bu. Baik, ... jika memang itu mau Ibu. Ayo, ... ayo kita selesaikan kehamilan saya yang akibat diperkosa Davin, ke polisi!”

Kesanggupan Aranti malah membuat ibu Susi jengkel.

“Ma, aku mau!” sergah Davin sengaja angkat suara. Ia tak mau perkaranya sampai ke pihak kepolisian. Karena Davin yakin, dirinya akan diadili. Belum lagi, dari segi usia pun, Davin sudah mencukupi untuk dijadikan tersangka.

“Aku mau menikah dengan Aranti. Aku mencintai Aranti! Aku enggak bisa tanpa Aranti!” tegas Davin sambil menatap sang mama.

Mendengar itu, ibu Sulis langsung lemas. Bukannya mengamuk sang putra yang dari cerita Aranti telah melakukan kesalahan fatal, ibu Sulis justru mendorong Aranti yang sebelumnya juga tengah ia jambak sekuat tenaga. Aranti langsung terbanting nyaris tengkurap. Wajah Aranti yang menghantam lantai di sana lebih dulu.

Sampai detik ini, Aranti masih tersedu-sedu. Jauh di lubuk hatinya ia berharap, keadilan benar-benar akan ia dapatkan untuknya maupun sang janin.

“Baik, ... baik saya akan menikahkan kamu dengan Davin!” tegas ibu Sulis.

“Alhamdullilah ya Allah, ... akhirnya calon anakku punya masa depan. Anak ini bakalan tetap punya ayah!” batin Aranti masih menunduk dalam. Karena setelah KDRT yang ia terima dari banyak orang, lagi-lagi, ia memang kesakitan.

“Syukurlah akhirnya kami akan menikah. Dengan begini, Aranti bakalan terikat denganku. Aranti tak bisa menolak aku lagi apalagi memiliki hubungan dengan pria lain!” batin Davin yang sampai saat ini tetap belum mengulurkan tangannya untuk meringankan beban Anarti.

“Namun selama kalian menikah, kamu tidak boleh menuntut apa pun. Termasuk urusan nafkah karena Davin masih harus fokus kuliah!” lanjut ibu Susi.

“Termasuk juga mengenai pernikahan. Tidak akan ada yang namanya pesta apalagi seserahan mewah! Cukup ijab kabul saja itu pun kalau bisa jangan sampai orang-orang tahu!” tegas ibu Susi lagi yang kemudian berkata, “Kami mau menikahkan kamu dengan Davin saja untung!”

“Ya Allah ya Rabb ... lembutkanlah hati orang-orang dalam hidupku. Sadarkanlah bahwa kekerasan yang mereka lakukan, salah,” batin Aranti.

Bersama Davin yang memang sudah bisa menyetir mobil, Aranti berniat menjemput orang tuanya. Karena ibu Sulis ingin pernikahan Aranti dan Davin dilakukan hari ini juga meski tanpa pesta bahkan sekadar bawaan untuk emas kawin.

Aranti langsung menepis genggaman tangan Davin ketika pemuda itu melakukannya. Aranti tak hanya membatasi dirinya dari Davin. Sebab ia juga kecewa lantaran pemuda berkulit putih itu tak ada usaha sedikit pun untuk melindungi.

“Sekadar membelaku saja, tadi kamu enggak, kan?” ucap Aranti ketika Davin memasang wajah jengkel menatapnya.

“Ya kamu kira-kira dong. Posisiku salah, masa masih harus bikin orang tuaku makin kecewa? Yang ada aku dikutuk jadi batu!” balas Davin yang kemudian menghela napas kesal.

Lagi, Davin yang memiliki obsesi sangat tinggi kepada Aranti, kembali meraih tangan kanan Aranti.

“Ya Allah, ... rasa benciku ke Davin beneran belum berubah, meski sekarang aku sedang hamil anaknya. Malahan cara dia yang terus agresif asal pegang begini, enggak hanya bikin emosi. Karena yang ada, aku juga merasa jijik!” batin Aranti masih berusaha menepis genggaman tangan kiri Davin.

Davin memang kaya, gaul, merupakan kapten basket dan sempat menjadi bagian dari pengurus OSIS di sekolah. Selain itu, fisik dan ketampanan Davin juga di atas rata-rata. Namun, semua itu tak mampu membuat Aranti menjatuhkan hatinya kepada Davin. Termasuk itu mengenai kenyataan Aranti yang kini tengah mengandung benih Davin.

“Ya Allah, ... mau jadi apa rumah tangga kami ... meski jawaban itu baru akan aku dapatkan setelah lembaran demi lembaran aku jalani. Entah kenapa, ... rasanya sebingung ini. Apalagi sekadar dukungan dari orang tua saja, aku enggak,” batin Aranti.

“Ya Allah, salahkah jika aku ingin tetap memberi janin ini kehidupan layak?” lirih Aranti ketika akhirnya, mereka sampai di jalan depan rumah orang tuanya.

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

dasar biadab kalian

2024-10-30

0

sherly

sherly

hadew miris bener hidupmu Arianti di keluargamu dipukul dicaci eh di sini juga kamu kena jambak,,kasian bener kamu tu manusia bukan samsak tinju... kabur aja

2024-07-28

0

Damai Damaiyanti

Damai Damaiyanti

semoga ada yg nolong aranti,kamu kuat

2024-07-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2 2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3 Bab Tiga
4 4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5 Bab Lima
6 6 : Ceraikan Aku!
7 7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8 8. Keadaan yang Tidak Wajar
9 9. Hanya Status
10 10. Air Mata Pernikahan
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Hantaman Wajan
20 Bab Dua Puluh
21 21. Bab Dua Puluh Satu
22 Dua Puluh Dua
23 Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50 TAMAT
51 Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2
2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3
Bab Tiga
4
4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5
Bab Lima
6
6 : Ceraikan Aku!
7
7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8
8. Keadaan yang Tidak Wajar
9
9. Hanya Status
10
10. Air Mata Pernikahan
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Hantaman Wajan
20
Bab Dua Puluh
21
21. Bab Dua Puluh Satu
22
Dua Puluh Dua
23
Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50
TAMAT
51
Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!