8. Keadaan yang Tidak Wajar

“Kami sudah menikah. Sementara untuk luka-lukanya, aku kurang tahu. Karena aku saja baru bertemu dia dan itu sudah dalam keadaan begini,” jelas Davin tak mau ambil pusing. Ia benci jika harus ditatap tidak nyaman menyudutkan layaknya sekarang. Benar saja, penjelasan yang ia lakukan barusan langsung menyudahi tatapan tidak nyaman itu.

Mas Narendra dan pak Azzam makin tidak bisa berkata-kata. Keduanya juga langsung angkat kaki dari sana lantaran biar bagaimanapun, pemeriksaan yang akan dilakukan kepada Aranti, sangat privasi.

Hanya Davin yang tetap tinggal di sana bersama dua perawat yang menemani dokter Sundari. Aranti mendapatkan pemeriksaan layaknya wanita hamil pada kebanyakan yang mengalami pendarahan.

“Kalau memang baru bertemu, Mas tahu sudah dari kapan, istrinya pendarahan?” lembut dokter Sundari sambil memakai sarung tangan karet.

“Itu ....” Karena sudah berbohong, Davin juga ragu memberikan penjelasan selanjutnya. Haruskah ia melanjutkan kebohongannya dan bisa membuat Aranti maupun janin mereka berada dalam bahaya? Atau, jujur tapi malah bisa membuat dirinya sendiri ada dalam bahaya?

Dokter Sundari akan memastikan jalan lahir Aranti yang ia takutkan sudah sampai mengalami pembukaan. Pemeriksaan tersebut juga yang akan menentukan tindakan kelanjutan dalam menangani Aranti. Yang mana, kuret dan pembersihan rahim menjadi tindakan final andai sudah sampai terjadi pembukaan. Karenanya, kedua perawat di sana sudah langsung melepas cela.na panjang maupun celana dal.am yang Aranti lakukan.

Karena tak kunjung mendapat penjelasan, dokter Sundari menatap tidak nyaman bahkan kesal kepada Davin. Ia meminta kedua perawat di sana untuk agak membentangkan sekaligus agak mengangkat kedua kaki Aranti. Kedua kaki Aranti sampai dibentangkan guna melakukan penjelasan lebih lanjut. Karena Aranti yang mereka periksa dalam keadaan tak sadarkan diri, dan otomatis tidak bisa membentangkan kakinya sendiri agar selang.kangannya membentang juga.

Baru akan melongok bagian paling feminin milik Aranti, dokter Sundari sudah mengendus aroma khas. Aroma khas yang juga disertai bukti berupa cairan kental agak kuning. Melalui senter di tangan kirinya, dokter Sundari menemukan sisa-sisa sperma di kedua paha, kaki, bahkan sekitar perut Aranti.

“Ini enggak wajar sih. Andaipun mereka habis bercinta, ... kok jejaknya lebih cocok mirip keadaan korban pemer.kosaan? Sperma ada di mana-mana. Mengering banyak banget,” batin dokter Sundari.

Dokter Sundari merasa prihatin mendapati sperma nyaris melumuri semua bagian tubuh bagian bawah Aranti. Baginya itu sangat tidak wajar, tapi jejaknya masih terbilang baru. Saking prihatin. dan herannya, ia yang memang memakai masker, refleks menghela napas pelan sekaligus dalam. Beberapa kali, ia juga menggeleng.

“Kalian habis campur, ya?” tanya dokter Sundari kepada Davin yang meski sudah hampir dua menit berlalu, tetap belum bisa melanjutkan jawabannya. Keadaan yang justru membuatnya curiga, bahwa Davin telah melakukan KDRT dalam bentuk se.ksualitas kepada Aranti.

Davin yang awalnya masih kebingungan, refleks tercengang. Ia tidak paham dengan apa yang dokter Sundari maksud dengan campur.

•••

“Masih sekolah kok nikah, ya?” lirih mas Narendra masih sulit percaya.

“Mungkin kecelakaan. Hamil duluan gitu,” ucap pak Azzam yang masih ada di depan ruang IGD bersama mas Narendra. “Hamil duluan ... berasa lagu dangdut yang pernah viral di masanya,” lirih pak Azzam yang menjadi menggeleng tak habis pikir.

“Aku merasa, si cowoknya kurang beres. Takutnya, Aranti korban. Bukan hanya mengenai tubuhnya yang babak belur begitu, mirip kasus-kasus TKW yang beberapa kali viral. Namun, aku juga khawatir alasannya hamil karen dipaksa. Kecelakaan yang hanya dilakukan oleh satu pihak!” jelas mas Narendra yang menatap serius lawan bicaranya.

Pak Azzam yang bersedekap dan menyikapi mas Narendra penuh keseriusan, mengangguk-angguk sepemikiran. Ia setuju dengan cara pikir keponakannya.

“Jadi, Mas akan mendampingi Ranti dan memperjuangkan keadilannya, kan?” tanya pak Azzam.

Mas Narendra berangsur mengangguk-angguk. “Sebagai seorang pengacara dan aku sudah bersumpah buat mengabdi ke rakyat kecil, ... aku akan bantu, Uncle. Apalagi, ... Ranti karyawan kita!”

Mendengar itu, pak Azzam berangsur mengangguk-angguk setuju.

Akan tetapi, tanpa keduanya sadari, Davin mendengar itu. Dari balik pintu IGD yang agak terbuka dan memang awalnya akan Davin buka penuh. Davin yang memang tak sengaja menyimak itu merasa harus lebih berhati-hati.

“Ternyata dia bosnya Ranti. Bahkan dia seorang pengacara? Oke ... oke, aku akan lebih berhati-hati!” batin Davin yang kemudian membuka tuntas pintu IGD-nya.

Aranti diboyong keluar dari sana. Dokter Sundari berdalih akan melakukan pemeriksaan USG, demi memastikan keadaan janin dalam rahim Aranti.

•••

Beres pemeriksaan dan Aranti sudah dirawat di ruang rawat inap, dokter Sundari mendatangi kebersamaan sang suami yang masih disertai mas Narendra.

“Rantinya belum siuman?” tanya pak Azzam.

Dokter Sundari menggeleng. Sambil menghela napas berat, ia menatap sekaligus memfokuskan diri kepada pria muda gagah di hadapannya. “Onty tahu, alasan Mas di sini karena Mas mau usut. Namun saran Onty, jangan langsung karena posisinya mereka sudah menikah. Tunggu kesediaan dari Ranti dulu.”

“Memang, Onty juga menemukan jejak kejaha.tan se.ksualitas. Dari vagin.a yang lecet parah, ... anu.s yang juga mirip ambeien dan itu efek aktivitas se.ks yang berlebihan. Termasuk, sperma yang nyaris ada di sekujur tubuh Aranti. Soalnya tadi, Onty sengaja mastiin punggung dan ... memang ada juga di sana,” jelas dokter Sundari berbisik-bisik. Ia sengaja menjaga suaranya agar tak sampai terdengar Davin.

Kini Davin yang ada di dalam ruang rawat sang istri memang mirip pencuri yang mengintai mangsanya. Davin menatap dan sengaja berusaha menguping apa yang dibicarakan dokter Sundari. Sebab Davin yakin, ketiga orang di lorong depan ruang rawatnya, tengah berusaha mengusut keadaan Aranti.

“Mau enggak mau aku harus bersihin tubuh Aranti. Aku harus lembut dan bikin Aranti yakin, bahwa aku sangat menyayangi dia. Dengan begitu, Aranti pasti akan percaya kepadaku. Dengan begitu, Aranti enggak akan minta cerai lagi. Dan hanya dengan begitu, mereka enggak akan seenaknya menyeretku ke polisi!” batin Davin.

Terpopuler

Comments

Nartadi Yana

Nartadi Yana

dasar emang nggak benar itu Davin cs tunggu karmamu ya

2024-12-04

0

Ria Lita

Ria Lita

usut tuntas lah kasih aranti keadilan jgn mentang orang kaya seenak nya awas tu aranti jgn termakan gombal nya si Davin edan itu

2024-10-14

0

Damai Damaiyanti

Damai Damaiyanti

usut tuntas mas narendra itu si davin biar cere sekalian dah,kasian aranti

2024-07-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2 2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3 Bab Tiga
4 4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5 Bab Lima
6 6 : Ceraikan Aku!
7 7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8 8. Keadaan yang Tidak Wajar
9 9. Hanya Status
10 10. Air Mata Pernikahan
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Hantaman Wajan
20 Bab Dua Puluh
21 21. Bab Dua Puluh Satu
22 Dua Puluh Dua
23 Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50 TAMAT
51 Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Bunga yang Layu Sebelum Mekar
2
2. Davin dan Obsesinya Kepada Aranti
3
Bab Tiga
4
4. Andai Tidak Telanjur Hamil
5
Bab Lima
6
6 : Ceraikan Aku!
7
7 : Kehamilan Aranti yang Mengejutkan
8
8. Keadaan yang Tidak Wajar
9
9. Hanya Status
10
10. Air Mata Pernikahan
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Hantaman Wajan
20
Bab Dua Puluh
21
21. Bab Dua Puluh Satu
22
Dua Puluh Dua
23
Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Novel : Dijual Suami Dinikahi Kakak Ipar (Mafia Dan Perawat Muslimah)
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Aranti : “Aku yang Pernah Kau Hancurkan!”
50
TAMAT
51
Novel Horor : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
52
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!