Penunggu

Rumah Tami

Sasha berjalan masuk ke dalam halaman gubuk Tami dengan wajah judes dan songong membuat pemilik rumah sedikit takut namun Yudho membisikkan sesuatu ke gadis polos itu. Untuk sejenak, Tami pun merasa tenang apalagi ada tiga cogan bersamanya dan pasti Tami akan dilindungi mereka.

"Tami ! Mana setrikaan aku !" teriak Sasha sambil masuk ke dalam rumah Tami. Gadis itu terkejut saat melihat ada tiga pria ganteng disana. "Kamu sudah mulai ngel**te ya?"

"Eh siapa yang ngel**te ? Anda fitnah !" ucap Seiya sebal.

"Ini siapa Tami ?" tanya Ryuga seolah tidak tahu.

"Ini mbak Sasha, tetangga aku kak. Dia suka nitip cucian dan setrikaan di aku..." jawab Tami berusaha tenang meskipun dirinya takut juga. "Bentar mbak. Aku ambilkan ..." Tami pun masuk ke dalam kamar sementara trio detektif hantu itu menilai Sasha dari ujung rambut hingga ujung jempol.

"Kalian bertiga ngapain ke gubuk Tami ? Mau dijadiin babu ya ?" ejek Sasha sinis membuat Seiya pengen meninju wajah menyebalkan gadis itu meskipun di keluarganya tidak boleh main tangan sama perempuan.

"Oh nggak. Kami cuma ingin tahu soal kasus pembunuhan nona Sisil ... Sebab kami mendapatkan informasi bahwa pelaku pembunuhnya menggunakan orang lain sebagai alibi..." jawab Yudho tenang membuat Sasha memucat.

Ryuga dan Seiya melirik tajam ke calon sarjana hukum itu. Ini bocah ya ! Malah golek molo !

"Apa mbak Sasha tahu siapa pembunuhnya? Maksud saya, kan mbak Sasha dan nona Sisil saudara kembar bukan? Dimana anda saat pembunuhan itu berlangsung? Tidak sedang membunuh saudara anda kan mbak?" sambung Yudho.

Tami keluar sambil membawa bungkusan tas kresek hitam besar yang ketiganya tahu itu berisikan baju.

"Mbak Sasha, semuanya empat puluh ribu..." ucap Tami.

Sasha mengambil bungkusan itu dan melemparkan uang 50ribu ke Tami membuat Seiya tidak tahan.

"Yang sopan woi !" seru putra Brigjen Rayyan dan Anala Baskara itu.

Sasha hanya berbalik meninggalkan mereka berempat sementara Tami mengambil uang bewarna biru itu dari lantai.

"Memang nggak sopan tuh kutu busuk !" sungut Seiya lagi.

"Sudah kak Seiya ... Tidak apa-apa..." senyum Tami manis. "Aku sudah biasa kok dianggap anak miskin..."

"Kamu lulus SMA nggak?" tanya Ryuga.

"Alhamdulillah lulus kak. Hanya saja aku tidak bisa masuk sekolah kebidanan atau apoteker karena tidak ada biaya..." jawab Tami dengan senyum miris.

"Dodo, karena elu sudah mancing di air Empang, kayaknya bahaya kalau Tami disini" ucap Ryuga.

Yudho menatap Tami yang sebenarnya memiliki wajah manis hanya saja kehidupan membuat penampilannya super sederhana. "Tami, bagaimana jika kamu ikut kami. Bukan apa-apa, nyawa kamu bahaya disini..."

Wajah Tami memucat. "Apa kak?"

Yudho bersama Ryuga menjelaskan pada Tami, sementara Seiya meminta ijin pada kakaknya, Philip O'Grady atau biasa dipanggil Pip untuk meminjam satelit Jang Corp.

***

Sebuah Mall di Jakarta

Jerome tampak pasrah saat ayah Alfie datang bersama dengan rekannya di rumah makan itu. Irjen Dean Thomas dan Brigjen Rayyan menatap tajam ke kepala bagian IT mall tersebut.

"Bagaimana bisa anda macam kerbau dicucuk hidungnya pakai galah membantu seorang wanita yang hendak membunuh saudara kembarnya ? Cinta boleh g*bl*k jangan ! Anda mempertaruhkan semuanya ini ! Karier dan kebebasan anda ! Memangnya kami tidak terus menyelidiki !" omel Brigjen Rayyan gemas.

Jerome pun menunduk. Bodoh ! Bodoh ! Bodoh !

"Sekarang, anda ikut kami ke kantor polisi... Kita bicara di sana." Irjen Dean Thomas memberikan kode kepada dua anak buahnya yang ikut untuk membawa Jerome Paniki ke Polda Metro Jaya. "Lewat pintu darurat saja biar tidak jadi pertanyaan ..."

Sabtu ini mereka memang datang dengan pakaian preman jadi tidak ada yang tahu kalau mereka polisi.

"Kalian cuma berdua... Trio hantu lainnya kemana?" tanya Irjen Dean Thomas.

"Melindungi saksi kunci, Pa ..." jawab Alfie. "Sasha itu memang wanita jahat !"

***

Shea dan Alfie keluar dari restauran itu sementara Irjen Dean Thomas dan Brigjen Rayyan membawa Jerome Paniki bersama dua polisi lainnya melalui lift barang dan keluar dari jalur darurat menuju parkiran.

Suara ponsel Shea pun berbunyi dan gadis itu menerima panggilan dari Yudho.

"Gimana Dodo?" tanya Shea yang mendengarkan ucapan sahabatnya dari seberang. "Asyik !! Tentu saja aku mau !"

Alfie menoleh ke Shea. "Kamu mau apa?"

"Jadi penunggu gubuk !"

Alfie tampak bingung. "Whaaaatttt?"

***

Menjelang pukul sembilan malam, area perkampungan di sekitaran rumah Tami itu tampak sepi karena kebanyakan dari mereka sedang datang ke mesjid untuk acara tahlilan salah seorang sesepuh di kampung itu. Tami sendiri tidak ikut karena masih banyak pekerjaan menyetrika orang-orang yang melaundry ke dirinya.

Tami baru saja menyelesaikan satu ronde acara setrika dan duduk di ruang tengah rumahnya. Gadis itu pun berdiri untuk membuat Indomie telor kesukaannya. Tak lama harum mie instant itu pun menyeruak di rumah super sederhana dan Tami pun duduk di kursi makan reyot sambil memakan Indomienya.

Karena daya listrik di rumahnya tidak terlalu besar, maka Tami harus bergantian memakainya bahkan untuk lemari es saja, almarhumah ibu Tami memilih yang Watt kecil namun cukup untuk menyimpan makanan jangka panjang.

"Ya ampun enaknya makan Indomie... Nikmat mana yang kamu dustakan neng ..." gumam Tami sambil menikmati Indomienya.

Tami pun menyetel Drakor dari ponsel bututnya sambil makan Indomie tanpa mengetahui ada seseorang yang masuk ke dalam pekarangan belakang rumahnya yang reyot. Tami masih asyik nonton, ketika seseorang hendak memukul dirinya dengan rollpin namun ada yang menahan tangan orang itu.

Tami pun berbalik dan melihat Sasha sedang ditahan tangannya oleh Brigjen Rayyan.

"Saudari Sasha, anda kami tahan ..." ucap Ayah Seiya itu dengan wajah dingin. Tak lama lampu rumah itu pun menyala dan Sasha bisa melihat ada beberapa polisi di rumah itu. Sasha lebih terkejut lagi saat tahu gadis yang asyik makan Indomie itu bukan Tami melainkan seorang gadis bule dengan wig hitam.

"Hampir aku tembak Oom... " ucap Shea sambil mengacungkan pistol yang dia pegang di pangkuannya.

Brigjen Rayyan mendelik. "Shea ! Yang benar saja kamu bawa pistol !"

Shea hanya nyengir dan menodongkan pistol itu ke Sasha. "Halo mbak Sasha. Dapat salam dari mbak Sisil ..." Shea menarik pelatuk yang membuat semua polisi disana siaga tapi bukan peluru yang keluar melainkan...air.

Wajah Sasha basah kuyup akibat kena semprot Shea. "Anggap saja ini ludahnya mbak Sisil ..."

Brigjen Rayyan dan para polisi disana menggelengkan kepalanya. Astaghfirullah... Malah dibilang ludahnya Sisil.

***

Malam itu kampung tempat Tami pun geger karena sebenarnya mereka bisa meraba bahwa Sasha pelakunya tapi tidak mengira dia sangat jahat karena hendak membunuh Tami yang notabene dijebak dan difitnah oleh Sasha sebagai alibinya. Bagaimana pun semua orang tahu Tami anaknya baik tapi nyaris menjadi korban kejahatan Sasha.

***

Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Akhirnya satu kasus terselesaikan😊
Dan kasus selanjutnya apa dong Outhor, lebih seru lagi kan?🤔 NEXT 💪🙏

2024-09-03

3

ellyana imutz

ellyana imutz

q pikir pistol beneran shea .tau gt td d ksh air cabe blg aj itu air kencing ny sisil..ank sm emak ny sm aj jahat ny ..emak ny tukang slengki ank e tukang iri...

2024-04-22

1

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Menggantikan posisi Tami di rmhnya?

2024-04-22

1

lihat semua
Episodes
1 Chelsea De Luca
2 Yudho Sardono
3 Duo Pembuat Sakit Kepala
4 Pangeran Akira Léopold
5 Shea Ngamuk
6 Pembunuhan Berantai
7 Antara Skripsi dan Pete
8 Ryuga Giandra
9 Kasus Tori
10 Lolos Juga
11 Di Polda Metro Jaya
12 Mulai Penyelidikan Ala Five Kampret
13 Mencari Tahu Soal Sasha
14 Trio Ghost Detective Cemas
15 Penunggu
16 Patah Hati
17 Kena Mental
18 Di Polda Metro Jaya
19 Interogasi
20 Shea dan Iptu Steven Sasono
21 Kasus Baru
22 Saingan
23 Kejadian Tidak Terduga
24 Yakin?
25 Shea Mencari Informasi
26 Pacar Buat Kuteks?
27 Penasaran
28 Antara Steven dan Angga
29 Penyelidikan Alfie dan Yudho
30 Rahasia Bu Ita
31 Analogi Angga
32 Ndasku Ngelu
33 Bagi Tugas
34 Mencari Tahu
35 Ancaman Jampang
36 Kapan ?
37 Kok Bisa?
38 Antara Shea dan Alfie
39 Kasus Darussalam
40 Hari Minggu
41 Di CFD
42 Saingan
43 Tiga Pria
44 Alfie Menggertak
45 Konfrontasi Irjen Dean Thomas
46 Perjanjian Tiga Pria ... Sepertinya
47 Kasus Per Kasus
48 Angga dan Zaki
49 Salah Sambung
50 American Football
51 Jangan Menyekutukan Tuhan
52 Kenken Oom Wayan?
53 Mencari Tahu
54 Penataran P4 ala Shea
55 Skripsi Oh Skripsi
56 Ke Karet Bivak
57 Test Drive Pertama
58 Pagi Mbak Shea
59 Tania dan Kartika Bersedia
60 Shea dan Petai
61 Pinky Fingers
62 Alfie Cidera
63 Alfie dan Zenevieva
64 Angga Akan Pergi
65 Amura dan Yudho
66 Kasus Baru Shea
67 Shea Menyusun Rencana
68 Baru Pemanasan
69 Kisah Dalam Satu Hari
70 Keusilan Lilis
71 Pinokio
72 Shea, AKP Atikah dan AKP Nana
73 Tiga Orang Situasi Berbeda
74 Tirulah Suzanna
75 Kasus Handoko
76 Shea Kesiangan
77 Mendapatkan Barang Bukti
78 Angga dan Azurra
79 Seiya Rayyan
80 Merida
81 Rahasia AKP Victor
82 Antara Shea dan Azurra
83 Tergantung Konteks
84 Eyang Surti Marah
85 Surat Penangkapan
86 Di Denpasar
87 Edisi AKP Victor dan Jaksa Sandra
88 Masih di Denpasar
89 Emang Boleh ?
90 Menikahlah Denganku
91 Kembali ke Jakarta
92 Kacaunya Divisi Kasus Dingin
93 Dokter Lucky Beraksi
94 Dompet Oh Dompet
95 Masa Lalu Azurra
96 Permintaan Azurra
97 Angga Bertemu Dengan Alano
98 Dia Berbahaya
99 Shea di RS Bhayangkara
100 Dokter Lucky Manyun
101 Angga Marah
102 Iptu Steven Terkejut
103 Mencari Benang Merah
104 Rencana Penyelidikan di Tiga Kota
105 Kasus Lama Belum Kelar
106 Lachlan Bertemu Ayah Angel
107 Irjen Dean Thomas Shock
108 Persiapan Ke Yogyakarta dan Surabaya
109 Pengumuman
110 Seiring Laraku Kehilanganmu
111 Kesana Kemari
112 Tuyul dan Turin
113 Jomblowan
114 Simon Le Bon
115 Yogyakarta dan Surabaya
116 Yang Benar Saja !
117 Hukuman
118 Nonik is Shea
119 Ibu Di Belakang
120 Ted Bundy Wannabe
121 Dedikasi
122 Tim Divisi Kasus Dingin Pusing
123 Korban Bobby Kartono
124 Pengkhianat
125 Cewek Bodoh !
126 Duo Tsu
127 Kabar Iptu Steven Sasono
128 Proses Iptu Steven Sasono
129 Angga Mengambil Sikap
130 Minta Kencan
131 Kencan Yang Begitulah
132 Kumpul Arwah
133 Apartemen Alfie
134 Menangkap Suami Mariam
135 Ruang Interogasi
136 AKP Nana, Mbak Lilis dan Mariam
137 Divisi Kasus Dingin
138 Dokter Lucky dan Hana Akihiro
139 Rencana MMA
140 Persiapan
141 Wedding Day
142 Jurit Malam
143 Sambil Jurit Dapat Kasus
144 After Jurit Malam
145 Jangan Tergantung
146 Pemanasan MMA
147 Percuma Dipisah
148 Kejutan
149 Menunggu Shea Pulang
150 Praja Kabur
151 Eling Umur
152 Keberadaan Diami
153 Mencari Bukti
154 Hantu Anak Bawang
155 Aku Ambon Putih!
156 You Got Me Feeling Like A Psycho
157 Ruang Interogasi
158 Dijebak
159 Trial and Error
160 Mbak Lilis Bangga
161 Kalian Mau Ngapain?
162 Kejutan
163 Dongkol
164 Hukuman Divisi Kasus Dingin
165 Juni Terjebak
166 Diami Pamit
167 Sebelum Lucky Daisy
168 MMA
169 Amura Kecelakaan
170 Raihanun dan Jonathan Chen
171 Sora Chen
172 Berkubang Dalam Lumpur
173 Mulai Menyindir
174 Kecelakaan
175 Triad Hongkong
176 Ditangkap
177 Shea dan Yura
178 Hantu Gabut
179 Antara Mbak Lilis dan Tole
180 Kacaunya Sel Polda
181 Mulai ...
182 Saling Membuka Aib
183 Serum Kejujuran
184 Divisi ... Klenik?
185 At Dojo on the Weekend
186 Jalur Dalam
187 Ketika Divisi Kasus Dingin dan Arwah Gabut Bersama
188 Lintas Negara Lagi?
189 Rencana Ke Aussie
190 Rencana Melihat Kanguru
191 Ke Australia
192 Di Melbourne
193 Konfrontasi
194 Sayang Lupa Bawa Camilan
195 Ketakutan
196 Judesnya Bapaknya Seiya
197 Hantu Tanpa Kepala
198 Kasus Bejat
199 Selidik Sana Sini
200 Finale ( END )
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Chelsea De Luca
2
Yudho Sardono
3
Duo Pembuat Sakit Kepala
4
Pangeran Akira Léopold
5
Shea Ngamuk
6
Pembunuhan Berantai
7
Antara Skripsi dan Pete
8
Ryuga Giandra
9
Kasus Tori
10
Lolos Juga
11
Di Polda Metro Jaya
12
Mulai Penyelidikan Ala Five Kampret
13
Mencari Tahu Soal Sasha
14
Trio Ghost Detective Cemas
15
Penunggu
16
Patah Hati
17
Kena Mental
18
Di Polda Metro Jaya
19
Interogasi
20
Shea dan Iptu Steven Sasono
21
Kasus Baru
22
Saingan
23
Kejadian Tidak Terduga
24
Yakin?
25
Shea Mencari Informasi
26
Pacar Buat Kuteks?
27
Penasaran
28
Antara Steven dan Angga
29
Penyelidikan Alfie dan Yudho
30
Rahasia Bu Ita
31
Analogi Angga
32
Ndasku Ngelu
33
Bagi Tugas
34
Mencari Tahu
35
Ancaman Jampang
36
Kapan ?
37
Kok Bisa?
38
Antara Shea dan Alfie
39
Kasus Darussalam
40
Hari Minggu
41
Di CFD
42
Saingan
43
Tiga Pria
44
Alfie Menggertak
45
Konfrontasi Irjen Dean Thomas
46
Perjanjian Tiga Pria ... Sepertinya
47
Kasus Per Kasus
48
Angga dan Zaki
49
Salah Sambung
50
American Football
51
Jangan Menyekutukan Tuhan
52
Kenken Oom Wayan?
53
Mencari Tahu
54
Penataran P4 ala Shea
55
Skripsi Oh Skripsi
56
Ke Karet Bivak
57
Test Drive Pertama
58
Pagi Mbak Shea
59
Tania dan Kartika Bersedia
60
Shea dan Petai
61
Pinky Fingers
62
Alfie Cidera
63
Alfie dan Zenevieva
64
Angga Akan Pergi
65
Amura dan Yudho
66
Kasus Baru Shea
67
Shea Menyusun Rencana
68
Baru Pemanasan
69
Kisah Dalam Satu Hari
70
Keusilan Lilis
71
Pinokio
72
Shea, AKP Atikah dan AKP Nana
73
Tiga Orang Situasi Berbeda
74
Tirulah Suzanna
75
Kasus Handoko
76
Shea Kesiangan
77
Mendapatkan Barang Bukti
78
Angga dan Azurra
79
Seiya Rayyan
80
Merida
81
Rahasia AKP Victor
82
Antara Shea dan Azurra
83
Tergantung Konteks
84
Eyang Surti Marah
85
Surat Penangkapan
86
Di Denpasar
87
Edisi AKP Victor dan Jaksa Sandra
88
Masih di Denpasar
89
Emang Boleh ?
90
Menikahlah Denganku
91
Kembali ke Jakarta
92
Kacaunya Divisi Kasus Dingin
93
Dokter Lucky Beraksi
94
Dompet Oh Dompet
95
Masa Lalu Azurra
96
Permintaan Azurra
97
Angga Bertemu Dengan Alano
98
Dia Berbahaya
99
Shea di RS Bhayangkara
100
Dokter Lucky Manyun
101
Angga Marah
102
Iptu Steven Terkejut
103
Mencari Benang Merah
104
Rencana Penyelidikan di Tiga Kota
105
Kasus Lama Belum Kelar
106
Lachlan Bertemu Ayah Angel
107
Irjen Dean Thomas Shock
108
Persiapan Ke Yogyakarta dan Surabaya
109
Pengumuman
110
Seiring Laraku Kehilanganmu
111
Kesana Kemari
112
Tuyul dan Turin
113
Jomblowan
114
Simon Le Bon
115
Yogyakarta dan Surabaya
116
Yang Benar Saja !
117
Hukuman
118
Nonik is Shea
119
Ibu Di Belakang
120
Ted Bundy Wannabe
121
Dedikasi
122
Tim Divisi Kasus Dingin Pusing
123
Korban Bobby Kartono
124
Pengkhianat
125
Cewek Bodoh !
126
Duo Tsu
127
Kabar Iptu Steven Sasono
128
Proses Iptu Steven Sasono
129
Angga Mengambil Sikap
130
Minta Kencan
131
Kencan Yang Begitulah
132
Kumpul Arwah
133
Apartemen Alfie
134
Menangkap Suami Mariam
135
Ruang Interogasi
136
AKP Nana, Mbak Lilis dan Mariam
137
Divisi Kasus Dingin
138
Dokter Lucky dan Hana Akihiro
139
Rencana MMA
140
Persiapan
141
Wedding Day
142
Jurit Malam
143
Sambil Jurit Dapat Kasus
144
After Jurit Malam
145
Jangan Tergantung
146
Pemanasan MMA
147
Percuma Dipisah
148
Kejutan
149
Menunggu Shea Pulang
150
Praja Kabur
151
Eling Umur
152
Keberadaan Diami
153
Mencari Bukti
154
Hantu Anak Bawang
155
Aku Ambon Putih!
156
You Got Me Feeling Like A Psycho
157
Ruang Interogasi
158
Dijebak
159
Trial and Error
160
Mbak Lilis Bangga
161
Kalian Mau Ngapain?
162
Kejutan
163
Dongkol
164
Hukuman Divisi Kasus Dingin
165
Juni Terjebak
166
Diami Pamit
167
Sebelum Lucky Daisy
168
MMA
169
Amura Kecelakaan
170
Raihanun dan Jonathan Chen
171
Sora Chen
172
Berkubang Dalam Lumpur
173
Mulai Menyindir
174
Kecelakaan
175
Triad Hongkong
176
Ditangkap
177
Shea dan Yura
178
Hantu Gabut
179
Antara Mbak Lilis dan Tole
180
Kacaunya Sel Polda
181
Mulai ...
182
Saling Membuka Aib
183
Serum Kejujuran
184
Divisi ... Klenik?
185
At Dojo on the Weekend
186
Jalur Dalam
187
Ketika Divisi Kasus Dingin dan Arwah Gabut Bersama
188
Lintas Negara Lagi?
189
Rencana Ke Aussie
190
Rencana Melihat Kanguru
191
Ke Australia
192
Di Melbourne
193
Konfrontasi
194
Sayang Lupa Bawa Camilan
195
Ketakutan
196
Judesnya Bapaknya Seiya
197
Hantu Tanpa Kepala
198
Kasus Bejat
199
Selidik Sana Sini
200
Finale ( END )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!