Ruang Kerja Irjen Dean Thomas
Suara ketukan di pintu ruang kerja Irjen Dean Thomas terdengar dan pria ganteng itu memberikan ijin masuk bagi siapa pun yang berada di baliknya. Tak lama wajah Aiptu Steven Sasono pun terlihat, yang kemudian masuk setelah mendapatkan kode dari Irjen Dean Thomas.
"Sore Pak Dean, pak Rayyan... Saya mau lapor ..." senyum Aiptu Steven. "Sore pak Lachlan, mbak Shea..."
"Sore ..." balas semua orang di ruangan itu. "Duduk dik ..." ucap Irjen Dean Thomas. "Ada berita apa?"
"Jadi begini pak. Saya berusaha mencari benang merah dari ketiga orang korban mutilasi dan ketiganya itu ada di dalam chat room yang sama ... Dan saya juga mendapatkan informasi dari Bu Rafika, jika ditemukan pelacak di mobil milik Jani dan di sepeda motor milik korban kedua..." jawab Aiptu Steven.
"Pelacak ?" seru keempat orang disana.
"Iya... Saya perlihatkan persamaannya..." Aiptu Steven mengkoneksikan MacBook nya secara nirkabel ke monitor di ruang kerja Irjen Dean Thomas.
"Ini korban Jani, ini korban Yunus, dan ini korban Oscar, korban terakhir yang ditemukan...."
"Oke Jani, punya istri yang sedang hamil, Yunus tidak punya anak dan Oscar... Duda dengan dua anak perempuan. Apakah kita sudah menemui anak-anaknya?" tanya Irjen Dean Thomas.
"Belum pak, sebab baru ketahuan identitasnya ... " jawab Aiptu Steven.
"Tunggu, korban Oscar punya dua anak perempuan?" celetuk Lachlan dan Shea bersamaan. Ayah dan anak itu saling berpandangan.
"Oke ... Aku tahu apa yang terlintas di benak kalian, tapi semua itu harus dibuktikan dulu... Oke?" Brigjen Rayyan menatap ke arah Lachlan dan Shea.
"Pak Lachlan apakah curiganya sama dengan saya?" tanya Aiptu Steven.
"Seperti yang di bilang Mas Rayyan, semuanya harus dibuktikan dulu bukan ?" senyum Lachlan.
"Aku paling benci malam-malam mendatangi rumah keluarga korban untuk memberitahukan bahwa anggota keluarganya meninggal dunia..." gerutu Irjen Dean Thomas. "Tapi kita ya harus melakukannya."
***
Lachlan dan Shea diminta ikut oleh Irjen Dean Thomas ke rumah Oscar namun melihat dari dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari rumah korban Oscar. Tak lama dari dalam rumah, keluar dua anak perempuan. Seorang gadis yang bertubuh gemuk diperkirakan usia 20-an dan seorang remaja putri usia sekitar 14 tahun, keluar didampingi oleh empat polwan lalu dibawa ke kantor polisi.
"Apakah mereka akan di sel, Papa?" tanya Shea.
"Di sel mungkin tidak, apalagi ada anak minor disana. Kemungkinan akan dibawa ke dinas sosial dulu semalam sebelum ditanyakan esok pagi ..." Lachlan menoleh ke Shea. "Kok bisa-bisanya kamu bilang di sel?"
"Lha paling aman kan disana .. Bukan tidak mungkin jika pembunuhnya seorang perempuan, dia akan mencari anak-anak korban dan menghasutnya bukan?" jawab Shea.
Lachlan pun tampak berpikir. "Kamu benar. Kalau dibawa ke dinas sosial... " Pengusaha wine dan anggur itu pun mengirimkan pesan ke Irjen Dean Thomas untuk menginapkan dua anak Oscar itu di kantor polisi untuk keamanan mereka.
***
Keesokan paginya
Shea berangkat ke kampus pagi-pagi demi menemui dosen pembimbing skripsinya yang rada-rada menyebalkan dan ingin dia tendang ke Kilimanjaro. Skripsi Shea mengangkat tema kasus kriminal yang bisa dilakukan oleh gender manapun, bab dua nya kena coret tinta merah banyak.
Dosennya yang bernama Angga Syarif itu memang masih muda tapi sudah meraih gelar S2 di bidang kriminologi dan apesnya, Shea mendapatkan pria itu sebagai dosen pembimbingnya. Shea memang harus memanjangkan usus, menekan emosi dan berusaha tidak mengeluarkan jurus kentut ke dosennya itu, demi bisa lancar jaya ke penelitian.
"Mbak Shea, apa perlu dosennya kita kerjain?" tanya Longga ikutan emosi melihat nonanya kena marah Minggu lalu.
"Gampang... Tar kita culik dan kita ikat di pohon Opa Hoshi !" jawab Shea judes.
Pak Sakera yang duduk di belakang cekikikan mendengar ucapan Shea.
"Aku curiga, dia sengaja membuat aku kena tinta merah biar aku emosi dan dia bisa menuntut aku kan?" ucap Shea.
"Apa rencana mbak Shea...?"
"Untung aku sudah makan Pete banyak tadi pas mama buat nasi goreng ... Jadi dia macam-macam, kasih jurus amoniak !"
Longga dan Pak Sakera tertawa terbahak-bahak.
***
Polda Metro Jaya Jakarta
Tori, putri sulung Oscar, hanya menatap datar ke Irjen Dean Thomas dan Brigjen Rayyan saat diberitahukan bahwa ayahnya meninggal dalam kondisi mengenaskan. Kedua perwira tinggi polri itu saling melirik karena tidak ada emosi di wajah gadis bertubuh gempal itu.
"Apakah bapak yakin jika itu ayah saya?" tanya Tori.
"Iya nona Tori. Sudah kami cek berdasarkan DNA profil dari database kami..." jawab Brigjen Rayyan.
"Dimana dia ditemukan?" tanya Tori.
"Dekat Bantar gebang..."
Tori hanya mengangguk. "Kapan kami bisa membawa pulang jenazahnya?"
"Belum bisa kami pastikan... Nona Tori, kapan anda terakhir bertemu dengan ayah anda ?" tanya Irjen Dean Thomas.
"Sekitar ... Tiga bulan lalu ... Sepertinya... Karena ayah mendapatkan pekerjaan di Surabaya jadi jarang pulang..."
"Ayah anda bekerja di Surabaya sebagai apa?" tanya Brigjen Rayyan.
"Tekniksi pemasangan saluran listrik untuk sebuah gedung apartemen di Surabaya..." jawab Tori. "Ayah jarang pulang supaya irit..."
"Anda kuliah?"
Tori menggelengkan kepalanya.
"Anda bekerja?"
Tori mengangguk.
"Dimana?"
"Sebuah konstruksi di jakarta barat..."
"Bisakah anda memberitahukan nama perusahaan anda bekerja?" tanya Aiptu Rayyan.
Tori menyebutkan nama perusahaannya.
"Anda sebagai apa disana?" tanya Irjen Dean Thomas.
"Bagian beton."
"Jadi anda terbiasa menggunakan alat berat?"
Tori mengangguk.
"Kapan ibu kalian meninggal ?" tanya Irjen Dean Thomas.
"12 tahun lalu saat saya masih berusia delapan tahun. Saya berusia 21 tahun sekarang ..." jawab Tori.
Irjen Dean Thomas menoleh ke jendela kaca dua arah dan Aiptu Steven bersama rekannya Iptu Harry, tahu bahwa mereka harus ke perusahaan kontraktor yang ada di Jakarta Barat. Keduanya pun pergi ke sana.
"Bagaimana dengan Molly, adik kamu...?" tanya Brigjen Rayyan.
"Aku yang membesarkannya dan menjaganya..." jawab Tori.
Irjen Dean Thomas mengeluarkan sebuah foto Jani dan diberikan ke Tori. "Anda mengenal pria ini?"
Tori menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana dengan ini?" Irjen Dean Thomas mengeluarkan foto Yunus dan lagi-lagi Tori menggelengkan kepalanya. "Ini adalah foto korban Jani...." Irjen Dean Thomas mengeluarkan foto lainnya. "Jani terlihat mengobrol dengan Molly di taman."
"Memangnya Jani ngapain pak ?" tanya Tori.
"Dia berusaha mendekati Molly dan korban Jani adalah seorang pedofil..."
"Ewww... " reaksi Tori.
"Anda benar tidak mengenal korban Jani?" tanya Brigjen Rayyan.
"Haruskah ?" balas Tori.
Irjen Dean Thomas dan Brigjen Rayyan saling berpandangan. Ada sesuatu di gadis ini tapi apa ... Sebagai penyidik berpengalaman, kedua perwira tinggi tersebut bisa merasakan jika ada sesuatu yang tidak beres dalam proses interogasi.
***
Ruang Angga Syarif di Universitas Indonesia
Shea hanya manyun melihat skripsi bab duanya mendapatkan coretan lagi meskipun tidak sebrutal sebelumnya tapi tetap saja hatinya kesal. Kerja kerasnya tiap malam merubah bab duanya macam tidak dihargai.
"Masih ada yang salah meskipun tidak sefatal kemarin! Kamu betulkan ini !" Angga menyerahkan bendelan kertas ke Shea.
Gadis itu hanya mengangguk. "Baik pak...."
"Kamu itu jangan mentang-mentang punya orang dalam di Polda jadi seenaknya bikin skripsi !"
Shea melotot. "Ini tidak ada hubungannya dengan dua Oom saya pak ! Lagian ya, bapak itu menyebalkan! Salah tanda baca itu hanya di satu paragraf saja kena coret ! Penjelasan saya dibilang hiperbola padahal itu kenyataannya dan ada nomor kasusnya ! Mau bapak apa sih?"
"Mau saya, kamu itu bikin yang bener, Shea !"
"Besok saya serahkan lagi ... Yang benar !" Shea pun berdiri dari duduknya. "Selamat pagi dan permisi !" Gadis itu pun keluar dan menutup pintunya.
Tiba-tiba Angga merasakan bau tidak enak di ruangannya lalu menoleh ke pintu. "Astagaaaa ! Gadis itu... Kentut? Allahu Akbar ... Bau Pete ? Sheeeaaaa !"
Introducing Angga Syarif
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
mary dice
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bakal revisi lagi sheaaaaa
2024-11-01
1
Hamliah Lia
🤣🤣🤣
2025-01-03
1
Ray
Kena gas beracun amoniak😱😂
Rasain tuh dosen...Eh. apa NTU dosen tresno Karo Shea ya, makanya skripsi Shea sengaja dibikin revisi terus, biar selalu ketemu Shea, atau ada udang dibalik bakwan🤔🤔
Hanya Outhor yg tahu deh🙏😘
2024-09-02
3