"Shea, ini kasusnya berat jadi Papa minta kamu tidak ikut campur yang ini ya? Ambil saja kasus yang ringan karena kamu tahu sendiri kan bagaimana Oom Arsya dan Opa Sean?" pinta Lachlan.
Shea pun mengangguk. "Oke Papa... Pak Longga, kasus apa yang ringan dan tidak bikin puyeng..." Gadis imut itu pun berjalan ke arah gazebo yang ada di halaman rumahnya yang bernuansakan Mediterania. Rumah yang terletak di pojok itu memang agak jauh dari para tetangganya di komplek perumahan elite tersebut.
"Ini ada kucing yang ingin melihat majikannya... Katanya suami majikannya suka kdrt..." lapor Longga.
"Eh? KDRT? Tidak bisa dibiarkan !" geram Shea. "Suaminya minta dihajar apa ya ! Pakai ulegan cabai setan atau muntunya sekalian aku kasih ke mukanya ?"
Longga dan Pak Sakera menggelengkan kepalanya. "Ampun deh, Nonik banget..."
Sebuah mobil mini Cooper bewarna hitam dengan bendera Inggris di spionnya, berhenti di depan rumah Shea. Tak lama pengemudinya turun dan masuk ke dalam rumah. Remaja akhir yang memakai kacamata dan baju hitam-hitam itu pun Salim ke Lachlan dan Nareswari lalu menghampiri Shea yang ada di gazebo.
Introducing Yudho Sardono
"Hai !" sapanya sambil tersenyum.
"Hai burung Dodo ..." balas Shea yang hanya mendapatkan gelengan kepala dari Yudho yang sudah terbiasa dipanggil dengan nama buriknya.
"Oom L dan Tante Nyes kenapa itu? Kok serius amat?" tanya Yudho sambil duduk di sebelah Shea.
"Dapat klien pocong boy yang ternyata kasusnya pelik. Bawa-bawa perusahaan dan kerajaan Belgia..." jawab Shea.
Yudho melongo. "Waduh ! Kalau Oom Arsya ngamuk gimana..."
"Ntu dia ... Jadi aku tidak boleh ikut campur. Eh, kita pecahkan kasus kucing yang terngeong ..." ajak Shea.
"Hah? Apa itu kucing yang terngeong?" Yudho menatap gadis yang mirip boneka itu bingung.
"Ada roh kucing yang minta tolong majikannya jadi korban kdrt... Yuk, Dodo ... Kita berangkat sekarang..." Shea menarik tangan Yudho. "Pak Longga, pak Sakera, mpus... Kita ke rumah majikan mu mpus ..."
Yudho menatap horor ke Shea. "Ampun deh Shea ... Mobilku penuh ..."
"Pak Longga, menciut ! Pak Sakera, jangan muncul ya !"
Introducing Chelsea de Luca
***
"Apa kamu yakin disini ?" tanya Yudho saat mereka tiba di sebuah perumahan dekat dengan rumah Remy Giandra dan Ratimaya. "Ini kan rumah Oom ... Eh Opa Remy ... Ah lieur !"
Sebagai cucu Septian, Yudho sudah terbiasa dengan kerusuhan keluarga Shea. Karena itulah, Yudho bertekad menjadi pengacara menggantikan Eyangnya karena tahu, keluarga Shea pasti membutuhkan bantuan hukum mengingat klan Pratomo terkenal dengan hobi gegerannya.
"Oom Remy aja, biar awet muda ..." balas Shea yang membuka kaca jendela mobil Yudho. "Pak Indra, mau ketemu Pak Remy Giandra..." ucap Shea ke penjaga gate komplek perumahan itu.
"Silahkan nona Shea ..." Pria bernama Indra itu pun membuka gate komplek dan mobil Yudho pun masuk ke dalam komplek perumahan itu.
"Yang mana rumahnya?" tanya Shea ke roh kucing bewarna oranye itu.
"Kata mpus, blok J paling pojok nomor 14..." jawab Pak Sakera yang disampaikan Shea ke Yudho.
Mobil imut itu tiba di rumah yang dimaksud dan keduanya bersama tiga hantu itu menunggu di dalam mobil.
"Mpus, kamu matinya kenapa?" tanya Shea.
Pak Longga berkomunikasi dengan hantu kucing itu. "Kata mpus, saat majikannya dipukuli, dia berusaha melindungi dengan mencakar tapi dilempar hingga membentur tembok dan tewas..."
Shea menceritakan pada Yudho. "Sebagai pecinta kucing dan anjing, belum tahu ya kalau para animal lover bisa menghajar orang-orang macam itu !" geram pria berkacamata itu yang juga junior advokat untuk hak-hak hewan.
"Bisa dituntut tuh, Dodo !" celetuk Shea.
"Bi...sa... " Keduanya menoleh saat terdengar suara benturan di pintu. Tak lama pintu itu terbuka dan mereka melihat seorang wanita menangis sambil berusaha melindungi dirinya dari pukulan seorang pria.
"Kurang ajar !" ucap Shea dan Yudho bersamaan, langsung keluar dari mobil.
"Heh ! B@ngs@t ! Beraninya pukul perempuan ! Banci lo !" teriak Shea membuat Longga dan Pak Sakera memegang pelipisnya.
"Wis, mulai ..." gumam Pak Sakera yang keluar dari mobil untuk melindungi nonanya.
"Heh ! Bocah ! Ini urusan rumah tangga ! Kamu tidak bisa ikut campur !" bentak pria itu.
"Aku bakalan ikut campur karena kamu bakalan jadi pembunuh !" balas Yudho. "Kalau mau menghajar, cari yang sama gendernya! Jangan-jangan barang kamu kecil ya?"
Longga dan Pak Sakera menepuk jidat masing-masing.
Pria itu geram dengan wajah mengejek Yudho, langsung menyerang pria itu. Namun Yudho bukanlah bocah cupu yang tidak bisa apa-apa. Dia adalah pemegang sabuk hitam taekwondo.
"Dodo !! Hajar saja pria pemilik burung emprit itu ! Biar aku urus mbaknya ini !" ucap Shea sambil menghampiri wanita yang sudah babak belur itu. "Mbaknya tidak apa-apa?" tanya Shea yang melihat wanita itu seumuran dengan kakaknya, Amira.
"Te... Terima kasih... Tapi ... Kalian siapa?" Wanita itu menatap gadis bule yang fasih berbahasa Indonesia itu.
"Kami detektif hantu. Roh Kucing mbak, si Oyen yang bilang mbak selalu disiksa oleh suami mbak..." ucap Shea sambil mengambil salep luka dari dalam tasnya. Gadis itu sudah persiapan karena tahu mereka akan bertemu dengan korban KDRT.
Wanita itu melongo. "Roh oyen ? Kalian detektif hantu?"
"Yes" jawab Shea sambil mengoles salep di wajah wanita itu yang penuh luka. "Aku anak indigo jadi aku gunakan kelebihan itu untuk membantu roh-roh yang membutuhkan bantuan terutama yang masih ada sangkutan hingga tidak bisa menyebrang..."
Wanita itu menangis. "Oyen mencoba melindungi aku..." isaknya.
"Maka dari itu, Oyen meminta tolong padaku karena tidak mau mbak tewas di tangan suami mbak ..." jawab Shea.
Wanita itu lalu memeluk Shea. "Tolong, bebaskan aku dari pria itu..."
Shea membalas pelukan itu. "Akan aku usahakan... Tapi kenapa tetangga mbak tidak ada yang mau membantu?"
"Karena mereka takut dengan suamiku... Dia seorang polisi ..." jawab wanita itu.
Shea tersenyum smirk. "Pangkatnya apa?"
"Iptu..."
Shea rasanya ingin terbahak. Belum tahu saja kalau Oom Dean dan Oom Rayyan datang.
***
Yudho menghindari pukulan demi pukulan hingga dia mendapatkan celah untuk melakukan tendangan sapu dan menyapu pergelangan kaki pria itu hingga terjatuh. Yudho menunggu sampai lawannya berdiri dengan kuda-kuda yang siap menghajar kapan saja. Saat pria itu bangun, Yudho langsung menendang dengan tendangan cangkulnya hingga membuat pria itu pingsan.
"Hah ! Hanya segitu doang !" ejek Yudho sambil membenarkan kacamatanya.
Beberapa tetangga pun keluar saat mendengar keributan dan Yudho langsung bersikap cool. "Kalian itu memang tetangga menyebalkan ! Ada wanita nyaris tewas, tidak ada satu pun yang menolong ! Kalian manusia atau zombie sih !" bentak pria itu kesal.
Shea pun menghubungi para Oomnya yang di Polda Metro Jaya dan tidak lama, mereka pun datang.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Ya iya lah Dodo. Klo dah kena tendangan cangkulnya taekwondo dgn telak bakalan pingsanlah.
Kk aku baca ulang lg cerita si Shea😁.
2024-12-30
1
Anonymous
Emangbaru disini hantu memegang pelipisnyaaa
2024-11-13
1
zahra ulinnuha
ini mah nerd dari mananyaaa?? 😭😭
2025-02-04
0