Irjen Dean Thomas dan Brigjen Rayyan mendatangi rumah yang mereka ketahui adalah milik iptu Alfian, salah satu perwira di Polda Metro Jaya yang sering dikenal sebagai biang kerok. Keduanya baru saja menyelesaikan kasus ketika Shea menghubungi mereka berdua.
"Kenapa ada ambulans?" tanya Brigjen Rayyan.
"Entah ... Tuh ada iparmu ..." kekeh Irjen Dean Thomas. Brigjen Rayyan melihat Dokter Remy Giandra yang datang bersama Ratimaya. Keduanya sedang mengobati seorang wanita yang tampak babak belur.
Keduanya pun turun dan melihat Shea bersama Yudho datang menghampiri mereka.
"Oom Dean, Oom Rayyan..." Shea dan Yudho Salim ke kedua perwira tinggi itu.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Brigjen Rayyan.
"Jadi ada hantu kucing minta tolong ke aku untuk melihat majikannya yang sering jadi korban kdrt dan si oyen itu jadi korbannya dilempar hingga menghantam tembok. Terus kami kemari dan melihat mbak Ayu dihajar oleh pak Alfian. Yaaaa, aku dan Dodo langsung menolong ... Endingnya ya Dodo kelahi dengan pak Alfian dan kena tendangan cangkul ..." cerita Shea.
"Jadi dia menghajar istrinya ?" tanya Irjen Dean Thomas.
"Lihat saja ... Tuh, lagi dirawat Opa or Oom Remy ..." ucap Shea. "Oom, luka-luka di badannya itu sudah berlangsung lama ... Bisakah kita melakukan sesuatu?"
"Kamu ingin kami melakukan apa?" tanya Irjen Dean Thomas.
"Aku sudah bilang sama mbak Ayu, kalau aku akan mendampinginya sebagai junior advokat hak-hak asasi binatang untuk menuntut pembunuhan binatang peliharaan. Aku akan minta ke Eyang Tian, membantu menuntut kdrt ke suaminya" jawab Yudho tegas.
Brigjen Rayyan menatap remaja akhir yang tampak cool itu. "Kamu benar-benar mirip Pak Septian deh kalau begitu..."
"Sekarang dimana Alfian ?" tanya Irjen Dean Thomas.
Shea dan Yudho menunjuk ke arah pohon rambutan dimana Alfian diikat disana.
"Astaghfirullah..." ucap Brigjen Rayyan. "Kalian itu lhoooo..."
Shea dan Yudho hanya nyengir.
***
Alfian terkejut ketika gadis bule dan pria berkacamata itu mengobrol dengan akrabnya dengan dua perwira tinggi itu. Dirinya semakin panik ketika keduanya menghampiri tempat dia diikat.
"Apa yang kamu lakukan pada istrimu, Alfian?" ucap Irjen Dean Thomas dingin. "KDRT? Aku sendiri yang akan membawa kamu ke pengadilan ! Kamu itu hanya benalu ! Rumah ini yang memberikan mertua kamu kan? Harusnya kamu malu ! Laki-laki nunut Urip, isone mung ngatung, modal k**** thok !"
Shea dan Yudho melongo. Oh my God...
"Aku sudah mengawasi kamu cukup lama apalagi ayah mertua kamu sudah merasa sesuatu tidak beres tapi istrimu selalu menutupinya..." seringai Irjen Dean Thomas. "Tapi kali ini ... Kamu tidak dapat berkelit lagi !"
Brigjen Rayyan memberikan kode ke anak buahnya untuk membawa iptu Alfian ke sel penjara. "Pastikan, dia ditempatkan ke para narapidana kelas kakap ... Biar dia tahu rasanya..."
***
"Ini harus divisum, Bu Ayu" ucap dokter Remy Giandra.
"Tapi..."
"Bu Ayu, suami ibu sudah membunuh kucing ibu, susah membuat ibu babak belur... Apa masih dibela? Bu, keponakan saya yang menolong ibu. Mereka sangat mengkhawatirkan anda ..." ucap Ratimaya lembut namun ada nada tegas Disana.
Ayu menatap Dokter Remy Giandra dan istrinya bergantian.
"Saya akan bantu untuk bantuan hukumnya ..." ucap Dokter Remy. "Bu Ayu, saya tahu ibu sudah berusaha menutupi semua kelakuan suami ibu. Tapi it's enough. Anda berhak berbahagia, anda berhak untuk hidup. Anda berhak melawan semua perilaku tidak benar suami anda ..."
Ayu menangis. "Saya ... Tolong saya..."
Ratimaya memeluk Ayu. "Anda tenang saja. Kami akan menolong anda."
***
Polda Metro Jaya Jakarta
"Apakah itu sangat necessary mengikat Alfian di pohon rambutan?" Irjen Dean Thomas menatap dua remaja akhir itu yang hanya senyum-senyum.
"Aku rasa itu sangat seru dan ikonik?" kekeh Shea.
Kedua perwira tinggi itu hanya menggelengkan kepalanya. "Oke, Shea, aku tahu kamu adalah reinkarnasi Nonik tapi kamu sangat beyond Nonik..." gumam Brigjen Rayyan.
"Oke, semua biar Oom Dean dan Oom Rayyan yang handle. Tugas kalian sudah selesai. Oh, ngomong - ngomong, itu talinya dari mana?" tanya Irjen Dean Thomas.
"Dari samping rumah yang biasa dipakai buat mengikat mbak Ayu. Jadi aku pikir sudah waktunya senjata makan tuan..." jawab Yudho.
Irjen Dean Thomas hanya menghela nafas panjang. "Kalau saja aku tidak ingat kalian buyut Pak Hoshi... Maka aku akan heran..."
***
"Oke Mpus Oyen, majikanmu sudah aman dan selamat... Semoga kamu bahagia di surga ya mpus... " ucap Shea sambil berjongkok setelah mereka kembali ke rumah.
Kucing bewarna oranye itu pun mengelus tangan Shea dan berjalan menuju cahaya putih.
"Salam buat chibi, demon dan ruru..." ucap Shea sambil menyebut anjing Pomeranian, Husky dan love bird nya yang sudah tiada.
"Kok kamu sebutin semua ?" tanya Yudho.
"Kan di surga itu terbagi, surganya manusia dan surganya binatang. Seperti kita sering bilang, all the animals akan menyebrang ke rainbow bridge ... Jadi aku titip salam lah !" jawab Shea sambil berdiri.
Yudho menggelengkan kepalanya. "Aku pulang dulu, Shea. Oh, kalau ada kasus lagi, let me know..."
"Bukankah selalu Dodo? Oh, bagaimana eyang Tian? Mau membela mbak Ayu?" tanya Shea.
"Tentu saja Eyang mau membelanya. Kapan lagi menghukum suami celutak macam itu ... Polisi lagi ! Habis deh !" senyum Yudho.
"Pro Bono kan?"
Yudho mengangguk. "Aku akan mendampingi Eyang juga. Untuk kasus pembunuhan Oyen. Setidaknya aku ingin memberikan keadilan pada kucing itu. Tanpa dia, mungkin mbak Ayu sudah tewas tadi ..."
Shea memeluk Yudho. "Terima kasih burung Dodo. Hajar saja orang tidak punya hati itu !"
Yudho melepaskan pelukan Shea. "Absolutely ! Percayalah padaku !"
Shea tersenyum manis.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
mary dice
gemasssss sama bu Ayyyyuuuuu
2024-10-30
1
Ray
Semangat dan lanjut💪🙏😍
2024-09-02
2
Zanzan
aku kurang paham thor...awal nya ada...apa judul nya...
2024-06-03
1