"Di apartemen mana?" tanya Shea ke seorang pria dengan tubuh tidak utuh, banyak bekas irisan benda tajam seperti dimutilasi. Bahkan Longga dan Pak Sakera bergidik melihatnya.
"Disana... " ucap pria itu.
"Siapa yang melakukannya?" tanya Shea yang sudah biasa mendapatkan penampakan aneh-aneh.
"Seorang anak perempuan..."
Shea, Longga dan Pak Sakera melongo. "Anak perempuan melakukan mutilasi?" desis Shea membuat Akira dan Yudho menoleh ke arah gadis imut itu.
"Apaan Shea?" Yudho menatap horor ke Shea. "Oh please... Jangan bilang hantunya menyeramkan..." Yudho langsung menutup wajahnya.
"Shea, ada apa ?" tanya Akira.
"Aku ..." suara ponselnya berbunyi dan Shea melihat siapa yang menghubunginya. "Ya Oom Jarot? ... Dimana ? ... Kok bisa merasa Shea tahu?" Shea cekikikan. "Iya Oom. Shea kesana tapi jangan kaget... Ada mas Akira ikut ..."
Akira melotot. "Whaaaatttt?"
***
Tiga mobil berjalan beriringan itu menuju ke sebuah gedung apartemen yang sudah disegel garis kuning polisi. Shea turun bersama dengan Akira disusul oleh Yudho dan para pengawal pangeran Belgia itu.
"Pak Pengawal, tunggu sini saja ya. Mas Akira akan baik-baik saja ... Banyak polisi disini kok ..." senyum Shea ke para pengawal itu dengan bahasa Jerman.
Para polisi disana sudah biasa melihat Shea dan Yudho di TKP apalagi sering membantu kasus dingin dan kasus aneh lainnya. Selama ini baik Shea dan Lachlan selalu sesuai prosedur hukum jadi para polisi tidak bisa bilang tidak jika mereka hadir. Lagipula tidak setiap kasus mereka datang.
"Shea!"
Shea dan Yudho menoleh ke arah suara. Tampak Kombes Jarot menghampiri mereka.
"Senang bertemu dengan anda yang mulia pangeran Akira ..." Kombes Jarot membungkuk hormat.
"Santai saja Pak Jarot... Aku kepaksa ikut gara-gara tadi aku jemput Shea. Ada kasus apa?" tanya Akira.
"Maaf yang mulia ... Tapi ini ..."
"kasus mutilasi kan?" potong Shea.
Jarot tidak heran jika Shea sudah tahu. "Arwahnya datang ke kamu kan Shea ?"
Shea tersenyum manis. "Apa yang terjadi Oom?"
"Well, dia dibunuh dengan kondisi ... Tubuh dipotong - potong .. Leher, bahu, tangan, paha, lutut hingga pergelangan kaki..." kombes Jarot melihat Yudho sudah mulai pucat. "Ini Yudho, kantong buat muntah ..." Pria bertubuh besar itu memberikan kantong bukti baru ke Yudho.
"Hmmm..." Yudho bergegas menuju kamar mandi membuat Akira merasa kasihan pada calon sarjana hukum itu.
"Aku akan temani Yudho ..." ucap Akira yang menemani remaja akhir itu ke kamar mandi.
"So, Shea. Bisakah kamu tahu siapa pelaku kejahatan keji ini?" tanya Kombes Jarot.
"Pak ... " Shea menoleh ke arwah korban kejahatan itu. "Siapa namanya pak?"
"Jani..."
"Pak Jani bilang kalau yang bunuh dia perempuan..." ucap Shea.
Kombes Jarot melongo. "Perempuan? Apa dia yakin? Bagaimana bisa seorang perempuan bisa berbuat sadis seperti itu?"
"Oom Jarot apa nggak ingat sih? Kasus Sanjaya ? Kasus Amalia ? Kasus Rosmawati? Semua pelaku kejahatan perempuan lho ! Jangan dikira perempuan itu lemah ... Bahkan perempuan itu memiliki banyak seribu cara untuk membunuh tanpa ketahuan !" seringai Shea. ( Baca Ghost Detective ).
"Shea, tampaknya Oom harus hati-hati sama kamu..."
"Kenapa Oom?"
"Karena kamu seorang perempuan..."
Shea terbahak.
***
Shea bersama Aiptu Steven Sasono, ahli IT Polda Metro Jaya, duduk di lantai sambil mencari tahu isi laptop yang terdapat di apartemen Jani. Keduanya melongo saat tahu ternyata Jani adalah seorang pedofil. Hal itu didukung dengan banyaknya foto-foto anak perempuan baik yang diambil sendiri maupun dari internet. Aiptu Steven akhirnya tahu jika Jani ikut grup chat lolitalover dan juga sebuah grup chat yang isinya banyak anak remaja.
"This is so disgusting !" Shea menatap marah ke arah Jani. "Ternyata ya !"
Jani tampak terpojok apalagi Longga dan Pak Sakera siap melindungi Shea.
"Aku curiganya korban bertemu dengan pembunuhnya disini mbak Shea ... " ucap Aiptu Steven. "Aku akan cari dengan siapa saja dia melakukan chat dan biar kami selidiki satu persatu."
"Makasih bang Steven. Urusan hantu nya Jani, biar aku yang urus !" Shea pun berdiri lalu berkacak pinggang memberikan kode ke para arwah itu untuk ikut dengannya.
Aiptu Steven menatap bingung ke gadis yang seperti boneka itu tampak marah. "Hah? Kenapa mbak Shea marah-marah?"
***
"Hiiiihhh ! Kamu minta tolong aku buat cari pembunuh kamu ? Tapi ternyata kamu juga dosa besar ! Perilaku kamu menjijikkan ! Pedofil? Sudah sepantasnya kamu mendapatkan akibatnya !" amuk Shea di samping gedung apartemen itu.
"Sabar mbak Shea ..." ucap Longga.
"Aku nggak bisa sabar, pak Longga ! Kalau tidak ingat hukum, aku sendiri yang akan kebiri kamu !" hardik Shea kesal.
"Memang mau dikebiri pakai apa mbak Shea?" tanya Pak Sakera.
"Clurit !"
"Astagaaaa..." Longga dan Pak Sakera menepuk jidatnya masing-masing.
"Sekarang aku tanya. Kamu sudah meniduri berapa anak perempuan ? Jawab!" bentak Shea galak.
"Be... Lum pernah ..." jawab Jani.
"Jangan bohong kamu ! Sudah mati saja masih bohong !" pendelik Shea galak.
"Benar ! Aku ... Belum berani melakukannya ... Hanya berani ... Via online... " cicit Jani.
"Macam-macam..."
"Benar mbak Shea. Saya belum pernah tidur dengan anak perempuan ..." ucap Jani. "Aku hanya tidur dengan ... Istriku ..."
Shea, Longga dan Pak Sakera melongo. "Kamu punya istri ?" seru ketiganya.
"Yang sedang ... hamil ..."
Shea menepuk jidatnya. "Astaghfirullah Al Adzim... Aku mumet tenan Iki ! Kudu piyeee jal !"
***
"Shea kemana?" tanya Yudho yang sudah selesai muntah-muntah.
"Ke samping gedung mas Yudho..." ucap salah seorang polisi disana.
Akira dan Yudho pun berjalan ke samping gedung apartemen dan melihat gadis itu sedang marah-marah sendirian yang ending-nya, dia menendang pohon mahoni.
"Oke Yudho, apa yang terjadi kali ini ... Apa hal yang membuat adikku ngamuk dan ingin makan orang... Atau kirim arwah ke alamnya ?" ucap Akira.
"Sepertinya arwah yang minta tolong itu bukan orang baik..." gumam Yudho. "Soalnya dia pernah mendapatkan kasus menolong seorang bapak yang katanya tewas menolong istrinya dari perampok tapi dia sendiri yang membunuhnya. Jangan kaget mas ... Dia akan bisa lebih seram dari hantunya itu sendiri ..."
Akira menggelengkan kepalanya. "Asalkan dia tidak diganggu para arwah itu..."
Yudho tertawa kecil. "Insyaallah nggak mas. Shea bentengnya kuat ..."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
mary dice
bikin gemasssss tenannnnnnn uhhhhh
2024-10-30
1
Erni Sasa
ka ibuk bapake mas akira apa ya judulnya?
2024-10-19
1
Ray
AQ termehek mehek sama cerita Outhor.
Pokoknya AQ padamu😘😘🙏
2024-09-02
3