Ruang Angga Syarif
Angga menatap mahasiswinya yang memasang wajah tanpa bersalah dan pakai acara bertanya apakah dia pingsan? Ya Allah Gusti, harus diberikan kesabaran ... Angga tidak bisa membuat teguran atau apapun karena semua mata kuliah wajib dan pilihan sudah dipenuhi Shea dan hanya skripsi saja. Bahkan nilai-nilai Shea juga straight A termasuk mata kuliah yang termasuk momok bagi mahasiswa lainnya karena super sulit.
"Kamu sengaja kan?" ucap Angga judes.
"Bapak juga sama saja. Bab dua yang kemarin itu saya buat sesuai dengan petunjuk bapak presiden... Eh bapak Angga yang terhormat tapi tetap bapak coret dengan tinta merah. Salah siapa ? Salah saya ? Sudah sesuai lho pak ! Terus, saya revisi ulang, masih kena coret juga ? Apa perlu saya kasih lihat rekaman sepanjang saya konsultasi dengan bapak ?" omel Shea. Padahal dirinya tidak merekam apapun tapi sudah kadung gemas. Gadis itu melirik ke sudut langit-langit yang ada cctv-nya. "Atau ... CCTV bapak saya hack juga bisa ..."
"Kamu itu mahasiswi kriminologi malah pikirannya begitu ?"
"Justru saya sengaja kuliah di kriminologi demi menyalurkan jiwa kriminal saya jadi lebih terasah ! Sekarang bapak maunya apa ? Menghukum saya karena membuat teror gas amoniak bau Pete?" ucap Shea judes. Sungguh dirinya sudah capek membuat bab dua hingga lima kali ... Kapan penelitiannya kalau begini?
"Jadi benar kan kamu sengaja kasih saya kentut !" balas Angga galak.
"Daripada saya ter*r bapak pakai hantu gara-gara bab dua ?" pendelik Shea. "Setidaknya, saya jujur bilang kalau saya yang kentut. Saya tidak perlu pengacara soal ini karena barang bukti menguap dengan sendirinya. Kalau pun dibawa ke pengadilan, you said I said pak ! Bisa saja saya balikan semua omongan bapak !"
Angga menatap galak ke gadis bule yang tidak ada takut-takutnya itu.
"Kamu tuh ! Terus kamu penelitian mau dimana ?" tanya Angga.
"Polda Metro Jaya dong ! Semua kasus yang saya sebutkan di sana. Sekalian mewawancarai semua orang yang terlibat bukan ? Plus pelakunya yang masih hidup. Kenapa? Bapak keberatan kalau saya nepotisme? Nggak usah munafik pak ! Bedanya saya lakukan demi skripsi dan lulus dari sini bukan cari duit !" jawab Shea judes.
Angga merasa pusing mendengar argumen mahasiswinya yang diam-diam memang dia suka. Biasanya Angga tidak suka dengan gadis galak, tapi Shea berbeda. Gadis itu dari keluarga Sultan tapi tetap low profile. Tidak pernah flexing barang tapi flexing Oom nya yang di Polda Metro Jaya karena memang benar adanya.
"Ini sudah bagus. Silahkan kamu lanjutkan ke bab tiga ..." ucap Angga pada akhirnya karena tidak ada alasan membuat Shea kembali. Bisa-bisa bukan kentut yang diter*rnya.
Shea tersenyum manis. "Terima kasih pak Angga. Akhirnya .... Hampir saja aku kirim pocong boy ke bapak biar kena nightmare !"
Angga melongo. "Apa?"
Gadis itu buru-buru keluar dari ruang Angga. "Permisi pak. Ada kelas seminar !" ucapnya sambil menutup pintu ruang kerja Angga.
"Astaghfirullah anak itu ..." gumam Angga.
***
Menjelang sore, Shea sengaja mampir ke Polda Metro Jaya Jakarta untuk melakukan opening ijin melakukan penelitian di kantor Irjen Dean Thomas dan Brigjen Rayyan. Gadis itu pun diterima hangat oleh kedua Oomnya dan surat ijin dari kampusnya akan diterima besok lalu diserahkan kepada Kapolda Metro Jaya nanti. Namun Shea yakin akan diijinkan melakukan penelitian disana mengingat bagaimana dekatnya pihak Polda Metro Jaya dengan keluarganya.
***
Di Kediaman keluarga de Luca
"Akhirnya masuk bab tiga, Shea?" tanya Nareswari yang tahu putrinya uring-uringan karena sebulanan ini bab duanya kena coretan durjana dosen pembimbingnya.
"Akhirnya setelah aku ancam teror hantu ..." jawab Shea cuek sambil makan durian yang dibawakan oleh Ryuga tadi sore.
Lachlan dan Nareswari mendelik ke arah putrinya yang mulai ngaco.
"Sheeeaaaa..." ucap Lachlan dengan nada dalam.
"Cuma omdo papa ... Nggak beneran... Kayaknya ..." balas putrinya cuek.
Lachlan menggelengkan kepalanya, gemas dengan putri imutnya.
"Besok kalau surat kamu diterima, jangan bikin ulah di kantor Oom Dean dan Oom Rayyan ya?" pesan Nareswari.
"Oh, lusa Papa dan Mama harus ke Palermo soalnya sudah mulai masuk musim panen. Kalau kamu takut di rumah sendirian, suruh saja kwartet nggak jelas kamu nginap di rumah..." ucap Lachlan.
"Aseeekkk ! Kita akan menjadi detektif !" cengir Shea membayangkan keempat cowok sebayanya akan berada di rumah guna menemani dirinya.
***
Kamar Shea
"Oom L dan Tante Nyes mau ke Palermo?" tanya Ryuga saat Shea melakukan panggilan zoom ke keempat sepupunya meskipun Yudho dan Alfie tidak termasuk tapi Shea menganggap mereka saudaranya.
"Iya Oom... " jawab Shea membuat Yudho dan Alfie terbahak.
"Kampret lu ! Ketawain panggilan gue !" omel Ryuga.
"Lho kan benar tho? Oom Ryuga Oom gue tapi di Seiya lebih tidak jelas lagi ..." gelak Shea.
"Salah siapa bokap lu nikah sama adiknya bokap gue !" balas Seiya judes.
"Dan Gelut pun dimulai. So, Shea, bab dua udah lolos ?" tanya Alfie.
"Gila aja sampai ga lolos ! Dosen pembimbingnya udah dikasih amoniak kentut sama Shea ... Sampai gak lolos ... Terlalu..." gelak Ryuga. "Kacau deh !"
"Eh buseeettt !" seru Alfie dan Seiya yang sama-sama kuliah di UI hanya beda fakultas dengan Shea dan Yudho. Alfie memilih mengambil ilmu komputer sementara Seiya memilih fakultas matematika dan IPA karena gagal masuk MIT.
"Beneran elu kasih kentut?" tanya Seiya yang memang mahasiswa baru di UI dan beda tiga tahun dari Shea.
"Lha gue makan nasgor pakai Pete paginya terus pas mau keluar dari ruangan pak Angga, kebelet kentut. Ya dikeluarin aja daripada gue keracunan ..." jawab Shea cuek.
"Pingsan ga tuh dosen ?" tanya Alfie.
"Sayangnya... Kok nggak ya ..." gumam Shea membuat empat remaja tampan di layar monitornya menggelengkan kepalanya.
"Ampun deh !"
"Guys, jadi kita di rumahku ya. Lagipula ada kasus. Ada mbak Kunti minta tolong buat nyebrang tapi masih ada tanggungan..." ucap Shea.
"Tanggungan apa ?" tanya Alfie.
"Permintaan maaf saudara kembarnya..." jawab Shea.
"Itu mbak Kunti yang di depan pagar rumah elu ?" tanya Yudho.
"Ho oh. Kasusnya antara konyol tapi kok ya kebangetan... " geram Shea.
"Memang mbak kuntinya mati kenapa ?" tanya Ryuga.
"Dibunuh saudara kembarnya hanya gara-gara rebutan baju !"
Keempat remaja itu melongo.
"Kok ya miris banget sih ..." ucap Seiya sambil memegang pelipisnya.
Tim Detektif Hantu next gen
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
mary dice
syukurlah nggak kena hukuman setelah mastiin kentut shea🤣🤣
2024-11-03
1
Ray
Tuh kan si Pak Dosen suka sama Shea🤔😊 Dan kasus lagi pastinya💪🙏😘
2024-09-02
3
Sistiningsih Ika Dewi
pak Dosen yakin suka sama Chelshea???
yakin pak bisa tabah ngadepin bentengnya Chelshea, berlapis lho pak bentengnya macam benteng Takeshi,,,,,
2024-04-13
4