Dua Minggu usai kasus kucing terngeong, Shea mendapatkan kabar bahwa Alfian sudah disidangkan di sidang disiplin kepolisian karena kasus KDRT. Itu baru sidang pertama, belum sidang cerai, sidang pidana karena kasus kekerasan pada rumah tangga dan kasus pembunuhan hewan peliharaan.
Shea tersenyum puas saat Yudho memberikan data pasal berlapis yang akan didapat oleh Alfian ditambah pemecatan secara tidak hormat dari kepolisian plus hukuman pidana. Septian tidak main-main dalam menghukum Alfian dan tentu saja Shea senang apalagi Oyen pasti lebih tenang di alam sana.
***
Seminggu Kemudian
Shea sedang berjalan keluar kampusnya untuk memesan ojek online ke rumah sakit tempat ibunya bekerja, ketika melihat mobil Opa Valentino nya berada di depannya.
"Yuk naik..." ucap pria yang ada di dalam mobil setelah menurunkan kaca jendelanya.
Shea melongo. "Mas Akira ?" Sontak gadis itu langsung berjalan sambil loncat-loncat kecil menghampiri kakak sepupu sulungnya. "Kok jemput?"
"Wah suatu kehormatan dijemput pangeran tampan..." cengir Shea yang masuk ke dalam mobil Porsche milik opanya.
***
"Kapan datang mas?" tanya Shea.
"Semalam dan tahu sendiri Opa dan Daddy ngamuk karena ada yang berani utak Atik hutan milik Oma Zee dan suku Dayak..." jawab Akira.
"Opa datang? Oom Arsya juga? Sekarang mereka dimana ?" tanya Shea.
"Terbang ke Kalimantan bersama Oom Kaivan, Opa V dan Oom Sagara. Pada ngamuk semua ada penghianat disana. Kan Papamu juga ikut sama Pak Dean dan Oom Rayyan..." jawab Akira.
"Mas Akira nggak ikut?"
"No, Shea... Sudah cukup banyak orang yang marah di pesawat jadi tidak perlu nambah kan?" kerling Akira.
"Mas, tattoo nya tambah lagi? Mbak Amina masih menolak mas ?" Shea menatap prihatin ke kakaknya yang bucin dengan seorang gadis biasa dan sudah beberapa kali Akira melamarnya, selalu ditolaknya halus.
"Yup ... Mas sampai tidak tahu harus bagaimana lagi? Masalahnya, mas cuma mau Amina doang ..." jawab Akira.
"Gimana liburan semester ini Shea ke Brussels? Merayu mbak Mina?" Mata biru Shea mengerjap-ngerjap sok imut.
"Amira saja tidak bisa membujuk Amina ... Apalagi kamu, Shea...." jawab Akira.
"Yaaaa mbok menowo tho mas ..." cengir Shea. Sejujurnya Shea merasa kasihan dengan kakak sepupunya yang cinta mati dengan teman sekolahnya apalagi Arsyanendra dan Violet juga suka dengan Amina.
"Ya dicoba saja nanti kamu libur semester... Eh, apa kamu tidak urus skripsi?" Akira menoleh ke arah Shea.
"Sudah lho ya masuk bab dua ... Tapi kena revisi ..."
Akira tertawa sambil mengusap kepala Shea lembut.
***
Akira dan Shea memilih ke sebuah coffee shop di daerah Kuningan dekat kantor PRC Group. Shea bisa melihat para kaum hawa langsung menolehkan kepalanya saat melihat kakaknya berjalan masuk bersamanya. Tidak heran jika mereka tertarik dengan Akira karena kakaknya memang seganteng itu, ditambah dengan tattoo di tangannya menambah kesan bad boy.
Shea tersenyum smirk. Mas Akira jauh dari kata bad boy karena tipe setia. Hanya satu wanita yang dia inginkan macam Oom Arsya ke Tante Violet.
"Kita duduk di pojok saja ya Shea ..." ajak Akira setelah mereka mendapatkan kopinya.
"Ayuk.." Shea langsung merangkul lengan kakaknya.
Introducing Pangeran Akira Léopold
***
"Jadi kamu dan Yudho mengikat si suami pelaku kdrt di pohon rambutan?" Akira tertawa terbahak-bahak membayangkan adiknya dan sahabatnya main ikat orang di pohon macam jaman ksatria Templar.
"Lha habis kita kan tidak mau dia kabur jadi ikat saja lah..." jawab Shea polos.
"Tapi kalian itu macam pembela kebenaran yang tidak dikenal ..." senyum Akira.
"Tidak perlu cari nama mas... Kita tuh ikhlas kok bantu. Lagipula, uang aku banyak dan bukannya bagus digunakan buat hal-hal yang baik membantu arwah untuk pulang ke alamnya?" jawab Shea.
Akira tersenyum lembut ke Shea. "Kamu memang anak baik... Terus Yudho sudah berani maju sidang?"
"Dodo kan sudah skripsi bab tiga sekalian dimasukan buat penelitiannya mas. Apalagi dia mengambil pembelaan hak-hak hewan ... Semakin semangat lah !"
"Sayang, namanya Yudho... Bukan Dodo apalagi burung Dodo 🦤 ..." tegur Akira.
"Ah enak panggil gitu. Lagian dari jaman SMP aku sudah manggil gitu, dan Dodo tidak protes jadi bukan salahku kan?" eyel Shea membuat Akira menggelengkan kepalanya.
"Ampun deh ngeyelnya ..." kekeh Akira.
Suara ponsel Shea berbunyi dan gadis itu menerimanya. "Ya Dodo ? Aku ... Makan dengan cowok ganteng ... " Shea terbahak. "Lho yang ini tabah sama aku kok ... Kamu kalah tabah ..."
Akira tersenyum smirk.
"Aku di Kuningan... Iya, di coffee shop langganan kita... Oke. Aku tunggu ..." Shea mematikan panggilan dari Yudho.
"Dia sangat care sama kamu lho Shea ..." ucap Akira.
"Dodo? Sangat ! Tapi menyebalkan kalau aku bilang 'Do, itu ada mbak Kunti' ... Langsung dia ambil langkah seribu ... Addduuuhhh !" Shea memegang keningnya yang kena toyor Akira.
"Ya jelas ngibrit, Shea ! Ngomongnya difilter cumiii !" omel Akira kesal. "Kamu tuh indigo ya indigo tapi jangan vulgar kalau lihat makhluk tidak kasat mata itu !"
"Tahu nggak mas ... Dodo masih tolerir kalau aku bilang ada pak Longga, pak Sakera atau Eyang Surti... Soalnya yang sering sama aku kan mereka bertiga itu ..." jawab Shea.
Akira menggelengkan kepalanya. "Beneran deh kamu tuh ... Eh, tapi kasus pembalakan kayu di hutan punya Oma Zee itu berawal dari makelar yang dikubur hidup-hidup?"
Shea mengangguk. "Aku tidak tahu detail banget mas, karena kata papa ini kasus pelik. Jadi aku memilih kasus yang ringan-ringan saja. Kan Mas Akira tahu sendiri kalau Oom Arsya dan Opa Sean ngamuk kayak apa... Apalagi ini berhubungan dengan Oma Zee..."
"Touché. Opa dan Daddy kan sayang banget sama Oma ..." jawab Akira.
"Ntu dia ..." Shea pun menceritakan apa yang dia tahu dari Lachlan meskipun tidak detail. Apalagi Eyang Surti memilih ikut dengan Lachlan sementara Longga dan Pak Sakera seperti biasa mengikuti Shea kemanapun. Sudah menjadi perjanjian sesaat Shea lahir dulu, Longga dan Pak Sakera menjadi penjaga gadis berwajah boneka itu.
***
"Tidak heran kalau Daddy dan Opa ngamuk. Ini sudah keterlaluan, Shea ..." ucap Akira.
"Makanya ini kapolri pun jadi ikut turun tangan ... Tinggal presiden yang belum karena berhubungan antar negara... Eh... Mas Akira tidak dikawal?" Shea celingukan mencari pengawal kakaknya.
"Siapa bilang aku tidak dikawal? Tuuuhhh..." Akira memberikan kode ke beberapa pria dengan pakaian santai berada di beberapa titik dekat mereka duduk.
"Oh... Kirain ..." senyum Shea.
"Lho mas Akira ?"
Keduanya mengangkat wajahnya dan melihat Yudho berdiri disana.
"Apa kabar mas Akira ?" sapa Yudho yang mendapatkan pelukan pangeran Belgia itu. "Terima kasih sudah tabah dengan Shea..."
Yudho tertawa. "Selama Shea tidak bilang ada hantu atau setan, kecuali yang aku sudah tahu, bukan masalah ..."
"Duduk, Do..." ajak Shea. Yudho pun duduk di sebelah Shea. "Gimana persidangannya?"
"Ini sidang yang mana ?" tanya Akira.
"Pembunuhan Oyen..." jawab Yudho. "Aku menuntut sepuluh tahun penjara untuk kasus kekerasan pada hewan..."
"Itu baru satu dakwaan?" tanya Akira lagi.
"Yes. Masih ada pasal berlapis untuk kasus pidana Alfian ke mbak Ayu..." jawab Yudho. "Tapi yang itu Eyang yang urus..." Pria itu menoleh ke arah Shea yang tampak termenung. "Jangan bilang kasus lagi..." gumamnya yang sudah hapal dengan gaya Shea.
"Pembunuhan? Di apartemen?" tanya Shea ke arah tumpukan tanaman dekat meja mereka.
"Bener kaaannnnn !" keluh Yudho membuat Akira memilih minum kopinya.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Ray
Tiada hari tanpa kasus dan tiada hari tanpa baca cerita Outhor🙏😍
2024-09-02
3
Yani Ekawati
shea mirip nonik.ngeyel nya indogo nya sama dengan ayah ibunya
2024-04-04
1
Noey Aprilia
Shea ko mrip bgt sm diana y??sm nyunyun jg kl ngeyel....tp suka sih...he..he....
Akira mst nyari mbah dukun kya'ny,scra psonamu ga mmpan mskpun amina cwek biasa....cba kl yg lain,d trima tnp mkir psti....
Eehh....ada crta tntng ank2 nya alsya pikil2 dlu ga kk???pst seru...
ngareeeuuppp....😁😁😁
2024-04-04
2