Milly Marah

Kamar Malik

Milly perlahan membuka matanya dan pemandangan yang dilihatnya adalah Malik yang menatapnya lembut. Milly menoleh ke kiri dan ke kanan, hingga menyadari bahwa kepalanya berada diatas pangkuan Malik.

Sejak kapan aku tidur diatas pangkuannya? Milly pun hendak bangun tapi Malik langsung mencium bibirnya lembut membuat gadis itu terkejut.

"Putri tidur aku sudah bangun ..." senyum Malik. "Tapi tadi aku cium kok tidak bangun-bangun yaaaa... Berarti yang di cerita sleeping beauty dan snow white salah dong ..."

Milly melotot. "Kesempatan dalam kesempitan ya pangeran sombong !"

Malik tersenyum lebar. "Aku membayangkan kita seperti ini terus..."

"Sepertinya tidak bisa, Malik..." Milly pun bangun dan duduk di sebelah pria itu.

"Why?" Malik menatap cemas ke Milly. Apakah kamu akan meninggalkan aku?

"Aku mendapatkan tawaran pekerjaan di Amerika lagi..." jawab Milly apa adanya. "Aku sedang menimbang - nimbang mau ambil yang mana ..."

Wajah Malik tampak mengeras. "Kamu akan meninggalkan aku?" ucapnya dingin.

"Aku disini buat bekerja Malik... Aku tidak ada tujuan bahkan kepikiran menyukai kamu mengingat bagaimana judesnya kamu ..." Milly menatap Malik. "Aku senang bekerja Malik... Senang menerapkan ilmu ku pada orang-orang yang membutuhkan keahlian aku..."

"Apakah kamu juga suka perhatian dari para atlet itu? Iya?" nada suara Malik naik satu oktaf.

"Apa? No, Malik. Aku tidak pernah berpikir soal itu... Fokus aku hanya bekerja... "

"Bagaimana denganku? Apa perhatian aku selama ini tidak cukup ? Apakah karena aku belum bisa berjalan jadi kamu..."

Milly melongo. "Tunggu ! Hold on ! Apakah kamu mendengar apa yang aku ucapkan tadi, Malik? Aku tidak ada tujuan bahkan kepikiran menyukai dirimu ... "

"Jika kamu menyukai aku, lalu kenapa kamu sudah berpikir untuk kembali ke State dan bekerja disana? Apakah kamu kekurangan uang? Apakah kamu segitu inginnya pergi dariku?" bentak Malik.

"What ?! No, Malik. Aku tetap disini sesuai dengan kontrak ! Tapi setelah kontrak aku selesai, aku juga ingin bekerja lagi ... Malik, aku suka profesiku dan aku sudah membangun karier ku, itu tidak mudah !"

"Lepaskan ! Tinggalkan pekerjaan kamu ! Tinggalah bersamaku ! Aku akan memberikan apa yang kamu minta !"

Milly memegang pelipisnya. "Jangan bicarakan soal materi Malik. Aku paling tidak suka dengan orang yang selalu mengkaitkan segala sesuatunya dengan materi ! Aku tidak kekurangan materi tapi passion aku Malik... Aku suka bekerja ... Aku suka menerapi pasienku... Tolong, mengertilah..."

"Aku mencintaimu Milly ! Apakah itu tidak cukup?" Malik menatap tajam ke Milly.

Milly memejamkan matanya dan tanpa sadar air matanya menetes. "Malik, jika aku disini... Aku akan kehilangan passion aku... " Dan aku tidak mau ada perang saudara macam Oom Ale dan Oom Raffa dulu merebutkan Tante Sakura.

"Kamu egois Milly ! Kamu tidak memikirkan perasaan aku padamu !" bentak Malik.

"Malik..."

"Keluar kamu ! Keluar !"

Milly pun keluar dari kamar Malik dan menutup pintunya pelan. Malik pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Kalau aku disini, aku akan kehilangan passion aku ... Aku suka bekerja ...

Ucapan Milly terngiang-ngiang di telinga Malik.

Why Milly? Disaat orang lain ingin ongkang-ongkang kaki tanpa memikirkan bekerja tapi ada uang, tapi kamu memilih bekerja...

Malik membalikkan tubuhnya ke arah pintu. Jangan tinggalkan aku, sayang.

***

Milly masuk ke dalam kamarnya dan dirinya menangis disana. Sejujurnya dia menyukai Malik tapi dia juga tahu jika bersama Malik maka dia seperti burung dalam sangkar karena pasti dia tidak bisa menerapkan ilmunya. Padahal Milly sangat suka bekerja, melihat proses pasiennya dari tidak bisa berjalan, menjadi produktif kembali. Ada rasa bangga pada dirinya bisa membuat pasiennya menjadi semangat kembali ke masyarakat.

Milly teringat kakaknya Diana yang menikah dengan Emir Rauf Khalid. Diana tetap bekerja sebagai pengacara dan Rauf sangat mendukungnya begitu juga dengan kedua putra kembarnya, Rashad dan Rashid. Tapi Malik berbeda dari bang Rauf. Malik sudah pasti akan mengekang Milly apalagi jika pasiennya laki-laki padahal Milly juga tahu batasannya.

Mana Malik mau tahu itu. Milly sudah tahu pasti Malik pria posesif dengan dirinya, apalagi sudah pasti tidak mau mengalah dari Hisyam. Sungguh Milly tidak menyangka kedatangannya ke Bahrain akan membuat kehidupannya amburadul.

Kenapa juga kamu pakai acara jatuh cinta dengan Malik, sih Milly Banyune..

Milly kemudian teringat ucapan Malik.

Aku akan memberikan apa yang kamu minta.

Milly benar-benar tersinggung karena tidak habis pikir semuanya dikaitkan dengan materi. Apakah kamu lupa Malik, aku itu siapa?

***

Acara makan malam ini tampak sepi tanpa ada Milly disana. Tadi Sifah, pelayan yang bertugas meladeni Milly menyampaikan pada semua orang jika dokter cantik itu sedang tidak enak badan jadi tidak bisa ikut makan malam dengan keluarga Al Khalifa.

Tentu saja kabar Milly tidak enak badan membuat Malik dan Hisyam terkejut. Keduanya sama-sama tampak cemas ke gadis yang mereka cintai. Usai makan malam, Malik bergegas menuju kamar Milly namun pengawal yang bertugas di depan kamar gadis itu mengatakan bahwa Lady Bradford sedang tidak mau diganggu.

"Biarkan aku masuk !" perintah Malik.

"Maaf yang mulia, Lady Bradford benar-benar tidak mau diganggu.. " Pengawal itu memberikan notes ke Malik dan pria itu mengeraskan rahangnya lalu meremas kertas yang ditulis oleh Milly.

Jangan ganggu. Aku mau tidur.

***

Keesokan harinya Malik kembali mendatangi kamar Milly bertepatan dengan gadis itu membuka pintunya.

"Pagi Dokter Clumsy... Ayo sarapan ..." ajak Malik yang melihat mata sembab Milly meskipun sudah berusaha dia sembunyikan dengan make up.

"Aku sarapan di kamar ..." jawab Milly pelan.

"Ayo, sarapan dulu di ruang makan... " mohon Malik lembut.

"Shifa sudah membawakan sarapan untukku..." ucap Milly bertepatan dengan Shifa yang datang dengan nampan berisikan sarapan.

"Permisi yang mulia... Lady Bradford, sarapan anda..." Shifa memberikan nampan itu ke Milly.

"Terimakasih Shifa. Pangeran Al Khalifa, segera sarapan karena jam sembilan kita mulai terapi." Milly pun masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya dengan kakinya.

Malik melongo melihat gadis itu tampak dingin. Kamu marah?

Mustafa dan Shifa yang melihat adegan itu, hanya merasa ada sesuatu yang tidak beres pada Malik dan Milly. Mereka pasti bertengkar.

***

Pukul sembilan pagi, Milly sudah siap di kolam renang dengan mengenakan swimsuit nya yang mirip baju penyelam. Baju renang bewarna hitam itu mencetak lekuk tubuh Milly yang bagus membuat Malik menatapnya kagum.

"Kita kembali terapinya di air, pangeran sombong..." ucap Milly dingin.

"Pantas kamu minta aku pakai baju renang..." senyum Malik namun Milly hanya menatapnya datar.

Duh, masih marah.

"Mustafa, tolong bantu pangeran Malik masuk ke dalam air. Kamu bisa berenang kan?" Milly menatap pengawal Malik.

"Bisa Lady Bradford..."

"Good. Sekarang ikuti arahan aku ..."

***

Usai terapi di dalam air, Milly berjalan meninggalkan Malik dan Mustafa yang masih mengeringkan tubuhnya. Gadis itu tidak ada pembicaraan apapun membuat Malik terkejut.

"Milly ! Dokter Clumsy !" panggil Malik membuat Milly menoleh.

"Ada apa?" jawab Milly dingin.

"Apakah akan makan siang bersama aku di kamar?"

"Tidak. Aku akan berada di kamarku." Milly pun pergi meninggalkan Malik yang melongo.

Tunggu ! Harusnya aku yang marah ! Tapi kenapa dia yang marah?

***

Hisyam melihat Milly berjalan dengan wajah dingin, memberikan senyuman manis.

"Hai, Milly ... Mau makan siang bersamaku ?" ajak Hisyam.

"No, thank you. Aku hendak masuk kamarku ..." Milly pun berjalan menuju kamarnya ketika Hisyam menarik tangan Milly membuat gadis itu menghadap dirinya. Tangan Hisyam terulur guna menyentuh keningnya.

"Apakah kamu sudah minum obat? Kening kamu sedikit hangat ..." ucap Hisyam lembut.

"Apakah kamu lupa aku seorang dokter. Tolong lepaskan tanganmu dari tanganku karena aku hendak beristirahat di kamarku .." balas Milly judes dan dingin.

Hisyam enggan melepaskan tangan Milly namun kejadian itu terlihat oleh Malik yang datang bersama Mustafa. Milly menyentakkan tangannya lalu masuk ke dalam kamarnya dengan sedikit membanting pintu, dia menutupnya.

"Apa yang kamu lakukan Hisyam ? Sudah aku bilang, jangan dekati Milly !" ucap Malik dengan nada cemburu.

"Aku rasa Milly marah padamu kak Malik dan bukankah aku bisa menghibur dirinya yang sedang galau?" cengir Hisyam.

"Jangan pernah kamu dekati Milly ! Dia milikku !" desis Malik geram.

"Ohya ?! Aku lihat dia tidak merasa memiliki dan dimiliki olehmu kak Malik jadi bebas kan ?"

Malik pun reflek berdiri dan meninju Hisyam yang tidak sempat mengelak. Hisyam tidak terima dengan perlakuan Malik, hendak membalas namun ditahan oleh dua pengawal Milly yang bertugas disana. Mustafa sendiri segera menopang tubuh Malik yang berdiri sedikit goyah.

"Dasar kakak tidak tahu diri ! Apa kamu pikir Milly mencintai kamu? Aku rasa tidak! Dia hanya tidak mau kamu down saja !" ejek Hisyam.

"Shut up !" bentak Malik.

"Siapa juga yang betah sama kamu kak !"

Tiba-tiba pintu kamar Milly terbuka.

"Sudah berkelahinya?" ucap gadis itu dingin. "Bagus ! Besok aku akan kembali ke New York dan kamu Malik, kakak aku, Dokter Vikram Gupta sudah bersedia datang untuk menerapi kamu ! Dan ingat sekali lagi, aku tidak butuh materi atau uang darimu !"

Milly pun masuk ke dalam kamarnya dan kali ini dia benar-benar membanting pintu dengan keras.

Hisyam menoleh ke arah Malik. "Kamu ngomong apa sama Milly ?"

Malik hanya melongo. Astaghfirullah... Dia super tersinggung.

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Makanya.... jangan buat Milly naik darah.... keduanya g sadar Milly itu siapa.....bukan materi tujuan Milly... karena sejak lahir dia sudah kelimpahan materi

2024-07-25

1

dewi_oetari14

dewi_oetari14

lah old money dilawan....

2024-05-21

1

Kaylaa

Kaylaa

mantap milly....ben rak wes....tinggal ae 🤣🤣

2024-04-20

1

lihat semua
Episodes
1 Melissa 'Milly' Bradford
2 Malik Al Khalifa
3 Di Kamar Malik
4 Hisyam Al Khalifa
5 Milly dan Malik
6 Sleeping Beauty
7 Tawaran Hisyam
8 Dag-dig-dug
9 Usul Brayden
10 Ke Acara Gala Dinner
11 Malik Bingung
12 Nai Lagda ( Relationship )
13 Hisyam Merana
14 Ancaman Malik
15 Klaim Malik
16 Memulai Terapi Berjalan
17 Kamu Menggemaskan
18 Milly Marah
19 Bersiap Pergi
20 Kedatangan Vikram Gupta
21 Kembali ke New York
22 Milly dan Jake
23 Masih Di New York
24 Milly dan Chris
25 Di Arlington Texas
26 Don't Go ...
27 Masih Berat
28 Di Club
29 Pindah Tidur
30 Mbak Kunti dan Demit
31 Tinggalkan Aku
32 Kecuali Itu !
33 Raul dan Malik
34 Menyelinap
35 Malik Merayu Milly
36 Makan Siang Berdua
37 Stay A Little Longer
38 Berpisah
39 Kehilangan
40 Malik Khawatir
41 Milly Tidak Menyangka
42 Malik dan Milly ... Lagi
43 Ingatan Wanita
44 Kehadiran Jake
45 Seandainya...
46 Bersama Malik
47 Alhamdulillah
48 Permintaan Milly
49 Nandara Blair
50 Tidur Bersama
51 Shopping
52 Modusmu Kebaca !
53 Milly Terkejut
54 Kejutan Malik
55 Membuat Daftar Seserahan
56 Hisyam dan Mahika
57 Rencana Pernikahan
58 Wedding Day
59 Malik dan Milly Bersama
60 Maximilian
61 Kasus Mahika
62 Mahika dan Hisyam Sharing
63 Maximilian Bradford Al Khalifa
64 Maximilian dan Mahreen ( END )
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Melissa 'Milly' Bradford
2
Malik Al Khalifa
3
Di Kamar Malik
4
Hisyam Al Khalifa
5
Milly dan Malik
6
Sleeping Beauty
7
Tawaran Hisyam
8
Dag-dig-dug
9
Usul Brayden
10
Ke Acara Gala Dinner
11
Malik Bingung
12
Nai Lagda ( Relationship )
13
Hisyam Merana
14
Ancaman Malik
15
Klaim Malik
16
Memulai Terapi Berjalan
17
Kamu Menggemaskan
18
Milly Marah
19
Bersiap Pergi
20
Kedatangan Vikram Gupta
21
Kembali ke New York
22
Milly dan Jake
23
Masih Di New York
24
Milly dan Chris
25
Di Arlington Texas
26
Don't Go ...
27
Masih Berat
28
Di Club
29
Pindah Tidur
30
Mbak Kunti dan Demit
31
Tinggalkan Aku
32
Kecuali Itu !
33
Raul dan Malik
34
Menyelinap
35
Malik Merayu Milly
36
Makan Siang Berdua
37
Stay A Little Longer
38
Berpisah
39
Kehilangan
40
Malik Khawatir
41
Milly Tidak Menyangka
42
Malik dan Milly ... Lagi
43
Ingatan Wanita
44
Kehadiran Jake
45
Seandainya...
46
Bersama Malik
47
Alhamdulillah
48
Permintaan Milly
49
Nandara Blair
50
Tidur Bersama
51
Shopping
52
Modusmu Kebaca !
53
Milly Terkejut
54
Kejutan Malik
55
Membuat Daftar Seserahan
56
Hisyam dan Mahika
57
Rencana Pernikahan
58
Wedding Day
59
Malik dan Milly Bersama
60
Maximilian
61
Kasus Mahika
62
Mahika dan Hisyam Sharing
63
Maximilian Bradford Al Khalifa
64
Maximilian dan Mahreen ( END )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!