Malik segera menuju kamar Milly karena tahu gadis itu sedang tidak nyaman dengan sikap Hisyam dan dia tidak mau Milly tidur dengan perasaan kesal. Mustafa yang mengikuti Malik, memilih diam melihat keributan antara tuannya dan adiknya. Mustafa sangat tahu bagaimana sifat Hisyam yang tidak mau kalah apalagi soal wanita.
Tidak sekali saja Hisyam merebut kekasih Malik, tapi sudah dua kali. Tujuh tahun lalu saat Malik awal mengikuti WRC( World Rally Championship ), dia berkenalan dengan seorang model bernama Salwa dari Yaman. Hubungan mereka sangat dekat bahkan Laila juga dekat dan saat Malik balapan ke Mexico, entah bagaimana Salwa memutuskan hubungannya dan diketahui Salwa berpacaran dengan Hisyam.
Malik hanya mengalah karena memang dirinya sering tidak berada bersama Salwa. Hubungan Hisyam dan Salwa yang sering dipamerkan di publik hanya berjalan enam bulan. Malik memilih untuk tetap menjomblo sementara Hisyam sudah mendapatkan pacar baru. Hingga dua tahun lalu, Malik berkenalan dengan seorang gadis Inggris bernama Jemima dan hubungan mereka cukup serius namun kecelakaan merubah semuanya. Jemima tidak mau memiliki kekasih cacat dan berpaling ke Hisyam.
Dan jika kali ini Malik tidak mau mengalah, Mustafa bisa mengerti dan dia akan mendukung tuannya karena Lady Bradford sangatlah pantas dipertahankan oleh Sheikh Malik Al Khalifa.
***
"Milly ? Dokter Clumsy..." panggil Malik sambil mengetuk pintu kamar Milly. "Tolong buka pintunya ... Please ?"
Milly membuka pintunya dan wajahnya tampak sebal.
"Bolehkah aku masuk?" tanya Malik.
Milly hanya menyingkirkan tubuhnya dan mempersilahkan Malik masuk.
"Saya tunggu di depan pintu, tuanku ..." ucap Mustafa. "Lady Bradford..."
Milly mengangguk.
***
Malik melihat kamar Milly yang sangat... Milly. Hiasan lucu-lucu disana termasuk buku catatan kondisi Malik dengan kulit bewarna pink dan bolpoin Sanrio. Meja kerja Milly sangatlah girly. Entah kapan dia membeli dan membawa pernak-pernik lucu itu.
"Ini kamu bawa dari New York ?" tanya Malik.
"Nggak, aku colong dari kamar Laila ..." jawab Milly judes.
Fix ! Ngambek. Pasti Hisyam bikin dia jengkel.
"Milly ... Duduk sini ..." Malik menepuk pahanya.
"Ngapain ?"
"Duduk sini. Aku tidak mau kamu tidur dengan suasana badmood..." ucap Malik lembut.
Milly pun menurut tapi tidak duduk di pangkuan Malik, dia memilih duduk di kursi rias yang digeser ke kursi roda pria itu.
"Sekarang dengar, apa yang membuat kamu kesal ... Apakah Hisyam membuatmu manyun?" Malik menatap Milly.
"No..."
"Milly ..."
Milly hanya diam. "Adikmu menyebalkan !" Akhirnya gadis itu membuka suara.
Malik menggenggam tangan Milly. "Apapun, aku akan selalu melindungi kamu ... "
Milly menatap Malik. "Dengar pangeran sombong, aku kemari untuk menerapi kaki kamu dan kamu sudah berjanji dengan Paman Ajmal untuk bisa berjalan dalam waktu kurang dari dua bulan ! Aku kemari bukan untuk mencari kekasih ... Dan kejadian tadi ..."
Malik mencium bibir Milly. "I love you Milly ..."
"Malik ! Aku sedang sakit dagu !"
Malik mencium dagu Milly. "Biar cepat sembuh..."
"Malik !"
"Apa Milly ..." senyum Malik.
"Kembali ke settingan awal ! Jadi Malik yang sombong ! Malik yang menyebalkan !"
"What? Milly ... Tapi kenapa ?"
"Aku tidak suka Malik yang ini ! Meshum !" ujar Milly judes.
Malik melongo dan setelahnya dirinya menggelengkan kepalanya.
"Baiklah... Aku akan kembali ke settingan awal !"
"Good !"
"Good !"
"Fine !"
"Fine !"
"Goodnight !"
"Love you Milly ..." senyum Malik membuat Milly melongo.
"Harusnya bilang Goodnight, Malik !"
"Nope... "
"Keluar Malik... Aku mau tidur ..." Milly berjalan melewati Malik dan pria itu menarik Milly lagi hingga jatuh di pangkuannya lagi.
"Malik !"
"Apakah kamu yakin bisa berjalan lagi?" Malik menatap Milly serius.
"Pertanyaannya, apakah kamu bisa yakin sama dirimu sendiri atau tidak, Malik. Karena percuma jika kamu tidak memiliki keyakinan pada dirimu sendiri, maka semua yang aku usahakan padamu, akan sia-sia..." Milly menatap Malik dengan mata biru kehijauannya.
"Berikan keyakinan itu padaku, Milly ..."
"Aku selalu yakin pada setiap pasienku dan aku berharap keyakinanku mendapatkan feedback yang positif..." ucap Milly.
Malik memegang wajah Milly. "Kamu tahu, aku tidak menyangka akan tertarik dengan seorang wanita lagi setelah mantanku mengkhianatiku..."
"Apakah Hisyam yang merebut nya ?" tebak Milly.
Malik menatap Milly bingung. "Bagaimana..."
"Para pelayan bergosip dan aku tidak sengaja mendengarnya ..." Milly memegang wajah Malik yang ditumbuhi bulu-bulu halus. "Dua kali bukan kamu kehilangan pacar gara-gara Hisyam?"
"Dan aku tidak mau kehilangan kamu ..." Malik mencium pipi Milly.
"Dengar pangeran sombong ..."
"Dan dokterku kembali ke settingan awal ..." gumam Malik.
"Besok terapi kamu akan jauh lebih sulit dan keras. Karena aku ingin kamu segera bisa berjalan lagi !"
"Agar aku bisa berjalan-jalan denganmu..."
"Agar rasa percaya diri kamu keluar lagi, Malik ..."
"Kenapa kamu tidak mengiyakan jika kita tampak serasi berjalan-jalan berdua..." gerutu Malik.
"Jalan dulu !" ucap Milly galak.
Malik tertawa. "Baiklah sayang, selamat tidur sayang..."
"Malik... Bagaimana bisa aku istirahat jika aku dipeluk seperti ini?" Milly menatap judes ke Malik.
"Sorry, soalnya kamu enak buat aku peluk..."
***
Malik keluar kamar setelah acara ribut tidak ada ciuman selamat malam karena sudah berapa kali tadi dia mencium Milly. Pria itu tersenyum geli mengingat wajah judes gadis itu dan terbayang besok terapinya akan brutal.
"Apakah Lady Bradford baik-baik saja tuanku?" tanya Mustafa.
"Baik-baik saja Mustafa. Tolong, siapkan dua penjaga di depan kamar Milly. Tidak ada yang boleh mengetuk pintu kamarnya terutama Hisyam ! Aku tidak mau dia membuat Milly gusar dan mempengaruhi proses terapi aku!"
"Baik tuanku ..." Mustafa segera menghubungi kepala pengawal untuk memberikan pengawal terlatih sesuai permintaan Malik.
***
Hisyam mendatangi kamar Milly dan dirinya terkejut melihat dua pengawal berjaga di depan. Hisyam pun berjalan hendak mengetuk pintu namun dicegah dua pengawal disana.
"Maaf tuanku ... Anda tidak boleh ke kamar Lady Bradford..."
"What ? Tapi ..."
"Perintah Yang Mulia Sheikh Malik Al Khalifa..."
Brengseeekkk! Sudah main klaim rupanya !
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Milly sudah bilang tidak mau denganmu Hisyam.... ngeyel aja... huhhhh...😠😠😠
2024-07-24
1
Faizah Muzdalifah
perang saudara di mulai 😁😁
2024-04-17
2
Jenong Nong
semngat malik biar cepet bisa jln ...❤❤🙏🙏
2024-04-17
2