"Paman Malik ! Paman Malik !" panggil Brayden ke arah Malik yang sedang mengobrol dengan Richard.
"Ada apa Bray? Kok lari-lari ..." tanya Richard.
"Paman, nanti malam datang ke acara pembukaan pameran lukisan dan art tidak?" tanya Brayden dengan penuh harap.
"Kenapa memang?" tanya Malik.
"Tante Milly tidak mau datang kalau paman Malik tidak mau datang soalnya katanya harus urus paman ..." jawab Pangeran tampan berusia sepuluh tahun itu.
Malik menoleh ke arah Milly yang datang bersama Hisyam di belakangnya.
"Kamu mau datang, dokter Clumsy?" tanya Malik.
"Aku kan tergantung pasienku..." jawab Milly kalem.
"Kamu harusnya memberikan kesempatan Milly melihat Manama... Malah harus terapi kamu terus kak..." ucap Hisyam. "Milly, kalau kakakku tidak mau, kita berangkat bersama saja."
Richard melihat dua kakak beradik ini ada sesuatu dan itu gara-gara Milly namun pangeran Inggris itu memilih untuk tidak ikut campur.
"Baiklah, aku berangkat. Dress code nya apa Rich ?" Malik menoleh ke arah Richard.
"Gala dinner..." jawab Richard.
"Kita datang ..." putus Malik membuat Brayden semangat.
"Yey ! Tante Milly datang !" serunya heboh.
Milly hanya menatap datar ke Malik. Bilang saja kamu tidak mau aku pergi bersama Hisyam kan, wahai pangeran sombong!
***
Entah mengapa Milly membawa beberapa gaun untuk acara gala dinner, pesta atau acara resmi lainnya. Gadis itu memilih memakai gaun strapless bewarna biru semakin memperjelas warna matanya.
Milly keluar dari kamarnya dan melihat Malik sudah menunggu dirinya di kursi rodanya. Pria itu menatap kagum dengan dandanan Milly dan membuat jantungnya berdebar debar.
Sheikh Malik Al Khalifa
Milly Bradford
"What?" tanya Milly.
"Kamu ... Kok beda ?" ucap Malik.
"Kan aku dandan... " jawab Milly.
Malik hanya diam. Damn it .. Dokter Clumsy ini kalau dandan, cantik juga.
"Sudah si... Ap..." Hisyam terkesima dengan penampilan Milly. "Ya Allah ... Betapa indah ciptaan mu..."
Milly mendelik. "Apaan sih!"
"Itu ungkapan rasa kagum aku ke kamu Milly... " senyum Hisyam yang mengulurkan tangannya.
"Tangannya kenapa ?" tanya Milly.
"Jalan bersamaku lah..."
"Sorry Hisyam... Aku kan masih harus urus Malik ..." senyum Milly sambil mendorong kursi roda Malik. "Kita naik mobil pendek kan ?"
Malik tersenyum tipis. "Aku ada mobil khusus, Milly. Don't worry."
Hisyam manyun karena Milly memilih bersama kakaknya.
***
Alisha dan Richard tampak senang melihat kedatangan Milly bersama Malik. Meskipun Milly adalah putri kerajaan Inggris dan pewaris Kerajaan bisnis Hamilton, dia tidak malu mendorong kursi roda Malik.
Kedatangan dua pangeran Bahrain itu pun menjadi omongan sendiri membuat banyak orang bertanya-tanya siapa gadis mengenakan gaun biru itu.
"Dia adalah dokter Melissa Bradford, dokter fisioterapi aku..." jawab Malik ke semua orang yang menanyakan siapa Milly.
"Jika aku mendapatkan dokter seperti doktermu, Malik, aku tetap ingin dirawat..." gelak salah seorang teman Malik.
"Jadi anda tidak mau sembuh? Rugi sekali ..." balas Milly.
"Tidak rugi kalau dokternya anda, Dokter Bradford...Sayang, kamu sudah menjadi dokternya Malik..." kekeh pria itu.
Hisyam yang sedang mengobrol dengan para tamu undangan lainnya, melirik ke arah Milly diam-diam. Diakuinya, Lady Bradford itu memang memiliki kecantikan yang mahal. Biasanya Hisyam melihat gadis itu memakai kaos, celana jeans belel tapi setelah berubah ... Aura mahalnya semakin terlihat.
Hisyam tersenyum dalam hatinya. Aku harus bisa mendapatkan Milly !
***
Milly meninggalkan Malik sejenak karena Brayden ingin memperlihatkan sebuah lukisan yang dipamerkan disana.
"Memang lukisannya siapa yang mau kamu kasih lihat, Bray ?" tanya Milly ke keponakannya.
"Lihat Tante .. " Brayden menunjukkan nama pelukis pemandangan kota Müenchen yang indah
"Alaska Al Jordan? Hah? Mbak Ska?" ucap Milly tidak percaya. "Baru tahu ada mbak Ska disini ..."
"Mommy yang membawa lukisan Tante Ska ... Dan taraaaa..."
Milly mengagumi lukisan kakak sepupunya yang memang seorang seniman. Alaska sudah menikah dengan dokter Akito Shinoda dan tinggal di Müenchen.
"Duh Bray... Tante Ska keren ya lukisannya..."
"Siapa yang keren?"
Milly dan Brayden menoleh. Tampak Malik sudah berada di belakang mereka.
"Kakak sepupuku, Alaska Al Jordan ..." Milly memperlihatkan pada Malik. "Ini lukisan karyanya ..."
Malik melihat lukisan itu dan menatap Milly. "Ini dimana?"
"Müenchen... Kan mbak Ska tinggal disana. Dia salah satu pelukis terkenal di Jerman."
Malik menoleh ke Milly yang sedang menatap kagum ke lukisan Alaska.
"Kamu mau beli ?" tanya Malik.
"Hah? Oh nggak lah ! Nepotisme .. " gelak Milly. "Bisa-bisa aku dimarahi mbak Ska ..."
Malik tersenyum tipis. "Yuk kita makan dulu.. Brayden ... Makan dulu ..."
"Oh paman Malik .. Soal cendrawasih..."
Milly hanya tersenyum mendengar diskusi antara Malik dan Brayden soal perburungan. Gadis itu mendorong kursi Malik.
Diakuinya, Malik sangat luas pengetahuannya tentang aves atau soal perunggasan membuat Brayden semakin semangat berdiskusinya.
Ternyata otak kamu pintar juga pangeran sombong. Kirain cuma bisa marah-marah...
***
Istana Al Khalifa
Milly mendorong kursi roda Malik menuju kamarnya usai acara tadi di sebuah museum yang merangkap galeri seni. Jujur Milly merasa senang bisa melihat dunia luar setelah hampir dua Minggu bersama dengan Malik.
"Terima kasih Dokter Clumsy, kamu bersama aku terus tadi ..." ucap Malik.
Milly mendekati wajah Malik. "What? Pangeran sombong bilang terima kasih ?" Milly memasukkan jari telunjuk nya ke mulutnya lalu mengeluarkannya seolah mencari arah angin. "Yep, angin sepoi-sepoi membuat otak pangeran sombong sedikit manusiawi..."
Malik mendelik. "Apa maksudnya?"
"Kamu ... Tidak pantas jadi anak baik. Ayo kembali jadi anak jutek !"
Malik menggelengkan kepalanya. "Bawa aku masuk, dokter Clumsy !"
Mustafa membuka pintu kamar Malik dan Milly mendorong kursi roda pria itu masuk ke dalam. Mustafa pun menutupnya.
"Apakah kakimu lelah pangeran sombong?" tanya Milly.
"Periksa sendiri... " jawab Malik sambil membuka sepatu dan kaos kakinya dengan sedikit membungkuk.
"Perlu aku bantu?" tanya Milly sambil berjongkok di depan Malik.
Malik mendongakkan wajahnya. "Tidak usah dokter Clumsy. Kamu dokter aku, bukan pelayan aku ..."
"Aku tidak pernah menganggap sebagai pe..."
"Milly ! Jangan... Kamu boleh memijat dan menerapi kakiku tapi jangan kamu melepaskan sepatu dan kaos kaki aku !" potong Malik. "Karena tangan kamu hanya untuk kesembuhan aku !"
Milly menatap Malik lekat. "Kamu habis kesambet?"
"Hah?"
"Kok kamu jadi perhatian sih ? Apa kamu habis baca buku Cara Membuat Dokter Clumsy Tidak Marah For Dummies?" tanya Milly polos.
"Hah?" Malik meletakkan sepatu dan kaos kaki nya di sebelah kursi roda nya. "What are you talking about?"
Milly pun bangun. " Kamu. Bisa-bisanya merangkai kata-kata yang buat orang lain terdengar romantis."
"Apakah kamu tersanjung?"
"Who? Me ? Biasa saja karena aku sudah biasa dengar... " jawab Milly apa adanya. Saking seringnya mendapatkan ucapan gombal begitu, saat Malik mengatakannya, dia biasa saja.
"Dokter Clumsy..."
"Aku balik ke kamarku dulu... Karena kakimu baik-baik saja ..." Milly hendak berjalan meninggalkan Malik namun pria itu menarik tangannya dan gadis itu jatuh di pangkuan Malik kesekian kalinya.
"Malik !" seru Milly kesal karena kali ini bukan kecerobohannya.
"Ssshhh..." Malik pun mencium bibir Milly.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
lilis suryana
ujan dah turun, sehingga membuat kemarau panjang menjadi air bah seperti hatinya malik/Facepalm//Facepalm/
2024-11-08
1
Nanik Kusno
Kok langsung cium aja.....g ditendang tuh sama si clumsy...???
2024-07-24
1
🥰Siti Hindun
eh eh, apa yg sedang terjadi disini?🙈
2024-05-07
1