Milly merasa segar setelah air dingin itu melewati tenggorokannya setelah dirinya ikut berjemur dengan Malik. Pipi Milly ikut merah akibat terkena sinar matahari meskipun sudah memakai sunblock SPF 50++ tapi memang hanya menolongnya sedikit.
"Kamu sudah memakai sunscreen?" tanya Malik melihat wajah Milly merah terkena sinar matahari.
"Sudah tapi sinar matahari disini beda dengan New York kalau musim panas. Matahari disini lebih sombong sinarnya macam pangeran nya ..." jawab Milly lempeng membuat Malik mendelik.
"Kamu itu kalau sehari saja tidak bikin aku emosi kok kayaknya nggak afdol ya Milly Vanili ?" sungut Malik membuat Milly terbahak.
"Oh pangeran sombong, kamu itu generasi apa? Bukan generasi MTV alias gen X kan? Kok tahu Milly Vanili yang terkena skandal lipsync?" gelak Milly tanpa ada marah di nadanya.
"Kamu sendiri kok tahu ?"
Milly menatap Malik serius. "Kakak iparku adalah mantan vokalis Band Kiss of the Dragon jadi wajar dong aku tahu ..."
Malik mengerenyitkan dahinya. "Mark Becker?"
"Mark Kershaw tepatnya soalnya Mark Becker adalah nama panggungnya. Dia sekarang CEO Boeing area Timur Tengah dan kantornya di Doha Qatar..." jawab Milly serius.
Malik hanya mengangguk. "So, kamu sendiri ... Di New York selain melihat tubuh atlet yang kamu bilang macam dummy anak kedokteran dan hanya anatomi tubuh, apa kegiatan kamu ?"
Milly hanya menguyah baklava yang dibawakan pelayan. "Apakah kamu percaya kalau aku bisa main piano?"
"No, obviously..." ejek Malik judes.
Milly mengangguk. "Sudah kudugong."
"Hah?"
"Kenapa kamu tidak percaya aku bisa main piano ?"
"Karena kamu tidak ada Potongan seorang pianis."
"Seperti apa potongan seorang pianis ?" tanya Milly sambil bersandar di kepala kursi di gazebo itu.
"Yang tidak ceroboh, tidak .."
"I'm sorry ... Aku meninggalkan kalian..." ucap Hisyam yang tiba-tiba datang. "Bagaimana dengan terapi kakak aku hari ini?" Hisyam langsung duduk di sebelah Milly dengan santainya.
"Pagi menjelang brunch ini cukup. Nanti sore akan aku terapi lagi di kamar ... " jawab Milly santai. Terbiasa bersama dengan para atlet, melihat Hisyam seperti itu sama saja dengan Milly menganggap adik Malik itu sama dengan mereka jadi bukan hal yang membuatnya baper.
"Sudah kamu dipanggil ayah?" tanya Malik dingin.
"Sudah. Biasa acara kedatangan pangeran Richard dan putri Alisha. Oh Milly, pangeran Brayden katanya ikut ..." ucap Hisyam membuat mata biru kehijauan Milly berbinar.
"Iyakah? Keponakan aku ikut?" ucap Milly semangat.
Hisyam mengangguk. "Oh, bagaimana jika kamu ikut menyambut kedatangan mereka? Toh mereka keluarga kamu kan?"
"Boleh !"
"Kamu dengan aku ya Milly..." pinta Hisyam membuat Malik menatap tajam ke adiknya.
"Sorry Hisyam, kontrak aku harus bersama pangeran som... Eh pangeran Malik. Jadi kalau pun menyambut mereka, aku bersama pangeran Malik. Bukan kah begitu?" senyum Milly ke Malik.
"Exactly ..." jawab Malik jumawa. Kamu mau main klaim Milly?! Dia dokterku, little brother...
"I see ... Tapi jika kak Malik membuat kamu susah, hubungi aku ..." kerling Hisyam membuat Malik cemberut.
"Dokter Bradford, aku sudah lelah ... Kita kembali !" perintah Malik ke Milly yang hanya mengangguk. Milly pun berdiri dan mendorong kursi roda Malik. "Aku ke kamar dulu. Habiskan makanannya ..." ucap Malik ke Hisyam.
Milly lalu mendorong kursi roda Malik menuju istana sementara Hisyam melihat gelas milik Milly yang masih berisikan air dingin dan minum dari gelas itu.
"Anggap saja ciuman tidak langsung ya Milly..." senyum Hisyam. "Dokter cantik itu jangan dianggurkan..."
***
"Apakah adikmu keturunan playboy cap cicak?" tanya Milly sambil mendorong kursi roda Malik masuk ke dalam istana.
"Playboy... Apa?" tanya Malik bingung.
"Playboy cap cicak. Cicak itu anggota suku Gekkonidae ..." jawab Milly.
"Cicak itu ... Gekko ?" tanya Malik memastikan.
"Sepupu jauhnya. Kalau di Indonesia, cicak itu biasanya dikenal sebagai cicak tembok dengan nama latin Cosymbotus platyurus. Sementara kalau gekko itu biasa dipanggil Tokek. Apakah pangeran sombong tahu, jaman dulu, orang Jawa selalu mencoba peruntungannya dengan menyebutkan untung atau rugi pada saat tokek berbunyi 'Tokek'..." ucap Milly.
"Maksudnya bagaimana?"
"Jadi begini. Kalau ada tokek berbunyi, kita mengucapkan untung terus bunyi lagi, kita bilang rugi. Terus begitu bergantian sampai tokeknya tidak berbunyi. Yang terakhir itu lah yang kita dapat ... Bisa untung bisa rugi..." cerita Milly.
"Itu sangat Absurd...." gumam Malik yang tidak paham ada fenomena seperti itu.
"Tapi dulu sangat dipercaya banyak orang terutama yang bertaruh sepakbola..."
"Darimana kamu tahu soal itu?" tanya Malik. "Bukankah itu stupid ?"
Milly tersenyum. "Itu cerita turun temurun di keluarga aku. Kadang kalau kita lebaran dan ada suara tokek, biasanya begitu tapi jadinya malah fun. Mas Kaivan suka bercanda kalau ada tokek, siap-siap cek saham. Untung atau rugi..." kekeh Milly mengingat kakaknya yang ganteng itu sering unfaedah kalau ada tokek.
"Apakah manjur? Mendapatkan keuntungan atau kerugian pada saham?" tanya Malik.
"Well, itu untung-untungan... Jangan dianggap serius pangeran sombong, karena itu hanya fun saja ... " kekeh Milly.
Malik tersenyum tipis. "Kita makan di kamar saja ya dokter Clumsy... Aku sedang tidak ingin keluar kamar lagi ..."
"Terserah kamu saja yang mulia ..." jawab Milly takzim.
***
Malik melihat Milly sibuk membersihkan wajahnya yang sedikit memerah terkena sinar matahari. Gadis itu tampak lebih muda tanpa make up bahkan jika orang tidak tahu, dikira Milly adalah anak kuliahan berusia 17-18 tahun.
Milly Bradford
"Kamu macam anak kuliahan..." ucap Malik usai mereka makan siang. Pria itu sedang membaca buku saat Milly sibuk membersihkan wajahnya.
"Apakah aku jadi imut?" kerling Milly.
"No... Jelek !" ucap Malik membuat Milly manyun. Padahal muka kamu yang polos tanpa make up itu menurut aku paling cantik dan aku beruntung melihatnya langsung.
"Iya deh ! Muka aku paling jelek ..." balas Milly sambil berjalan-jalan ke lemari buku yang ada di kamar Malik. "Ada tidak sih buku kamu yang tidak bahasa Arab?!"
"Sebelah kiri. Ada novel berbahasa Inggris..." jawab Malik sambil kembali ke bukunya.
Milly pun berjalan menuju lemari yang dibilang Malik dan mulai mencari-cari buku yang menarik disana.
"Coba kamu cari rak ketiga urutan kelima ..." ucap Malik.
Milly pun mengambil buku itu dan melotot saat membaca judulnya. Gadis itu pun berbalik dan menatap tajam ke Malik.
"Ternyata selain pangeran sombong, kamu juga pangeran meshum ! Yang benar saja aku baca buku begini ?" hardik Milly sambil menunjukkan cover buku yang berjudul Kama Sutra karangan Vātsyānā.
Malik tersenyum tipis.
Si pangeran sombong
"Bukankah itu sesuai buat anak kedokteran?" goda Malik.
"Salah !" ucap Milly.
"Excuse me ?"
"Aku sudah khatam baca begini ! Mau yang chapter mana? Tapi dengan kondisi kamu macam begitu, apa ya bisa melakukan gerakan di chapter tiga?" ejek Milly membuat Malik menyesal ngerjain dokternya.
Si@laaaaannn !
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Buaya dikadalin...☺️☺️☺️☺️
2024-07-24
1
🥰Siti Hindun
kena batu'y kan?😆😆
2024-05-07
1
wonder mom
kena batunya ta?😛
2024-04-03
1