16 Hari Kemudian.
Terlihat Arthur sedang melihat ke langit yang cerah, diam sambil terus mengamati dengan baik. Tiba-tiba,
Drrrrr!
Tanah bergetar hebat, tak hanya di sekitar markas Arthur, tapi saat ini seluruh dunia sedang bergetar, karena ...
Langit sedang terbelah!
Robekan besar berwarna biru keunguan di langit, memperlihatkan pemandangan horor dengan di iringi gempa, seakan-akan dunia akan runtuh.
'jadi sudah dimulai ya ... Game sebenarnya.'
Tak lama, dari belakang sosok Evan bersama istri dan anaknya datang bersama Kai ke kamar Arthur. Saat masuk, wajah mereka terlihat ketakutan dengan apa yang terjadi.
"Arthur! Sebenarnya apa yang terjadi!?" Ucap Evan dengan wajah panik.
...
Arthur masih diam dalam lamunannya sambil melihat ke arah langit yang terbelah. Menatap dengan serius!
Karena di abaikan oleh Arthur, Evan pun berjalan ke arah Arthur dan menepuk pundaknya.
"Hei-"
Ucapan Evan terhenti saat melihat langit yang terbelah dari jendela, dari belahan tersebut, muncul siluet makhluk yang sangat besar, dengan tubuh yang diselimuti asap hitam, tak menampakkan wujudnya, hanya bentuk siluet raksasa berwarna hitam.
"A-apa itu?"
"Outer God," ucap singkat Arthur.
Siluet yang diselimuti asap tersebut membentangkan kedua tangan, semua orang di dunia bisa melihat sosoknya, dan sesaat kemudian, langit berubah menjadi gelap, dan turun hujan berwarna hitam.
Setelah hujan turun, sosok tersebut menghilang, dan sobekan di langit tertutup perlahan.
Dengan tatapan setajam silet, Arthur berbalik menghadap ke arah kawan-kawannya, dan berkata,
"Tutorial selesai ..."
***
Setelah kejadian tersebut, selama 3 hari Arthur terus-menerus berburu zombie untuk mengambil cristal yang ada di dalam tubuhnya. Selama 2 Minggu lebih kemarin mereka juga selalu berburu, namun selama 3 hari ini mereka berburu tanpa henti, hanya berhenti untuk makan sejenak.
Alhasil, ada ribuan cristal dari zombie tingkat 1, dan ratusan cristal zombie spesial tingkat 1.
Melihat kalau kristal yang mereka kumpulkan sudah memenuhi satu ruangan, Evan tak bisa tak bertanya.
"Arthur, sebenarnya untuk apa semua cristal ini? Bukankah ini sudah terlalu banyak?"
Mendengar hal itu, Arthur menjawab dengan singkat,
"Jual beli."
???
Sontak jawaban Arthur membuat Evan kebingungan, namun Arthur segera melanjutkan,
"Seribu cristal shard zombie tingkat 1, akan aku gunakan untuk memanggil trader. Sedangkan cristal zombie spesial, akan aku gunakan untuk membeli barang-barang yang dia jual."
"..."
Setelah itu, Arthur pun menyuruh Evan keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Arthur sendirian bersama tumpukan Cristal shard.
Setelah itu, Arthur melukai telapak tangannya, dan mencoret-coret lantai dengan darahnya membentuk suatu lambang bintang.
Tak lama, seribu cristal zombie tingkat satu tiba-tiba mengambang dan masuk ke dalam lambang yang dibuat Arthur, hingga lambang mengeluarkan cahaya merah kehitaman.
Tak lama, setelah semua cristal terserap, muncul sosok asap hitam yang membentuk siluet manusia berjubah, dan ia segera menyambut Arthur yang berdiri di hadapannya.
"Welcome," ucapnya halus.
"Aku ingin membeli sesuatu, tunjukkan barangmu."
Wungg!
"Karena kau orang pertama yang berhasil memanggil kami, para trader, aku akan memberimu akses spesial. Berbahagialah, kau mendapat akses untuk membuka toko emas."
Tiba-tiba, sebuah layar hologram berwarna emas muncul di udara, memperlihatkan banyak sekali barang-barang yang dimiliki trader.
Namun Arthur meminta trader untuk menunjukkan toko normal karena ada barang yang ia ingin beli di sana.
...
"Hmm, kenapa Arthur lama sekali?" Ucap Evan menunggu di luar ruangan.
Karena sudah lelah menunggu, Evan pun sengaja membuka pintu dan masuk ke dalam.
"Eh?"
Ia terkejut, karena ruangan tersebut sudah menjadi sangat berbeda, ia seperti berada di dalam awan hitam, tembok, lantai dan atap seluruhnya hanya berupa asap hitam, dengan sosok berjubah hitam di sudut ruangan, bersama Arthur yang berdiri di depannya.
"Evan? Bukankah sudah aku suruh untuk menunggu didepan?" Ucap Arthur menoleh ke arah Evan.
"M-maaf, aku masuk karena penasaran, tapi kenapa ruangan ini jadi seperti ini?"
Melihat ke sekeliling, Arthur menjawab.
"Ruangan ini sudah terdistorsi dengan dunia yang dibuat trader. Intinya sekarang kita tidak berada di bumi, melainkan dunia lain yang terhubung dengan bumi."
"..."
"Kau serius?"
"Ya."
Beberapa saat kemudian, Arthur membeli sebuah kantong kecil, dan mengarahkannya ke tumpukan cristal zombie spesial tingkat 1, dan dengan ajaib seluruh cristal tersebut terserap kedalamnya, bahkan jika ukuran kantong sangat kecil.
Evan melongo, tak percaya jika hal-hal seperti yang ada di dalam game terjadi di dunia nyata.
"Itu kantong inventori?" Tanya Evan melihat kantong hitam yang dibawa Arthur.
"Oh, pintar juga kau, nih berikan satu juga ke Kai, kantong ini memiliki ukuran 5 meter persegi, cukup besar untuk menyimpan senjata dan makanan." ucap Arthur menyerahkan 2 kantong lagi ke Evan.
"Woah, aku juga dapat satu?"
"Simpan barang-barang mu di situ, kita akan mulai berburu zombie tingkat 2 nanti."
"Ya, kalau begitu aku pergi dulu," jawab Evan senang karena mendapat kantong inventori juga.
"Hahh, dia sudah punya istri tapi kelakuannya seperti anak kecil ketika dikasih permen."
Arthur pun kembali membuka toko trader, dan membeli beberapa barang di toko emas.
"Ini semua sudah cukup, berapa total semuanya?"
"Ho-ho-ho, kau membeli cukup banyak barang, karena itu aku akan memberi diskon 10% untukmu, jika menggunakan cristal zombie spesial tingkat 1, totalnya 500 cristal shard," ucap Trader.
Arthur pun membayar semua barang yang ia beli, menyisakan 20 cristal shard zombie spesial tingkat 1.
"Senang berbisnis denganmu. Kau bisa memanggilku lagi hanya menggunakan 20 cristal shard. Tentunya akses spesial ke toko emas akan terus berlaku, hanya untukmu," ucap trader sebelum menghilang, dan mengembalikan ruangan menjadi seperti semula.
"Hmm, aku tak menyangka akan mendapatkan akses spesial seperti itu. Bahkan di kehidupan ku sebelumnya tak pernah kudengar tentang akses toko emas," ucap Arthur melihat ke arah kantong inventorinya dimana barang-barang yang ia beli dari toko emas disimpan.
...
"Kalian sudah siap?"
Terlihat Arthur yang datang ke halaman rumah, dimana Evan dan Kai berada.
"Kita benar-benar akan mencari zombie tingkat 2 kak?" Tanya Kai.
"Ya, jangan khawatir, kali ini akan sepenuhnya berbeda, kalian jauh lebih kuat dibanding 20 hari yang lalu. Tak perlu khawatir dan lakukan seperti biasa."
Setelah mengatakan hal itu, Arthur merogoh kantong inventori dan mengeluarkan sepasang golok sepanjang 50cm yang memiliki bilah putih kemerahan dengan gagang hitam.
"Pakai ini, senjata normal seperti itu sudah tak efektif untuk melawan zombie tingkat 2," ucap Arthur memberikan sepasang golok tersebut.
"Golok apa ini? Kenapa panjang sekali?" Tanya Kai terkejut.
"Golok itu bernama Red Snow, terbuat dari baja merah yang memiliki ketahanan dan ketajaman yang tinggi. Jika kau masih ragu, coba benturkan golok milikmu dengan Red Snow itu. Kau akan tahu perbedaanya."
Mendengar ucapan Arthur, membuat Kai semakin penasaran. Ia pun memegang golok red snow di tangan kanan, dan golok miliknya sendiri di tangan kiri. Lalu dia pun membenturkan kedua golok itu.
Klangg!
Terbelah, dengan kekuatan ayun yang terbatas, golok Red Snow mampu membelah golok miliknya menjadi 2 dengan cukup mudah dan halus.
Bahkan tak menimbulkan efek apapun di golok red snow setelah benturan tersebut.
"Kak, kau benar-benar memberiku senjata seperti ini?"
"Ya, aku tak mau lagi melihatmu berbaring sekarat sementara aku sedang bertarung habis-habisan, aku harap kau bisa membantuku dalam pertarungan."
Melihat golok milik Kai, membuat Evan tak bisa mengendalikan tatapannya. Membuat Arthur semakin risih.
"Evan, bisakah kau berhenti menatapku seperti itu?"
"Hehe? Kau tak melupakan sahabatmu ini kan?"
"..."
Melihat kelakuan Evan, membuat Arthur menghela nafas panjang lalu kembali merogoh kantong inventorinya. Mengeluarkan sebuah pedang berbilah putih, dengan gagang hitam, tampak seperti pedang yang digunakan oleh para tentara kerajaan dimasa lalu.
Tampak biasa saja!
"Ini milikmu."
Melihat pedang tersebut membuat Evan merasa bersemangat. Penasaran dengan kelebihan pedang tersebut.
"Pedang apa ini? Tidak ada yang aneh dari penampilannya."
"Ini pedang bagus," ucap Arthur singkat dengan wajah datar.
"Eee, bisakah kau menjelaskan kelebihan pedang ini?" Ucap Evan canggung sambil menggaruk kepalanya.
"Tajam dan kuat."
"..."
"Kau serius?"
"Ya."
Melihat reaksi Arthur yang sangat dingin membuat Evan hanya menerimanya dengan ekspresi murung merasa pedangnya tak terlalu spesial seperti Red Snow.
'aku yakin kau akan suka dengan itu ...'
_________
[Nama] : Templar Sword.
[Tipe] : Senjata.
[Info] : Pedang baja yang ditempa oleh blacksmith terbaik kerajaan Yolian sebagai senjata para Templar Knight. Memiliki bilah yang tak akan tumpul selama seribu tahun, serta keseimbangan yang tak tergoyahkan.
________
Bersambung>>
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments