Pertarungan sengit pun kembali terjadi. Karena kecepatan muscle zombie serta daya rusaknya yang hebat, Arthur dipaksa untuk terus bertahan, menghindari rentetan serangannya. Ia hanya bisa sesekali menyerang saat menemukan celah, namun zombie tersebut juga pintar dalam memperkecil kemungkinan ia membuat celah.
Alhasil Arthur hanya bisa menggoresnya beberapa kali dan tak bisa mendaratkan counter fatal padanya. Pertarungan tersebut bertahan hingga 2 jam lamanya, tentu Arthur juga masih merupakan manusia yang memiliki stamina, sedangkan lawannya zombie yang tak mempedulikan hal semacam itu.
'sial, andai saja aku sedikit lebih cepat. Aku bisa menciptakan celah untuk mendaratkan serangan fatal. Atau, jika ada pengalihan yang membuat sebuah celah besar.'
Stamina Arthur semakin menipis seiring pertarungan berlanjut, gerakannya semakin lambat dan daya serangnya menurun. Tempat mereka bertarung juga sudah hancur parah, dimana banyak retakan-retakan di lantai, rak-rak hancur, dan banyak tembok toko sekitar yang runtuh karena rentetan serangan muscle zombie.
Kegaduhan yang disebabkan karena pertarungan mereka berdua juga memancing perhatian zombie-zombie lemah di sekitar. Namun seakan-akan pertarungannya tak ingin di ganggu, muscle zombie malah meremukkan para zombie tingkat 1 yang mendekat.
Tiba-tiba dari lantai 2, terlihat sosok Kai yang sudah pulih, tangannya kembali seperti semula, berniat membantu Arthur. Namun, Kai tak sadar, dibelakang nya terdapat sesosok zombie bertubuh tinggi besar dengan satu tanduk panjang di kepalanya. Menampakkan senyuman lebar ke arah Arthur.
"KAI! AWAS DI BELAKANGMU!!"
Crashh!
Belum sempat berbalik, terlihat sebuah lengan yang telah menembus perut Kai. Ia pun langsung terjatuh dengan keras ke lantai satu.
Arthur yang terus menerus direpotkan oleh muscle zombie tak bisa membantu Kai. Ditambah sosok zombie bertanduk yang ia lihat itu ...
Merupakan Unique tingkat 2!
'bagaimana bisa ada unique zombie sekarang? Seharusnya belum waktunya mereka muncul. Bukankah ini sudah keterlaluan.'
Unique zombie tersebut turun dengan kuat ke bawah, mendekat ke arah Arthur dan muscle zombie. Saat muscle zombie tahu kalau ada yang mendekat, ia langsung berbalik dan menyerang unique zombie tersebut.
Swoshh!
Muscle zombie mengayunkan tinjunya ke wajah unique zombie.
Buakk!
Unique zombie hanya sedikit terhuyung terkena pukulan muscle zombie, hal itu wajar, karena secara fisik maupun kecerdasan mereka tak jauh berbeda, namun yang menjadi perbedaan dari unique tingkat 2 dengan tingkat 2 biasa akan segera terlihat.
Setelah di hantam oleh muscle zombie, ekspresi unique zombie terlihat buruk, sesaat kemudian, dari punggungnya, muncul dua pasang tangan yang membuat jumlah tangannya menjadi 6.
Arthur mengetahui wujud dari sosok bertangan enam itu, namanya adalah monster Wind Six Hand. Dia sudah tak bisa di sebut zombie lagi karena memang julukan monster lebih pantas ketimbang zombie.
Saat mengetahui hal itu, Arthur langsung bergerak mengambil tubuh Kai yang sudah tergeletak, dan berniat kabur sebelum semuanya terlambat.
Benar saja, pertarungan antar kedua zombie tersebut terlihat tak lama lagi. Muscle zombie benar-benar di hajar dengan rentetan pukulan dari Wind Six Hand dengan 6 tangannya membuat muscle zombie tak berdaya.
Namun bukan itu satu-satunya hal yang membuat dirinya berbeda dibanding zombie tingkat 2 biasa.
Unique tingkat 2 memiliki ciri khas, yaitu memiliki sebuah kemampuan magis tertentu yang tak di miliki zombie tingkat 2 biasa. Dan hal yang menjadi alasan mengapa ada nama 'wind' di depan nama monster itu adalah karena ...
Blass!
Wind six hand menepukkan keenam tangannya secara serentak dengan kuat, menciptakan sebuah gelombang angin vertikal yang sangat tajam, membelah tubuh muscle zombie semudah memotong tahu. Tak hanya itu, gelombang angin itu bahkan membelah atap-atap mall, dan menciptakan sebuah garis besar dan panjang di lantai mall.
Benar-benar kekuatan yang mengerikan. Kemunculan unique tingkat 2 juga menjadi titik awal jatuhnya umat manusia, dan menjadi awalan umat manusia mulai merasakan ketidakberdayaan yang mendalam karena para zombie.
Seharusnya kemunculan mereka masih ada beberapa Minggu lagi. Arthur juga tak tahu apa yang terjadi. Atau bisa jadi dia hanya tak mengetahuinya bahkan di masa lalu tentang kemunculan unique tingkat 2 yang sudah ada sejak masa tutorial apocalypse.
Di kehidupan pertama Arthur, untuk membunuh satu unique tingkat 2 setidaknya membutuhkan 20 adapter tahap pertama, itupun masih mengorbankan lebih dari setengah orang pada akhirnya.
Sehebat-hebatnya dia, tak mungkin untuk satu lawan satu dengan zombie tersebut kecuali dia sendiri menjadi adapter tahap kedua dengan senjata yang mumpuni.
Meninggalkan Mall, Arthur membawa tubuh Kai ke tempat aman, dan memasukkan Cristal shard ke dalam mulutnya, beberapa saat kemudian, urat-urat di tubuh Kai mulai membengkak jauh lebih hitam, namun setelah itu, perlahan luka berlubang di perutnya tertutup.
Arthur sendiri beristirahat, sambil menenangkan diri. Tak menyangka unique tingkat 2 akan muncul secepat ini. Membuka bajunya, Arthur melihat badannya sudah penuh dengan lebam-lebam ungu, terutama di tengah perutnya yang terkena serangan telak di oleh Muscle zombie.
"Hahh, setelah kembali, akhirnya aku menerima kekalahan pertamaku di sini ..."
"Ya ... Kekalahan memang bukan hal yang baru bagiku. Tapi tetap saja rasanya sungguh menjijikan berapa kali pun aku merasakannya," ucap Arthur sambil melihat bilah katana miliknya.
Melihat sesekali ke arah Kai, Arthur mulai sadar kalau selama ini ia terlalu mementingkan diri sendiri, ia salah mengira kalau Kai yang merupakan orang kuat di masa depan juga kuat dimasa lalu.
"Sepertinya aku harus menyisihkan waktu untuk mengajari dia tentang bagaimana cara bertarung melawan zombie."
Sebenarnya Kau tak buruk jika bertarung melawan manusia, karena para manusia itu tak bisa menyaingi kecepatan, dan kekuatannya, seperti yang terjadi pada 9 penjaga pabrik kemarin yang berhasil ia habisi seorang diri.
Namun saat kecepatannya sudah tak lagi menjadi keunggulannya, Kai benar-benar mati langkah, ia langsung tak tahu harus melakukan apa dan juga reflek bertarungnya sangatlah buruk, lebih buruk dibanding Evan.
Mungkin karena itulah di masa depan ia menjadi seorang berserker yang semakin gila jika menerima serangan. Namun karena itu juga ia mati dengan cepat.
Bersila dengan baik, Arthur memejamkan mata, bermeditasi sambil berfikir langkah yang akan ia ambil.
Tak terasa, matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur, cahaya mulai menerangi seluruh kota yang gelap ini. Membangunkan seorang pria yang terjebak dalam pikirannya sendiri.
"Sudah pagi?"
Pria itu membuka mata, melihat pemandangan bangunan-bangunan terbengkalai yang penuh dengan zombie. Di sampingnya, terlihat sosok pemuda berambut merah yang sepertinya tidur dengan pulas. Tampak baik-baik saja.
"Hei, bangunlah Kai! Sudah pagi ..."
"Eh? "
Sosok Kai yang tertidur dengan pulas itu pun terbangun seperti orang linglung,
"Kak Arthur? Apa kakak juga mati?"
"..."
Melihat saudara angkatnya yang linglung seperti orang idiot, membuat Arthur memijat keningnya dengan ekspresi tertekan. Lalu dia menunjuk ke luar sambil berkata,
"Lihat dulu ke depan."
Kai yang mendengar ucapan kakaknya pun melihat ke depan dengan penasaran.
"Apa yang kau lihat?"
"Zombie?"
Melihat Kai mengangkat alisnya,tampak masih bingung dengan apa yang Arthur maksud. Melihat hal itu, membuat Arthur kembali memijat keningnya, merasa frustasi.
"Itu tandanya kau masih hidup bodoh, mana mungkin di dunia orang mati ada zombie."
"Oh, hahaha ... benar juga ..."
"..."
'sial, apa aku salah membuat keputusan untuk menjadikannya saudaraku?'
Bersambung>>
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments