Malam hari pun tiba, terasa seperti malam pada umumnya, mereka tak tahu bahwa malam ini akan menjadi malam terakhir bagi mereka.
Karena hilangnya sumber listrik, saat malam hari, mereka hanya bisa mengandalkan barang yang menggunakan baterai sebagai pencahayaan.
Dan karena itu, mereka tak bisa menyinari seluruh tempat karena hanya menggunakan senter sebagai pencahayaan. Yang akan menjadi alasan mereka terbantai malam ini.
Kai sebenarnya berniat untuk langsung menyerang dari depan. Sedangkan Arthur menolak cara itu, dan memberikan sebuah rencana yang mudah untuk di pahami. Rencananya sendiri tak terlalu rumit, Kai bertugas sebagai pengecoh, sedangkan Arthur berperan sebagai pengeksekusi.
Di depan pabrik, setidaknya ada 10 orang yang berjaga, sambil terus berkeliling ke kanan dan kiri. Jarak diantara mereka juga tak terlalu jauh. Karena itu, Arthur punya rencana yang cukup gila.
"Kai, mulailah."
Arthur dan Kai sudah berada di depan pabrik dan sedang bersembunyi di sebuah bangkai truk. Mendengar ucapan Arthur, Kai pun percaya padanya dan melakukan apa yang dia suruh.
Kai langsung menampakkan dirinya secara terang-terangan, dan melempar sebuah pisau dan dengan tepat mengenai kepala salah satu penjaga.
Karena jarak diantara para penjaga tak terlalu jauh, penjaga lain pun menyadari salah satu temannya telah tewas, bersamaan dengan sosok yang membunuh rekannya tersebut juga terlihat. Langsung saja mereka menembaki Kai dari jauh.
Namun Kai selangkah lebih cepat dan bersembunyi lagi di tempat yang berbeda dengan Arthur.
'Semoga kau bisa menangani 9 orang itu Kai,' pikir Arthur karena ia juga memiliki tugas lain.
Para penjaga pun mengejar Kai yang lari bersembunyi, meninggalkan salah seorang yang tetap berjaga.
Di kegelapan malam, Arthur menyatu dengan kegelapan, dan dengan mudah menyelinap kebelakang penjaga dengan senyap.
Crashhh!
Darah merah pertama jatuh kembali ke bajunya, setelah sekian lama sejak Arthur berganti pakaian.
Setelah membunuh satu-satunya penjaga yang tersisa, Arthur pun mengambil senapan yang penjaga itu gunakan.
'sembilan orang itu urusanmu, sedangkan seluruh gedung ini, akan menjadi bagian ku.'
Arthur pun langsung menyelinap ke pabrik rokok yang gelap itu nan sunyi itu.
"Apa ada sesuatu yang terjadi di depan? Aku mendengar tembakan dari depan." Ucap salah seorang anggota geng tersebut berbicara pada rekannya.
Dengan kegelapan yang merajalela di dalam pabrik, membuat Arthur semakin senang, karena ia bisa dengan bebas bergerak dan menyelinap kemana saja.
Mendekat ke arah sumber suara, Arthur dengan katana nya muncul di belakang mereka dan mengayunkan tangannya dengan kuat, memotong 3 leher sekaligus. Saat orang ke empat melihat tiga rekannya terbunuh, ia langsung ditembak mati oleh Arthur tak mempedulikan kebisingan yang tercipta.
Dar! Dar! Dar!
Dan karena itulah suasana di dalam pabrik mulai ramai. Semua orang terbangun, dan mencari pelaku dari pembunuhan para anggota kelompok.
Saat itulah Arthur meninggalkan tempatnya, menuju ke arah ruangan-ruangan para petinggi yang pastinya tidur di tempat yang nyaman.
Brakk!
"Haloo, sepertinya kau bersenang-senang dengan baik ya, pak tua ..."
"S-sia-"
Crashh!
Sesaat setelah Arthur membuka salah satu ruangan, di sana sudah ada pria tua yang sedang berhubungan ba*an dengan seorang perempuan cantik yang mereka culik.
Namun ...
Crashh!
Arthur membunuh keduanya tanpa ampun, tak meninggalkan satupun saksi mata. Berkeliling ke banyak ruangan tanpa diketahui, Arthur membunuh semua orang yang ditemuinya.
Saat para anggota geng sedang mencari dirinya di depan, ia sudah berada di tempat dimana para petinggi kelompok mereka tidur dengan nyenyak, dan saat Kai sudah menyelesaikan tugasnya mereka semuanya akan mati dengan mengenaskan.
Beberapa menit kemudian ...
'ini sudah ruangan terakhir ... Mari kita lihat apa yang ada di belakang sana.' batin Arthur melihat ke arah ruang gudang.
Krakkkkk!
Suara pintu dibuka dengan paksa, dan saat terbuka, memperlihatkan para perempuan, dan anak-anak yang disekap. Sepertinya mereka sudah diperk*sa dengan sangat buruk, tak satupun dari mereka mengenakan pakaian bahkan sehelai kain pun.
"B-bunuh kami ..." Ucap salah seorang wanita.
Mendengar hal itu, sudut bibir Arthur terangkat, sambil berkata,
"Sesuai yang kalian mau ..."
....
Jauh di luar pabrik.
Terlihat sosok Kai yang berdiri di sekitar sembilan mayat manusia dengan tubuh terpotong-potong menjadi beberapa bagian, baru saja menyelesaikan pertarungannya. Terlihat sangat buruk.
"Saatnya menjalankan rencana utama ..." Ucap Kai sambil melihat ke arah zombie di bangunan-bangunan sekitar.
Beberapa saat kemudian ...
"Bagaimana? Apa dia sudah ditemukan?"
"Belum, dia menghilang seperti ditelan bumi, kami bahkan tak menemukan satupun jejaknya, yang ada hanyalah mayat dari orang yang menjadi korbannya, tak ada jejak kaki, darah, atau apapun yang bisa menuntun kita pada pelaku."
"Sial! Sebenarnya siapa baj*ngan itu, bagaimana dia bisa melakukan semua ini sendirian, jika para petinggi tahu, aku bisa mati. Cepat cari dia di seluruh pabrik ini."
Sesaat setelah pria itu berbicara, suara hentakan kaki yang sangat ramai terdengar dari luar.
"Hmm? Apa itu!? Apa orang-orang dari Black Star menyerang?" Ucapnya panik.
Namun, yang datang bukanlah anggota Black Star atau kelompok apapun, hanya seorang pemuda berjubah, dengan ratusan zombie normal dibelakangnya.
"Misi selesai ..." Ucapnya pemuda berjubah yang tentunya adalah Kai.
Suara puluhan orang yang dimakan hidup-hidup oleh para zombie terdengar, teriakan mereka sangat mengerikan, penuh dengan penderitaan. Namun, entah mengapa di telinga Kai suara teriakan itu bagaikan lagu yang terdengar indah.
Tak lama, Kai pun masuk menjelajahi pabrik lebih dalam serta mencari kakaknya. Ia banyak menemukan mayat berserakan dengan kepala yang sudah terpisah dari badannya, tentu ia tahu perbuatan siapa itu.
Kai terus berjalan hingga tiba di sebuah tempat dimana ia melihat Arthur yang menunduk dengan tatapan sedih, dimana ada 4 mayat tergeletak dibawahnya, mereka adalah mayat anggota kelompok geng yang mati dibunuhnya.
"Ada apa? Apa kau sudah menemukan kakakku?"
Melihat ke arah Kai, Arthur tersenyum masam, menandakan hal buruk telah terjadi.
"Maaf, sepertinya kita sudah terlambat ..."
Mendengar ucapan Arthur, Kai buru-buru melihat ke arah gudang, dan ia sangat terkejut karena semua orang yang ada di dalam gudang entah wanita, anak-anak, tak terkecuali kakaknya sudah tewas dengan tubuh berlubang karena peluru.
Melihat mayat kakaknya yang terbunuh tanpa busana, membuat hati Kai menjadi lebih hancur. Mengetahui bahwa sebelum bertemu kematian, kakaknya telah menerima perlakukan tak manusiawi dari orang-orang yang ada di sini, membuat Kai sangat frustasi.
"Sepertinya empat orang ini yang membunuh mereka semua ..."
Merasa semakin kesal, Kai berteriak dengan kencang ...
"AAARRGGGGGGG!!!"
Melampiaskan semua kekesalannya, ia memukul dan beberapa kali membenturkan kepalanya ke tembok hingga darah merah kehitaman mengalir di wajahnya.
Arthur hanya melihat dengan sunyi, tak melakukan apapun dan membiarkannya melampiaskan amarahnya.
Hingga Kai jatuh, kehilangan kekuatan di kakinya karena terlalu menyiksa diri, Arthur menghampirinya sambil menjulurkan tangan.
"Kai, sudah cukup ... Sekarang kita berdua sudah tak memiliki siapa-siapa lagi, bergabunglah denganku dan kau akan menjadi saudaraku. Kita akan bertahan di dunia yang gila ini, dan memberantas para manusia busuk yang masih berkeliaran diluar sana dengan kedua tangan dan kaki kita sendiri," ucap Arthur sambil menjulurkan tangannya pada Kai yang berlutut.
Tap!
Kai menggapai tangan Arthur dan berdiri, lalu ia berkata pelan,
"Terima kasih ...
Kak."
"Hmm, rasanya aneh ketika kau memanggilku kakak, tapi tak apa.
Kalau begitu mari memberikan penghormatan pada mereka yang telah mati dalam kesengsaraan," ucap Arthur.
Tak lama, mereka pun membakar pabrik rokok itu bersamaan dengan para zombie di dalamnya. Hingga terjadi rentetan ledakan yang meratakan pabrik tersebut.
'sungguh hari yang membahagiakan sekaligus melelahkan,' batinnya.
Bersambung>>
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments