Setelah Arthur dan Kai sudah menjalin hubungan saudara kakak-adik, mereka terlihat semakin akrab. Kai banyak menceritakan tentang masa lalunya, yang sering di-bully karena kelainan genetik yang ia miliki, seperti rambut merahnya, tak lupa juga pupil matanya.
Bahkan tak jarang ia dipanggil monster oleh anak-anak lainnya, dan hal itu terus berlanjut dari masa kecil hingga ia tamat sekolah dan menginjak usia 18 tahun. Selama ini, hanya orang tua dan kakaknya saja yang menganggap dirinya seperti orang pada umumnya, tak merasa jijik atau terganggu dengan keberadaan Kai.
Karena itulah ia sangat mencintai mereka, namun ... Bencana apocalypse yang gila ini tiba, semua itu hancur, bahkan ia kehilangan semua orang yang ia sayangi, dan tak mampu melindungi satupun.
Namun ia berkata kalau ia sudah merasa cukup baik setelah keberadaan Arthur muncul sebagai kakaknya. Ia bisa bersandar sejenak pada Arthur yang bisa diandalkan. Meskipun mereka tak sedarah, namun dalam waktu singkat Kai merasa sosok Arthur tak jauh berbeda dengan kakaknya dimasa lalu.
Mereka berbincang, hingga tak sadar kalau mereka sudah sampai tepat di depan mall yang menjadi pusat perbelanjaan di sini. Sangat besar hingga tak cukup menjelajahi mall ini dalam waktu satu hari.
Karena masih gelap, mereka pun memutuskan untuk menginap sejenak untuk istirahat di minimarket depan mall. Tentu mereka membunuh semua zombie di dalam sana terlebih dahulu.
Keesokan harinya ...
Mereka berdua pun keluar dari minimarket setelah memakan beberapa bungkus makanan kaleng di sana. Bersiap untuk menjelajahi mall yang tempatnya cukup terbuka, Arthur memperingatkan Kai untuk tetap waspada.
Tak berlama-lama mereka langsung masuk ke dalam mall. Didalam ia melihat bahwa atap dari mall tersebut menggunakan kaca, hal itu membuat cahaya bisa masuk sehingga tak gelap sama sekali.
Mereka bisa melihat dengan jelas lantai atas mall dari bawah, para zombie yang melihat Arthur di bawah pun langsung berlari dengan cepat ke arahnya.
"Kai, kita bunuh mereka semua, dan kumpulkan cristal yang ada di dalam dada zombie,"
"Cristal? Untuk apa?"
"Sudahlah, aku akan memberitahumu nanti."
Menuruti ucapan Arthur, Kai pun segera beraksi, dengan dua golok di tangannya, ia memotong-motong tubuh zombie semudah memotong tahu. Begitu juga Arthur yang melakukan hal yang sama.
Beberapa saat kemudian, semua zombie yang menyerang berhasil di brantas, mereka berdua juga mengumpulkan cristal-cristal yang ada di tubuh zombie, meskipun hanya cristal dari zombie normal tingkat 1, namun suatu saat akan diperlukan.
Segera, mereka terus menjelajah kedalam mall menelusuri setiap lantai, membasmi zombie, dan beberapa kali menemukan zombie spesial tingkat 1. Meskipun begitu dengan kekuatan mereka berdua saat ini, zombie spesial bukanlah hal yang sulit untuk ditangani.
Tas Arthur bahkan mampir penuh dengan cristal shard dari zombie tingkat 1, begitu juga Kai. Namun mereka tetap meneruskan penelusuran mereka, hingga tiba di sebuah gym di dalam mall.
Di sana, mereka melihat bahwa suasana di sana sangat sepi, biasanya setidaknya ada satu atau dua zombie di dalam suatu toko, namun kali ini didalam gym yang sangat besar tak ada satupun zombie.
Hal itu membuat Arthur memiliki firasat buruk. Karena biasanya di tempat yang sepi seperti ini ada sosok penunggu yang tak membiarkan makhluk apapun masuk.
Tak mempedulikan hal itu Arthur masuk bersama dengan Kai, sebelum itu Arthur mengingatkan Kai untuk waspada karena ada yang aneh dengan tempat ini.
Saat masuk, bau busuk yang biasa tercium pada diri zombie berubah menjadi bau yang sangat aneh. Seperti bau alkohol bercampur dengan bau pandan mungkin?
Namun Arthur seperti tak asing dengan bau seperti ini. Membuatnya yakin akan suatu hal.
Tak lama selang mereka masuk ke dalam gym, terjadi ledakan yang meruntuhkan tembok di gym.
Brakkk!
Debu-debu berterbangan, memperlihatkan sosok zombie setinggi 2 meter dengan tubuh sangat besar dan berotot berwarna abu-abu.
"Hati-hati, dia adalah zombie tingkat 2," ucap singkat Arthur samar-samar melihat sosok tersebut di kepulan debu yang tebal.
"Aarggggggg!!"
Zombie tersebut mengamuk, karena Arthur dan Kai menyusup ke wilayahnya.
Swoshh!
Pergerakan zombie tersebut jauh melampaui kecepatan zombie tingkat satu, melesat ke arah Kai sambil mengayunkan tinjunya.
Kai yang tak sempat menghindar pun hanya bisa menerima pukulan tersebut, sambil menahannya dengan kedua tangan.
Buakkk!
Kai yang terkena pukulan zombie tersebut terpental jauh menabrak rak-rak yang digunakan sebagai wadah dumble. Tangannya terlihat buruk, benar-benar patah dan tak bisa digunakan lagi.
"Cih ..."
Arthur mendecak, melihat Kai dilumpuhkan begitu saja. Mau tak mau, ia harus melawannya satu lawan satu sekarang, di saat ia masih adapter tingkat satu, perlu diketahui bahwa zombie tingkat 2 jauh melampaui kekuatan zombie spesial tingkat 1 seperti blood night cat.
'ini tak akan mudah,' ucap Arthur dibenaknya.
Sejenak, Arthur pun diam di tempat sambil menggenggam erat katana miliknya, fokus melihat ke arah punggung zombie berotot beberapa meter di depannya yang sedang fokus melihat Kai.
"Huftt ..."
Swoshh!
Arthur melesat sekuat tenaga dengan sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan hingga terlihat sedikit membungkuk. Saat jarak antara dirinya dengan zombie tersebut sudah cukup dekat, Arthur melompat dan mengayunkan tangannya berniat menebas tengkuknya dari belakang.
Namun, zombie tersebut tiba-tiba menunduk, menghindari tebasan pedang Arthur bahkan tanpa melihatnya. Setelah berhasil menghindar, zombie tersebut berbaik sambil melesatkan pukulan upper cut ke arah Arthur yang masih mengambang di udara.
Buakkk! Brakk! Brakk!
Arthur dipukul dengan telak, mengenai perutnya sampai dia terpental sangat jauh hingga keluar dari gym setelah menabrak beberapa kali.
"Khakk!"
Arthur memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Mengusap darah di sudut bibirnya, Arthur dengan cepat kembali berdiri, melihat kalau zombie berotot itu sudah berlari ke arahnya.
Buk! Buk! Buk!
Suara hentakan kaki zombie tersebut terdengar keras seperti pukulan palu gundam.
'tenang, pasti ada celah saat ia akan menyerang.'
Swoshhh!
Saat sudah semakin dekat, zombie tersebut ternyata malah melompat tinggi ke udara hingga tak bisa Arthur gapai. Mengayunkan kedua lengannya ke bawah, zombie tersebut menghantam lantai dengan keras hingga lantai tersebut runtuh, dan mereka berdua jatuh ke lantai satu.
Arthur dengan tenang, mendarat ke bawah dengan aman, sedangkan zombie berotot tersebut terkena reruntuhan lantai yang di hancurkannya. Namun segera bangun lagi tanpa goresan sedikit pun.
Sebenarnya zombie tingkat 2 tak berbeda jauh dengan zombie tingkat satu, namun zombie tingkat 2 memiliki kecerdasan dan penguatan fisik, indra, dan reflek jauh melebihi tingkat satu.
Itulah kenapa zombie itu bisa menghindari serangan Arthur yang berada dibelakangnya. Karena secara reflek dan indranya sudah meningkat jauh melebihi zombie tingkat 1.
Saat melihat Arthur zombie tersebut terlihat sangat angkuh dan meremehkan Arthur, tampak memang lebih cerdas dibanding zombie tingkat satu. Zombie itu melihat ke arah Arthur dengan tatapan remeh, seperti seorang gamer profesional bermain dengan seorang pemula.
Melihat zombie yang terlihat meremehkannya, membuat Arthur sedikit merasa kesal.
"Hanya zombie tingkat dua saja tingkahmu sudah seperti zombie tingkat atas. Biar aku peringatkan kau, sekali lagi kau memandangku seperti itu dan menunjukkan kelengahan, saat itu juga kau hanya akan bisa melihat ku dari bawah."
Bersambung>>
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments