Arthur yang awalnya hanya berniat bersembunyi dan membiarkan mereka lewat pun berubah pikiran, dia mengikuti mobil tersebut, meskipun cepat, dia juga cepat.
Apalagi para zombie di sekitar juga langsung ditembak mati oleh mereka, jadi Arthur tak perlu repot-repot untuk menyingkirkan zombie di sekitar.
Hingga 20 menit Arthur berlari, akhirnya dia menemukan markas dari kelompok itu, yang berada di sebuah pabrik rokok yang sangat besar, yang dijaga dengan sangat ketat. Hampir semua sudut bangunan dijaga oleh penjaga bersenjata.
'Sepertinya mereka salah satu kelompok paling besar di kota bagian kuning ini.'
Arthur pun masuk ke dalam sebuah kantor yang ada di depan pabrik rokok, berniat mengintai untuk mencari celah. Setelah berhasil masuk ke bangunan bekas kantor, ia pun naik ke lantai 2 agar bisa melihat lebih jelas.
Saat berada di lantai 2, Arthur membuka pintu ruangan yang mengarah persis ke arah pabrik rokok. Tapi tiba-tiba sebuah pisau melesat ke arahnya.
Takk!
Arthur menghindari lemparan pisau itu, dan dari atas tiba-tiba ada orang yang menyerangnya sambil mengerahkan sebuah golok ke bawah, berniat menusuk Arthur dari atas.
Dengan reflek yang sangat cepat, Arthur melangkah mundur, menghindari serangan tersebut dan mengeluarkan katana miliknya.
Sringg!
Dengan tatapan dingin, sambil mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat, Arthur melihat sosok pria yang berpakaian tertutup seperti seorang ninja sambil berkata dingin,
"Apa kau anggota dari kelompok yang ada di pabrik rokok?"
Mendengar pertanyaan Arthur, pria tersebut malah terlihat marah,
"Jangan samakan aku dengan para manusia pic*k seperti mereka! Juga siapa kau? Teman atau lawan?"
"Itu tergantung sikapmu. Aku sendiri tak tahu siapa kau," jawab Arthur sambil menodongkan katana miliknya.
Swoshh!
Tiba-tiba pria itu melesat dan mengayunkan lengannya dengan kecepatan yang tak mungkin dilakukan oleh manusia.
Klangg!
Arthur menangkis serangan pria itu dengan katana miliknya, membuat pria itu sepertinya terkejut.
'celah.'
Buakk!
Menyadari pria itu berhenti sejenak, Arthur langsung menendang rahangnya dengan sangat kuat, membuat pria itu terjatuh pingsan seketika.
'dia cepat, apa dia juga seorang adapter?' pikirnya.
Arthur pun mengangkat badannya dan mengikat tubuhnya di sebuah kursi.
Setelah mengikatnya dengan erat, Arthur pun membuka tudung kepala dan maskernya memperlihatkan rambut merah terang yang kusut, sekaligus wajah seorang remaja berusia sekitar 18 tahun. Namun ada hal yang membuat Arthur terkejut dengan apa yang ia lihat.
Terlihat urat-urat di wajah remaja itu sudah menghitam seperti terinfeksi virus black blood, namun kulitnya tetap bersih seperti manusia normal, ia juga tak kehilangan kontrol tubuhnya.
'setengah zombie,' batinnya melihat remaja berambut merah itu.
Kejadian yang banyak muncul di masa depan, dimana ada orang-orang beruntung yang masih bisa bertahan dan mempertahankan pikirannya setelah terinfeksi virus black blood saat belum menjadi adapter. Dia akan memperoleh kekuatan yang sama seperti zombie, namun dengan pikiran sehat manusia.
Itulah alasan mengapa kecepatan remaja ini jauh melampaui manusia biasa.
"Hm? Sepertinya aku pernah mendengar tentang remaja ini."
Setelah dilihat-lihat, ia sepertinya pernah mendengar pria setengah zombie dengan rambut merah di kehidupan sebelumnya. Beberapa saat Arthur memikirkannya, akhirnya dia ingat.
Seorang pria yang cukup terkenal dengan identitasnya sebagai setengah zombie, rambut merah, dan pupil ganda atau polycoria karena kelainan genetik.
Ia adalah seorang yang sangat kuat di masa lalu, hingga menyandang nama Red Death di dadanya, dan menjadi jendral kedua dari salah satu apostle. Dia dibunuh oleh salah satu anggota kelompok Arthur di masa lalu.
Meskipun Arthur sendiri tak pernah melawannya, namun berdasarkan cerita dari temannya, kalimat yang tepat untuk menggambarkan Red Death adalah 'Baj*ngan psikopat gila'.
Namun berdasarkan cerita dari temannya, Red Death memiliki luka bakar yang sangat besar di mukanya, hampir setengah mukanya terdapat luka bakar, yang menjadikannya terlihat menakutkan. Namun saat ini wajahnya terlihat seperti seorang anak manja biasa yang tak tahu bagaimana cara bertarung,
Terlihat sangat polos!
'tapi apa dia benar-benar red death? Jika iya, apa aku bunuh saja dia disini?' batin Arthur, namun ia segera menyingkirkan pikiran itu.
Beberapa saat kemudian, remaja itu pun bangun, dan terkejut karena melihat dirinya sudah terikat.
"Baj*ngan! Lepaskan aku!" Teriaknya sambil mengutuk Arthur.
Arthur yang melihat remaja itu memiliki pupil ganda pun bertanya,
"Apa rambut merahmu itu juga karena kelainan genetik?"
"Ha!? Memangnya kenapa bajingan! Cepat lepaskan aku!"
Setelah mengetahui bahwa memang benar kalau dia adalah Red Death, Arthur pun memiliki sebuah rencana.
"Hei dengarkan aku, aku berniat menghancurkan kelompok yang ada di depan sana, aku lihat kau juga memiliki suatu dendam terhadap orang-orang itu."
Pemuda yang tadinya terus memberontak tiba-tiba terdiam, dan menatap Arthur dengan tatapan tajam.
"Aku tahu kau kuat, tapi kau tak akan bisa melawan kumpulan orang dengan senjata api, kekuatanmu akan percuma, kau hanya akan menyerahkan nyawamu secara sia-sia," ucap Arthur.
Mengepalkan tangannya dengan erat, kuku jarinya menusuk tangannya sendiri hingga berdarah, pemuda itu berteriak dan mulai meneteskan air mata dengan wajah penuh amarah,
"Kakakku ada di sana! Kakakku diculik, orang tuaku dibunuh oleh para hewan itu! Aku harus balas dendam! Tak peduli apapun bayarannya!"
...
Setelah tahu alasan remaja itu, dengan wajah penuh simpati, Arthur meneteskan air mata, dan berkata,
"Begitu ya ... Aku tahu perasaanmu."
"Tahu? Apa yang kau tahu ba*ingan! Jangan sok mengerti tentang perasaanku!" Teriak remaja itu marah.
"Aku bilang aku mengerti perasaanmu! Ibuku dipe*kosa tepat depanku dan ayahku. Setelah itu ibu dan ayahku dibunuh dengan sadis, karena itulah aku berniat menghapus semua makhluk seperti mereka, Kau juga sama kan!?"
Mendengar cerita Arthur, pemuda itu meneteskan air mata lebih deras sambil mengingat saat-saat terakhir momen dirinya bersama orang tuanya.
"Kau juga tahu rasa sakit itu kan ... Karena itu bantu aku menyingkirkan manusia-manusia busuk seperti mereka, pinjamkan kekuatanmu, aku juga akan membantumu mencari kakakmu jika kau bersedia," ucap Arthur sambil menawarkan bantuannya.
....
Pria itu diam sambil terus menangis, kali ini ia memperlihatkan ekspresi sedihnya, benar-benar terlihat menyedihkan.
"Aku akan menunggu jawabanmu di luar, jika kau sudah siap, keluarlah, jika dalam waktu satu jam kau belum keluar, aku anggap kau menolak, dan aku akan melakukannya sendirian."
Arthur pun keluar dari ruangan itu, menghapus air mata dan ekspresi sedih di wajahnya, digantikan dengan senyuman jahat yang memiliki maksud tertentu.
'remaja bau kencur dengan keadaan mental tak stabil sepertinya adalah target yang paling mudah untuk dipengaruhi.'
Beberapa menit berlalu, akhirnya pemuda itu keluar dengan tatapan yang tajam, sepertinya sudah menetapkan pilihannya.
"Aku akan membantumu, tapi aku belum mempercayaimu sepenuhnya. Kita anggap kerja sama ini sebagai sesuatu yang saling menguntungkan, jadi panggil saja Kai." ucapnya sambil memasang kembali masker dan tudungnya.
"Baiklah kalau begitu, senang bekerjasama denganmu Kai, aku Arthur."
"Lebih baik, kita mulai saat malam nanti, untuk saat ini mari kita susun rencananya terlebih dahulu," ucap Arthur.
Bersambung>>
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments