Istana Al Sharif Muscat Oman
Kemal menggenggam tangan Eren terus seolah tidak mau kehilangan putranya lagi, membuat orang yang tahu bagaimana pria paruh baya itu, bisa memakluminya. Wajah Kemal menjadi lebih muda usai tahu Eren masih hidup dan tampak semangat lagi.
"Jadi Qabil menghimpun kekuatan dengan 150 tentara terpilih yang dibawanya plus sekitar lima ribu orang simpatisan?" tanya Kemal.
"Mereka tidak tahu jika Qabil berada di belakang kasus pembunuhan Reema dan Eren ..." ucap Ajmal.
Kemal mengangguk. "Tentara yang loyal padaku ada jumlahnya lebih banyak dari pasukan Qabil ... Dengan sekali tiup, habis mereka semua !"
"Aku tahu kamu punya tentara dan armada yang banyak tapi ini lebih personal...." ucap Gasendra.
"Bagaimana jika kita lakukan gerakan gerilya?" usul Park Joon-seo. "Saya disini bukan sebagai agen FBI tapi sebagai teman dekat Nefa Blair ..."
"Iya vampir... Kita juga tahu kamu pacaran dengan Nefa..." kekeh Keanu.
"Oke... Bagaimana dengan taktik kalian?" tanya Kemal.
***
Eren dan Kemal berjaga-jaga di balkon kamar Emir Al Sharif itu. Eren memandang foto-foto Reema yang disimpan oleh Kemal dan wajah pria muda itu tampak rindu ibunya.
"Apa yang kamu ingat dari mommy kamu, Eren ?" tanya Kemal.
"Hanya saat terakhir... 'Run Eren. Jangan melihat ke belakang...' Itu kata-kata mommy yang aku ingat ..." jawab Eren sendu.
"Bagaimana kamu bisa diambil Qabil?"
"Aku pingsan ... Dan bangun-bangun sudah berada di tenda penuh dengan tentara dan sejak itu aku dicuci otak sebagai anak dibuang dari Oman. Tapi aku tidak bodoh, Dad... Aku tahu mommy mengorbankan nyawanya. Aku hanya mengikuti alur... Sampai dokter Ali datang ..."
Kemal menoleh. "Dokter Ali? Dia dokter Daddy ... Bagaimana bisa bersama kamu ?"
"Awalnya aku tidak tahu tapi semakin aku besar, dokter Ali menceritakan semuanya padaku. Aku tidak sekolah sampai usia sepuluh tahun saat berada di Saudi Arabia. Aku sekolah formal, memiliki paspor palsu hingga aku sekolah berpindah-pindah tempat dan terakhir aku bisa berkuliah di Ankara Turki..."
Kemal terkejut. "Kamu sarjana?"
Eren mengangguk. "Aku sarjana hubungan internasional sembari mengumpulkan semua informasi tentang paman Qabil. Dad, yang diatas kertas memang segitu tapi dia juga membawa tentara bayaran untuk membantu kudetanya ..."
"Eren, kita memiliki tentara hampir 75,000. Jadi jangan kamu anggap remeh boy..." senyum Kemal. "Mau Qabil punya sepuluh ribu maupun 50,000 pasukan ... Daddy tidak takut..."
Eren hanya mengangguk.
"Bagaimana dengan kamu dan Shaera? Benarkah kalian sudah menikah?"
"Hanya formalitas. Qabil tahu Shaera siapa dan hendak mengklaimnya jadi sebelum Emir Blair shock, aku klaim Shaera dulu. Kami tidak berbuat zinah, Dad, karena tahu pernikahan ini tidak sah ..." jawab Eren.
"Setelah ini, apakah kamu akan melepaskan Shaera?"
Eren menggelengkan kepalanya. "Aku tidak pernah mengucapkan talak ke Shaera. Setelah ini, aku hendak melamar Sher sesuai dengan aturannya..."
"Betapa roda takdir berputar tanpa diduga. Dulu ibumu mantan istri Damian sebelum menikah dengan Daddy ... Sekarang malah anakku menikah dengan anak Dami ... Entah Daddy harus bersyukur atau tidak karena setidaknya, ibumu sudah tidak ada. Daddy takut Dami akan ribut lagi dengan ibumu dan kalian tidak akan mendapatkan restu ..."
"Sekarang pun aku belum mendapatkan restu dari Emir Blair ..." jawab Eren pelan.
Kenal merangkul pundak putranya. "Pelan-pelan, boy. Tidak mudah jalan kalian tapi insyaallah... Jika kalian saling cinta, akan lebih enak jalannya..."
Eren hanya mengangguk.
***
"Yang Mulia jadi berlibur di istana Reema ?" tanya wakil Emirnya.
"Jadi Abdul. Kita pergi berlibur dulu. Eren sudah lama tidak melihat istana ibunya ..." senyum Kemal yang masuk ke dalam mobil Range Rover bersama dengan Eren. Di belakang mereka sudah ada dua mobil pengawal kerajaan yang siap dari pagi.
Rombongan itu berangkat menuju istana Reema, tempat Kemal biasa menenangkan diri. Istana yang baru jadi sebagian karena Kemal tidak sanggup menyelesaikan selama belum menemukan Eren itu, berada di pinggiran kota Muscat. Tempatnya agak tersembunyi di balik gunung kapur tengah-tengah Padang pasir.
Mereka semua tiba di istana yang baru setengah jadi itu sementara di balik gunung kapur, terdapat tenda-tenda yang dibangun disana. Semua orang pun turun dan masuk ke dalam bangunan dengan pilar putih itu. Para tentara berpakaian sipil sudah berjaga-jaga di sekitar istana dan mereka pun bersiap jika terjadi serangan.
***
"Menurutmu, mereka akan kemari?" tanya Arsyanendra ke Park Joon-seo yang sibuk di depan MacBooknya bersama dengan Brinda dan Keanu.
"Mereka tahu, disini jauh dari pemukiman penduduk dan jujur aku tidak mau Gegeran di Muscat ..." jawab agen FBI itu tanpa ekspresi.
"Tak heran jika Oom Radhi bilang kamu pacar Nefa yang berbahaya... Otakmu sangat cerdas ..." kekeh Arsyanendra.
"Aku hanya profiling situasi, mas Arsya. Didikan Quantico dari Agen Pascal dan agen Zidane."
Arsyanendra menepuk bahu Park Joon-seo. "Good. Nefa sangat suka pria pintar... Dan rata-rata kami semua suka pasangan kami cerdas, cerdik, pemberani dan pintar.... Kecuali Dendeng ..."
Brinda dan Keanu cekikikan. "Memang dia berbuat ulah apalagi mas?" tanya Brinda.
"Sepedanya Shea dirusak oleh Dendeng ..."
Keanu melongo. "Alamat deh mas L minta ganti uang jajan si Denden Mushi itu..."
***
"Kamu siap Sher?" tanya Damian di dalam tenda bersama Nefa dan Radhi Blair.
"Insyaallah Daddy ..."
"Menurutmu, mereka akan menyerang subuh ini mas Dam?" tanya Radhi sambil mengkokang Glocknya.
"Bisa jadi karena menurut Junjun, mereka sudah masuk Oman ... " jawab Damian.
Nefa menatap ke ayahnya. "Dad, Nanda marah-marah tidak bisa ikut gegeran ..." lapor gadis cantik itu ke ayahnya sambil memperlihatkan pesan di ponselnya.
"Bilang sama Nanda, harus naik podium ! Kalau tidak, bikin malu !" ucap Radhi judes.
Damian dan Shaera hanya tersenyum. Dasar mantan pembalap F1 ! Jiwa kompetitif nya tidak hilang-hilang.
***
Malam pun menjelang membuat semua orang bersiap apalagi Duncan dan Bayu ikut mengawasi dari satelit Jang Corp di New York.
"Junjun, ada pergerakan dari arah Utara dan Selatan. And it's huge ..." ucap Duncan via earpiece Park Joon-seo.
"Sisi Utara dan Selatan sudah bisa kita handle, Duncan. Sisi Barat dan Timur yang memang sengaja kita open ..." jawab agen FBI itu.
"Kamu jangan khawatir, Bang Pedro dan Omar Zidane sudah berangkat ke Muscat. Rupanya Imron, mantan pengawal Eren, adalah buronan FBI kasus peledakan gedung olahraga di New Hampshire..." ucap Bayu.
"Oh my God... Seriously?" ucap Park Joon-seo.
"Yes. Jadi kamu bisa sekalian tangkap Imron tapi biarkan Eren dan Kemal menghabisi Qabil ..." perintah Bayu.
"Yes Mr O'Grady !"
***
Damian dan Shaera sudah memakai baju hitam-hitam, begitu juga dengan keluarga Dubai lainnya serta Qatar dan Bahrain. Mereka semua bersiap-siap jika anak buah Qabil menyerang istana Reema.
"Kita kesana ... " bisik Radhi sambil membawa Glocknya.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
This Is Me
Kaya beneran liat film action ih...Kak Hana emang hebat
2025-03-24
1
Ninik Rochaini
asyeeekkk...gegeran...gegeran lg...
2024-12-23
1
Desy Tri Astuti
suka sukkaaaa gegeran lagi...👏😘
2024-09-04
1