"Bensin kalian bagaimana?" tanya Lee Yoo Joon di earpiece masing-masing, bahkan Shaera dan Eren pun mendapatkan earpiece agar bisa mempermudah berkomunikasi.
"Separo. Isi full?" tanya Park Joon-seo.
"Depan ada pom bensin ... Kita isi full ..." ucap Keanu. "Perjalanan masih jauh ..."
Dua mobil SUV itu pun berhenti di tempat pengisian bahan bakar sementara para gadis memilih ke kamar mandi untuk pipis. Lee Yoo Joon akhirnya bertemu dengan Eren yang terkejut kekasih Brinda juga sama dengan Park Joon-seo.
"Apakah kamu juga agen FBI?" tanya Eren setelah berkenalan.
"No... Aku bukan agen FBI. Aku pengusaha yang gabut jadi menemani Brinda saja..." senyum Lee Yoo Joon.
Keanu tersenyum smirk. "Memang dia pengusaha tidak jelas ..."
Lee Yoo Joon terbahak. "Reseh lu !"
***
"Ternyata Eren cakep ya ?" ucap Brinda usai mereka semua menyelesaikan hajatnya.
"Mirip sama Oom Kemal ..." timpal Nefa.
"Terus kalian serius sudah menikah?" tanya Brinda penasaran.
"Menikah formalitas..." jawab Shaera.
"Ladies, ayo cepat. Anak buah Qabil datang lagi ke Halaban ..." ucap Keanu membuat tiga gadis itu bergegas keluar dari kamar mandi.
"Mereka ke Halaban?" tanya Shaera cemas.
"Ayo, segera naik. Sher, kamu dan Eren naik mobil Yoo Joon, biar mobilku di belakang kalian. Oh, jangan ke Riyadh ..." ucap Park Joon-seo sambil menggandeng tangan Nefa untuk masuk ke dalam mobil.
"Kita kemana Junjun?" tanya Lee Yoo Joon.
"Segera keluar dari Saudi Arabia yang penting !" ucap Park Joon-seo sambil masuk ke dalam mobil.
***
"Kenapa kita tidak ke Dubai ? Kenapa harus ke Qatar ?" tanya Shaera bingung.
"Karena kita butuh sekutu Sher ..." ucap Park Joon-seo.
"Aku akan hubungi Aghnia ..." ucap Nefa.
"Bukankah lebih bagus kalau langsung keDubai dan menemui Daddy ?" ucap Shaera lagi.
"Coba kamu pikir, apa Oom Damian mau membantu Oom Kemal apalagi saat tahu kalian sudah menikah ? Ini kalian masih beruntung mas Arsya tidak terbang ke Dubai..." ucap Brinda.
"Siapa itu mas Arsya ?" tanya Eren.
"Pangeran Arsyanendra of Belgium..." jawab Lee Yoo Joon sambil menyetir.
Eren langsung merasa kepalanya pusing. "Jangan sampai Belgia ikut campur urusan Oman ..."
"Selama kita tidak bilang apa-apa, mas Arsya tidak akan bawa pasukan ke Oman ..." jawab Brinda.
Shaera menoleh ke arah Eren yang memegang pelipisnya. "Eren..."
Eren hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu Shaera. "Aku pusing, Sher ..."
"Apakah asam lambung kamu naik? Kamu stress ya? Keanu, bawa obat-obatan tidak ?" tanya Brinda.
"Always. Kita berhenti lima menit untuk memberikan obat ke Eren..."
***
Sementara itu di Halaban...
Menjelang subuh, Imron dan semua anak buahnya mendatangi penginapan kemarin dan mendapatkan informasi jika ada orang yang mencari Eren dan Shaera juga. Pria itu akhirnya tahu bahwa yang mencari Eren adalah Nefa Blair, putri Emir Radhi Blair.
"Brengseeekkk !" umpat Imron. "Bisa-bisa, Eren minta bantuan Dubai ..." Pengawal Eren pun segera menghubungi Qabil. "Tuanku, sepertinya untuk kudeta harus segera dipercepat. Keluarga Blair sudah tahu ..."
***
"Kalian mau meninggalkan jejak berbeda dari kejaran pengkhianat Oman ?" tanya Kaysan.
"Iya. Makanya kita ke Qatar terus ke Bahrain baru terakhir ke UAE..." jawab Keanu.
"Kalian mau bikin cerita mencari sekutu buat Eren ?" tanya Kaysan lagi.
"Iya, biar Qabil tahu kalau Eren sudah mulai bersekutu dengan para Emir Timur Tengah."
Kaysan tertawa terbahak-bahak. "Siapa yang bikin strategi itu ? Yakin bukan elu K..."
"Cerewet ! Bilang sama bang Rauf jangan sampai Oom Dam tahu !" sungut Keanu sebal ke kakak sepupu kandungnya.
Park Joon-seo menoleh ke arah Nefa. "Kalian itu jarang akur ya?"
"Jarang banget, Junjun. Kalau gegeran kompak ..." jawab Nefa mendramatisir.
***
"Obat dari Keanu sudah ngefek, Eren?" tanya Brinda ke arah kursi belakang dimana Eren meletakkan kepalanya diatas pangkuan Shaera.
"Lumayan ..." gumam Eren sambil memejamkan matanya.
"Apa kamu memang punya Gerd ?" tanya Lee Yoo Joon.
"Kayaknya Eren tidak punya Gerd, Oppa. Tapi mungkin saking stresnya..." jawab Shaera.
"Padahal yang punya Gerd itu Sher lho..." sahut Nefa di earpiece masing-masing.
Tiba-tiba suara ponsel Nefa berbunyi dan wajah gadis itu langsung pucat. "Duh, mas Arsya ..."
Brinda dan Shaera saling berpandangan.
"Assalamualaikum mas Arsya..." salam Nefa.
"Wa'alaikum salam. Nefa ! Shaera ketemu ?" tanya Arsya tanpa basa basi.
"Udah tapi mas ..."
"Jangan bilang Oom Damian. Oke !"
Nefa dan Brinda melongo. Pangeran satu ini kok tumben manut.
"Jaga Shaera. Kalau ada apa-apa, hubungi mas Arsya !" Arsyanendra mematikan panggilannya.
"Duh ! Mateng deh kalau sampai mas Arsya bawa bang Hyde dan mas Enzo ... " keluh Brinda.
***
Dua mobil Toyota Land Cruiser seri terbaru itu memasuki perbatasan Qatar dan berkat Kaysan Khalid, mereka langsung menuju istana Khalid di kota Doha. Para pengawal yang sudah terbiasa melihat wajah Nefa, Shaera dan Keanu, mempersilahkan mereka masuk.
Setibanya di depan pintu masuk istana, tampak Kaysan sudah menunggu mereka semua. Alexander dan Kalila pun juga ada bersama dengan As'ad. Kalila langsung memeluk Shaera saat melihat keponakannya selamat sementara Alexander dan As'ad seperti melihat hantu saat Eren turun dari mobil.
"Astaghfirullah... Kamu benar-benar masih hidup ..." ucap Alexander dan As'ad bersamaan.
***
Para keluarga Khalid terkejut dengan rencana kudeta ke Kemal Al Sharif oleh Qabil Al Sharif.
"Tapi Qabil memang dosanya banyak di Oman ..." ucap As'ad yang tahu sepak terjang paman Eren itu.
"Apa saja dosanya Paman?" tanya Nefa penasaran sementara Park Joon-seo dan Lee Yoo Joon hanya menyimak.
"Sorry Eren, tapi ini kenyataannya. Pamanmu naksir ibumu tapi ibumu sudah bersama ayahmu. Tahu tujuannya? Mendapatkan ibumu berarti mendapatkan dukungan Bahrain untuk menggulingkan Kemal. Tapi ayahmu juga tidak bodoh ... Dia langsung mengusir pamanmu dari istana Al Sharif dan mencabut nama belakang Al Sharif. Dilarang masuk Oman sama sekali dan ternyata dia memiliki pengikut yang banyak..." ucap As'ad.
"Dia dendam pada ayah dan ibumu... Cara paling ampuh menghantam ayahmu, dengan membunuh Reema dan kamu ..." timpal Alexander.
"Daddy akhirnya tahu siapa pelakunya?" tanya Kaysan.
"Tahu setelah sekian tahun. Daddy dan semua Emir disini tahu bahwa pelakunya adalah orang dekat tapi tidak menduga kalau Qabil karena saat itu Oman dalam kondisi kacau akibat meninggalnya Reema. Eren, ayahmu sangat mencintai ibumu dan jika suatu saat nanti ayahmu berhadapan dengan Qabil, biarkan ayahmu menghabisinya ... " Mata hijau Alexander menatap serius ke Eren. "Berikan kesempatan pada ayahmu membalaskan dendamnya."
Eren menoleh ke arah Shaera. "Bagaimana ini sayang?"
"Sayang?" seru Kalila dan Kaysan heboh.
"Eh? Iya ... Aku dan Sher sudah menikah ..." jawab Eren.
Kalila dan Alexander melongo.
"Duh, Damian bisa ngamuk ini ..." gumam As'ad.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Ninik Rochaini
gk ngamuk lg mas Bendungan...beh... beh...yg psti sing bc ikut deg2an nih...
2024-12-23
1
🥰Siti Hindun
pasti ngereog deh nih mas Dam bendungan😅
2024-04-26
2
Ita Xiaomi
Kesannya spt ayah yg tak dianggap 😁
2024-04-11
2