Doha Qatar
Semua orang menoleh ke arah pintu dan terkejut saat tahu siapa yang datang. Pria itu masuk ke dalam ruang meeting dengan sikap dan langkah percaya diri.
"Assalamualaikum semuanya..." sapa pria bermata biru itu.
"Wa'alaikum salam Arsya. Kapan datang?" tanya As'ad ke keponakannya yang juga pangeran Belgia.
"Tadi pagi Oom..." Arsya salim ke semua Oomnya dan memeluk sepupunya termasuk Park Joon-seo dan Lee Yoo Joon yang bakalan menjadi calon iparnya. Arsya akhirnya melihat Eren dan tersenyum smirk saat tahu wujud pria yang katanya sudah menikahi adiknya.
"Kamu pasti Eren. Arsyanendra..." ucap Arsya sambil mengulurkan tangannya yang disambut Eren.
"Eren, your Highness..." jawab Eren dan Arsyanendra bisa melihat sikap tegas serta aura Emir yang menguar dari pria itu.
"So, bagaimana rencana kita ke Muscat Oman?" tanya Arsyanendra.
"Sya, jangan bilang Belgia hendak ikut campur juga!" celetuk Alexander.
"Belgia tidak ikut campur, Arsyanendra yang ingin ikut gegeran ..." cengir ayah dari Akira Léopold itu.
Radhi Blair dan Gasendra Schumacher terbahak mendengar alasan keponakan tampannya itu.
"Bagaimana dengan princess Violet?" tanya Emir Ajmal.
"Cuma bilang ... Sudah pergi sana. Percuma juga dilarang ..." senyum Arsyanendra yang juga sedang menanti anak keduanya.
***
Usai pertemuan dan sudah mempersiapkan strategi ke Muscat, diputuskan Bahrain dan Yemen membantu diam-diam ke Oman malam ini. Mereka bersama dengan tentara Oman di bawah komando Kemal, akan melakukan penyisiran disana. Tentara terpilih akan berangkat dengan pakaian khas Oman agar tidak dicurigai dan menggunakan pesawat Boeing komersial milik Mark Becker Kershaw, suami Aghnia, yang juga CEO Boeing area timur tengah.
Disaat semua orang sibuk ke Oman, Arsyanendra mengajak Eren berbicara empat mata dengannya. Keduanya sekarang berada di gazebo taman belakang istana Khalid.
***
"Eren, aku tidak akan seperti Oom Dam yang langsung menghajar kamu karena hanya Oom Dam yang berhak ... Sekarang kamu dan Sher bagaimana?" tanya Arsyanendra tanpa basa basi.
"Tetap melanjutkan pernikahan... Aku tidak akan pernah menalak Sher ..." jawab Eren tegas.
"Kamu tahu kan pernikahan kalian tidak sah, baik hukum dan agama?"
Eren mengangguk. "Usai menyelamatkan negaraku, aku akan melamar dan menikahi Sher lagi dengan cara yang benar ..."
"Jalan kamu akan berat, Eren, sebab kisah antara Oom Dam dan ibumu sangat tidak bagus ... Meskipun akhirnya mereka bisa melepaskan ego masing-masing. Hanya saja ... "
"Aku tahu apa yang terjadi antara ibuku dan Emir Blair. Sher sudah menceritakan semuanya..." potong Eren.
"Jika kamu memang mencintai Sher, tunjukkan dan buktikan ..." jawab Arsyanendra.
"Absolutely, your Highness ..."
"Panggil Arsya saja. Kita sama-sama anak penguasa negara bukan?"
***
Shaera melihat para sepupu perempuannya tampak bersiap-siap dengan kevlar, senjata masing-masing bersama dengan kekasih mereka seolah hendak perang.
"Kalian mau kemana?"
"Oman" jawab Nefa.
"Tunggu ... Bagaimana dengan taktik Junjun?" tanya Shaera.
"Sudah dijalankan secara otomatis. Mr Giordano Smith yang menjalankan..." jawab Park Joon-seo.
"Kalian ikut semua ?" tanya Shaera lagi.
"Bang Rauf, Aku dan Mark tidak. Kami harus standby di Doha karena pasti kalian membutuhkan transportasi udara jadi kami disini. Yang berangkat mas Kay..." jawab Aghnia.
"Kalian sudah siap ?" tanya Arsyanendra yang mencari kevlar di vault senjata milik keluarga Khalid.
"Sudah... Lho? Mas Arsya mau ikutan?" tanya Nefa bingung.
"Memangnya kalau ada Gegeran aku nggak ikut? Rugi !" balas Arsyanendra sambil mencari-cari senjata yang cocok untuk dirinya.
"Mas Arsya tidak bawa Belgia kan?" tanya Brinda yang sudah cemas karena kakak sulungnya memang adrenalin junkie.
"Nope. Aku bawa namaku sendiri ... Arsyanendra Schumacher Léopold untuk melindungi adik-adik aku..." Arsyanendra terkejut saat Nefa memeluk dirinya.
"Sayang mas Arsya kalau gini. Cuma kalau lagi ngamuk ... Nggak sayang..." ucap Nefa.
"Haaaiissshhh..." balas Arsyanendra sambil membalas pelukan adiknya.
Eren yang ikut masuk karena diajak Kaysan, hanya bisa melongo melihat bagaimana keluarga Shaera tampak santai saja melakukan persiapan ke Oman.
"Pilih saja mau yang mana..." ucap Kaysan sambil masuk dan memakai kevlarnya. "Sher, ikut ke Oman atau tetap di Doha?"
"Ikut ke Oman !" jawab Shaera tegas.
Eren menatap wajah istrinya. "Are you sure?"
Shaera membalas tatapan Eren. "Very sure."
***
Pesawat Boeing tanpa logo tiba di bandara Muscat menjelang pukul tiga pagi. Dua pesawat yang dipinjamkan oleh Mark Becker itu mendarat dengan mulus dan Kemal sudah menunggu di landasan pacu dengan perasaan tidak sabar.
Tampak Alexander dan Kaysan turun lebih dahulu lalu disusul Gasendra Schumacher dan Ken Al Jordan lalu Damian dan Radhi Blair. Emir Ajmal of Bahrain pun turun bertemu dengan mantan iparnya yang jarang berhubungan sejak Reema meninggal dan hanya pertemuan rutin para Emir saja setahun dua kali.
Kemal memeluk para Emir itu hingga matanya melihat Eren turun bersama dengan Arsyanendra. Wajah Kemal tampak menatap tidak percaya dan mata coklatnya tampak berkaca-kaca. Dirinya tidak percaya, putranya yang dinyatakan hilang dan kemungkinan tewas dua puluh tahun lalu, sekarang berada di hadapannya. Sehat walafiat dan tampan sekali serta mirip Reema.
"Eren..." bisik Kemal.
"It's your Abun ..." bisik Keanu Al Jordan dari belakang Eren.
"Hampiri dia Eren... Dua puluh tahun kamu menghilang dan hanya Paman Kemal yang masih percaya kalau kamu masih hidup ..." sambung Arsyanendra.
Eren pun melangkah perlahan mendekati kemal dan tanpa membuang waktu, pria paruh baya itu langsung memeluk putranya. Semua orang terdampak dengan keharuan pertemuan ayah dan anak setelah dua dekade tidak bertemu. Kemal dan Eren saling bertangisan disana.
Damian langsung memeluk Shaera, begitu juga dengan Ken yang memeluk putra tunggalnya, Keanu. Alexander merangkul bahu putranya, Kaysan, begitu juga dengan Radhi ke Nefa. Melihat bagaimana kerinduan seorang ayah ke anaknya, tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Mereka semua memberikan kesempatan pada Kemal dan Eren untuk menyalurkan emosinya.
Brinda pun menangis terharu dan Lee Yoo Joon memeluk gadis berambut ikal itu erat. Bagaimana pun, suasana di landasan pacu itu sangatlah emosional bagi semua orang disana.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Ninik Rochaini
ikutan mewek...novel e byk bawang e... /Sob//Sob/
2024-12-23
1
Anonymous
Ngafalin nama2 banyak banget bingungggg
2024-11-11
0
Desy Tri Astuti
bawang bawang 🌰😭
2024-09-04
1