Laboratorium Forensik Riyadh
Brinda memeriksa barang-barang lainnya dan menemukan gelang Shaera yang terdapat GPS nya. Gadis itu menghela nafas panjang karena Shaera tidak seperti dirinya atau Nefa yang memiliki dua GPS. Entah mengapa Shaera tidak suka memakai dua GPS.
"Brinda, aku sudah membantu mengirimkan jenazah Jacques, Mika dan dua pengawal Shaera ke negara masing-masing. Apa yang kamu temukan?" tanya Lee Yoo Joon yang datang menghampiri gadisnya.
"Gelang Sher dan beberapa barang pribadinya..."
"Ponselnya ?"
Brinda menunjukkan ponsel Shaera yang bercasing pink dengan gambar My Melody.
Lee Yoo Joon menggelengkan kepalanya. "Kabarnya gelang ini ditemukan tidak jauh dari mobil Shaera. Aku tadi mendapatkan informasi dari kepolisian Riyadh."
"Hei !"
Brinda dan Lee Yoo Joon menoleh dan tampak Keanu berdiri di depan pintu ruang forensik.
"Sorry aku telat datang ... Ribut dengan dosenku dulu. So, Hyung terima kasih sudah membantu mengembalikan jenazah empat orang itu ke keluarga masing-masing..." ucap Keanu serius.
"Sama-sama Keanu" jawab Lee Yoo Joon. "Kita istirahat dulu, Brinda. Kamu capek tuh matanya. Siapa tahu setelah tidur, kamu mendapatkan pandangan baru."
Brinda mengangguk. "Mataku juga lelah ..."
"Biar aku bilang ke kepala forensik agar bukti-bukti ini jangan sampai tersentuh orang lain" ucap Keanu.
***
Somewhere in the desert
Shaera tidak bisa tidur karena tadi sudah ditetapkan bahwa besok pagi dia akan menikah dengan Eren meskipun hanya secara agama. Shaera tidak habis pikir karena dalam waktu kurang dari 36 jam, dia sudah berubah hidupnya.
Jangankan hitungan jam, hitungan detik pun kamu bisa berubah hidupnya.
"Are you okay princess?" tanya Eren yang tiduran di kursi panjang berada di sebelah Shaera.
"Bolehkah aku bilang I'm not okay?" balas Shaera sambil menoleh ke arah Eren.
"Boleh ... " jawab Eren. "Princess, maafkan aku ..."
"It's okay Eren. Karena pilihannya hanya ada dua, kamu atau kakek tidak tahu diri itu ! Lagipula aku sendiri tidak tahu jalan pulang kan?" ucap Shaera getir. "Kita di tengah-tengah Padang pasir bukan?"
Eren mengangguk. "Setelah kita menikah, kita akan membongkar tenda dan pindah lagi ..."
Shaera melongo. Bakalan akan sulit dilacak kalau begini. Duh, kok gelang aku pakai acara hilang sih!
"Apakah kalian memang hidup nomaden?" tanya Shaera.
"Yes... "
"Why?"
Eren menatap wajah cantik Shaera. "Princess, aku akan menceritakan usai kita menikah ya dan aku harapkan kita bisa saling bekerjasama..."
Shaera merubah posisinya menjadi miring dan menatap wajah Eren. "Jika soal gegeran untuk membunuh pamanmu itu, I'm in !"
Eren melongo. "Apa?"
"Kamu ingin menghabisi kadal bangkotan itu kan? Aku rasa kamu ada misi tersendiri ..."
Eren memandang wajah Shaera. Gadis ini cantik tapi penuh dengan kejutan. "Kamu tidak takut?"
Shaera tersenyum miring. "Kamu tidak tahu saja motto keluarga kami, No rusuh no life ..."
Eren tersenyum. "Ternyata kamu penuh dengan kejutan, Princess Blair."
"Aku mau membantu kamu dan aku berterima kasih kamu mau melindungi aku. Tapi jika ini semua sudah selesai, aku harap kamu kembalikan aku ke ayah ibuku ..." pinta Shaera.
Eren hanya terdiam. Entah mengapa dirinya tidak rela melepaskan Shaera apalagi esok mereka akan menikah. Aku tidak ikhlas kamu pergi...
***
Keesokan harinya menjelang jam sepuluh pagi waktu setempat, Shaera dan Eren resmi menjadi suami istri dengan upacara pernikahan sederhana secara adat. Shaera bisa melihat semua anggota kelompok nomaden itu dan berusaha menghilangkan rasa keterkejutannya saat tahu Qabil memiliki sepuluh istri . Mata Qabil bahkan masih jelalatan melihat dirinya padahal Shaera memakai gaun tertutup.
Aku sendiri yang akan mencongkel matamu jika masih tetap seperti itu !
Eren yang melihat Shaera berusaha menyembunyikan emosinya, menggenggam tangan istrinya yang dia tahu marah dengan wajah meshum pamannya.
Shaera tersentak saat merasakan Eren menggenggam tangannya dan melihat wajah suaminya yang memberikan kode 'Just calm down. Waktunya akan tiba pada saatnya'. Shaera pun mengangguk sambil tersenyum tipis.
***
"Ada sesuatu yang harus aku bilang padamu..." bisik Eren saat mereka sudah di dalam tendanya.
"Apa itu ?"
Eren mengusap tengkuknya. "Kita harus berpura-pura melakukan hubungan suami istri agar Paman Qabil percaya ..."
Shaera melongo. "Apa?"
"Pura-pura Sher ..."
"Jadi maksudmu aku harus bergaya macam film bokep ? Meracau seolah mendapatkan org4sme ?" Shaera menatap Eren yang langsung memerah pipinya membayangkan jika dirinya dan Shaera benar-benar melakukannya.
"Se... semacam itulah..." jawab Eren gugup.
Shaera tersenyum. "Aku seorang model dan terbiasa bermain peran jadi tidak masalah ... Kapan kita akan mulai main bokep ?"
Eren menatap Shaera tidak percaya. "Seriously? Kamu bisa melakukannya?"
"Aku lulusan teater, Eren. Kalau hanya seperti itu, gampang lah !" seringai Shaera yang memang lulusan art and culture dengan mengambil mata kuliah pilihan akting karena sangat dia butuhkan untuk mengekspresikan wajah saat pemotretan dan menjual produk.
"Are you sure?" bisik Eren.
"Jangan remehkan gadis Blair !"
***
Qabil berdiri di tenda Eren yang sudah dia kunci dengan rasa ingin tahu. Jika keponakannya tidak bisa melakukannya, dia sendiri yang akan merebut istrinya yang molek itu.
"Ah ... Eren ... Ya terus ... Disitu baby ... " era Ng Shaera dengan penuh nafsu.
Qabil terkejut mendengar suara Shaera yang seksih.
"Harder baby..."
Qabil tersenyum kecut karena dirinya pantang tidak mendapatkan perawan dan dia sangat suka anak perawan. Jika sudah bersama Eren, berarti aku tidak bisa merebutnya dan bisa saja rencanaku mengambil kekuasaan Oman akan berantakan. Pria tua itu pun pergi meninggalkan tenda Eren dengan perasaan kesal.
***
Wajah Eren merah padam saat melihat dan mendengar bagaimana Shaera sangat menghayati perannya. Tanpa sepenglihatan Qabil, Eren mengintip dari balik jendela tendanya. Eren sangat tahu pamannya anti tidak mendapatkan perawan dan dengan begini, setidaknya Shaera aman untuk sementara sebab tidak menutup kemungkinan jika Qabil penasaran.
Tapi aku juga tahu, paman membutuhkan aku demi mendapatkan kekuasaan Oman. Sementara dia masih membiarkan aku hidup.
"Sudah pergi ?" bisik Shaera.
"Sudah... " Eren menatap wajah datar istrinya. "Kamu itu bisa membuat orang yang mendengarnya berfantasi liar..."
"Apakah termasuk kamu?" kerling Shaera.
"Aku tidak mau menjawab..." elak Eren membuat Shaera cekikikan.
"It's just an acting. Not a big deal ..." balas Shaera cuek. "So, apa yang ingin kamu ceritakan padaku ?"
"Apakah kamu kenal baik dengan Kemal Al Sharif?" tanya Eren.
"Aku kenal Oom Kemal ... Dia macam teman mengambang Daddy ... Karena dulu Daddy menikah dengan Tante Reema terus berpisah dan Tante Reema menikah dengan Oom Kemal, Daddy menikah dengan Mommy ..." Shaera terdiam. "Eren!! Anak Oom Kemal dan almarhum Tante Reema bernama Eren... Apakah itu kamu?"
Eren mengangguk.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
🍾⃝ Wͩᴀᷞɴͧɢᷡɪͣ
sedikit identitas Eren tersibak
2024-05-08
3
🍾⃝ Wͩᴀᷞɴͧɢᷡɪͣ
wkwkwk
2024-05-08
1
🍾⃝ Wͩᴀᷞɴͧɢᷡɪͣ
nah nah dubbing ah...oh ehhh🤣🤣🤣
2024-05-08
2