Kalila langsung menarik tangan Shaera dan mengajaknya berbicara empat mata di sudut ruangan membuat semua orang menoleh.
"Ehem, Aghnia dimana Oom Alex ?" tanya Nefa guna menetralisir suasana tegang.
"Ikut Mark ke acara launching desain Boeing terbaru ..." jawab Alexander.
As'ad menoleh ke arah Alexander seolah memberikan kode. Alexander mengangguk dan menatap Eren.
"Bisakah kamu ikut dengan kami?" ucap Alexander dingin.
Eren hanya mengangguk pasrah.
***
"Kamu sudah menikah dengan Eren?" desis Kalila gemas.
"Menikah formalitas, Tante..." jawab Shaera.
"Sher ... Ceritakan pada Tante supaya kalau mas Damian ngamuk, Tante bisa jadi tameng kamu... " pinta Kalila.
Shaera menghela nafas panjang. "Ini bukan pernikahan yang sesungguhnya Tante. Kami tidak ... Melakukannya itu karena kami tahu itu adalah zinah ..."
"Sher ... Bilang sama Tante... Apakah kamu menyukai Eren? Apakah Eren pernah menyakiti kamu? Apakah..."
"Tante, Eren pria baik. Dia menjaga aku dan tidak pernah menyentuh aku ..." Hanya ciuman sekali itu saja.
Kalila memandang wajah Shaera. "Kamu suka Eren, bukan?"
Pipi Shaera memerah.
"Oh my God... Mas Dam bendungan bakalan ngereog ..." Kalila memegang wajahnya.
***
Ruang Kerja As'ad Khalid
As'ad dan Alexander menatap wajah Eren yang merupakan perpaduan Kemal dan Reema. Mereka tahu Eren berusaha kuat tapi jika berhubungan dengan Shaera, seperti halnya mereka, pasti lemah juga.
"Damian bisa ngamuk nih Lex ..." As'ad menoleh ke adiknya.
"Hu um ..."
"Kamu sudah tidur bersama Shaera ?" tanya As'ad.
"Belum. Kalau tidur bersama harafiah, kami tidur dalam satu tenda ..." jawab Eren apa adanya karena sudah pasti dia tidak bisa menyembunyikan apapun.
"Oke Eren ... Soal kamu dan Shaera tidak akan kami singgung. Sekarang, kita bicarakan soal kudeta Qabil."
***
"Kita akan kemana lagi?" tanya Lee Yoo Joon.
"Ke Bahrain.." jawab Park Joon-seo.
"Ke tempatnya Oom Ajmal?" Nefa menoleh ke arah Park Joon-seo yang sedang asyik membuat sesuatu dari ruang IT milik Kaysan. "Kamu buat apa Junjun?"
"Apakah kalian tahu aku sebelum masuk FBI adalah hacker white hat?" Park Joon-seo tersenyum tipis membuat wajahnya semakin seperti vampir.
"Apa yang kamu lakukan, Junjun?" tanya Brinda.
"Membuat Eren dan Shaera ada dimana-mana..." seringai Park Joon-seo. "Di Riyadh hari ini, di Madinah besoknya ... Bahkan akan aku buat di setiap kota di timur tengah agar mereka semua bingung mencarinya. Memanfaatkan AI dong ..."
Lee Yoo Joon menatap sebal ke Park Joon-seo. "Aku tahu kamu agen FBI dan panggilan kamu adalah vampir, tapi untuk kali ini aku bilang kamu orang paling licik di ruangan ini ..."
Park Joon-seo hanya nyengir.
***
Di Tenda Qabil
"Mereka ke Riyadh?" tanya Qabil ke Imron yang melihat video dari acara televisi yang sengaja dikirimkan Park Joon-seo ke beberapa stasiun televisi.
"Ya tuanku ..."
Qabil tampak murka. "Pasti dia mencari suaka ke Saudi Arabia !"
"Bagaimana tuanku ?"
Qabil menyeringai. "Kita serang Oman tiga hari lagi. Akan aku buat Kemal menyerahkan kekuasaannya..."
***
Dokter Ali mendengar ucapan Qabil, merasa cemas karena dia tidak tahu Eren berada dimana. Mendengarkan Eren di Riyadh, itu adalah hal yang paling masuk akal karena kota paling dekat dari Halaban adalah Riyadh.
Kamu dimana Eren? Ayahmu dalam bahaya.
Dokter Ali melihat semua pasukan Qabil sudah bersiap-siap untuk menuju ke Oman dengan senjata mereka. Bahkan truk - truk yang dipesan Qabil sudah datang dan dipastikan dalam tiga hari ke depan, mereka semua akan berangkat lewat jalur darat ke Muscat.
Dokter Ali akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam tendanya dan mengirimkan pesan ke seseorang. Semoga kalian bisa menerima pesanku.
***
Istana Khalid, Doha Qatar
Park Joon-seo membaca pesan di ponselnya dan tersenyum. "Excuse me ..." Agen FBI itu pun berdiri dan berjalan menuju ruang kerja As'ad Khalid.
Lee Yoo Joon, Brinda dan Keanu menatap ke arah Nefa yang melongo melihat wajah kekasihnya.
"Si vampir kenapa itu Nefa?" tanya Brinda.
"Tak tahu ..." jawab Nefa.
"Agen FBI itu penuh rahasia..." gumam Lee Yoo Joon.
Keanu yang sempat membaca pesan di ponsel Park Joon-seo, hanya memandang ke pria Korea Selatan yang diijinkan masuk oleh Alexander dan wajah Alexander tampak tegang.
Mereka akan mulai kudeta?
***
"Tiga hari lagi?" tanya As'ad. Emir ganteng itu mengusap dagunya yang ditumbuhi brewok. "Kita harus mengumpulkan semua Emir yang berhubungan dengan keluarga..."
"Kak, kamu hendak menghubungi Damian ?" tanya Alexander.
"Mau tidak mau. Yang pertama adalah Ajmal karena dia sepupu Reema, lalu Gasendra dan Damian. Mereka harus tahu, Alex ... Apalagi Shaera dan Eren statusnya berbeda sekarang..." As'ad menghubungi semua Emir yang dia sebutkan dengan panggilan zoom.
"Ada apa As'ad ?" tanya Ajmal, Emir Bahrain setelah mengucapkan salam.
"Ajmal, Gasendra, Ken, Damian, Radhi dan Kemal ... Aku ada kabar baik dan buruk. Kalian mau yang mana dulu?" jawab As'ad membuat Alexander yang duduk di belakangnya hanya berusaha menatap tanpa ekspresi ke Damian yang tampak curiga.
"Berikan kabar buruknya, Emir As'ad..." ucap Gasendra dengan wajah penasaran.
"Kabar buruknya, Shaera bersama Nefa, Brinda, Park Joon-seo, Lee Yoo Joon dan Keanu Al Jordan tiba dengan selamat disini. Tapi tidak sendirian..." As'ad memberikan kode ke Eren untuk berdiri di sebelahnya. "Kemal, ini Eren Al Sharif... Anakmu ..."
Semua pria disana terkejut dan tampak tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Kemal langsung menangis melihat wajah Eren yang sangat dirinya dan Reema.
"Bagaimana bisa itu dibilang kabar buruk?" tanya Radhi. "Anak-anak tiba dengan selamat di Doha dan Eren masih hidup... "
As'ad menatap Damian. "Dam, bisakah kamu terbang kemari secepatnya? Ini adalah hal yang tidak bisa kita bicarakan di zoom. Aku juga minta lainnya datang ke Doha kecuali Kemal..."
"Tapi itu Eren !" protes Kemal. "Bagaimana bisa aku tidak boleh ke Doha !"
"Karena Kemal, Oman dalam bahaya ! Jika kamu pergi, Qabil akan menduduki Muscat dan kamu akan digulingkan !" ucap Alexander. "Qabil hendak kudeta tiga hari lagi dan kita akan ke Muscat lusa !"
"Dimana Sher ?" tanya Damian dingin.
"Bersama Lila" jawab Alexander.
"Aku terbang ke Doha sekarang juga. Ayo, Radhi !" Damian mematikan panggilan zoom nya, begitu juga dengan Radhi.
"Kalian berdua... Apa yang terjadi ?" tanya Gasendra.
"Kamu akan tahu jika kamu disini, Sendra ..." jawab As'ad kalem.
"Aku berangkat sekarang ! Aku ingin bertemu dengan keponakan aku ... Sorry Kemal, kamu harus menahan diri dulu..." ucap Ajmal Al Khalifa.
"Apakah aku akan baik-baik saja?" bisik Eren ke Park Joon-seo.
"Nope. Mr Blair akan menghajar kamu..." jawab Agen FBI itu.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
🥰Siti Hindun
duh, apa reaksi pertama mas Dam ketika bertemu Eren ya?
2024-04-26
1
Tri Yoga Pratiwi
siap kan iman dan imun Eren 🤣
2024-03-27
1
amilia amel
yukkk... gegeran lagi yg lebih seru yukkkk...
eee ini puasa² tapi kok kita² pengen baca gegeran yg seru ya....
tapi kalo nggak gegeran berarti nggak hidup dong... hidup gegeran😅😅🤭🤭
2024-03-27
2