Dikejar

"Apakah mereka mengikuti kita?" tanya Eren yang berkonsentrasi menyetir mobilnya diatas pasir.

Shaera menoleh ke belakang. "Aman, Eren."

Eren melihat mapsnya. "Dua kilometer lagi jalan raya."

"Eren, apakah mobil ini ada GPS nya ?" tanya Shaera yang tahu semua mobil koleksi keluarga Al Jordan dan Blair ada GPS masing-masing.

Eren menatap wajah Shaera. "Damn it !"

"Aku akan menghubungi Keanu ..." Shaera mengambil ponselnya.

***

Riyadh Saudi Arabia

"Apa model mobilnya Sher?" tanya Keanu.

"Jeep Cherokee. Kamu bisa dapatkan posisi aku kan, K ?" tanya Shaera melalui panggilan telepon.

"Aku sudah dapat posisi kamu. Sekarang kamu di jalan beraspal kan?"

Park Joon-seo yang satu mobil dengan Keanu dan Nefa, melihat posisi mobil Eren dan Shaera dari live satelit di MacBook Keanu. Nefa duduk di belakang sambil memeriksa kondisi Medan area Halabān. Sementara Lee Yoo Joon di belakang bersama dengan Brinda.

"Iya kami berada di jalan beraspal..."

"Ngebut Sher ! Kamu bilang satu jam di tebing tapi aku yakin mereka akan tahu kamu kabur !" ucap Park Joon-seo.

"Oke Oppa ..."

Keanu dan Park Joon-seo melihat mobil Eren melaju kencang.

"Sampai di kota, buang mobilnya. Kalian cari penginapan dan tetap bawa ponselnya !" perintah Agen FBI itu.

***

Sementara itu...

Imron melirik jam tangannya dan sudah hampir satu jam tapi tuannya tidak ada tanda-tanda kembali. Pria itu lalu memerintahkan anak buahnya mencari mobil Eren dan betapa terkejutnya ketika dirinya mendengar kabar Eren dan Shaera menghilang.

"Brengseeekkk ! Apakah dia sudah tahu siapa sebenarnya !" umpat Imron yang segera menemui Qabil. Imron tidak perduli Qabil sedang bercinta dengan istrinya yang mana tapi dengan menghilangnya Eren, rencana kudeta ke Oman akan berantakan.

Dan benar, situasi di tenda Qabil pun langsung ramai dan mereka semua mulai melacak keberadaan mobil Eren. Malam itu Qabil memerintahkan mengejar Eren yang disinyalir akan kabur ke kota Halaban.

***

"Mereka tahu ..." ucap Nefa.

Park Joon-seo menatap kekasihnya dari kaca spion.

"Berapa mobil Nefa?"

"Lima" jawab Nefa yang tadi langsung mencari lokasi ponsel Eren dan menemukan lokasi tenda - tenda itu.

"Kita kirim kepolisian Arab Saudi ke lokasi Qabil?" tanya Lee Yoo Joon melalui earpiece ke Park Joon-seo.

"Tidak. Kita fokus menyelamatkan Eren dan Shaera. Jika sudah bersama kita, maka akan aman tapi jika belum... Ini yang bahaya. Kita yang menemukan pertama atau mereka" jawab Park Joon-seo.

"Sher, mereka sudah tahu. Ada lima mobil yang mengikuti kalian !" ucap Keanu ke Shaera.

"Kami hampir dekat kota. Eren ngebut !"

"Segera sampai di sana, buang mobilnya !"

***

Kota Halaban Saudi Arabia

Eren dan Shaera meletakkan mobil Jeep Cherokee itu di pinggir jalan yang dekat keramaian lalu bergegas menuju ke sebuah toko baju yang masih buka. Eren dan Shaera membeli pakaian khas Saudi Arabia. Bahkan Shaera memakai niqab dan hanya memperlihatkan mata birunya.

Setelah dari toko baju, Eren dan Shaera menuju hotel lalu meminta kamar disana. Biasanya mereka diminta id card dan surat nikah agar tidak terjadi zinah tapi karena saat itu hotel sepi, sang manager memilih tutup mata setelah Eren mengeluarkan uang $100.

"Darimana kamu dapat uang itu?" tanya Shaera.

"Kebiasaan paman Qabil adalah menyimpan uang dollar AS dan beberapa uang asing lainnya di semua tempat penyimpanan di mobil. Aku ambil semua tadi .. Entah ada berapa...." jawab Eren saat mereka berada dalam kamar bersama.

Shaera melongo saat Eren mengeluarkan uang-uang itu. Keduanya menghitung dan ada sekitar $34,750 dan 10,000 real. Ada beberapa ratus poundsterling dan euro.

"Cukup buat kita bersembunyi sementara..." ucap Eren sambil melihat dari jendela kamar hotelnya.

"Kamu lucu deh pakai kumis palsu itu ..." kekeh Shaera yang melihat tadi Eren membeli kumis palsu ala pak Raden di toko baju tadi. Mungkin untuk acara Halloween meskipun di Arab tidak merayakan tapi beberapa anak muda memakai kostum untuk bersenang-senang.

"Nunggu brewok, lama..." senyum Eren.

"Jangan deh. Nggak cakep ..." balas Shaera.

Eren menoleh ke arah istrinya. "Sher, apakah ayahku tidak menikah lagi?"

Shaera menggelengkan kepalanya. "Oom Kemal itu cinta mati dengan Tante Reema. Daddyku pernah tanya kenapa tidak mau menikah lagi ... Tahu jawabannya?"

"Apa?"

"Jika aku menikah lagi, aku tidak akan fokus mencari Eren ..."

Eren terkejut. "Sampai segitunya?"

Shaera mengangguk. "Ayahmu sangat mencintaimu, Eren. Jadi keputusan kamu untuk membalas perbuatan paman kamu yang sudah membunuh ibumu, menculik kamu, mencuci otakmu, dan hendak mengkudeta ayahmu ... Aku dukung, Eren ..."

Eren menatap wajah cantik Shaera. "Yang penting ayahku dulu baru ayahmu ... Okay."

Shaera tersenyum. "Pasti Daddy bakalan ngereog."

Eren tertawa kecil namun sedetik kemudian dia melihat mobil-mobil milik pengawal Qabil. "Mereka datang, Sher..."

Shaera mendekati suaminya dan melihat dari jendela lantai dua kamar mereka. "Apakah mereka akan datang ke setiap hotel?"

"Aku tidak tahu..." jawab Eren.

***

Rombongan dari Riyadh tiba di kota Halaban dan segera mencari Eren dan Shaera yang terakhir berada di sebuah hotel murah. Nefa yang fasih berbahasa Arab, segera menemui resepsionis bersama dengan Keanu.

"Apakah kamu menerima pasangan suami istri? Yang satu memakai niqab hitam...." tanya Keanu.

"I..iya ... Tadi aku menerima mereka tapi satu jam setelah mereka datang, ada beberapa orang mencari mereka. Dan... Saat kami ke kamarnya, mereka menghilang... " jawab resepsionis itu yang tadi ketakutan ditodong senjata.

Keanu dan Nefa saling berpandangan.

"Apa yang ditinggal oleh keduanya ?" tanya Nefa.

"Ponsel ... Yang sudah rusak dan hancur..."

Keanu mengusap wajahnya kesal. "Ponsel Eren dilacak ! Brengseeekkk ! Aku bodoh banget !"

"Kemana mereka pergi? Arah mana ? Apakah ada CCTV disini ?" cecar Nefa dengan wajah dingin.

"A...ada ... " ucap pria itu dengan ketakutan.

"Junjun !" panggil Nefa. Park Joon-seo pun datang membuat resepsionis itu terkejut melihat wajah dingin agen FBI itu.

"Mereka menghilang, Princess?" tebak Park Joon-seo.

"Dicari anak buah Qabil. Ada cctv-nya.." jawab Nefa.

Park Joon-seo menggelengkan kepalanya. "Ini sama saja mencari jarum dalam jerami."

***

Eren dan Shaera bersembunyi di sebuah gang gelap sambil masing-masing membawa Glocknya. Keduanya mencari tempat bersembunyi sembari menghindari anak buah Qabil yang mencari mereka.

"Eren..." bisik Shaera.

"What?"

"Ada rumah kosong ..." Shaera menunjuk ke arah pintu rumah yang ada tanda 'Dijual' di gang gelap itu. Gadis itu mengeluarkan Swiss Army dari saku celana Eren dan mulai mencari ujung obeng. Sedikit congkelan, sudah membuka pintu rumah itu. Eren yang melihat bagaimana istrinya bisa menjadi maling itu hanya melongo.

"Ayo ! Masuk !"

Eren dan Shaera pun masuk ke dalam rumah yang terletak di Gang gelap tersebut bertepatan pintu tertutup, anak buah Qabil berjalan ke arah mereka. Eren dan Shaera mengintip dari balik jendela berharap tidak ada yang datang ke tempat mereka.

***

Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Ninik Rochaini

Ninik Rochaini

ya Allah...deg2an aq...ayo Nefa cepet temukan sdri mu

2024-12-23

1

Anonymous

Anonymous

Ikutan tegangggg

2024-11-11

1

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

mereka yg lagi kucing²an aku yg tegang kak, mana sampe nahan nafas pula saking tegang'y🤭

2024-04-25

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!