“S—sakit ... sakit banget! Tolong hentikan!” Kedua tangan Hyera sibuk mendorong bahkan terkadang memukul tubuh kekar yang tak hentinya menggempu.rnya. Tubuh kekar yang terus mengungkung, menindih, bahkan terkadang menjelajahi tubuhnya dengan ci.uman bering.as.
“Berhenti ... aku mohon berhenti. Ini beneran sakit ....” Jauh di alam sadarnya, Hyera curiga, dirinya tengah merasakan apa itu yang dinamakan diru.dapaksa. Sampai-sampai, jauh di di bawah alam sadarnya, Hyera yang sekadar berbicara saja sudah tidak berdaya, terus memanjatkan doa.
“Sakit banget!”
“Enggak tahu kenapa, semuanya terasa sangat nyata. Namun aku yakin, ini enggak mungkin. Karena jangankan menikah, calon saja aku belum punya. Masa iya, aku melakukan hubungan begini di luar pernikahan? Andaipun aku beneran dirud.apaksa, siapa yang berani melakukannya?” Masalahnya, ... kok aku bisa ada di posisi seperti ini karena harusnya aku sedang bersama keluargaku? Atau malah, ini bagian dari mimpi ba.sah? Ya Allah, rasanya sakit banget!” pikir Hyera sambil menahan kesakitan luar biasa. Kesakitan luar biasa yang membuat selang.kangan hingga ujung jemari kakinya gemetaran hebat.
“Aku harap ini hanya mimpi. Ya Allah aku ingin bangun. Ma, Pa ... ini aku di mana? Mataku enggak bisa dibuka ... aku enggak mau begini!” Karena meski masih belum bisa membedakan mana kenyataan maupun mana halusinasi, Hyera yang berhenti memberikan balasan setiap sentuhan dari Elmer, juga tidak bisa untuk sekadar membuka kedua matanya.
Di lain sisi, Elmer baru saja menuntaskan apa yang ingin ia dapatkan. Ia sungguh membuktikan, bahwa kini, ia tak impoten lagi. Namun, tangis kesakitan dari Hyera, membuat Elmer mulai menyadari, dirinya mengenali suara tersebut.
Yang langsung terlintas di benak sekaligus ingatan Elmer ialah sosok Hyera. Sosok wanita sangat cantik mirip barbie hidup, dan penampilannya langsung membangunkan emosi bi.rahinya.
“Eh, ... sebentar! Karena dia bahkan masih perawan! Masa iya, aku salah orang?” pikir Elmer.
Niatnya, Elmer sangat ingin memastikan apa yang baru saja ia khawatirkan. Mengenai kekhawatirannya, jika yang ia tiduri justru putri kesayangan pak Helios dan wajib sangat ia hormati. Yang dengan kata lain, Elmer sudah salah orang, bahkan Elmer ibarat menggali kuburannya sendiri. Masalahnya, pengaruh alko.hol, membuat Elmer berakhir ketiduran. Kedua matanya tidak bisa diajak kompromi, meski sampai detik ini, kedua tangannya tetap mendekap tubuh jenjang Hyera penuh sayang.
“Sesakit ini ... rasanya tetap sangat nyata. Kini dia memeluk dan menindih tubuhku, tanpa terlebih dulu melepaskan kontak kelam.in kami. Aku bisa merasakan rasa hangat di area kewa.nitaanku yang sebelumnya terasa sangat perih, pegal, bahkan basah. Seolah, selaput dara di sana memang robek akibat apa yang aku alami. Aku seolah merasakan dahsyatnya kesakitan malam pertama seperti cerita-cerita dari teman bahkan kak Calista. Ya Allah, aku harap ini hanya mimpi bu.ruk. Karena andai sampai kejadian, apa yang aku alami tak ubahnya aib. Dosa yang harus aku tanggung bahkan papa tanggung, sangat besar, meski aku ada di posisi sebagai korban.” Hanc ur, itulah yang Hyera rasakan. Karena meski belum bisa sepenuhnya memastikan antara kenyataan atau malah mimpi buru.k seperti yang Hyera inginkan, apa yang Hyera alami kali ini menjadi mimpi paling bur.uknya. Hal kela.m yang tidak pernah Hyera harapkan ada, meski hanya dalam mimpinya.
Layaknya Elmer, sebenarnya Hyera juga ingin bangun. Hyera ingin memastikan kebenaran yang sebenarnya terjadi. Hanya saja selain entah kenapa kedua matanya tetap terpejam erat, Hyera juga berakhir ketiduran karena kelelahan.
Malam panas yang terasa begitu panjang, menyik.sa, bahkan menjadi kejadian paling kel.am untuk seorang Hyera, berakhir dengan kehanc.uran nyata bagi wanita sangat cantik itu. Ketika akhirnya kedua mata Hyera terbuka di keesokan harinya, sementara persis di atas wajahnya ada wajah orang lain. Wajah seorang pria yang dari mulutnya masih beraroma alko.hol sangat kuat!
Jantung Hyera langsung berdetak sangat cepat. Tubuh Hyera panas dingin menahan rasa takut. Bukan hanya mengenai kebenaran yang terjadi. Namun juga konsekuensinya, baik itu urusan dunia maupun akhirat yang harus ditanggung.
Sempat menolak kenyataan, kedua mata Hyera disuguhi pemandangan yang membuatnya syok. Pemandangan yang juga membuatnya jij.ik pada dirinya sendiri. Hyera bahkan mengutuk apa yang terjadi. Meski sekali lagi, ... bahwa apa pun posisi perempuan dalam kasus yang tengah ia alami, ia yang merupakan korban dan paling dirugikan, akan menjadi sosok yang paling bersalah. Orang-orang akan menganggap Hyera menjadi orang paling berdosa, tanpa peduli apa yang terjadi, apalagi peduli pada apa yang Hyera alami.
“S—Saya akan bertanggung jawab,” ucap Elmer benar-benar menyesal. Tak beda dengan Hyera yang baru saja mendorongnya ketakutan hingga melepas kontak fi.sik mereka, ia juga tercengang. Ia benar-benar tak menyangka, kenapa wanita percobaan, wanita taruhan yang ia tiduri, justru wanita yang harusnya sangat ia segani?
“Saya tidak butuh pertanggung jawaban dari Anda!” balas Hyera sembari menutupi tubuhnya menggunakan selimut, kemudian buru-buru pergi meninggalkan Elmer.
Hyera begitu ketakutan. Ia tidak bisa mengontrol dirinya. Jantungnya terus berdetak kencang. Tubuhnya yang kebas juga terus gemetaran hebat. Namun mengandalkan langkah sempoyongan dan beberapa kali membuatnya jatuh, ia tetap menuju kamar mandi.
“Bisa-bisanya aku ada di posisi ini! Bisa-bisanya aku begini!” umpat Hyera dalam hatinya. Ia tersedu-sedu dan susah payah bangun sambil tetap menutupi tubuhnya menggunakan selimut.
Elmer yang ditinggalkan Hyera, nyaris lompat untuk menyusul Hyera. Namun Elmer sadar, posisinya yang polos tak berbusan.a, hanya akan membuat Hyera makin murka kepadanya. Elmer buru-buru mencari pakaiannya yang terserak di lantai maupun tempat tidur yang keadaannya sangat berantakan. Karena semalam, bersama Hyera yang baru ia kenali identitasnya beberapa saat lalu, mereka melewati malam panas panjang yang juga membuat Elmer ketagi.han.
“Zoya harus menjelaskan, bahkan tanggung jawab untuk ini!” kesal Elmer sambil memakai pakaiannya. Dadanya terasa sangat kebas ketika ia melihat darah yang bercampur cairan lain di bekas bok.ong Hyera berbaring, maupun di alat vi.talnya.
“Sssttt! Aku sudah merenggut keperaw.anannya!” sesal Elmer yang sebisa mungkin akan maju untuk bertanggung jawab. Apa pun yang terjadi, Elmer akan berusaha meyakinkan sekaligus menikahi Hyera.
Tam.paran panas langsung Elmer dapatkan ketika pria berusia tiga puluh empat tahun itu nekat membopong Hyera. Niatnya Elmer akan membawa Hyera, membantunya masuk ke dalam kamar mandi dan Elmer yakini menjadi tujuan Hyera. Namun, enam tam.paran panas sudah Elmer dapatkan dari Hyera. Elmer pasrah sambil tetap membopong sekaligus membawa Hyera masuk ke kamar mandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Sialan si Zoya..Elmer juga hanya karena Warisan kamu sanggup di bodohin mantan isteri lucknut mu itu..😡😡😡
2025-01-27
0
itin
beberapa tulisan mungkin bisa diperbaiki sesuai ejaan yang benarnya saja agar memudahkan untuk membacanya dan makna dlm tulisannya pun dapat /Smile//Angry/
2024-09-02
0
Qaisaa Nazarudin
Hyera dan papanya jangan mudah begitu aja menerima pertanggungjawaban dari El,Pastikan El mendapatkan pengajaran nya terlebih dahulu,El kayak orang Dungu yg mau aja menuruti permintaan konyol Zoya,Hanya untuk menikahi Zoya lagi, benar2 Bodoh..
2024-06-14
1