“Saya pantau, sejak kemarin kamu ada di depan gerbang rumah saya.” Pak Helios berbicara dengan hati-hati, bersikap seolah dirinya tidak tahu apa-apa. Kini, ia berdiri di hadapan Elmer. Ia menghampiri Elmer hingga mereka sama-sama ada di depan gerbang.
“Awalnya saya akan memanggil keamanan secara khusus. Namun setelah saya awasi, ternyata saya mengenal kamu,” lanjut pak Helios.
Sinar matahari pagi sedang hangat-hangatnya. Pak Helios bahkan yakin, kenyataan tersebut tak ubahnya rezeki nomplok bagi seorang Elmer yang sejak kemarin kuyup diguyur hujan. Belum lagi, embusan angin dan efek hujan yang pasti membuat Elmer nyaris kaku kedinginan. Tak lupa, nyamuk di sekitar sana juga pak akui terbilang banyak.
“Apa yang membuatmu begitu bertekad melakukan ini, di depan gerbang rumah saya? Bahkan kamu tidak peduli pada penilaian orang-orang terhadap apa yang kamu lakukan.”
“Apakah kamu memiliki permintaan yang harus saya kabulkan? Atau, ... kamu justru sudah melakukan kesalahan fatal?” ucap pak Helios masih menatap menelisik Elmer yang masih menunduk dalam sekaligus sopan, di hadapannya.
Bukannya menjawab, Elmer berangsur berlutut di hadapan pak Helios. “Sebelumnya, ... saya benar-benar minta maaf. Saya telah melakukan kesalahan fatal, dan semua yang Pak Helios tanyakan sekaligus tebak memang benar.”
“Bila begitu, sekarang kamu harus memilih salah satu tebakan saya. Pilih yang paling fatal saja, agar saya bisa mengira-ngira mengenai apa yang harusnya saya lakukan kepadamu,” ucap pak Helios masih menggendong kedua tangannya di belakang punggung.
Dag dig dug jantung Elmer. Detak jantungnya sungguh kacau mengiringi keringat dingin yang mulai membuat wajah maupun sekitarnya basah. Meski berat, tekadnya sudah bulat. Ia ingin menyudahi ketakutannya dan sebisa mungkin menikahi sekaligus bertanggung jawab kepada Hyera.
“Saya sudah melakukan kesalahan fatal kepada Hyera, putri Pak Helios. Saya ingin dan memang harus menikahinya segera!” ucap Elmer.
Pak Helios menghela napas dalam. “Satu hal yang perlu kamu tahu. Bahwa saya sangat sensi.tif jika sudah menyangkut istri, anak, cucu, keluarga, sekaligus kerabat saya!”
Mendengar ucapan pak Helios, Elmer menghela napas sekenanya. Ia benar-benar takut setengah mati. Ketakutan yang sampai membuatnya panas dingin sekaligus kebelet pipis. Bahkan sebelumnya, Elmer yang sudah merasakan asam garam kehidupan selama tiga puluh tahun terakhir, belum pernah merasa takut seperti sekarang.
“Iya, Pak. Saya paham. Saya benar-benar minta maaf,” ucap Elmer.
Dalam diamnya, Elmer merasa dunianya menjadi berputar lebih lama. “Saking fatalnya kesalahanku. Perasaanku jadi sekacau ini dan waktu pun jadi mirip karet. Makin ditarik, makin parah juga dampaknya ketika dilepas,” batin Elmer.
“Saya sudah tahu apa yang terjadi di antara kamu dan Hyera kemarin malam, bahkan sebelum kamu mengantar Hyera pulang. Saya memang melarang Hyera menceritakan kejadian itu. Karena sekadar mengingat kejadiannya saja sudah membuatnya sangat terluka,” lanjut pak Helios.
“Saya benar-benar minta maaf, Pak Helios. Saya menyesal telah membuat kami ada di posisi ini,” ucap Elmer terus menunduk khas orang yang sangat menyesal sekaligus sangat menghormati lawan bicaranya.
“Jadi, jika kalian tak sampai melakukan kesalahan, kamu tidak ada keinginan, atau setidaknya tertarik kepada Hyera?” sergah pak Helios.
“Ya!” sergah Elmer sambil mengangguk tegas. “Saya merasa tidak pantas. Karena bagi saya, Hyera putri Anda, terlalu sempurna untuk pria seperti saya. Terlebih sebelumnya, saya pernah gagal dalam pernikahan.” Elmer tak sampai menyebutkan alasan pernikahannya dan Zoya kandas.
Mendengar itu, diam-diam pak Helios berangsur menghela napas pelan. “Setelah apa yang terjadi, saya merasa pernikahan menjadi satu-satunya cara untuk menyelesaikan kesalahpahaman di antara kalian. Saya berani mengambil keputusan besar ini karena selama kita mengenal, di mata saya, kamu pria yang cukup baik.”
“Alhamdullilah ...,” batin Elmer diam-diam merasa sangat lega.
“Menikahi Hyera akan membuatmu memiliki tanggung jawab berat. Karena dengan kata lain, kamu akan mengambil alih tanggung jawab saya sebagai papanya, kepada Hyera,” ucap pak Helios.
“Saya akan selalu berusaha jadi suami yang baik, Pak!” ucap Elmer, mirip abdi negara yang sedang digembleng habis-habisan.
“Kamu harus bisa membahagiakannya, memenuhi kebutuhannya lahir dan batin. Termasuk tempat tinggal, ... sesederhana apa pun rumah yang bisa kamu siapkan untuknya, itu jauh lebih baik. Lebih baik tinggal mandiri tanpa campur tangan yang lain.”
“Saya tidak akan mengizinkan kamu membuat Hyera tinggal dengan mertua apalagi kalau sampai dicampur dengan para ipar. Boleh, tinggal dengan mereka, tapi jangan selamanya. Kenyataan ini sengaja saya terapkan agar kalian, termasuk Hyera, memiliki waktu untuk quality time.”
“Satu hal yang perlu kamu ingat. Bahwa Hyera dilahirkan bukan untuk dis.akiti apalagi hanya sibuk diajak hidup susah. Buka Alquran dan bacalah apa itu yang dinamakan suami baik. Di dalam Al—Quran menyebutkan, bahwa seorang istri hanya memiliki dua fitrah—mengandung, melahirkan. Selebihnya, istrimu akan menjadi cerminan dari dirimu. Karena Hyera pasti tak akan membuatmu berjuang sendiri!”
Ketika pak Helios sudah memberi lampu hijau sekaligus wejangan, di dalam kamarnya, Hyera masih mirip orang linglung. Hyera terduduk di lantai sambil bersandar pada meja lampu sebelah tempat tidurnya yang sampai dihiasi kelambu pink. Tatapan Hyera masih kosong, sementara sesekali, butiran bening masih mengalir dari kedua sudut matanya.
“Aku akan menikah karena om El justru suami pilihan papa,” batin Hyera lagi-lagi menangis.
Menikah dengan pria yang sebelumnya, belum ia kenal baik. Malahan, alasan utama mereka harus menikah juga karena kesalahan fat.al yang membuatnya kehilangan kesu.cian. Hyera sungguh akan merasakan itu. Hidupnya yang baru saja terasa mulai kembali damai, mendadak tidak baik-baik saja.
***
“Kamu akan menikah?” ucap pak Alandra, menirukan kabar yang disampaikan oleh sang putra melalui sambungan telepon.
Di kantornya, lebih tepatnya di ruang kerjanya, pak Alandra tak hanya sendiri. Karena di sana juga ada Zoya dan sang papa. Diam-diam, Zoya begitu yakin bahwa dirinya yang akan dinikahi oleh Elmer.
“Si Elmer begitu percaya diri mau menikahiku. Dikiranya aku mau? Aku maunya sama Emran yang sudah jelas jauh lebih kaya dari kamu, El. Kamu enggak pantas dengan aku karena ada Emran yang lebih kaya dari kamu!” batin Zoya.
Alasan selama ini Zoya terus menolak ajakan rujuk dari Elmer, bukan hanya karena Elmer yang sempat impoten, dan sampai detik ini menjadi rahasia besar antara Zoya dan Elmer. Karena pertemuan kembali antara Zoya dan Emran yang pernah memiliki hubungan sangat spesial di masa lalu, menjadi penyebabnya.
“Berarti, kalian benar-benar akan menikah lagi?” tanya pak Taya yang duduk di sebelah Zoya, dan tak lain merupakan papanya Zoya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
DIIIHH KEPEDEAN..SIAPA JUGA YG MAU NIKAH SAMA KAMU,AMBIL TUH EMRAN,EMANG KALIAN TUH COCOK BANGET.. SEKARANG AJA SOK NGOMONG KEK GITU,YANG ADA HUJUNG2 NYA MALAH KAMU YG JADI PELAKOR DLM RUMAH TANGGA ELMER..🙄🙄🙄😡😡
2025-01-27
0
Sandisalbiah
hanya manusia mabok atau justru bego yg doyan ama perempuan model Zoya..
2024-07-30
1
Sarti Patimuan
Zoya kepedean
2024-03-18
1