“Hah? Kamu akan menikah dengan ....” Pak Alandra mendadak tidak bersuara, tapi tatapannya berhenti pada kedua mata Zoya yang langsung menyapanya dengan senyuman sangat manis.
Bergegas pak Alandra meninggalkan tempat duduk di ruang kerjanya. Pak Alandra merasa, dirinya tidak mungkin membahas kabar dari sang putra, di depan Zoya berikut pak Taya. Karena ternyata, wanita yang akan Elmer nikahi bukan Zoya.
Pak Alandra sampai keluar dari ruang kerjanya. Ia bahkan tetap menahan gagang pintunya, agar pintu kayu berwarna putih itu tetap tertutup rapat. Agar mereka yang ada di dalam, tidak mendengar apa yang akan ia katakan.
“Kamu akan menikah dengan Hyera putrinya pak Helios? Memangnya ... memangnya, Hyera mau? Memangnya, pak Helios memberikan restu?” bisik pak Alandra masih sulit untuk percaya.
“Bukannya gimana, ... tapi kan kamu. Mereka tahu kamu, kan? Kita bahkan tidak lebih kaya dari mereka. Kamu bahkan pernah gagal dalam pernikahan yang sebelumnya. Kamu duda, makanya Papa mikirnya, kamu akan nikahnya dengan ... Zoya.”
“Apalagi sekarang, Zoya dan papanya masih di dalam ruang kerja Papa. Tadi Papa keceplosan bang kamu mau nikah karena Papa pikir, kamu mau nikah sama Zoya—” Pak Alandra tetap sulit untuk percaya. Bahwa putranya yang duda, akan menikahi wanita lajang dari keluarga sangat terpandang.
“Aku dan Zoya sudah tidak memiliki hubungan apa pun, di luar urusan pekerjaan, Pa. Namun andai Papa ingin mengabarkan rencana pernikahanku dan Hyera, juga bukan hal yang salah. Apalagi yang namanya pernikahan memang harus dikabarkan,” ucap Elmer dari seberang sana.
***
“Jadi, kapan kalian akan menikah? Memangnya, kalian sudah mantap untuk kembali menikah?” ucap pak Taya, bertepatan dengan pak Alandra yang sudah masuk dan melangkah di hadapannya.
“Heh ...?” lirih pak Alandra refleks sambil menatap serba salah, bapak dan anak di hadapannya. Keduanya terus mengumbar senyum bahagia. Apalagi Zoya yang sampai tersipu malu.
Pak Alandra berangsur menghela napas dalam. Karena mendadak, akan menyampaikan hubungan Elmer dan Hyera kepada bapak dan anak di hadapannya, membuatnya merasa sangat tegang.
Setelah duduk dan berusaha rileks, pak Alandra berkata, “Elmer akan menikahi—” Ia mendadak kesulitan melanjutkan ucapannya.
“Kemarin, Elmer memang kembali mengajak saya menikah, Om. Untuk yang ke sekian kalinya! Namun, saya belum balas yes!” ucap Zoya menyikapi dengan sangat manis. Ia sengaja bersuara karena yakin, alasan mantan papa mertuanya diam, tak bisa melanjutkan ucapan, hanya pura-pura.
“Oh ...,” refleks pak Alandra makin bingung. “Untuk yang itu—”
“Ya enggak apa-apa, sih. Nanti saya bahas lagi sama El,” sergah Zoya yang lagi-lagi memotong ucapan pak Alandra.
“Si El akan menikah dengan Hyera, bukan kamu, Ya. Ya mungkin karena kamu enggak kasih yes, jadinya El sama ... Hyera,” ucap pak Alandra.
Mendengar itu, Zoya yang awalnya akan minum air mineral kemasan botol, jadi bengong. Zoya terlalu syok hingga ia juga tak sadar menjatuhkan botol air mineralnya. Air mineral yang harusnya ia minum malah membasahi pangkuannya.
“Loh, ... gimana ceritanya?” sergah pak Taya tak kalah terkejut dari sang putri.
Namun sekitar sepuluh menit kemudian, Zoya sudah melangkah buru-buru meninggalkan kantor orang tua Elmer. Zoya yang terlihat sangat kesal, terus berusaha menelepon Elmer.
“Baji.ngan. Bisa-bisanya dia membuat lelucon seperti ini!” batin Zoya benar-benar kesal. Hingga ia keluar dari lobi, telepon suara yang ia lakukan kepada Elmer, tetap tidak mendapat jawaban.
Sampai akhirnya Zoya duduk di tempat duduk penumpang belakang mobil miliknya, Zoya nekat mengirimi Elmer pesan WA. Ruang obrolan yang awalnya hanya dihiasi WA permohonan dari Elmer, kini jadi dihiasi satu, dua, bahkan lima pesan darinya, dalam selang waktu berdekatan!
Di tempat berbeda, Elmer baru saja masuk ke kamarnya. Ia tahu Zoya berusaha menghubunginya. Namun, selain ia sengaja melewatkan telepon dari Zoya, ia juga tak menghiraukan pesan dari Zoya.
“Sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Karena andai aku marah-marah ke Zoya pun, pasti hasilnya sia-sia,” lirih Elmer yang kemudian membuang ponselnya begitu saja ke tempat tidur.
Elmer memutuskan untuk mandi. Cukup lama ia melakukannya, membiarkan kepala maupun tubuhnya diguyur air hangat. Kemudian, ia memilih untuk tidur, sesaat setelah ia berpakaian lengkap. Elmer melakukannya dengan tidak bersemangat. Akan tetapi, baru juga akan tidur, kedua matanya mendadak terbuka. Pesona Hyera yang memenuhi benak sekaligus ingatannya, membuat anak semata wayangnya bangun. Benar saja, hanya melongoknya saja, ia sudah mendapati yang di bawah pangkal perutnya, sudah berdiri tegap.
“Cuma Hyera yang bisa bikin aku begini. Yang lain beneran belum ada, bahkan Zoya sekalipun!” keluh Elmer yang kemudian memutuskan untuk duduk.
Elmer meraih ponselnya. Namun, alasannya melakukan itu bukan untuk mengurus Zoya, melainkan Hyera.
“Kangen. Apalagi sekarang status kami, calon suami istri. Tubuh dan pikiranku seolah sudah diformat sama Hyera. Jadi, semua yang berkaitan dengan Hyera, rasanya jadi istimewa,” batin Elmer yang memberanikan diri untuk mengirimi Hyera pesan WA. Kebetulan, ia menyimpan nomor Hyera karena sebelum pulang menggunakan taksi dari rumah pak Helios, Elmer sengaja memintanya langsung kepada pak Helios.
Elmer : Selamat siang menjelang sore, Hyera. Ini saja, Elmer. Saya sudah mengatakan semuanya dengan papa Hyera. Saya sudah pulang karena papa kamu yang memintanya. Kamu sehat, kan?
Hyera : Dapat nomorku dari siapa?
Elmer : Papa kamu. Tadi, sebelum pulang, aku minta ke papa kamu. Aku sengaja melakukannya untuk memudahkan komunikasi kita.
Hyera : Langsung dikasih?
Elmer : Enggak juga. Tadi, papa kamu diem dulu, terus baru minta aku buat catat nomor kamu.
Di kamarnya, Hyera yang jadi meringkuk dan menutupi tubuhnya rapat menggunakan selimut, jadi mengernyit heran.
“Nih orang terlalu cerdas apa gimana? Masa iya, gitu saja sampai dijelasin detail. Lagian ... ini aku ngapain juga balas pesan dia. Ih, jadi sebel sendiri,” ucap Hyera yang memang masih sangat sebal ke Elmer.
Hyera berniat menaruh ponselnya di meja sebelahnya. Namun, ibu jari tangan kanannya tak sengaja menekan emoji hati dan bablas mengirimnya kepada Elmer. Kedua mata Hyera langsung syok menyaksikan itu. Hyera yang sempat lupa bernapas juga buru-buru duduk. Niatnya, Hyera akan menghapus emoji hati yang baru ia kirimkan. Namun, di papan atas ada keterangan bahwa Elmer sedang mengetik.
Elmer : Terima kasih banyak 🙏
Hyera : ITU SALAH KIRIM, ITU! Maaf-maaf, maaf. Itu bukan buat Om!!!!!!!!
“Ya Allah, nih jari daajal banget. Ngapain sampai kirim-kirim hati, sih. Nanti yang ada, pasti aku dikira wanita apaan!” uring Hyera juah dalam hatinya. Ia sampai guling-guling di kasur dan berakhir jatuh terban.ting ke lantai.
“Ya ampun ... malah gini,” tangis Hyera masih belum bisa menggerakkan tubuhnya. Apesnya, lehernya sampai terlilit selimut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Dasar plin plan.. Bukan nya tadi kamu mmg gak mau sama Elmer? Bukan kah tadi kamu maunya sama Emran?? Dasar jalang...
2025-01-27
0
azka myson28
hyera minta dijenguk elmer itu 😂😂
2024-06-28
0
Sarti Patimuan
Zoya kepedean sok menolak elmer gak taunya dia mau menikah dengan Hyera
2024-03-18
0