Bab 09 : Aura

Hans berdiri dan dengan dingin berjalan ke luar sembari berkata, "Yang dikatakan Arthur benar, tidak perlu khawatir. Lagipula, kepala keluarga pasti tahu bahwa Arthur sudah pulih, ketidakhadiran Arthur di sana bisa-bisa berubah menjadi masalah pembangkangan lainnya. Ayo pergi, kereta kudanya sudah siap."

Di dalam kereta selama perjalanan menuju vila utama keluarga Mahesa, selain tatapan khawatir dari sang Ibu, Arthur juga sangat terusik dengan energi padat yang terkumpul di dalam tubuh ayahnya. Itu sangat aneh dan bertentangan dengan konsep sihir yang ia pelajari.

Sihir pada dasarnya adalah sesuatu yang liar dan berkarakteristik ledakan. Jadi, seharusnya mustahil untuk memelihara energi sihir di dalam tubuh, terlebih tentang memadatkan energi sihir. Arthur benar-benar tidak mengerti bagaimana mereka mengembangkan sihir seperti ini dan bagaimana bisa tubuh mereka dapat bertahan dari hal itu.

Tanpa diberitahu pun Arthur dapat mengerti bahwa inilah yang orang dunia ini sebut dengan nama Aura itu. Pantas saja pemilik tubuh sebelumnya begitu depresi, energi magis yang liar diserap melalui pernapasan, diedarkan melalui vena, dan dikumpulkan di area jantung. Itu sangat luar biasa.

Energi yang liar dikompres dan dimurnikan berulang kali hingga jernih dan memadat kemudian diserap oleh jaringan otot tubuh yang memberikan kekuatan manusia super, memungkinkan pertarungan jarak dekat, yang dengan begitu salah satu kelemahan besar seorang ahli sihir dapat teratasi.

Aura membuat Arthur bersemangat sekaligus dipenuhi oleh rasa takut. Seandainya aura ditemukan di Bumi, sosok yang lebih mengerikan dari Iblis Amarah mungkin akan tercipta dan tidak ada yang bisa menghentikannya.

Meskipun begitu, Aura tetap saja membuat hati Arthur tergerak. Dengan Aura, sangat mungkin bagi Arthur untuk tidak menyentuh sihir hitam lagi. Jadi, walaupun dia tidak mengatakannya, Aura menjadi tujuan utamanya di kehidupan kali ini.

Hans yang diperhatikan dengan teliti oleh Arthur merasa terusik dan mau tidak mau bertanya, "Apa yang sedang kamu pikirkan?" Arthur tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan. "Maaf, aku hanya sedang memikirkan tentang bagaimana caranya menghasilkan uang dengan tanganku sendiri, itu saja."

Itu adalah jawaban yang tidak terduga. Hans mengerutkan keningnya dan dengan dingin berkata, "Berhenti memikirkan sesuatu seperti itu, pikirkan saja bagaimana kamu akan menghadapi sepupu-sepupumu di perjamuan nanti. Cobalah untuk tidak terlibat dalam masalah, jika tidak memungkinkan, buatlah dirimu dipihak yang menguntungkan."

Arthur tidak mengerti apa yang Ayahnya katakan. Ingatan pemilik tubuh sebelumnya yang ia dapatkan hanyalah bongkahan-bongkahan kecil yang tidak berurutan, dan sayangnya tidak ada satu pun yang membahas tentang sepupunya. Melihat bagaimana ibunya mencoba menenangkan ayahnya, Arthur dapat mengerti bahwa ada sesuatu yang besar terjadi di masa lalu terkait dengan sepupunya yang tidak ia ketahui.

Mahesa pada dasarnya hanyalah wilayah kecil. Jadi, tidak butuh waktu lama sampai akhirnya mereka sampai di pusat kota wilayah Mahesa yang dikelilingi oleh dinding besar yang tebal. Disinilah sebagian besar warga Mahesa tinggal. Tidak seperti area di luar dinding di mana Arthur tinggal, tempat ini jauh dari kata kumuh. Jalanan batu yang mulus, disambut oleh gerbang besar, restoran, penginapan, dan alun-alun besar yang dibuat dengan baik untuk orang-orang dapat beristirahat.

Secara khusus, mereka membangun patung kepingan koin emas di tengah alun-alun sebagai simbol keluarga Mahesa.

Tempat ini berisik, sangat berisik. Kerumunan besar orang datang dan pergi, dipenuhi dengan orang-orang yang menjual dan membeli barang. Kereta terus bergerak sampai akhirnya mereka memasuki halaman depan kastil yang penuh dengan perkebunan dan pekerja.

Saat Arthur melihat keluar, dia tidak bisa untuk tidak terpukau. Pemandangan seindah ini sangat langka di Bumi. Mereka membangun kastil di lokasi yang luar biasa baik untuk mata pengunjungnya. Luas tanahnya hampir satu hektar dengan tiga bangunan utama.

Bangunan tingkat tiga dengan dua lantai tambahan di bawah tanah yang cukup menampung persediaan makanan sebanyak lima belas ton. Sebuah kastil megah yang dikelilingi oleh pagar selebar empat ratus meter. Tempat ini adalah kediaman Penatua Arnold Al Mahesa, kepala keluarga sekaligus pendiri keluarga Mahesa.

Saat mereka turun dari kereta dan memasuki area kastil, ada begitu banyak orang dengan pakaian yang rapi dan formal sedang berbincang di halaman depan gedung sembari menyantap anggur dan cemilan yang disajikan secara terus menerus oleh para pelayan.

Sepanjang jalan, Arthur mendapati tatapan dingin dari semua orang dan pandangan yang meremehkan. Seperti yang ia kira, semua orang mengabaikan kehadiran keluarganya. Dapat dipahami. Lagipula, tidak ada gunanya berpura-pura mengenal keluarga kecil yang posisinya lemah di dalam keluarga Mahesa.

Di dalam, anggota inti keluarga Mahesa sudah berkumpul semua di ruangan tengah. Arthur sekali lagi terpukau dengan bagaimana energi magis tertanam di dalam tubuh mereka. Dia harus benar-benar belajar tentang Aura setelah ini.

Hans menatap mereka dengan dingin, saudara dan saudarinya berkumpul dengan senyum lebar di wajah mereka. Itu adalah senyum lebar yang senang usia ayah mereka bertambah hari ini dan hari yang mereka tunggu-tunggu semakin dekat. Benar, orang-orang ini adalah sekumpulan manusia serakah yang menunggu ayah mereka mati demi mendapatkan potongan daging lezat bernama Rumah Dagang Mahesa.

"Kenapa kamu terlambat!? Apa kamu pikir kamu itu seorang bintang utama, muncul paling akhir!? Cih, beginilah jika kebiasaan buruk sewaktu menjadi penari dibawa ke sana ke sini."

Arthur mengernyitkan alisnya, dia tidak mengerti mengapa tiba-tiba bibi ini meninggikan suaranya dengan emosinya yang meluap. Ibunya memang dibenci di keluarga ini, tetapi bukankah berlebihan sampai dia juga dijadikan objek pelampiasan stres?

Arthur tidak bisa diam saja. Jantungnya yang berdetak dan tinjunya yang terasa hangat seolah memberitahunya bahwa pemilik tubuh sebelumnya menginginkan Arthur untuk mengambil tindakan agar masalah ibunya ini diselesaikan olehnya.

Arthur dengan langkah yang tenang ingin maju menghadap bibinya dan membungkukkan tubuhnya. Namun, Ayahnya mencegahnya. Tangannya yang kasar dan berisi memegang pundaknya dan mengambil alih permintaan maafnya, "Maaf. Aku pikir kami bisa datang tepat waktu."

"Cih, dasar bodoh." Selena memalingkan wajahnya dengan jengkel. Sementara Arthur memperhatikannya dengan teliti. Wanita itu berbeda dengan yang lain. Hari sedang panas saat ini, tetapi dia memakai pakaian tebal yang seharusnya digunakan di musim dingin. Dia duduk di depan perapian dan terlihat tertekan oleh hawa dingin.

Arthur memperhatikannya lebih jauh dan akhirnya tahu apa yang salah. Pada dasarnya energi magis terbagi menjadi dua tipe, ada jenis positif dan ada juga yang negatif. Lalu, bibi ini memancarkan energi magis yang negatif dari dalam tubuhnya. "Pft." Arthur tidak bisa menahan dirinya. Wanita ini jelas memiliki aura yang jauh lebih banyak di dalam tubuhnya daripada ayahnya, tetapi dia tidak bisa mengontrolnya dengan benar sehingga energi negatif yang dingin bocor dari tubuhnya.

Terpopuler

Comments

Fendi Kurnia Anggara

Fendi Kurnia Anggara

Up terus

2024-06-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 : Iblis Amarah
2 Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3 Bab 03 : Rumah Bordil
4 Bab 04 : Salah Sangka
5 Bab 05 : Terlalu Jauh
6 Bab 06 : Kontrak
7 Bab 07 : Sistem
8 Bab 08 : Orang Tua Arthur
9 Bab 09 : Aura
10 Bab 10 : Pahlawan
11 Bab 11 : Sandiwara
12 Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13 Bab 13 : Pendapat
14 Bab 14 : Hitungan
15 Bab 15 : Aliran Uang
16 Bab 16 : Tamu Agung
17 Bab 17 : Pionir Haynes
18 Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19 Bab 19 : Goyah
20 Bab 20 : Duel
21 Bab 21 : Pil Kehidupan
22 Bab 22 : Melawan Pahlawan
23 Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24 Bab 24 : Teritorium
25 Bab 25 : Hasil Duel
26 Bab 26 : Konstelasi Muda
27 Bab 27 : Wanita Misterius
28 Bab 28 : Anvil Emas
29 Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30 Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31 Bab 31 : Pertaruhan
32 Bab 32 : Mustahil Menang
33 Bab 33 : Bengkel
34 Bab 34 : Kontrak Kerja
35 Bab 35 : Generasi
36 Bab 36 : Kertas Toilet
37 Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38 Bab 38 : Kuda Perang
39 Bab 39 : Kesetiaan
40 Bab 40 : Keserakahan
41 Bab 41 : Mata Dewa Perang
42 Bab 42 : George Trailer
43 Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44 Bab 44 : Keserakahan Arthur
45 Bab 45 : Barang Bukti
46 Bab 46 : Novel
47 Bab 47 : Sastra Erotis
48 Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49 Bab 49 : Lembaga Hukum
50 Bab 50 : Rasa Iri Hati
51 Bab 51 : Hak Cipta
52 Bab 52 : Fitnah
53 Bab 53 : Korban
54 Bab 54 : Tumbal
55 Bab 55 : Cincin
56 Bab 56 : Selesai
57 Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58 Bab 58 : Kediaman Barat
59 Bab 59 : Penerus
60 Bab 60 : Bakat Baru
61 Bab 61 : Negosiasi
62 Bab 62 : Tiga Serangan
63 Bab 63 : Potensi
64 Bab 64 : Nomor Enam
65 Bab 65 : Divine Hand Strike
66 Bah 66 : Situasi Panas
67 Bab 67 : Bintang Sembilan
68 Bab 68 : Efek Samping
69 Bab 69 : Salah Makan?
70 Bab 70 : Pengajaran
71 Bab 71 : Surat Kabar
72 Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73 Bab 73 : Penjahat Terburuk
74 Bab 74 : Dikodekan
75 Bab 75 : Parasit
76 Bab 76 : Shirley Dawn
77 Bab 77 : Penghuni Hutan
78 Bab 78 : Ledakan
79 Bab 79 : Kota Elves
80 Bab 80 : Janji
81 Bab 81 : Mata Merah
82 Bab 82 : Raja
83 Bab 83 : Penghuni Ilegal
84 Bab 84 : Jus
85 Bab 85 : Respon Picik
86 Bab 86 : Aristokrat
87 Bab 87 : Rasa Ragu
88 Bab 88 : Hukuman
89 Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90 Bab 90 : Ritual
91 Bab 91 : Koin Emas
92 Bab 92 : Supreme Spirit
93 Bab 93 : Sendawa
94 Bab 94 : Emas
95 Bab 95 : Bangsa Idiot
96 Bab 96 : Defiania
97 Bab 97 : Hasrat
98 Bab 98 : Puiff
99 Bab 99 : Bar
100 Bab 100 : Palsu
101 Bab 101 : Blackthorn
102 Bab 102 : Nasib
103 Bab 103 : Murka Elves
104 Bab 104 : Malaikat Maut
105 Bab 105 : Variabel
106 Bab 106 : Berbeda
107 Bab 107 : Sidang
108 Bab 108 : Kantung
109 Bab 109 : Hantu
110 Bab 110 : Tetes Terakhir
111 Bab 111 : Efek Samping
112 Bab 112 : Jormungandr
113 Bab 113 : Wadah
114 Bab 114 : Skoll Dan Hati
115 Bab 115 : Bola Air
116 Bab 116 : Claymore
117 Bab 117 : Dewa Iblis
118 Bab 118 : Kejatuhan
119 Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120 Bab 120 : Arthurian Merlin
121 Bab 121 : Perang Hutan
122 Bab 122 : Segel
123 Bab 123 : Akar
124 Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125 Bab 125 : Terminal Lucidity
126 Bab 126 : Jantung
127 Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128 Pengumuman S2!
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 01 : Iblis Amarah
2
Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3
Bab 03 : Rumah Bordil
4
Bab 04 : Salah Sangka
5
Bab 05 : Terlalu Jauh
6
Bab 06 : Kontrak
7
Bab 07 : Sistem
8
Bab 08 : Orang Tua Arthur
9
Bab 09 : Aura
10
Bab 10 : Pahlawan
11
Bab 11 : Sandiwara
12
Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13
Bab 13 : Pendapat
14
Bab 14 : Hitungan
15
Bab 15 : Aliran Uang
16
Bab 16 : Tamu Agung
17
Bab 17 : Pionir Haynes
18
Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19
Bab 19 : Goyah
20
Bab 20 : Duel
21
Bab 21 : Pil Kehidupan
22
Bab 22 : Melawan Pahlawan
23
Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24
Bab 24 : Teritorium
25
Bab 25 : Hasil Duel
26
Bab 26 : Konstelasi Muda
27
Bab 27 : Wanita Misterius
28
Bab 28 : Anvil Emas
29
Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30
Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31
Bab 31 : Pertaruhan
32
Bab 32 : Mustahil Menang
33
Bab 33 : Bengkel
34
Bab 34 : Kontrak Kerja
35
Bab 35 : Generasi
36
Bab 36 : Kertas Toilet
37
Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38
Bab 38 : Kuda Perang
39
Bab 39 : Kesetiaan
40
Bab 40 : Keserakahan
41
Bab 41 : Mata Dewa Perang
42
Bab 42 : George Trailer
43
Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44
Bab 44 : Keserakahan Arthur
45
Bab 45 : Barang Bukti
46
Bab 46 : Novel
47
Bab 47 : Sastra Erotis
48
Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49
Bab 49 : Lembaga Hukum
50
Bab 50 : Rasa Iri Hati
51
Bab 51 : Hak Cipta
52
Bab 52 : Fitnah
53
Bab 53 : Korban
54
Bab 54 : Tumbal
55
Bab 55 : Cincin
56
Bab 56 : Selesai
57
Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58
Bab 58 : Kediaman Barat
59
Bab 59 : Penerus
60
Bab 60 : Bakat Baru
61
Bab 61 : Negosiasi
62
Bab 62 : Tiga Serangan
63
Bab 63 : Potensi
64
Bab 64 : Nomor Enam
65
Bab 65 : Divine Hand Strike
66
Bah 66 : Situasi Panas
67
Bab 67 : Bintang Sembilan
68
Bab 68 : Efek Samping
69
Bab 69 : Salah Makan?
70
Bab 70 : Pengajaran
71
Bab 71 : Surat Kabar
72
Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73
Bab 73 : Penjahat Terburuk
74
Bab 74 : Dikodekan
75
Bab 75 : Parasit
76
Bab 76 : Shirley Dawn
77
Bab 77 : Penghuni Hutan
78
Bab 78 : Ledakan
79
Bab 79 : Kota Elves
80
Bab 80 : Janji
81
Bab 81 : Mata Merah
82
Bab 82 : Raja
83
Bab 83 : Penghuni Ilegal
84
Bab 84 : Jus
85
Bab 85 : Respon Picik
86
Bab 86 : Aristokrat
87
Bab 87 : Rasa Ragu
88
Bab 88 : Hukuman
89
Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90
Bab 90 : Ritual
91
Bab 91 : Koin Emas
92
Bab 92 : Supreme Spirit
93
Bab 93 : Sendawa
94
Bab 94 : Emas
95
Bab 95 : Bangsa Idiot
96
Bab 96 : Defiania
97
Bab 97 : Hasrat
98
Bab 98 : Puiff
99
Bab 99 : Bar
100
Bab 100 : Palsu
101
Bab 101 : Blackthorn
102
Bab 102 : Nasib
103
Bab 103 : Murka Elves
104
Bab 104 : Malaikat Maut
105
Bab 105 : Variabel
106
Bab 106 : Berbeda
107
Bab 107 : Sidang
108
Bab 108 : Kantung
109
Bab 109 : Hantu
110
Bab 110 : Tetes Terakhir
111
Bab 111 : Efek Samping
112
Bab 112 : Jormungandr
113
Bab 113 : Wadah
114
Bab 114 : Skoll Dan Hati
115
Bab 115 : Bola Air
116
Bab 116 : Claymore
117
Bab 117 : Dewa Iblis
118
Bab 118 : Kejatuhan
119
Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120
Bab 120 : Arthurian Merlin
121
Bab 121 : Perang Hutan
122
Bab 122 : Segel
123
Bab 123 : Akar
124
Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125
Bab 125 : Terminal Lucidity
126
Bab 126 : Jantung
127
Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128
Pengumuman S2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!