Bab 16 : Tamu Agung

Ramiel menanggapi dengan senyum balasan. 'Kita bagian dari Mahesa', dia paham betul artinya itu. Keluarga Mahesa terkenal akan menggigit siapa saja yang mengganggu orang yang berhubungan darah dengan mereka.

Dalam masalah ini, dia harus mengorbankan rekan Sarjananya demi kesuksesan Keponakannya, dan entah karena sudah terpengaruh oleh keluarga Mahesa atau karena Arthur adalah salah satu dari dua orang yang berhubungan darah dengannya di dunia ini, Ramiel dengan senang hati akan mengambil peran jahat itu.

"Hm, tunggu sebentar biar Saya lihat. Karena magis yang terpancar berwarna hijau, ini pasti terbuat dari mineral magis tingkat tiga, setidaknya magis di dalamnya setara dengan satu minggu durasi pemakaian. Pemakaian sehari mungkin sekitar sepuluh sampai tiga puluh menit. Jadi, ini bisa bertahan selama dua bulan bahkan lebih. Pusaka ini bereaksi melalui suara. Jadi, ini pasti dibuat dengan kerumitan tingkat tinggi, ah, tidak. Tingkat tertinggi! Berdasarkan bahan dan kualitasnya, harganya berkisar pada lima sampai sepuluh emas. Namun, fungsinya sangat mahal, dan karena satu-satunya orang yang mengetahui rumus perhitungan di balik pusaka ini hanyalah Anda, tidak akan ada persaingan. Dalam arti lain, pusaka ini akan menguasai pasar sepenuhnya."

Harga Kalkulator Cerdas di toko hanya dua ratus poin prestasi dan itu kurang dari satu koin emas. Rata-rata pendapatan perbulan penduduk di kerajaan ini adalah satu emas. Arthur tidak tahu apakah mineral magis langka di sini atau karena metode pembuatan pusaka dunia ini yang cacat. Jika alasannya adalah salah satu dari itu, ini kesempatan emas baginya. Dia memiliki Aeros di sakunya dan dengan sihir, dia bisa menciptakan mineral magis dengan tangannya sendiri.

"Baiklah, mari kita mulai dari lima emas. Biarkan orang-orang dipelelangan menaikkan harganya seiring waktu. Sidang pembatalan pertunanganku tinggal menghitung hari, aku harap Paman bisa menjualnya sebelum itu."

"Akan Saya usahakan. Tidak. Akan Saya lakukan!"

"Baguslah, aku akan mengambil stok untuk bulan ini sekarang."

"Saya akan menunggu."

Arthur keluar dari kantor bendahara dengan napas lega. Jika bukan karena Bakat Ketenangan Hati, dia mungkin sudah mengigit lidahnya sendiri atau terbata-bata ketika berbicara. Sejak menjadi Iblis Amarah dia terisolasi secara sosial. Berbicara dan bersandiwara seperti ini lebih berat daripada bertarung untuknya saat ini.

Arthur berpura-pura kembali ke kereta kudanya, membeli sepuluh Kalkulator Cerdas dari toko dan kembali untuk memberikannya kepada Bendahara.

"Lu-luar biasa. Apa Anda selama ini tinggal di luar tembok untuk mengerjakan ini? Apa mungkin Anda membuat pusaka lain? Bisakah Saya melihatnya?"

Arthur menggelengkan kepalanya dengan senyuman saat dia berkata bahwa tidak ada yang lain yang bisa ia tunjukkan. Sekop pemanggil petir tidak mungkin Arthur jual begitu pula dengan pemukul luka, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika dua pusaka aneh, gagal, dan menyimpang itu berada di tangan yang salah.

***

"Tuan Arnold Al Mahesa, Kepala Keluarga Mahesa, telah tiba!" Mengikuti etiket Kebangsawanan, pelayan membuka pintu setelah beberapa saat. Engsel yang sudah diminyaki dengan baik terbuka hampir tanpa suara. Di dalam, dua pria dan satu wanita menunggu dengan sabar.

"Ho?" Arnold memiringkan kepalanya. Ada lebih banyak orang dari yang diperkirakan. Di atas segalanya, suasana di dalam ruangan itu tampak aktif dan terkendali, Arnold senang melihatnya.

"Saya menyapa kepala keluarga." Seorang gadis dengan rambut merah menyala dengan anggun menyambut Arnold. Dia adalah seorang gadis cantik di awal masa remajanya dengan alis sedikit terangkat. Dia tampak tajam pada pandangan pertama, tapi itu hanya menambah pesonanya.

Dia adalah Diana Von Haynes, putri pemilik menara herbal saat ini, dan cucu kesayangan salah satu pemegang peringkat orang terkuat di benua, Pionir ke enam, Elvan Von Haynes.

"Seperti yang diharapkan dari bunga Haynes, kamu sudah memiliki mata yang tajam diusiamu. Sepertinya tidak akan ada masalah di keluarga Haynes di generasi berikutnya juga." Arnold menatap tubuh ramping gadis itu dengan baik.

Berapa usianya? Enam belas tahun? Dia masih sangat muda, tetapi sudah menjadi ksatria aura bintang tiga tahap akhir yang normalnya dicapai saat lulus akademi. Gadis kecil ini lebih genius daripada Arkam Al Mahesa, cucu terbaiknya. Tidak khayal, keluarga bangsawan Haynes dianggap yang paling mulia di antara lima keluarga besar kerajaan Colin.

Melihat gadis ini mengingatkan Arnold akan Arthur. Mereka berada di usia yang sama, tetapi bertolak belakang satu sama lain. Namun, anak itu pun juga berubah. Dia menjadi cerdik dan sesuatu yang disebut sihir itu terus saja mengganggu isi kepala Arnold. Sihir jauh lebih lemah dari Aura, tetapi kontrol Arthur terhadapnya sangat luar biasa, keterampilan setingkat itu hanya mungkin muncul pada seseorang yang sudah berada di level ksatria Aura bintang tujuh.

"Maafkan aku untuk kunjungan Diana yang tidak dijadwalkan ini." Seorang Pria terpelajar yang terlihat berusia pertengahan dua puluhan itu berdiri. Pria berambut merah dengan mata yang jernih itu adalah Ksatria Aura terkuat ke enam di benua, Elvan Von Haynes. Pria tua ini dapat terlihat seperti ini karena mengalami regresi usia saat dia menerobos ke bintang tujuh.

"Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Malahan, ini suatu kehormatan bagi kami untuk menjamu salah satu dari tujuh Phoenix. Kapan lagi keluarga kami bisa mendapat kesempatan melihatnya seperti ini?" Arnold Al Mahesa menerimanya dengan tenang sambil tersenyum ceria.

Suasana menjadi hangat sampai ketika mata Arnold jatuh ke arah orang yang tersisa di ruangan itu.

"Ho, siapa ini? Bukankah ini, mantan kepala keluarga Gustav?" Arnold melihat wajah yang familiar, dia terkejut, tetapi tetap menjaga ekspresi wajahnya. Dia mendapatkan kabar bahwa enam tahun yang lalu pria itu keluar dan melakukan perjalanan mengelilingi benua untuk mendapatkan pencerahan, dan melihatnya ada di sini, dia pasti tidak tahu dan tidak diberitahu hubungan keluarga mereka sedang memanas.

Seorang pria tua dengan jubah yang menutupi baju besi mengangkat tubuhnya ketika dia menunjukkan kesopanannya. Pria ini adalah Grandel El Gustav, satu generasi dengan Arnold, dan juga mantan kepala keluarga Gustav.

"Kunjungan tahunanku sudah tiba, dan kebetulan sekali aku bertemu dengan Pionir Haynes di tengah jalan. Beliau bilang sedang dalam perjalanan untuk melakukan bimbingan Ksatria di sini. Aku harap kamu bisa berbaik hati untuk mengijinkanku melihat-lihat."

"Kamu sudah berkelana selama enam tahun, tetapi masih belum mendapatkannya, tentu saja aku akan mengizinkannya jika Tuan Pionir menyetujuinya."

"Kau!?" Grandel menggertakkan giginya. Pria yang tidak melakukan apapun selain bermain rumah-rumahan tidak pantas mengejek tentang perkembangannya. "Cih, kau pikir kau akan melakukannya dengan baik?"

Arnold tersenyum dan dengan wajah yang puas berkata, "Aku percaya diri bisa melakukannya lebih baik darimu."

"Omong kosong!"

Episodes
1 Bab 01 : Iblis Amarah
2 Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3 Bab 03 : Rumah Bordil
4 Bab 04 : Salah Sangka
5 Bab 05 : Terlalu Jauh
6 Bab 06 : Kontrak
7 Bab 07 : Sistem
8 Bab 08 : Orang Tua Arthur
9 Bab 09 : Aura
10 Bab 10 : Pahlawan
11 Bab 11 : Sandiwara
12 Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13 Bab 13 : Pendapat
14 Bab 14 : Hitungan
15 Bab 15 : Aliran Uang
16 Bab 16 : Tamu Agung
17 Bab 17 : Pionir Haynes
18 Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19 Bab 19 : Goyah
20 Bab 20 : Duel
21 Bab 21 : Pil Kehidupan
22 Bab 22 : Melawan Pahlawan
23 Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24 Bab 24 : Teritorium
25 Bab 25 : Hasil Duel
26 Bab 26 : Konstelasi Muda
27 Bab 27 : Wanita Misterius
28 Bab 28 : Anvil Emas
29 Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30 Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31 Bab 31 : Pertaruhan
32 Bab 32 : Mustahil Menang
33 Bab 33 : Bengkel
34 Bab 34 : Kontrak Kerja
35 Bab 35 : Generasi
36 Bab 36 : Kertas Toilet
37 Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38 Bab 38 : Kuda Perang
39 Bab 39 : Kesetiaan
40 Bab 40 : Keserakahan
41 Bab 41 : Mata Dewa Perang
42 Bab 42 : George Trailer
43 Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44 Bab 44 : Keserakahan Arthur
45 Bab 45 : Barang Bukti
46 Bab 46 : Novel
47 Bab 47 : Sastra Erotis
48 Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49 Bab 49 : Lembaga Hukum
50 Bab 50 : Rasa Iri Hati
51 Bab 51 : Hak Cipta
52 Bab 52 : Fitnah
53 Bab 53 : Korban
54 Bab 54 : Tumbal
55 Bab 55 : Cincin
56 Bab 56 : Selesai
57 Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58 Bab 58 : Kediaman Barat
59 Bab 59 : Penerus
60 Bab 60 : Bakat Baru
61 Bab 61 : Negosiasi
62 Bab 62 : Tiga Serangan
63 Bab 63 : Potensi
64 Bab 64 : Nomor Enam
65 Bab 65 : Divine Hand Strike
66 Bah 66 : Situasi Panas
67 Bab 67 : Bintang Sembilan
68 Bab 68 : Efek Samping
69 Bab 69 : Salah Makan?
70 Bab 70 : Pengajaran
71 Bab 71 : Surat Kabar
72 Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73 Bab 73 : Penjahat Terburuk
74 Bab 74 : Dikodekan
75 Bab 75 : Parasit
76 Bab 76 : Shirley Dawn
77 Bab 77 : Penghuni Hutan
78 Bab 78 : Ledakan
79 Bab 79 : Kota Elves
80 Bab 80 : Janji
81 Bab 81 : Mata Merah
82 Bab 82 : Raja
83 Bab 83 : Penghuni Ilegal
84 Bab 84 : Jus
85 Bab 85 : Respon Picik
86 Bab 86 : Aristokrat
87 Bab 87 : Rasa Ragu
88 Bab 88 : Hukuman
89 Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90 Bab 90 : Ritual
91 Bab 91 : Koin Emas
92 Bab 92 : Supreme Spirit
93 Bab 93 : Sendawa
94 Bab 94 : Emas
95 Bab 95 : Bangsa Idiot
96 Bab 96 : Defiania
97 Bab 97 : Hasrat
98 Bab 98 : Puiff
99 Bab 99 : Bar
100 Bab 100 : Palsu
101 Bab 101 : Blackthorn
102 Bab 102 : Nasib
103 Bab 103 : Murka Elves
104 Bab 104 : Malaikat Maut
105 Bab 105 : Variabel
106 Bab 106 : Berbeda
107 Bab 107 : Sidang
108 Bab 108 : Kantung
109 Bab 109 : Hantu
110 Bab 110 : Tetes Terakhir
111 Bab 111 : Efek Samping
112 Bab 112 : Jormungandr
113 Bab 113 : Wadah
114 Bab 114 : Skoll Dan Hati
115 Bab 115 : Bola Air
116 Bab 116 : Claymore
117 Bab 117 : Dewa Iblis
118 Bab 118 : Kejatuhan
119 Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120 Bab 120 : Arthurian Merlin
121 Bab 121 : Perang Hutan
122 Bab 122 : Segel
123 Bab 123 : Akar
124 Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125 Bab 125 : Terminal Lucidity
126 Bab 126 : Jantung
127 Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128 Pengumuman S2!
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 01 : Iblis Amarah
2
Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3
Bab 03 : Rumah Bordil
4
Bab 04 : Salah Sangka
5
Bab 05 : Terlalu Jauh
6
Bab 06 : Kontrak
7
Bab 07 : Sistem
8
Bab 08 : Orang Tua Arthur
9
Bab 09 : Aura
10
Bab 10 : Pahlawan
11
Bab 11 : Sandiwara
12
Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13
Bab 13 : Pendapat
14
Bab 14 : Hitungan
15
Bab 15 : Aliran Uang
16
Bab 16 : Tamu Agung
17
Bab 17 : Pionir Haynes
18
Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19
Bab 19 : Goyah
20
Bab 20 : Duel
21
Bab 21 : Pil Kehidupan
22
Bab 22 : Melawan Pahlawan
23
Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24
Bab 24 : Teritorium
25
Bab 25 : Hasil Duel
26
Bab 26 : Konstelasi Muda
27
Bab 27 : Wanita Misterius
28
Bab 28 : Anvil Emas
29
Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30
Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31
Bab 31 : Pertaruhan
32
Bab 32 : Mustahil Menang
33
Bab 33 : Bengkel
34
Bab 34 : Kontrak Kerja
35
Bab 35 : Generasi
36
Bab 36 : Kertas Toilet
37
Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38
Bab 38 : Kuda Perang
39
Bab 39 : Kesetiaan
40
Bab 40 : Keserakahan
41
Bab 41 : Mata Dewa Perang
42
Bab 42 : George Trailer
43
Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44
Bab 44 : Keserakahan Arthur
45
Bab 45 : Barang Bukti
46
Bab 46 : Novel
47
Bab 47 : Sastra Erotis
48
Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49
Bab 49 : Lembaga Hukum
50
Bab 50 : Rasa Iri Hati
51
Bab 51 : Hak Cipta
52
Bab 52 : Fitnah
53
Bab 53 : Korban
54
Bab 54 : Tumbal
55
Bab 55 : Cincin
56
Bab 56 : Selesai
57
Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58
Bab 58 : Kediaman Barat
59
Bab 59 : Penerus
60
Bab 60 : Bakat Baru
61
Bab 61 : Negosiasi
62
Bab 62 : Tiga Serangan
63
Bab 63 : Potensi
64
Bab 64 : Nomor Enam
65
Bab 65 : Divine Hand Strike
66
Bah 66 : Situasi Panas
67
Bab 67 : Bintang Sembilan
68
Bab 68 : Efek Samping
69
Bab 69 : Salah Makan?
70
Bab 70 : Pengajaran
71
Bab 71 : Surat Kabar
72
Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73
Bab 73 : Penjahat Terburuk
74
Bab 74 : Dikodekan
75
Bab 75 : Parasit
76
Bab 76 : Shirley Dawn
77
Bab 77 : Penghuni Hutan
78
Bab 78 : Ledakan
79
Bab 79 : Kota Elves
80
Bab 80 : Janji
81
Bab 81 : Mata Merah
82
Bab 82 : Raja
83
Bab 83 : Penghuni Ilegal
84
Bab 84 : Jus
85
Bab 85 : Respon Picik
86
Bab 86 : Aristokrat
87
Bab 87 : Rasa Ragu
88
Bab 88 : Hukuman
89
Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90
Bab 90 : Ritual
91
Bab 91 : Koin Emas
92
Bab 92 : Supreme Spirit
93
Bab 93 : Sendawa
94
Bab 94 : Emas
95
Bab 95 : Bangsa Idiot
96
Bab 96 : Defiania
97
Bab 97 : Hasrat
98
Bab 98 : Puiff
99
Bab 99 : Bar
100
Bab 100 : Palsu
101
Bab 101 : Blackthorn
102
Bab 102 : Nasib
103
Bab 103 : Murka Elves
104
Bab 104 : Malaikat Maut
105
Bab 105 : Variabel
106
Bab 106 : Berbeda
107
Bab 107 : Sidang
108
Bab 108 : Kantung
109
Bab 109 : Hantu
110
Bab 110 : Tetes Terakhir
111
Bab 111 : Efek Samping
112
Bab 112 : Jormungandr
113
Bab 113 : Wadah
114
Bab 114 : Skoll Dan Hati
115
Bab 115 : Bola Air
116
Bab 116 : Claymore
117
Bab 117 : Dewa Iblis
118
Bab 118 : Kejatuhan
119
Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120
Bab 120 : Arthurian Merlin
121
Bab 121 : Perang Hutan
122
Bab 122 : Segel
123
Bab 123 : Akar
124
Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125
Bab 125 : Terminal Lucidity
126
Bab 126 : Jantung
127
Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128
Pengumuman S2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!