Bab 02 : Arthur Al Mahesa

Dialah Arthurian Merlin, ahli sihir yang menanamkan rasa putus asa dan amarah atas balas dendam yang mengakar ke dalam tubuh dan jiwanya melalui sihir Iblis. Membuatnya menjadi penyihir Iblis yang mencapai tahap metamorfosis sempurna dan sudah sepenuhnya bukan manusia lagi karena dia tidak lagi sama dengan manusia normal, menjadikannya hampir mustahil untuk dikalahkan.

Dia pada dasarnya sudah menjadi Iblis. Kulitnya memerah dan warna mata dan pupilnya menjadi terbalik saat dia serius. Dia secara harfiah menjadi setengah abadi, di mana dia hanya akan mati ketika jantung dan kepalanya dihancurkan secara bersamaan.

Di tempat ini di mana sejarah hidupnya diputar ulang, Iblis Amarah akhirnya kembali ke dirinya yang awal sebagai Arthurian Merlin. Dia mengoreksi hidupnya dan mencari sebenarnya dari mana dia sudah salah langkah sehingga akhirnya termakan oleh muslihat iblis.

Dia terus saja diam di sana, berpikir dan meninjau bahwa jika dia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk merasakan kehidupan sekali lagi, dia tidak akan termakan lagi oleh kata-kata manis sang iblis, tetapi menjadi orang yang memakan mereka.

Ketika Merlin sedang fokus, matanya tiba-tiba bisa berkedip kembali. Dia terkejut dan pada akhirnya menutup matanya dan menemukan bahwa dia benar-benar bisa melakukannya. Dalam kegelapan yang diberikan kelopak mata, Merlin bisa merasakan bahwa perlahan-lahan semuanya mulai kembali. Darah yang mengalir di dalam tubuhnya, rasa nyeri di dada, dan aliran udara yang dipompa oleh paru-parunya. Apakah dia hidup kembali?

Dengan penuh rasa tegang, dia membuka matanya kembali, dan merasa terkejut karena menemukan dirinya berada di tempat yang asing, dengan tubuh yang tidak dikenalinya. Tubuh yang muda dan jauh lebih kecil darinya.

Merlin mengira dirinya yang sudah mati terbangun di suatu tempat di dalam Neraka, tetapi rasa nyeri dan sensasi dalam tubuh baru itu membuktikan bahwa dia masih hidup. Satu pertanyaan lagi muncul dalam benaknya, "Apakah di Neraka orang-orang mati dihidupkan kembali?"

Merlin bangkit dan menemukan bahwa rasa nyeri di dadanya dan perasaan darah yang mengalir berasal dari pisau yang menusuk tepat di jantungnya. Dari sini, Merlin menyadari bahwa ilmu hitam yang dikultivasinya terikat dengan jiwanya, sehingga meski tubuh ini bukan miliknya, ketentuan Iblis tetap berlaku bahwa dia tidak akan mati selama kepalanya belum terputus dari tempatnya.

Saat indra Merlin telah cukup beradaptasi, dia menyadari bahwa ada energi dari sihir iblis yang dilepaskan di ruangan ini sebelumnya dan terdapat jejak samar dari penggunaan batu magis. "Apakah seseorang membangkitkanku? Sang Iblis Amarah?" Merlin mulai menduga-duga.

Keadaan menjadi semakin rumit ketika ingatan tentang kehidupan pemilik tubuh Sebelumnya mulai mengalir dalam pikirannya.

Ternyata, tubuh yang dia tempati adalah milik seorang pria bernama Arthur Al Mahesa, pemuda enam belas tahun yang memiliki sejarah hidup yang sedikit mirip dengannya. Arthur adalah seorang tuan muda yang cinta damai, memiliki keluarga yang bahagia, dan hidup dalam kekayaan dan kemewahan. Persis seperti Arthurian Merlin yang dulu.

Merlin merasa bingung dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana mungkin dia bisa berada di tubuh orang lain dan mengakses kenangan orang tersebut? Apakah ini mimpi, ataukah ada kekuatan lain yang terlibat di dalamnya?

Semakin banyak dia memahami tentang kehidupan Arthur, semakin Merlin menyadari bahwa dia memiliki kesempatan kedua untuk menjalani hidup yang berbeda. Dia menyaksikan kenangan-kenangan pahit dan keinginan dari pemilik tubuh ini yang tidak dapat dia gapai dengan kondisinya. Ada banyak kesalahan dan penyesalan yang mendorongnya ke dalam kondisi ini.

Meskipun dilahirkan dari keluarga ternama, dia adalah seorang pria yang lemah dan pemalu. Arthur tidak begitu mahir dalam seni bela diri dan peperangan, sehingga dia sering merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi kakeknya, kepala keluarga kebangsawanan Mahesa.

Namun, dihidupnya yang kotor masih ada keindahan berupa seorang wanita cantik bernama Isabella, tunangan Arthur, yang tampak sangat mencintainya.

Isabella adalah seorang wanita yang pintar dan tangguh, Arthur sangat menyayanginya karena dia melihat sifat-sifat baik dalam hati Isabella. Arthur sengaja membuatnya menjadi pasangan pengantinnya sejak kecil karena dia berharap bahwa kehadiran Isabella yang bagaikan cahaya akan membantunya menjadi lebih kuat dan lebih percaya diri.

Namun, seiring berjalannya waktu, Isabella berubah menjadi pribadi yang berbeda. Dia menjadi semakin dingin dan jauh dari Arthur. Rahasia gelap pun terkuak ketika Arthur menyaksikan Isabella bermesraan dengan anak bangsawan lain. Hati Arthur seketika hancur, dia merasa dikhianati dan disia-siakan.

Tak sanggup menghadapi kenyataan, Arthur merasa marah dan frustrasi. Dia merasa dirinya lemah dan tidak berguna. Tanpa bisa mengatasi rasa sakitnya, dia mulai mencari pelarian dalam minuman dan pergaulan yang buruk. Arthur berubah menjadi pemabuk dan berandalan, meninggalkan kediaman dan hidup sesuka hatinya di jalanan.

Arthur kehilangan arah hidupnya, dan semakin larut dalam kegelapan. Dia bertempur melawan kecemasan dan depresi yang merajalela, tetapi hanya malah semakin tenggelam dalam rasa putus asa ketika surat resmi pembatalan pertunangan dilayangkan ke kediaman keluarganya tadi siang.

Hatinya semakin sakit ketika dia mengetahui bahwa keluarga Isabella bahkan rela membayar denda yang cukup besar agar pertunangan putri mereka dengannya dibatalkan. Keluarganya mencoba membantunya, berkata bahwa dia tidak seharusnya menyia-nyiakan hidupnya hanya karena pengkhianatan seorang wanita, tapi Arthur menolak bantuan mereka.

Arthur keluar di tengah malam dengan pikiran yang kosong, masuk ke rumah bordil untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia memesan pelayanan termahal dan merenung tentang hidupnya yang hancur dan dirinya yang lemah. Hati Arthur penuh dengan penyesalan dan rasa bersalah atas nasibnya sendiri. Dia merasa sudah tak ada harapan lagi untuk kembali menjadi Tuan Muda yang dihormati karena dia sudah mengambil langkah yang salah.

Dalam momen kesedihan yang mendalam, Arthur mengambil keputusan yang tragis. Dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri dengan memaksakan diri untuk menggunakan sihir kuno tingkat tinggi yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Namun, pada akhirnya dia merasa bahwa sihir itu gagal dan mencari alternatif lain berupa menusuk jantungnya sendiri.

Merlin kurang yakin apakah sihir kuno yang diritualkan oleh pemilik tubuh sebelumnya yang membuat jiwanya berpindah ke tubuh ini atau mungkin ada sosok lain yang sedang merencanakan sesuatu menggunakannya.

Apapun itu, dia hanya bisa mengucapkan terimakasih sebanyak mungkin, karena dia sekarang bisa menjalani kehidupan baru yang bukan sebagai Iblis Amarah, tetapi sebagai Tuan Muda dari keluarga bangsawan pemilik kelompok perdagangan ternama di kerajaan ini.

"Terimakasih. Karena kamu memberiku kesempatan untuk merasakan kehidupan sekali lagi, maka aku akan memberimu sayap yang kuat untuk melawan langit. Mulai sekarang tidak ada lagi Iblis Amarah atau pun Arthurian Merlin. Aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Mulai sekarang, aku adalah Arthur Al Mahesa!"

Terpopuler

Comments

Fendi Kurnia Anggara

Fendi Kurnia Anggara

kayak pernah baca tapi berupa manhwa

2024-06-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 : Iblis Amarah
2 Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3 Bab 03 : Rumah Bordil
4 Bab 04 : Salah Sangka
5 Bab 05 : Terlalu Jauh
6 Bab 06 : Kontrak
7 Bab 07 : Sistem
8 Bab 08 : Orang Tua Arthur
9 Bab 09 : Aura
10 Bab 10 : Pahlawan
11 Bab 11 : Sandiwara
12 Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13 Bab 13 : Pendapat
14 Bab 14 : Hitungan
15 Bab 15 : Aliran Uang
16 Bab 16 : Tamu Agung
17 Bab 17 : Pionir Haynes
18 Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19 Bab 19 : Goyah
20 Bab 20 : Duel
21 Bab 21 : Pil Kehidupan
22 Bab 22 : Melawan Pahlawan
23 Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24 Bab 24 : Teritorium
25 Bab 25 : Hasil Duel
26 Bab 26 : Konstelasi Muda
27 Bab 27 : Wanita Misterius
28 Bab 28 : Anvil Emas
29 Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30 Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31 Bab 31 : Pertaruhan
32 Bab 32 : Mustahil Menang
33 Bab 33 : Bengkel
34 Bab 34 : Kontrak Kerja
35 Bab 35 : Generasi
36 Bab 36 : Kertas Toilet
37 Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38 Bab 38 : Kuda Perang
39 Bab 39 : Kesetiaan
40 Bab 40 : Keserakahan
41 Bab 41 : Mata Dewa Perang
42 Bab 42 : George Trailer
43 Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44 Bab 44 : Keserakahan Arthur
45 Bab 45 : Barang Bukti
46 Bab 46 : Novel
47 Bab 47 : Sastra Erotis
48 Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49 Bab 49 : Lembaga Hukum
50 Bab 50 : Rasa Iri Hati
51 Bab 51 : Hak Cipta
52 Bab 52 : Fitnah
53 Bab 53 : Korban
54 Bab 54 : Tumbal
55 Bab 55 : Cincin
56 Bab 56 : Selesai
57 Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58 Bab 58 : Kediaman Barat
59 Bab 59 : Penerus
60 Bab 60 : Bakat Baru
61 Bab 61 : Negosiasi
62 Bab 62 : Tiga Serangan
63 Bab 63 : Potensi
64 Bab 64 : Nomor Enam
65 Bab 65 : Divine Hand Strike
66 Bah 66 : Situasi Panas
67 Bab 67 : Bintang Sembilan
68 Bab 68 : Efek Samping
69 Bab 69 : Salah Makan?
70 Bab 70 : Pengajaran
71 Bab 71 : Surat Kabar
72 Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73 Bab 73 : Penjahat Terburuk
74 Bab 74 : Dikodekan
75 Bab 75 : Parasit
76 Bab 76 : Shirley Dawn
77 Bab 77 : Penghuni Hutan
78 Bab 78 : Ledakan
79 Bab 79 : Kota Elves
80 Bab 80 : Janji
81 Bab 81 : Mata Merah
82 Bab 82 : Raja
83 Bab 83 : Penghuni Ilegal
84 Bab 84 : Jus
85 Bab 85 : Respon Picik
86 Bab 86 : Aristokrat
87 Bab 87 : Rasa Ragu
88 Bab 88 : Hukuman
89 Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90 Bab 90 : Ritual
91 Bab 91 : Koin Emas
92 Bab 92 : Supreme Spirit
93 Bab 93 : Sendawa
94 Bab 94 : Emas
95 Bab 95 : Bangsa Idiot
96 Bab 96 : Defiania
97 Bab 97 : Hasrat
98 Bab 98 : Puiff
99 Bab 99 : Bar
100 Bab 100 : Palsu
101 Bab 101 : Blackthorn
102 Bab 102 : Nasib
103 Bab 103 : Murka Elves
104 Bab 104 : Malaikat Maut
105 Bab 105 : Variabel
106 Bab 106 : Berbeda
107 Bab 107 : Sidang
108 Bab 108 : Kantung
109 Bab 109 : Hantu
110 Bab 110 : Tetes Terakhir
111 Bab 111 : Efek Samping
112 Bab 112 : Jormungandr
113 Bab 113 : Wadah
114 Bab 114 : Skoll Dan Hati
115 Bab 115 : Bola Air
116 Bab 116 : Claymore
117 Bab 117 : Dewa Iblis
118 Bab 118 : Kejatuhan
119 Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120 Bab 120 : Arthurian Merlin
121 Bab 121 : Perang Hutan
122 Bab 122 : Segel
123 Bab 123 : Akar
124 Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125 Bab 125 : Terminal Lucidity
126 Bab 126 : Jantung
127 Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128 Pengumuman S2!
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 01 : Iblis Amarah
2
Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3
Bab 03 : Rumah Bordil
4
Bab 04 : Salah Sangka
5
Bab 05 : Terlalu Jauh
6
Bab 06 : Kontrak
7
Bab 07 : Sistem
8
Bab 08 : Orang Tua Arthur
9
Bab 09 : Aura
10
Bab 10 : Pahlawan
11
Bab 11 : Sandiwara
12
Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13
Bab 13 : Pendapat
14
Bab 14 : Hitungan
15
Bab 15 : Aliran Uang
16
Bab 16 : Tamu Agung
17
Bab 17 : Pionir Haynes
18
Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19
Bab 19 : Goyah
20
Bab 20 : Duel
21
Bab 21 : Pil Kehidupan
22
Bab 22 : Melawan Pahlawan
23
Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24
Bab 24 : Teritorium
25
Bab 25 : Hasil Duel
26
Bab 26 : Konstelasi Muda
27
Bab 27 : Wanita Misterius
28
Bab 28 : Anvil Emas
29
Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30
Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31
Bab 31 : Pertaruhan
32
Bab 32 : Mustahil Menang
33
Bab 33 : Bengkel
34
Bab 34 : Kontrak Kerja
35
Bab 35 : Generasi
36
Bab 36 : Kertas Toilet
37
Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38
Bab 38 : Kuda Perang
39
Bab 39 : Kesetiaan
40
Bab 40 : Keserakahan
41
Bab 41 : Mata Dewa Perang
42
Bab 42 : George Trailer
43
Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44
Bab 44 : Keserakahan Arthur
45
Bab 45 : Barang Bukti
46
Bab 46 : Novel
47
Bab 47 : Sastra Erotis
48
Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49
Bab 49 : Lembaga Hukum
50
Bab 50 : Rasa Iri Hati
51
Bab 51 : Hak Cipta
52
Bab 52 : Fitnah
53
Bab 53 : Korban
54
Bab 54 : Tumbal
55
Bab 55 : Cincin
56
Bab 56 : Selesai
57
Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58
Bab 58 : Kediaman Barat
59
Bab 59 : Penerus
60
Bab 60 : Bakat Baru
61
Bab 61 : Negosiasi
62
Bab 62 : Tiga Serangan
63
Bab 63 : Potensi
64
Bab 64 : Nomor Enam
65
Bab 65 : Divine Hand Strike
66
Bah 66 : Situasi Panas
67
Bab 67 : Bintang Sembilan
68
Bab 68 : Efek Samping
69
Bab 69 : Salah Makan?
70
Bab 70 : Pengajaran
71
Bab 71 : Surat Kabar
72
Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73
Bab 73 : Penjahat Terburuk
74
Bab 74 : Dikodekan
75
Bab 75 : Parasit
76
Bab 76 : Shirley Dawn
77
Bab 77 : Penghuni Hutan
78
Bab 78 : Ledakan
79
Bab 79 : Kota Elves
80
Bab 80 : Janji
81
Bab 81 : Mata Merah
82
Bab 82 : Raja
83
Bab 83 : Penghuni Ilegal
84
Bab 84 : Jus
85
Bab 85 : Respon Picik
86
Bab 86 : Aristokrat
87
Bab 87 : Rasa Ragu
88
Bab 88 : Hukuman
89
Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90
Bab 90 : Ritual
91
Bab 91 : Koin Emas
92
Bab 92 : Supreme Spirit
93
Bab 93 : Sendawa
94
Bab 94 : Emas
95
Bab 95 : Bangsa Idiot
96
Bab 96 : Defiania
97
Bab 97 : Hasrat
98
Bab 98 : Puiff
99
Bab 99 : Bar
100
Bab 100 : Palsu
101
Bab 101 : Blackthorn
102
Bab 102 : Nasib
103
Bab 103 : Murka Elves
104
Bab 104 : Malaikat Maut
105
Bab 105 : Variabel
106
Bab 106 : Berbeda
107
Bab 107 : Sidang
108
Bab 108 : Kantung
109
Bab 109 : Hantu
110
Bab 110 : Tetes Terakhir
111
Bab 111 : Efek Samping
112
Bab 112 : Jormungandr
113
Bab 113 : Wadah
114
Bab 114 : Skoll Dan Hati
115
Bab 115 : Bola Air
116
Bab 116 : Claymore
117
Bab 117 : Dewa Iblis
118
Bab 118 : Kejatuhan
119
Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120
Bab 120 : Arthurian Merlin
121
Bab 121 : Perang Hutan
122
Bab 122 : Segel
123
Bab 123 : Akar
124
Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125
Bab 125 : Terminal Lucidity
126
Bab 126 : Jantung
127
Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128
Pengumuman S2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!