Bab 06 : Kontrak

Arnold Al Mahesa berpikiran sama, cucu termudanya itu kehilangan banyak hal karena dia lemah. Jadi, mencari cara lain demi kekuatan tidak akan mengejutkan jika itu adalah dia. Sangat menyedihkan, tetapi dia adalah cucunya.

Pendeta Liam yang sedari awal menampilkan wajah yang santai dan ramah, pada detik ini berubah menjadi serius saat dia berkata, "Namun, apa yang aku temukan di dalam luka tusuknya membuatku menepis hal itu jauh-jauh." Pendeta Liam merogoh sakunya dan mengeluarkan cincin perak.

"Sebuah cincin perak?" Semua orang memandang cincin itu dengan bingung. Saat mereka meneliti lebih jauh, mereka akhirnya menyadari satu hal, dan secara serentak berkata, "Sebuah Artefak suci!?" Meski terasa redup dan hampir pupus, mereka masih merasakan energi murni yang unik tersisa di dalam cincin perak itu.

Pendeta Liam menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan dan menambahkan, "Benar, menurut kami pun, cincin ini adalah Artefak suci kuno yang di dapatkan oleh Tuan Muda Arthur selama masa pengoleksian buku kunonya, dan dia merahasiakannya dari semua orang karena takut cincin ini direbut darinya.

Sulit untuk mengetahui apa saja kegunaan dari cincin ini karena ini hanyalah Artefak semu atau sekali pakai. Namun, berdasarkan apa yang terlihat, Artefak ini melindungi penggunanya dari bahaya atau lebih tepat jika dikatakan mencegah kematian dengan mengerahkan segalanya. Tidak diragukan lagi kalau Artefak ini berada di tingkat atas dan akan menggemparkan dunia jika rumor keberadaannya sampai tersebar, masuk akal baginya untuk merahasiakan hal ini."

Semua ketua di keluarga Mahesa merasakan rasa dingin yang mematikan di tengkuk mereka. Seandainya Artefak itu diketahui, semua pendekar dari semua penjuru benua akan berbondong-bondong ke wilayah Mahesa dan akan berjuang untuk merebut Artefak itu dari tangan Arthur.

Sebuah cincin yang mampu melindungi hidupmu satu kali. Semua orang pasti tidak akan tahan dan ingin memilikinya untuk diri mereka sendiri. Yang terburuk dari hal itu adalah wilayah Mahesa akan hancur dalam perang yang tidak dapat dihindari.

Selena meneguk ludahnya sendiri dan bertanya, "Jadi, apa menurut kekaisaran suci artefak itu menjaga Tuan Muda kami tetap hidup dari serangan seseorang?" Pendeta Liam menganggukkan kepalanya sekali lagi dan berkata, "Benar, dan bukan pembunuh biasa. Bergerak secara diam-diam sampai pada titik tidak dapat terdeteksi dan tidak meninggalkan jejak. Selain itu, sang pembunuh juga menjebak dengan sihir hitam dan pisau milik Arthur sendiri agar terlihat seperti bunuh diri. Alasan percobaan pembunuhan yang abu-abu dan darah tercemar yang bahkan tidak mampu di murnikan oleh Artefak kuno tingkat tinggi, kami berkesimpulan bahwa ini adalah aksi yang dilakukan oleh kultus iblis."

"Kultus Iblis!? Mengapa kultus iblis menyerang keluarga Mahesa kami!?" Nahel Al Mahesa tidak dapat mempercayainya. Keluarga mereka hanyalah keluarga bangsawan kecil di wilayah barat daya negara kerajaan Colin. Untuk organisasi yang tersembunyi dan misterius yang mengontrol dunia bawah sampai mengotori tangan mereka untuk membunuh dan menjebak anggota keluarga Mahesa, rasanya masih tidak masuk akal di kepalanya.

Sebaliknya, putra kedua, Tarem Al Mahesa berpikir dengan kepala dingin. Masalah ini sudah berada di luar kuasa keluarga mereka. Bahkan jika mereka mengadukan masalah ini ke pemerintah pusat, orang-orang congkak itu tidak akan memberikan bantuan kepada keluarga bangsawan kecil belaka seperti Mahesa. Hal paling benar adalah menerima uluran bantuan dari kekaisaran suci yang memang sangat bermusuhan dengan kultus iblis.

"Jadi, apa yang Kekaisaran Suci inginkan dari kami?" tanya Tarem. Pendeta Liam menyeringai saat dia mendengar pertanyaan ini, dari semua ketua keluarga Mahesa yang ada di ruangan ini rupanya putra kedua lah yang paling cerdas. Persaingan penerus di keluarga kecil ini pasti akan menarik untuk diawasi pikirnya.

"Sederhana saja." Pendeta Liam duduk di kursi dan meletakkan surat perjanjian ke atas meja.

"Kekaisaran suci kami ingin keluarga Mahesa menutup mata dan menyerahkan keseluruhan masalah ini kepada kami. Tentang Tuan Muda Arthur, kalian bisa tenang, kekaisaran suci kami tidak akan melakukan sesuatu padanya. Namun, tetap akan menempatkan prioritas pengawasan khusus kepadanya untuk keperluan penyelidikan. Kami tidak akan membagikan informasi yang kami dapatkan kepada kalian, tetapi sebagai gantinya, kekaisaran suci kami akan berjanji untuk menyediakan keluarga Mahesa dengan beberapa bantuan selama periode waktu ini. Kesepakatan ini tidak membuat kalian rugi sama sekali bukan?"

Tarem Al Mahesa terdiam. Surat tersebut berisi tawaran yang sangat menguntungkan bagi keluarga kecil seperti Mahesa, tetapi kecurigaannya tidak bisa untuk tidak muncul dari keuntungan instan seperti ini.

Berdasarkan yang tertulis, keluarga Mahesa akan mendapatkan perlindungan dari kekaisaran suci, sebuah negeri adidaya yang hampir menguasai benua. Menjanjikan perlindungan seperti ini sama saja seperti mereka menjanjikan kekayaan dan keamanan finansial bagi keluarga Mahesa. Namun, ada beberapa klausul yang ambigu dan membingungkan.

Arnold pun berpikir hal yang sama. Arnold merasa bahwa tawaran ini terlalu baik untuk menjadi kenyataan, dan ada ketidakjelasan tentang apa yang diharapkan sebagai timbal baliknya. Saat membaca surat itu satu kali lagi, hati Arnold berdebar-debar. Ia merasa seperti sedang berdiri di persimpangan jalan yang sulit.

Di satu sisi, ia tahu bahwa tawaran ini bisa membawa kehidupan yang nyaman dan keuntungan besar bagi keluarganya. Namun, di sisi lain, ada ketidakpastian yang menghantui pikirannya. Apakah ada harga yang harus dibayar? Apa konsekuensi dari setuju dengan tawaran ini? Lalu, batas macam apa yang dimaksud dengan 'menutup mata' di kontrak ini.

Arnold merenungkan surat itu dengan cemas. Dia melirik ke arah kakak adiknya kemudian kepada putra putrinya. Namun, pandangan mereka mengatakan satu hal yang sama, pada akhirnya keputusan ini hanya bisa diambil olehnya sendiri sebagai kepala keluarga Mahesa.

Dalam ketidakpastian dan ragu yang mendalam, Arnold mengambil pena dan menandatangani surat perjanjian tersebut. Namun, saat tangannya menandatangani kertas itu, hatinya tidak tenang. Ia merasa seakan-akan telah menjual sesuatu yang lebih berharga daripada kekayaan material, dan ada beban emosional yang sulit untuk dijelaskan.

"Terimakasih." Pendeta Liam tersenyum manis, memasukkan surat kontrak ke saku jubahnya dan pamit pergi dari ruangan itu.

***

Arthur bangun dari tempat tidurnya, dia meraih tongkat, dan tertatih menuju meja rias dengan cermin besar di kamar itu. Cermin di dunia ini dibuat menggunakan energi sihir dan harganya sangat mahal. Untuk cermin sebesar telapak tangan saja dihargai satu koin emas, untuk cermin yang sanggup memuat separuh bagian tubuhnya, setidaknya itu bernilai puluhan koin emas. Dunia ini benar-benar berkembang secara menyimpang dari Bumi.

Sudah tiga hari sejak Arthur terbangun di tubuh baru ini, tetapi masih sulit baginya untuk menahan rasa senangnya. Meskipun kesehatan tubuh Arthur Al Mahesa menjadi sangat rentan karena tidak mampu menahan energi iblis dari jiwa Arthutian Merlin, tetapi kondisi seperti ini pun jauh lebih baik daripada kematian.

Episodes
1 Bab 01 : Iblis Amarah
2 Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3 Bab 03 : Rumah Bordil
4 Bab 04 : Salah Sangka
5 Bab 05 : Terlalu Jauh
6 Bab 06 : Kontrak
7 Bab 07 : Sistem
8 Bab 08 : Orang Tua Arthur
9 Bab 09 : Aura
10 Bab 10 : Pahlawan
11 Bab 11 : Sandiwara
12 Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13 Bab 13 : Pendapat
14 Bab 14 : Hitungan
15 Bab 15 : Aliran Uang
16 Bab 16 : Tamu Agung
17 Bab 17 : Pionir Haynes
18 Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19 Bab 19 : Goyah
20 Bab 20 : Duel
21 Bab 21 : Pil Kehidupan
22 Bab 22 : Melawan Pahlawan
23 Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24 Bab 24 : Teritorium
25 Bab 25 : Hasil Duel
26 Bab 26 : Konstelasi Muda
27 Bab 27 : Wanita Misterius
28 Bab 28 : Anvil Emas
29 Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30 Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31 Bab 31 : Pertaruhan
32 Bab 32 : Mustahil Menang
33 Bab 33 : Bengkel
34 Bab 34 : Kontrak Kerja
35 Bab 35 : Generasi
36 Bab 36 : Kertas Toilet
37 Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38 Bab 38 : Kuda Perang
39 Bab 39 : Kesetiaan
40 Bab 40 : Keserakahan
41 Bab 41 : Mata Dewa Perang
42 Bab 42 : George Trailer
43 Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44 Bab 44 : Keserakahan Arthur
45 Bab 45 : Barang Bukti
46 Bab 46 : Novel
47 Bab 47 : Sastra Erotis
48 Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49 Bab 49 : Lembaga Hukum
50 Bab 50 : Rasa Iri Hati
51 Bab 51 : Hak Cipta
52 Bab 52 : Fitnah
53 Bab 53 : Korban
54 Bab 54 : Tumbal
55 Bab 55 : Cincin
56 Bab 56 : Selesai
57 Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58 Bab 58 : Kediaman Barat
59 Bab 59 : Penerus
60 Bab 60 : Bakat Baru
61 Bab 61 : Negosiasi
62 Bab 62 : Tiga Serangan
63 Bab 63 : Potensi
64 Bab 64 : Nomor Enam
65 Bab 65 : Divine Hand Strike
66 Bah 66 : Situasi Panas
67 Bab 67 : Bintang Sembilan
68 Bab 68 : Efek Samping
69 Bab 69 : Salah Makan?
70 Bab 70 : Pengajaran
71 Bab 71 : Surat Kabar
72 Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73 Bab 73 : Penjahat Terburuk
74 Bab 74 : Dikodekan
75 Bab 75 : Parasit
76 Bab 76 : Shirley Dawn
77 Bab 77 : Penghuni Hutan
78 Bab 78 : Ledakan
79 Bab 79 : Kota Elves
80 Bab 80 : Janji
81 Bab 81 : Mata Merah
82 Bab 82 : Raja
83 Bab 83 : Penghuni Ilegal
84 Bab 84 : Jus
85 Bab 85 : Respon Picik
86 Bab 86 : Aristokrat
87 Bab 87 : Rasa Ragu
88 Bab 88 : Hukuman
89 Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90 Bab 90 : Ritual
91 Bab 91 : Koin Emas
92 Bab 92 : Supreme Spirit
93 Bab 93 : Sendawa
94 Bab 94 : Emas
95 Bab 95 : Bangsa Idiot
96 Bab 96 : Defiania
97 Bab 97 : Hasrat
98 Bab 98 : Puiff
99 Bab 99 : Bar
100 Bab 100 : Palsu
101 Bab 101 : Blackthorn
102 Bab 102 : Nasib
103 Bab 103 : Murka Elves
104 Bab 104 : Malaikat Maut
105 Bab 105 : Variabel
106 Bab 106 : Berbeda
107 Bab 107 : Sidang
108 Bab 108 : Kantung
109 Bab 109 : Hantu
110 Bab 110 : Tetes Terakhir
111 Bab 111 : Efek Samping
112 Bab 112 : Jormungandr
113 Bab 113 : Wadah
114 Bab 114 : Skoll Dan Hati
115 Bab 115 : Bola Air
116 Bab 116 : Claymore
117 Bab 117 : Dewa Iblis
118 Bab 118 : Kejatuhan
119 Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120 Bab 120 : Arthurian Merlin
121 Bab 121 : Perang Hutan
122 Bab 122 : Segel
123 Bab 123 : Akar
124 Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125 Bab 125 : Terminal Lucidity
126 Bab 126 : Jantung
127 Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128 Pengumuman S2!
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 01 : Iblis Amarah
2
Bab 02 : Arthur Al Mahesa
3
Bab 03 : Rumah Bordil
4
Bab 04 : Salah Sangka
5
Bab 05 : Terlalu Jauh
6
Bab 06 : Kontrak
7
Bab 07 : Sistem
8
Bab 08 : Orang Tua Arthur
9
Bab 09 : Aura
10
Bab 10 : Pahlawan
11
Bab 11 : Sandiwara
12
Bab 12 : Ini Adalah Sihir!
13
Bab 13 : Pendapat
14
Bab 14 : Hitungan
15
Bab 15 : Aliran Uang
16
Bab 16 : Tamu Agung
17
Bab 17 : Pionir Haynes
18
Bab 18 : Ketidaksukaan Hans
19
Bab 19 : Goyah
20
Bab 20 : Duel
21
Bab 21 : Pil Kehidupan
22
Bab 22 : Melawan Pahlawan
23
Bab 23 : Barbarian Dari Timur
24
Bab 24 : Teritorium
25
Bab 25 : Hasil Duel
26
Bab 26 : Konstelasi Muda
27
Bab 27 : Wanita Misterius
28
Bab 28 : Anvil Emas
29
Bab 29 : Bimbingan Ksatria
30
Bab 30 : Kemarahan Seorang Penyihir
31
Bab 31 : Pertaruhan
32
Bab 32 : Mustahil Menang
33
Bab 33 : Bengkel
34
Bab 34 : Kontrak Kerja
35
Bab 35 : Generasi
36
Bab 36 : Kertas Toilet
37
Bab 37 : Pihak Yang Memimpin
38
Bab 38 : Kuda Perang
39
Bab 39 : Kesetiaan
40
Bab 40 : Keserakahan
41
Bab 41 : Mata Dewa Perang
42
Bab 42 : George Trailer
43
Bab 43 : Pengadilan Pertunangan
44
Bab 44 : Keserakahan Arthur
45
Bab 45 : Barang Bukti
46
Bab 46 : Novel
47
Bab 47 : Sastra Erotis
48
Bab 48 : Efek Kupu-kupu
49
Bab 49 : Lembaga Hukum
50
Bab 50 : Rasa Iri Hati
51
Bab 51 : Hak Cipta
52
Bab 52 : Fitnah
53
Bab 53 : Korban
54
Bab 54 : Tumbal
55
Bab 55 : Cincin
56
Bab 56 : Selesai
57
Bab 57 : Hadiah Bermasalah
58
Bab 58 : Kediaman Barat
59
Bab 59 : Penerus
60
Bab 60 : Bakat Baru
61
Bab 61 : Negosiasi
62
Bab 62 : Tiga Serangan
63
Bab 63 : Potensi
64
Bab 64 : Nomor Enam
65
Bab 65 : Divine Hand Strike
66
Bah 66 : Situasi Panas
67
Bab 67 : Bintang Sembilan
68
Bab 68 : Efek Samping
69
Bab 69 : Salah Makan?
70
Bab 70 : Pengajaran
71
Bab 71 : Surat Kabar
72
Bab 72 : Menelan Atau Ditelan
73
Bab 73 : Penjahat Terburuk
74
Bab 74 : Dikodekan
75
Bab 75 : Parasit
76
Bab 76 : Shirley Dawn
77
Bab 77 : Penghuni Hutan
78
Bab 78 : Ledakan
79
Bab 79 : Kota Elves
80
Bab 80 : Janji
81
Bab 81 : Mata Merah
82
Bab 82 : Raja
83
Bab 83 : Penghuni Ilegal
84
Bab 84 : Jus
85
Bab 85 : Respon Picik
86
Bab 86 : Aristokrat
87
Bab 87 : Rasa Ragu
88
Bab 88 : Hukuman
89
Bab 89 : Pemanggilan Spirit
90
Bab 90 : Ritual
91
Bab 91 : Koin Emas
92
Bab 92 : Supreme Spirit
93
Bab 93 : Sendawa
94
Bab 94 : Emas
95
Bab 95 : Bangsa Idiot
96
Bab 96 : Defiania
97
Bab 97 : Hasrat
98
Bab 98 : Puiff
99
Bab 99 : Bar
100
Bab 100 : Palsu
101
Bab 101 : Blackthorn
102
Bab 102 : Nasib
103
Bab 103 : Murka Elves
104
Bab 104 : Malaikat Maut
105
Bab 105 : Variabel
106
Bab 106 : Berbeda
107
Bab 107 : Sidang
108
Bab 108 : Kantung
109
Bab 109 : Hantu
110
Bab 110 : Tetes Terakhir
111
Bab 111 : Efek Samping
112
Bab 112 : Jormungandr
113
Bab 113 : Wadah
114
Bab 114 : Skoll Dan Hati
115
Bab 115 : Bola Air
116
Bab 116 : Claymore
117
Bab 117 : Dewa Iblis
118
Bab 118 : Kejatuhan
119
Bab 119 : Empathy Of Sylvana
120
Bab 120 : Arthurian Merlin
121
Bab 121 : Perang Hutan
122
Bab 122 : Segel
123
Bab 123 : Akar
124
Bab 124 : Inkarnasi Pohon Dunia
125
Bab 125 : Terminal Lucidity
126
Bab 126 : Jantung
127
Bab 127 : Tidak Ada Artinya (End)
128
Pengumuman S2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!