"Aeros, tampilkan informasi barang."
Ding~
[Pedang Pajangan Swordmaster Elgia-[SS]
Letakkan saja dipinggang dan Anda akan terlihat seperti seorang Swordmaster. Keberanian dan karisma naik secara drastis.
[Buku Bakat Ketenangan Hati-[S]
Sebuah buku yang memberikan Anda Bakat ketenangan hati ketika berada di situasi yang melemahkan mental.
[Kalkulator Cerdas-[A]
Kreasi persilangan antara teknologi dunia lain dengan keajaiban sihir. Ini adalah benda ajaib yang bisa menjawab semua pertanyaan atas perhitungan secara instan.
[Sekaleng Susu Kental Manis Ajaib-[B]
Sebuah perpaduan dari penemuan modern dan keajaiban sihir. Dihidangkan secara kental akan memberikan efek penyembuhan. Namun, jika dilarutkan ke dalam air akan memberikan efek peningkatan pada stamina.
[Sebungkus Lolipop Cinta-[B]
Manisan sempurna yang cocok di semua lidah dan tidak merusakkan gigi. Berpeluang membangkitkan kenangan indah ketika dijilat dan meningkatkan sensitifitas magis saat dikunyah.
[Sekop pemanggil petir-[D]
Saat hujan, petir secara terus menerus akan menyambar Sekop ini.
[Tongkat pemukul luka-[D]
Pukulkan ke luka untuk memberikan efek pemulihan. Efek pemulihan bergantung pada kekuatan pukulan.
Barang tingkat C hanyalah barang biasa. Jadi, Arthur merasa tidak perlu repot baginya untuk mengeceknya di penyimpanan.
Pedang Pajangan saat ini tidak ia butuhkan dan tidak yakin apakah akan ada yang membeli benda tipuan itu. Karena Arthur jarang berbicara dengan orang lain karena latihan tertutupnya dan pembantaiannya, buku Bakat Ketenangan Hati akan sangat membantunya mengurangi rasa gugup. Jadi, harapannya sepertinya jatuh ke tangan Kalkulator Cerdas dan dia tahu harus kemana ia membawa benda itu.
"Aeros, daftarkan Kalkulator Cerdas dan Lolipop Cinta ke dalam toko."
Ding-
[Mendaftarkan Kalkulator Cerdas dan Lolipop Cinta ke dalam toko.]
[Pendaftaran Selesai]
[Kalkulator Cerdas kini bisa dibeli di toko seharga 200 Poin Prestasi]
[Lolipop Cinta kini bisa dibeli di toko seharga 20 Poin Prestasi]
Orang-orang di dunia ini masih tertinggal bahkan di bidang hitung menghitung. Membeli kalkulator cerdas yang banyak dan menjualnya lagi harusnya adalah pilihan terbaik yang bisa Arthur lakukan. Sementara itu, lolipop cinta adalah pilihan terbaik dari barang lainnya yang tersisa. "Aeros, bagaimana caranya aku bisa mendapatkan poin prestasi?"
Ding-
[Anda bisa mendapatkan Poin Prestasi dari menyelesaikan misi atau mengkonversikan koin emas atau perak. Rasio konversi: Koin Emas > 245 Poin Prestasi dan Koin Perak > 7 Poin Prestasi]
Di dunia ini ada tiga nilai mata uang. Emas, perak, dan perunggu. Satu emas setara dengan 35 perak dan satu perak juga setara dengan 35 perunggu. Karena dia cucu termuda yang terbuang, tidak banyak yang Arthur punya di kantongnya. Empat belas koin emas, itu totalnya.
"Jadi, begitu. Satu poin prestasi itu mungkin setara dengan satu dollar. Sistem, konversikan sepuluh emas ke poin prestasi."
Neraca emas yang mewah muncul di depan Arthur. Animasi tanda panah memintanya untuk meletakkan koinnya di atas timbangan. Saat ia meletakkan semua yang ia ingin konversikan di sana, neraca itu bergetar dan meledak menjadi petasan kecil di langit-langit. Bersamaan dengan itu pemberitahuan sistem muncul.
Ding-
[Konversi Koin berhasil. Sepuluh koin emas telah diubah menjadi 2.450 Poin Prestasi]
Saat Arthur ingin membeli lebih banyak Kalkulator dari toko dan berpikir bagaimana dia harus menjualnya, suara ketukan datang dari pintu beserta panggilan suara yang lembut, tetapi tegas dari Kiara. "Tuan Muda, Tuan dan Nyonya Mahesa sudah menunggu Anda di bawah."
Arthur menghempaskan layar hologram dari pandangannya dan menjawab, "Mereka sudah di sini? Baiklah, pinta mereka untuk menunggu, aku tidak akan lama." Mendengar jawaban Tuan Mudanya, Kiara segera menganggukkan kepalanya dan berbalik kembali menuruni anak tangga ke ruang tamu.
Hari ini adalah hari ulang tahun kakeknya, Arnold Al Mahesa, kepala keluarga Mahesa. Jadi, setiap anggota keluarga diwajibkan untuk hadir ke perjamuan makan tersebut tidak terkecuali Arthur yang beberapa hari lalu melubangi dadanya.
Arthur tidak tahu apa itu Aura dan mengapa tubuh ini dikatakan tidak mungkin untuk menguasainya. Namun, satu hal yang pasti adalah, di dunia ini pun, energi yang membentuk sihir itu ada dan dia bisa mengendalikannya.
Arthur dengan lembut mengendalikan benang-benang sihir dengan jarinya, menjalinnya menjadi satu, dan menciptakan beberapa lengan tambahan untuk membersihkan tubuhnya, mengganti bajunya, dan memastikan penampilannya sempurna.
Sihir sehari-hari seperti ini mulai dikembangkan di era damai pasca bencana raya kejatuhan meteor dan kemunculan tujuh Dewa. Mudah bagi Arthur menggunakannya bahkan jika saat ini dia hanyalah penyihir tingkat satu.
Setelah selesai, Arthur turun ke bawah dengan langkah yang tenang dan pasti.
"Huh?" Saat putranya datang menghampirinya, Hans tidak bisa tidak terkejut. Gaya berjalan yang tanpa celah, mata yang dingin seolah sedang memandang rendah, dan ekspresi yang sangat santai, Hans hampir tidak mengenali bahwa pemuda yang datang ini adalah putranya.
Hans tahu bahwa putranya berubah drastis setelah putri keluarga Gustav mengkhianatinya, tetapi dia tidak tahu perubahannya mengarah ke titik ini. Biasanya Hans melihat putranya sebagai seorang pria yang selalu tersenyum dengan polos dan ramah kepada orang-orang.
Namun, sekarang di matanya Arthur terlihat seperti seseorang yang sudah terbiasa dengan kehidupan mereka yang kuat dan berkuasa. Pada tingkat ini, itu bisa disandingkan dengan tatapan sang Raja, sosok yang terbiasa memandang dari tempat yang tinggi.
"Putraku, apa kamu baik-baik saja? Apakah lukanya masih sakit? Jika kamu tidak ingin pergi, kamu bisa melakukannya, ibu dan ayah akan menyakinkan kakekmu kalau kamu tidak bisa hadir karena cedera."
Wanita yang memegang tangannya dengan mata yang berair ini adalah ibu Arthur Al Mahesa, Selvia Mahesa. Dia dulunya seorang penari bar yang membuat namanya terkenal hanya dengan satu pertunjukan. Menurut ingatan pemilik tubuh sebelumnya, Selvia menerima cinta ayahnya yang seorang putra bangsawan dan berhenti dari pekerjaannya, yang juga menjadi alasan mengapa kekuasaan ayahnya di keluarga Mahesa lebih kecil dari saudara dan saudarinya.
Kepala keluarga Mahesa, Arnold Al Mahesa, marah besar karena anak laki-lakinya menikahi seorang wanita dari latar belakang rendahan, bahkan setelah ditentang oleh semua orang. Sayangnya, pernikahan itu terpaksa dilaksanakan karena Selvia pada waktu itu sudah mengandung. Alasan ini jugalah yang membuat pemilik tubuh sebelumnya dikucilkan terlepas dari fakta bahwa dia tidak dapat mengkultivasi Aura.
"Aku baik-baik saja, Bu. Jangan terlalu khawatir." Mata Arthur sedikit dingin saat dia mengatakan ini. Memanggil perempuan yang tidak dia kenal dengan panggilan Ibu seharusnya membawa rasa canggung dan aneh, tetapi Arthur justru merasa sudah biasa baginya untuk memanggil wanita ini ibu.
Arthur tidak tahu apa karena tubuh ini sudah terbiasa melakukan itu atau ini karena buku Bakat Ketenangan Hati yang ia dapatkan sebelumnya, yang mana pun itu, ini hal baik baginya untuk menghindari kecurigaan orang-orang terdekat pemilik tubuh sebelumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
syirubin nadzri
semangat kakak
2024-06-26
0
Fendi Kurnia Anggara
ok
2024-06-03
0